1,721,126 research outputs found
Respon Pertumbuhan Kultur Pucuk Beberapa Kultivar Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Lama Penyinaran Secara In Vitro
Muslihin, "RESPON PERTUMBUHAN KULTUR PUCUK BEBERAPA KULTIVAR KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP LAMA PENYINARAN SECARA IN VITRO". Dibimbing oleh Ibu Ir. Rosmayati,MS sebagai ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Yusuf Husni sebagai anggota komisi pembimbing.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian ± 25 mdpl, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan kultur pucuk beberapa kultivar kentang (Solanun tuberosum L.) secara in vitro.
Racangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu: (1) Faktor Kultivar (K) dengan 5 taraf: Ki (Herta), K (Karnico), Ks (Prevalent), K (Aminca), Ks (Desiree). (II) Faktor Lama Penyinaran (L) dengan 2 taraf yaitu: L. (12 jam), L₂ (16 jam).
Parameter yang diamati adalah tinggi planlet (cm), jumlah buku (buku). jumlah klorofil (mm) dan berat basah planlet (gram).59 HalamanSkripsi Sarjan
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN NAHWU DI PESANTREN DARUL MUSLIHIN YOGYAKARTA
Salah satu tujuan dari kegiatan pendidikan yaitu menciptakan generasi
bangsa yang bermartabat. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan menjalankan
kegiatan pendidikan, maka permasalahan krisis moral yang ada di masyarakat
harusnya dapat terselesaikan dengan baik.
Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu 1) mengetahui integrasi nilai-nilai
karakter pada pembelajaran ilmu nahwu di Pondok Pesantren Darul Muslihin. 2)
mengetahui implementasi integrasi nilai-nilai karakter pada pembelajaran ilmu
nahwu di Pondok Pesantren Darul Muslihin. 3) mengetahui permasalahan apa
yang muncul dalam integrasi nilai-nilai karakter pada pembelajaran ilmu nahwu di
Pondok Pesantren Darul Muslihin.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini
menggunakan analisis data model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Integrasi nilai-nilai karakter pada
pembelajaran ilmu nahwu di Pesantren Darul Muslihin dilakukan dengan beberapa cara;
pertama, nilai kejujuran diintegrasikan dengan mendorong para santri untuk tidak
mencontek terutama pada saat pembelajaran ilmu nahwu. Kedua, nilai tanggungjawab
dintegrasikan dengan memberikan dorongan kepada para santri untuk bertanggungjawab
pada pendapat yang diberikan seluruh perilaku yang dilakukan di kelas. Ketiga, nilai
kreativitas dintegrasikan dengan memberikan kebebasan kepada para santri untuk
menggunakan kreatifitasnya dalam mempelajari ilmu nahwu. Keempat, nilai toleransi
dintegrasikan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua santri untuk
bertanya dan berdiskusi tanpa membeda-bedakan satu sama lain. 2) Implementasi
integrasi nilai-nilai karakter pada pembelajaran ilmu nahwu di Pondok Pesantren Darul
Muslihin dilakukan dengan menyelipkan nilai-nilai karakter pada setiap sisi pembelajaran
ilmu nahwu. 3) Permasalahan dalam integrasi nilai-nilai karakter pada pembelajaran ilmu
nahwu di Pondok Pesantren Darul Muslihin yaitu adanya permasalahan teknis dalam
proses pembelajaran ilmu nahwu yang mengakibatkan kondisi kelas menjadi tidak
kondusif. Permasalahan tersebut berdampak pada proses integrasi nilai-nilai karakter
pembelajaran ilmu nahwu di Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta. Solusi dari
permasalahan tersebut yaitu menciptakan kondisi kelas yang kondusif terlebih dahulu
agar proses integrasi dapat berjalan dengan optimal
Retorika dakwah ustadz Muslihin dalam program kajian sore di Radio DAIS 107,9 fm
Dzulfiqar Ahmad Rabbani, 1801026153. “Retorika Dakwah Ustadz Muslihin Dalam Program Kajian Sore di Radio Dais”.
Dakwah bil lisan tidak bisa lepas dengan retorika, karena seorang dai dalam mengajak masyarakat harus memiliki gaya bahasa mereka sendiri yang mudah dicerna masyarakat, karena apa yang disampaikan oleh dai akan selalu diperhatikan cara penyampaiannya. Seringkali ditemui retoris dakwah atau dai menyampaikan pesan dengan menggebu-gebu, namun tidak dibarengi dengan kompetensi dan keterampilan dakwah yang baik. Sehingga objek dakwah seringkali tidak memahami dan bingung dengan apa yang disampaikan oleh dai yang sedang didengarkannya. Penelitian ini mencoba menganalisis retorika dakwah Ustadz Muslihin dalam Program Kajian Sore di Radio Dais 107,9 Fm.
