44 research outputs found
Studi evaluasi dampak lomba apresiasi PTK PAUDNI
Studi evaluasi ini dilatarbelakangi oleh kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dit. PPTK) Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) tentang kegiatan lomba apresiasi PTK PAUDNI tingkat nasional. Kegiatan apresiasi ini merupakan bentuk penghargaan kepada PTK dalam berbagai satuan program PAUDNI, yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu PTK PAUD, PTK Dikmas dan PTK Kursus dan Pelatihan. Tujuan studi evaluasi dampak adalah untuk memperoleh gambaran tentang dampak terhadap peningkatan kompetensi kepribadian, kompetensi professional, pengembangan kelembagaan dan pengembangan pembelajaran masyarakat. Temuan studi evaluasi dampak dapat dikemukakan bahwa kegiatan lomba apresiasi PTK PAUDNI telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, pengembangan lembaga dan pengembangan pembelajaran masyarakat. Walaupun demikian terdapat perbedaan besarnya kontribusi pada setiap daerah. Perbedaan itu ditunjukkan antara lain oleh perhatian pemerintah daerah terhadap alumni peserta lomba apresiasi PTK PAUDNI, baik saat pembekalan teknis sebelum mengikuti lomba di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional, maupun pembinaan dan pemberian penghargaan setelah kembali ke daerah masing-masing. Selain itu hampir seluruh peserta yang meraih prestasi baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun tingkat nasional telah memberikan kontribusi positif terhadap pencitraan dan kepercayaan diri PTK yang bersangkutan dan lembaganya masing-masing
Uji kompetensi penilik dan pamong belajar : antara kebijakan dan implementasi
Dewasa ini kebijakan melakukan uji kompetensi, atau uji kepatutan terhadap seorang calon untuk memegang suatu jabatan tertentu merupakan tuntutsn yang tidak terelakan. Melalui uji kompetensi dapat diketahui sejauh mana kemampuan seseorang memiliki penguasaan terhadap kompetensi yang akan diembannya.seyogyanya instrumen dalam uji kompetensi dapat mengukur secara valid terhadap kompetensi seseorang, tetapi dalam beberapa hal pelaksanaan uji kompetensi masih ditemukan beberapa keterbatasan, baik pada materi yang diujikan, prosedur maupun instrumennya. Pada tahun 2015 Direktorat Pembinaan guru dan Tenaga Kependidikan Paud dan Dikmas telah memulai melakukan uji kompetensi bagi Pamong Belajar dan Penilik, dan tahun 2016 ini akan kembali dilakukan hal yang serupa. Tulisan ini mencoba mengangkat hal tersebut dalam kajian kebijaan dan implementasi. Uji kompetensi bukan hanya merupakan tuntutan administratif untuk kenaikan jenjang jabatan, melainkan juga tuntutan profesional dalam mengemban tugas profesinya
Strategi implementasi pembelajaran kontekstual dalam pendidikan keaksaraan
Warga belajar pendidikan keaksaraan pada umumnya adalah orang dewasa yang belum memiliki kecakapan yang memadai dalam hal baca, tulis, hitung dan pengetahuan dasar. Tetapi bukan berarti dengan tidak memiliki kecakapan baca, tulis, hitung dan pengetahuan dasar mereka tidak memiliki kecakapan hidup. Karena tidak jarang di antara mereka yang menyandang tuna aksara adalah orang yang sukses dalam penguasaan ekonomi, sosial-politik, keagamaan, budaya dan mata pencaharian. Bahkan banyak pula orang-orang sukses yang justru dilahirkan dan dididik oleh orangtua mereka penyandang tuna aksara. Dengan pernyataan lain orang yang tuna aksara tidak selalu dianalogikan sebagai orang yang bodoh, miskin dan terbengkalang. Kajian tulisan ini menganalisis tentang strategi implementasi pembelajaran kontekstual dengan mengaitakan antara materi baca, tulis, hitung dan pengetahuan dasar yang diberlajarkan dengan pengalaman warga belajar
The Importance of Understanding Ability, Skills and Attitudes of Students in the Practice of Guidance and Counseling Services
The objective study is to know students' level of ability, understanding, skills, and attitudes in practice service guidance and counseling in schools. The approach research used is a study survey of guidance and counseling teachers who become tutors in accompaniment student practice guidance and counseling. Instruments in questionnaires closed as many as 25 items with indicator understanding, skills and attitudes students in implementation activity practice guidance and counseling. While processing techniques results survey uses percentages from many answer respondents compared amount whole respondents multiplied by 100%, the results percentage categorized as very good, good, well enough, less well, and very less. Research results conclude that students' level of ability in understanding, skills, and attitudes in implementation service guidance and counseling. The research results are concluded (1) the level of ability to understand guidance and counseling for students who carry out practices in schools is included in the sufficient category (very good 29.17% and good 56.25% ), (2) the level of students' skills in providing guidance and counseling services to students in the aspects of attending, responding, personalizing, and initiating is included in the sufficient category (very good 33.16% and good 56.88%), and (3) the level of ability of students' attitudes in carrying out guidance and counseling services in schools is categorized as sufficient (for very good 51.49% and good 41.96%).  
Understanding Parental Health Literacy for Clean and Healthy Behavior in Early Childhood During the Covid-19 Pandemic
In the COVID-19 pandemic scenario, parents need to be familiar with health literacy by applying clean and healthy living habits to their family members, especially those with early childhood. This study aims to explain parents' perceptions of health literacy for a clean and healthy behavior in their children during the COVID-19 pandemic. The method used in this study is a cross-sectional study involving 22 men and 62 female respondents. Respondent requirements were used in data analysis to determine parents' perceptions of health literacy and the efforts they have made to practice clean and healthy lifestyle in their children. The research findings show that knowing the health awareness of parents has an impact on a child's balanced lifestyle. Based on six measures of clean and healthy behavior for children, three indicators were determined in the category of discipline and high discipline: using clean water, using the toilet, and doing physical activity. The act of washing children's hands with soap indicators has a high discipline score and the use of masks in children has low discipline. If the use of masks is not disciplined by parents, exposure to COVID-19 in early childhood can be disrupted.
Keywords: Early Childhood, Parental health literacy, Clean and healthy behaviors
References:
Abuhammad, S. (2021). Parents’ knowledge and attitude towards COVID‐19 in children: A Jordanian Study. International Journal of Clinical Practice, 75(2). https://doi.org/10.1111/ijcp.13671
Bauza, V., Sclar, G. D., Bisoyi, A., Majorin, F., Ghugey, A., & Clasen, T. (2021). Water, sanitation, and hygiene practices and challenges during the COVID-19 pandemic: A cross-sectional study in rural Odisha, India [Preprint]. Epidemiology. https://doi.org/10.1101/2021.01.26.21250274
Berkman, N. D., Sheridan, S. L., Donahue, K. E., Halpern, D. J., & Crotty, K. (2011). Low Health Literacy and Health Outcomes: An Updated Systematic Review. Annals of Internal Medicine, 155(2), 97. https://doi.org/10.7326/0003-4819-155-2-201107190-00005
Bröder, J., Okan, O., Bauer, U., Schlupp, S., & Pinheiro, P. (2020). Advancing perspectives on health literacy in childhood and youth. Health Promotion International, 35(3), 575–585. https://doi.org/10.1093/heapro/daz041
Center for Disease ontrol and Prevention (CDC). (2019). How to Protect Yourself and Others. https://www.cdc.gov/
Chanchlani, N., Buchanan, F., & Gill, P. J. (2020). Addressing the indirect effects of COVID-19 on the health of children and young people. Canadian Medical Association Journal, 192(32), E921–E927. https://doi.org/10.1503/cmaj.201008