Tujuan yang akan dicapai oleh peneliti adalah mengupas penerapan retorika dakwah Ustadz Muslihin dalam Program Kajian Sore di Radio Dais. Penelitian ini merupakan peneliatian kualitatif, dengan menganalisis retorika yang disampaikan oleh Ustadz Muslihin dalam Program Kajian Sore menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi yang berupa rekaman audio, karena yang diteliti merupakan rekaman suara ceramah, kemudian peneliti mendengarkan dan mengamati retorika yang disampaikan Ustadz Muslihin pada saat ceramah.
Peneliti menganalisis tiga rekaman audio ceramah Ustadz Muslihin yang tayang di radio Dais setiap hari Sabtu pukul 17.00 WIB, dengan judul “Hukum Kopi Luwak” pada tanggal 3 September 2022, judul “Hukum Makan Ikan yang Belum Dibersihkan Kotorannya” tanggal 27 Mei 2023, dan dengan judul “Aqiqah dan Qurban” tanggal 24 Juni 2023. Ada tiga tahapan penyusunan pesan yang terdapat dalam retorika dakwah sebagai indikator retorika dakwah informatif yang sistematis dan logis antara lain, tahap perhatian (attention), kebutuhan (needs), dan pemuasan (satisfacation). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Retorika dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Muslihin adalah retorika atau pidato dakwah informatif. Untuk sampai pada tahap informatif maka diperlukan indikator agar retorika dakwah yang disampaikan sistematis dan logis. Indikator tersebut yakni melalui tahap-tahap penyusunan pesan, yakni tahap perhatian (attention), kebutuhan (needs) dan pemuasan (satisfacation). Tahap perhatian disampaikan dengan cara memberikan pertanyaan retoris, menunjukkan topik dan menghubungkan topik dengan pendengar. Tahap kebutuhan disampaikan dengan cara memberikan pernyataan, penunjukkan topik, ilustrasi dan penegesan tentang topik bahasan. Terakhir, tahap pemuasan disampaikan dengan cara memberikan kesimpulan hasil dari bahasan sebelumnya dan memberikan solusi terkait dengan topik
KETERBUKAAN DIRI SANTRI PUTRI LUAR DAERAH PONDOK PESANTREN DARUL MUSLIHIN YOGYAKARTA (Studi Terhadap 2 Orang Santri)
ARIF BISRUL KAFI. Keterbukaan Diri Santri Putri Luar Daerah Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta (Studi Terhadap 2 Santri). Skripsi. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Penelitian ini membahas tentang keterbukaan diri santri putri luar daerah di pondok pesantren Darul Muslihin Yogyakarta, dalam pembahasan peneliti mengungkap bahwa keterbukaan diri santri masih tergolong rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterbukaan diri santri putri luar daerah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah dua santri luar daerah yaitu santri dari bengkulu yang tinggal di pondok pesantren Darul Muslihin Yogyakarta. Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang telah terkumpul disusun dan diklasifikasikan sehingga dapat menjawab dari rumusan masalah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek-aspek keterbukaan diri bagi 2 santri pondok pesantren Darul Muslihin Yogyakarta yaitu: Ketepatan, maksudnya 2 santri tersebut terbuka pada orang lain dengan topik pembicaraan yang tepat. Motivasi, maksudnya 2 santri tersebut terbuka kepada temannya agar dapat menjalin hubungan yang akrab. Waktu, maksudnya 2 santri tersebut terbuka kepada teman-temannya rata-rata 30 menit. Keintensifan, maksudnya 2 santri tersebut terbuka pada orang yang familiar. Kedalaman dan keluasan, maksudnya maksudnya 2 santri tersebut hanya terbuka pada teman satu daerahnya saja. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi keterbukaan diri bagi 2 santri tersebut yaitu: budaya, maksudnya 2 santri tersebut terkendala bahasa dalam berkomunikasi. Usia, maksudnya persamaan usia dapat meningkatkan keberanian dalam berkomunikasi. Kepribadian, maksudnya 2 santri tersebut perlu stimulus dalam melakukan keterbukaan diri. Jenis kelamin, maksudnya persamaan jenis kelamin dapat mendorong 2 santri tersebut untuk terbuka kepada teman-temannya
Pengalaman keagamaan dalam berdżikir surat al-Fatihah : studi terhadap Jama’ah Darul Muslihin Desa Sumbergirang, Lasem, Rembang