Clouston, S. A. P., Manganello, J. A., & Richards, M. (2016). A life course approach to health literacy: The role of gender, educational attainment and lifetime cognitive capability. Age and Ageing, ageing; afw229v1. https://doi.org/10.1093/ageing/afw229
Cooper, A. (2019). Health in the eyes of young people. The Lancet Child & Adolescent Health, 3(5), 299. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(19)30085-9
Duplaga, M. (2020). Determinants and Consequences of Limited Health Literacy in Polish Society. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(2), 642. https://doi.org/10.3390/ijerph17020642
Duplaga, M., & Grysztar, M. (2021). The Association between Future Anxiety, Health Literacy and the Perception of the COVID-19 Pandemic: A Cross-Sectional Study. Healthcare, 9(1), 43. https://doi.org/10.3390/healthcare9010043
Gagliardi, A. R., Berta, W., Kothari, A., Boyko, J., & Urquhart, R. (2015). Integrated knowledge translation (IKT) in health care: A scoping review. Implementation Science, 11(1), 38. https://doi.org/10.1186/s13012-016-0399-1
Humphrys, E., Burt, J., Rubin, G., Emery, J. D., & Walter, F. M. (2019). The influence of health literacy on the timely diagnosis of symptomatic cancer: A systematic review. European Journal of Cancer Care, 28(1), e12920. https://doi.org/10.1111/ecc.12920
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kementerian Kesehatan RI.
Lee, P.-I., Hu, Y.-L., Chen, P.-Y., Huang, Y.-C., & Hsueh, P.-R. (2020). Are children less susceptible to COVID-19? Journal of Microbiology, Immunology and Infection, 53(3), 371–372. https://doi.org/10.1016/j.jmii.2020.02.011
Nutbeam, D. (1998). Health promotion glossary. 13(4), 16. https://doi.org/10.1093/heapro/13.4.349
O’Conor, R., Muellers, K., Arvanitis, M., Vicencio, D. P., Wolf, M. S., Wisnivesky, J. P., & Federman, A. D. (2019). Effects of health literacy and cognitive abilities on COPD self-management behaviors: A prospective cohort study. Respiratory Medicine, 160, 105630. https://doi.org/10.1016/j.rmed.2019.02.006
Okan, O. (2019). The importance of early childhood in addressing equity and health literacy development in the life-course. 5(2), 8.
Sentell, T., Vamos, S., & Okan, O. (2020). Interdisciplinary Perspectives on Health Literacy Research Around the World: More Important Than Ever in a Time of COVID-19. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(9), 3010. https://doi.org/10.3390/ijerph17093010
Sørensen, K., Pelikan, J. M., Röthlin, F., Ganahl, K., Slonska, Z., Doyle, G., Fullam, J., Kondilis, B., Agrafiotis, D., Uiters, E., Falcon, M., Mensing, M., Tchamov, K., Broucke, S. van den, & Brand, H. (2015). Health literacy in Europe: Comparative results of the European health literacy survey (HLS-EU). The European Journal of Public Health, 25(6), 1053–1058. https://doi.org/10.1093/eurpub/ckv043
Sørensen, K., Van den Broucke, S., Pelikan, J. M., Fullam, J., Doyle, G., Slonska, Z., Kondilis, B., Stoffels, V., Osborne, R. H., & Brand, H. (2013). Measuring health literacy in populations: Illuminating the design and development process of the European Health Literacy Survey Questionnaire (HLS-EU-Q). BMC Public Health, 13(1), 948. https://doi.org/10.1186/1471-2458-13-948
Toussaint, L. L., Cheadle, A. D., Fox, J., & Williams, D. R. (2020). Clean and Contain: Initial Development of a Measure of Infection Prevention Behaviors During the COVID-19 Pandemic. Annals of Behavioral Medicine, 54(9), 619–625. https://doi.org/10.1093/abm/kaaa064
Wang, C., Pan, R., Wan, X., Tan, Y., Xu, L., McIntyre, R. S., Choo, F. N., Tran, B., Ho, R., Sharma, V. K., & Ho, C. (2020). A longitudinal study on the mental health of general population during the COVID-19 epidemic in China. Brain, Behavior, and Immunity, 87, 40–48. https://doi.org/10.1016/j.bbi.2020.04.028
Weston, D., Hauck, K., & Amlôt, R. (2018). Infection prevention behaviour and infectious disease modelling: A review of the literature and recommendations for the future. BMC Public Health, 18(1), 336. https://doi.org/10.1186/s12889-018-5223-1