Dżikir adalah sebuah ritual dan merupakan praktik dari ajaran dalam agama Islam yang memberikan banyak pemahaman dan pengalaman spiritual. Dari pemahaman dan pengalaman inilah yang kemudian menghantarkan pada perkembangan ilmu tasawuf. Dengan menyadari hal itu, penulis melakukan penelitian tentang pengalaman keagamaan Majlis Dżikir Darul Muslihin dalam melakukan dżikir surat al-Fatihah dengan rasa ketetarikan dan rasa ingin tahu yang dalam. Ketertarikan penulis pada hal tersebut karena Majlis Darul Muslihin dalam praktik dżikir surat al-Fatehah benar-benar berbeda dengan majlis dzikir pada umumnya, dan tujuan dari dżikir tersebut tidak hanya sebatas di tujukan untuk mendekatkan diri dan memperoleh ridha Allah, tapi juga dapat dipergunakan sebagai sarana pengobatan, mempertajam mata batin, dan mempertebal aura dalam diri seseorang. Berangkat dari itulah, Penulis dalam menyusun skripsi ini mencoba memaparkan tentang bagaimana kesan jama’ah dalam berdżikir surat al-Fatihah dan bagaimana pengalaman keagamaan jama’ah Darul Muslihin.
Oleh karena itu penulis mengangkat judul skripsi Pengalaman Keagamaan Dalam Berdżikir Surat al-Fatihah (studi terhadap Jama’ah Darul Muslihin Desa Sumbergirang Kec. Lasem Kab. Rembang). Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis deskriptif dan fenomenologis..
Secara umum, Dalam mengikuti Dżikir surat al-Fatihah masing-masing jama’ah memiliki motif yang cukup beragam, antara lain, bagaimana menambah kekuatan batin dan hal-hal yang ber-sifat kegaiban, peningkatan kehidupan duniawi, sebagai sarana terapi dan pengnobatan, sebagai sarana berkumpul dengan orang-orang sholeh, sebagai sarana penyucian dan perbaikan diri dan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dżikir yang di lakukan jama’ah Darul Muslihin secara tidak langsung telah menghantarkan jama’ahnya memasuki pintu gerbang kema’rifatan, ditandai dengan munculnya pengalaman keagamaan berupa sikap Taubat, mujahaddah, tuma’ninah, takut (khauwf) dan harapan (raja’), dermawan dan ikhlas, dan terbukanya pintu ijtihad.
Selain itu, dżikir yang di lakukan jama’ah Darul Muslihin juga telah menghantarkan jama’ahnya pada pengalaman ruhani berupa pengalaman-pengalaman mistis, yaitu; tersingkapnya hal-hal yang bersifat kegaiban, dapat merasakan dan melihat aura pada seseorang, bertemu dengan Rasulullah, menyaksikan bagaimana asal mula terbentuknya tatasurya, merasakan ketenangan ketika mengamalkan dżikri surat al-Fatihah, yang semula tidak bisa mengendalikan kemampuannya (indigo) setelah mengikuti dżikir surat al-Fatihah menjadi bisa mengontrol kelebihannya
EFEKTIVITAS CINEMA THERAPY UNTUK MENURUNKAN STRES AKADEMIK SANTRIWATI PONDOK PESANTREN DARUL MUSLIHIN YOGYAKARTA
Stres Akademik merupakan tekanan dan rasa tidaknyaman yang dikarenakan
academic stressors yaitu aktivitas yang berkaitan dengan akademik. Stres akademik sering dialami
pelajar terutama yang bersekolah di Pondok Pesantren karena lembaga pendidikan tersebut
memiliki beban aktivitas akademik yang berkalilipat. Pelajar yang mengalami stres akademik
dapat mengalami penurunan psikologis seperti motivasi dan disfungsi pribadi. Oleh karena itu,
stres akademik sangat berbahaya apabila tidak segera diatasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektivitas cinema therapy untuk menurunkan stres akademik pada
santriwati Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta di cabang pusat. Hipotesis
penelitian ini adalah (Ha) cinema therapy efektif untuk menurunkan stres akademik
santriwati Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta Cabang Pusat. Penelitian ini berjenis
Pre-Experimen dengan One Grup Pre-test Post-test Design yang menggunakan jenis sampling yaitu
sampel jenuh dimana seluruh santriwati Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta cabang
pusat yang berjumlah 36 orang menjadi subjek dalam penelitian ini. Pengambilan data dalam
penelitian ini menggunakan skala likert 4 kategori dan 50 item.
Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa Santriwati Pondok Pesantren Darul
Muslihin Yogyakarta cabang pusat mengalami stres akademik dengan tingkatan sedang (75%) dan
tinggi (25%). Stres akademik pada santriwati Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta cabang
pusat disebabkan oleh persepsi negatif berupa tekanan (75%), konflik (73%), prubahan
(73%), frustasi (71%) dan pemaksaan diri (70%). Sedangkan ada beberapa reaksi yang
timbul saat santriwati Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta cabang pusat
mengalami stres akademik, diantaranya reaksi emosional (68%), kognitif (68%), perilaku (60%) dan
fisik (57%). Adapun seluruh hasil pre-test total skornya adalah 4749 dengan rata-rata
131,92. Setelah dilaksanakan cinema therapy, hasil total skor post-test adalah 3719 dengan
rata-rata 103,31. Skor pre-test dan post- test kemdian di analisis dengan uji non-
parametrik Wilcoxon, hasilnya adalah terdapat negative ranks dengan mean ranks 18,50 dan
total ranks 666,00 pada jumlah N 36. Sedangkan pada nilai Test Statistic
Wilcoxon, terdapat nilai Asymp.Sig.(2 tailed) adalah 0,000 yang memiliki jumlah lebih kecil
daripada 0,05 (0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan
bahwa adanya keefektivan cinema therapy untuk menurunkan stres akademik pada Santriwati
Pondok Pesantren Darul Muslihin Yogyakarta cabang pusat
Peran Guru IPS Dalam Menenanamkan Sikap Displin Dan Kejujuran Pada Siswa Kelas VII Di MTS Al-Muslihin Kota Binjai
Skripsi ini mengkaji tentang peran guru IPS dalam menanamkan sikap disiplin
dan kejujuran. Penelitian ini dilatari oleh maraknya siswa didalam dunia pendidikan
kurangnya kedisiplinan dan kejujuran sehingga masih banyak kita temui didalam
madrasah. Penelitian ini menarik terus dilakukan agar terwujudnya kedisplinan dan
kejujuran kedalam diri siswa.
Madrasah Tsanawiyah Sawata (MTs) Al-Muslihin Kota Binjai merupakan salah
satu sekolah yang melaksanakan penanaman sikap disiplin dan kejujuran pada
siswanya. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui bagaimana peran guru IPS
dalam menanamkan sikap disiplin dan kejujuran pada siswa kelas VII di MTs Al-
Muslihin Kota Binjai. (2) cara guru IPS dalam megevaluasi keberhasilan menanamkan
sikap disiplin dan kejujuran pada siswa kelas VII di MTs Al-Muslihin Kota Binjai.
(3)kendala atau hambatan guru IPS alam menanamkan sikap disiplin dan kejujuran pada
siswa kelas VII di MTs Al-Muslihin Kota Binjai. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan desain studi kasus.
Penelitian ini mengemukakan bahwa Peran guru IPS didalam menanamkan sikap
disiplin dan kejujuran yang didasari dengan nilai-nilai agama yang diharapkan siswa
mampu didalamnya menanamkan sikap tersebut. Sehingga dengan kajian ini diharapkan
menambah wawasan dan pengetahuan serta menjadi referensi didalam mengkaji peran
guru dalam menanamkan sikap baik sikap disiplin dan kejujuran
“PENGAJARAN KOSAKATA DALAM BAHASA ARAB MENGGUNAKAN METODE MENGHAFAL DI PONPES DARUL MUSLIHIN BANGUNTAPAN, BANTUL, YOGYAKARTA”
Dengan diterapkannya bahasa Arab sebagai bahasa sehari-hari oleh santri
tentunya ada beberapa keterampilan yang harus dikuasai santri. Yaitu mendengar,
membaca, berbicara, dan menulis. Sehingga untuk menguasai dan memahami
aspek tersebut, santri harus menguasai kosakata yang memadai, untuk
mempermudah santri dalam memahami isi dan kedudukan kalimat .
Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Pengajaran
Kosakata dalam Bahasa Arab Menggunakan Metode Menghafal di Pondok
Pesantren Darul Muslihin, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif. Yaitu penelitian yang
berbentuk deskriptif analisis dan hasilnya digambarkan dengan deskripsi kata-kata
atau kalimat dengan kerangka berpikir yang teoritik untuk mendapatkan
kesimpulan dari rumusan masalah. Subjek penelitian ini adalah para santri di
Pondok Pesantren Darul Muslihin, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Analisis
data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya proses pengajaran di Pondok
Pesantren Darul Muslihin telah berlangsung dengan baik. Adapun faktor yang
menghambat santri dalam mempelajari kosakata/mufrodat bahasa Arab adalah
kurangnya fasilitas yang dibutuhkan para santri, seperti tidak adanya laboratorium
khusus bahasa dan sebagainya. Dan faktor yang mendukung adalah lingkungan
pomdok yang kondusif dan adanya kegiatan pembelajaran kosakata bahasa Arab
di luar kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Hal ini akan sangat membantu
siswa dalam proses menghafal kosakata/mufrodat bahasa Arab
Uji Toksisitas Ekstrak Babadotan (Ageratum conyzoides L.) Terhadap Ulat Api (Setora nitens Walk.) Pada Tanaman Kelapa Sawit
UJI TOKSISITAS EKSTRAK BABADOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP ULAT API (Setora nitens Walk.)
PADA TANAMAN KELAPA SAWIT
Muslihin (11582102341)
Dibawah bimbingan Oksana dan Syukria Ikhsan Zam
INTISARI
Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kelapa sawit adalah adanya serangan ulat api. Pengendalian ulat api dapat dilakukan secara kimia, akan tetapi memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati, salah satunya ekstrak daun babadotan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkankonsentrasi ekstrak daun babadotan yang efektif dalam mengendalikan ulat api pada bibit kelapa sawit serta mengetahui nilai lethal time 50. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah serta di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Bulan Oktober hingga November 2018. Bibit kelapa sawit yang telah diintroduksi ulat api diberi perlakuan penyemprotan ekstrak daun babadotan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% yang disusun secara RAL (Rancangan Acak Lengkap). Parameter yang diamati adalah suhu udara harian, waktu awal kematian ulat api, lethal time 50, mortalitas harian, dan mortalitas total. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak daun babadotan berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Konsentrasi ekstrak daun babadotan yang efektif dalam mengendalikan ulat api adalah konsentrasi 20% dengan waktu awal kematian ulat api 4,5 jam, persentase mortalitas harian 32,5%, mortalitas total 92,5%, dan nilai lethal time 50 3,34 hari. Berdasarkan hasil pengamatan maka disimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak babadotan maka semakin tinggi mortalitas ulat api dan semakin rendah nilai lethal time 50.
Kata kunci : Elaeis guineensis Jacq., ekstrak babadotan, Setora nitens Walk
Layanan Informasi Bimbingan Belajar Terhadap Learning Disabilities Siswa Kelas VII MTs Al-Muslihin Binjai Tahun Pembelajaran 2018/2019
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada
pengaruh layanan informasi bimbingan belajar terhadap learning disabilities
siswa kelas VII Mts Al-Muslihin Binjai tahun pembelajaran 2018/2019.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi
terhadap learning disabilities siswa kelas VII Mts Al-Muslihin Binjai tahun
pembelajaran 2018/2019. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah penelitian kuantitatif yaitu mengetahui hubungan variabel bebas
(layanan informasi) dan variabel terikat (learning disabilities). Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penyebaran angket
tertutup. Instrumen penelitian yang digunakan adalah berupa angket yang berisi
30 pernyataan yang terdiri 18 item angket layanan informasi dan 12 item angket
learning disabilities. Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII
Mts Al-Muslihin Binjai yang berjumlah 55 siswa. Hasil penelitian korelasi
termasuk dalam kategori interpretasi cukup mengemukakan ada hubungan positif
antara layanan informasi dengan learning disabilities. r 0,3034r 0,2656
dan hal ini dapat dipahami bahwa r >r atau 0,3034> 0,2656, berarti ada
hubungan antara variabel X dan variabel Y. Sedangkan nilai uji t sebesar
2,326 dan t 2,006 hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara
layanan informasi dengan learning disabilities karena t >t atau 2,326>
2,006. Ternyata (t >t ) maka ª diterima dan ditolak sehingga ada
pengaruh layanan informasi terhadap learning disabilities siswa kelas VII MTs
Al-Mushlihin Binjai Tahun Pembelajaran 2018/201
- …