Zaben, K., & Khalil, A. (2019). Health Literacy, Self-Care Behavior and Quality of Life in Acute Coronary Syndrome Patients: An Integrative Review. Open Journal of Nursing, 09(04), 383–395. https://doi.org/10.4236/ojn.2019.9403
INDEPENDENT CURRICULUM IMPLEMENTATION IN INDONESIA: STRATEGIES, CHALLENGES, AND LESSONS LEARNED
Abstrak: Kurikulum Merdeka, inisiatif pendidikan transformatif di Indonesia, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di wilayah perkotaan, pedesaan, dan 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara sistematis strategi yang digunakan dalam penerapan kurikulum Independen dan hasilnya di seluruh wilayah perkotaan, pedesaan, dan perbatasan. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, studi dokumen dan wawancara dengan pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OJL adalah strategi paling efektif, meningkatkan kompetensi guru dan keterampilan mengajar praktis. Integrasi Teknologi meningkatkan keterlibatan siswa di perkotaan, tetapi terkendala infrastruktur di wilayah terpencil. Keterlibatan Komunitas memastikan relevansi kurikulum dan membangun kepercayaan lokal, terutama di wilayah 3T. Adaptasi Geografis mengatasi tantangan logistik dengan menyesuaikan kurikulum untuk kebutuhan regional, sedangkan Integrasi Kebijakan menyelaraskan prioritas nasional dengan implementasi lokal meskipun menghadapi kendala birokrasi. Temuan ini menekankan perlunya kombinasi solusi sistemik yang skalabel dengan adaptasi lokal untuk mencapai hasil pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Kurikulum Merdeka menawarkan model reformasi pendidikan yang dapat direplikasi secara global, menunjukkan bagaimana strategi yang terfokus dapat mengurangi kesenjangan dan meningkatkan hasil pembelajaran. Abstract: The Independent Curriculum, a transformative educational initiative in Indonesia, aims to address educational disparities across urban, rural, and frontier regions. This study aims to systematically investigate the strategies employed in the implementation of Independent curriculum and their outcomes across urban, rural, and frontiers regions. Using a qualitative approach and case study methods, the research collected data through observations, document analysis, and interviews with educators and stakeholders from diverse backgrounds. The findings reveal that OJL is the most effective strategy, enhancing teacher competence and practical teaching skills. Technology Integration increased student engagement in urban areas but faced infrastructural limitations in remote regions. Community Engagement ensured curriculum relevance and built local trust, particularly in frontier areas. Geographic Adaptations addressed logistical challenges by tailoring the curriculum to regional needs, while Policy Integration aligned national priorities with local implementation despite bureaucratic obstacles. These findings highlight the need for a combination of scalable systemic solutions and localized adaptations to achieve equitable and sustainable educational outcomes. The Independent Curriculum offers a replicable model for global educational reform, demonstrating how targeted strategies can reduce disparities and improve learning outcomes
Analisis Pemanfaatan Internet Mahasiswa untuk Meningkatkan Literasi Informasi Masyarakat di Era Revolusi Industri 4.0
This research aims to determine the level of information literacy, internet utilization as a source of information literacy, and internet utilization to increase student reading interest at Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Siliwangi (IKIP Siliwangi). This research uses qualitatif descriptive method. Data were collected using questionnaires, interviews, and documentation studies. Selection of research subjects using the snowball sampling technique. This research's subjects consisted of 23 students related to literacy, 16 students related to information literacy, 18 students related to the results of internet utilization in increasing students' reading interest, and 1 lecturer of Community Education at IKIP Siliwangi. The results showed that students 'understanding of information seeking and information selection was still low compared to students' understanding of information dissemination. Students are still not optimal in using information literacy. Only a few students understand information literacy, how to use information literacy, and select information. Students understand the use of the internet and use it only for social media activities, but low in utilizing the internet as a learning source. Also, the results of the study indicated that students' reading interest was low. Students choose to use the internet instead of reading books. Students do not feel the need to come to the library to find books that match what they need to learn. Therefore, students have to understand the concept of information literacy and take advantage of various applications that support learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi informasi, pemanfaatan internet sebagai sumber literasi informasi, dan pemanfaatan internet untuk meningkatkan minat baca mahasiswa di Institut Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Siliwangi (IKIP Siliwangi). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi dokumentasi. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Subjek penelitian ini terdiri dari 23 mahasiswa terkait literasi, 16 mahasiswa terkait literasi informasi, 18 mahasiswa terkait hasil pemanfaatan internet dalam meningkatkan minat baca mahasiswa, dan 1 dosen Pendidikan Masyarakat di IKIP Siliwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa tentang pencarian informasi dan pemilihan informasi masih rendah dibandingkan pemahaman mahasiswa tentang penyebaran informasi. Mahasiswa masih belum optimal dalam menggunakan literasi informasi. Hanya sedikit mahasiswa yang memahami literasi informasi, bagaimana menggunakan literasi informasi, dan memilih informasi. Mahasiswa memahami penggunaan internet dan menggunakannya hanya untuk aktivitas di media sosial, tetapi rendah dalam memanfaatkan internet sebagai sumber pembelajaran. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca mahasiswa rendah. Mahasiswa memilih untuk menggunakan internet daripada membaca buku. Mahasiswa tidak merasa perlu datang ke perpustakaan untuk mencari buku yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu mahasiswa harus memahami konsep literasi informasi dan memanfaatkan berbagai aplikasi yang mendukung pembelajaran
PELATIHAN LIFE SKILL MERAJUT DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA PEREMPUAN DI DUSUN III DESA PAJATEN MELALUI PROGRAM PPKO UNSIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan life skill terdengar dalam meningkatkan keterampilan wirausaha Perempuan di Dusun III Desa Pajaten, mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pelatihan life skill berkomunikasi dalam meningkatkan keterampilan wirusaha Perempuan di Dusun III Desa Pajaten, mendeskripsikan hasil pelatihan life skill terdengar dalam meningkatkan keterampilan wirausaha perempuan di Dusun III Desa Pajaten. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Analisis studi kasus. Hasil dari penelitian ini Program Penguatan Kapasitas Organisasi hadir menjadikan ruang untuk memberdayakan Masyarakat Desa Pajaten, dan meningkatkan nilai tambah ketrampilan seni yang dijadikan beberapa karya atau produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minat serta motivasi warga belajar mengikuti pelatihan life skill transmisi memiliki tekad semangat yang cukup tinggi, Selain adanya dukungan semangat dan motivasi dari warga belajar terdapat pula faktor positif dari lingkungan yang mendukung seperti tempat lokasi yang begitu nyaman digunakan, mendapatkan tutor yang ahli dalam bidang raju- Pertentangan, faktor penghambat dalam pelatihan life skill antara lain dari bidang pemasaran, masih kurang, daya minat orang dalam seni Persamaan masih sedikit. Hasil dari pelatihan life skiil kecerahan di Dusun III Desa Pajaten mengalami beberapa peningkatan dari segi pemahaman
