1,720,968 research outputs found

    Implementasi Literasi Digital Era Abad 21 Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik MIS Soko Kota Pekalongan

    No full text
    Abstrak. Indonesia pada Program for International Student Assessment (PISA) menempati urutan ke-57 dari 65 negara yang diteliti dalam hal kemampuan membaca. Tingkat membaca khususnya siswa bisa dikatakan sangat rendah. Rendahnya kemampuan membaca pada siswa maka pengetahuan yang dimiliki juga akan mengalami ketertinggalan. Rendahnya tingkat membaca di kalangan siswa ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan yang bersangkutan yaitu kementerian pendidikan dan kebudayaan. Di zaman sekarang perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat membuat segala kehidupan manusia membutuhkan sebuah teknologi yang berbasis digital. Perkembangan teknologi ini juga membuat kemudahan dalam mendapatkan segala informasi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di bidang pendidikan yaitu salah satunya gerakan literasi yang memanfaatkan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan mengenai implementasu literasi digital era abad 21 dalam membentuk karakter peserta didik MIS Soko Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan datanya melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa literasi digital ini sudah diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan terutama dalam membentuk katrakter peserta didik. Apalagi 2 tahun kemarin seluruh dunia merebak penyakit yang bernama covid 19 semua aktivitas manusia menjadi berubah, salah satunya di pendidikan yang tadinya proses pembelajaran di MIS Soko Kota Pekalongan tatap muka menjadi pembelajaran daring. Hal ini menjadi sebab literasi digital diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan dalam membentuk karakter. Karakter yang dibentuk seperti kejujuran, kedisiplinan, kreatif dan berpikir kritis.Kata kunci: Literasi Digital, Karakter, Peserta Didi

    Implementasi Literasi Digital Era Abad 21 Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik MIS Soko Kota Pekalongan

    No full text
    Abstrak. Indonesia pada Program for International Student Assessment (PISA) menempati urutan ke-57 dari 65 negara yang diteliti dalam hal kemampuan membaca. Tingkat membaca khususnya siswa bisa dikatakan sangat rendah. Rendahnya kemampuan membaca pada siswa maka pengetahuan yang dimiliki juga akan mengalami ketertinggalan. Rendahnya tingkat membaca di kalangan siswa ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintahan yang bersangkutan yaitu kementerian pendidikan dan kebudayaan. Di zaman sekarang perkembangan teknologi yang semakin maju dan pesat membuat segala kehidupan manusia membutuhkan sebuah teknologi yang berbasis digital. Perkembangan teknologi ini juga membuat kemudahan dalam mendapatkan segala informasi. Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di bidang pendidikan yaitu salah satunya gerakan literasi yang memanfaatkan teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mendekripsikan mengenai implementasu literasi digital era abad 21 dalam membentuk karakter peserta didik MIS Soko Kota Pekalongan. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan datanya melalui kegiatan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa literasi digital ini sudah diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan terutama dalam membentuk katrakter peserta didik. Apalagi 2 tahun kemarin seluruh dunia merebak penyakit yang bernama covid 19 semua aktivitas manusia menjadi berubah, salah satunya di pendidikan yang tadinya proses pembelajaran di MIS Soko Kota Pekalongan tatap muka menjadi pembelajaran daring. Hal ini menjadi sebab literasi digital diterapkan di MIS Soko Kota Pekalongan dalam membentuk karakter. Karakter yang dibentuk seperti kejujuran, kedisiplinan, kreatif dan berpikir kritis.Kata kunci: Literasi Digital, Karakter, Peserta Didi

    PERAN AGAMA DALAM PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT

    Full text link
    Abstrak: Peranan agama sangat penting dalam suatu kehidupan manusia di muka bumi ini atau didunia, untuk mencapai kebahagian didunia dan menuju kebahagian diakhirat kelak. agama dalam kehidupan manusia berfungsi penyelaras kehidupan dan sebagai pedoman hidup, didalam suatu perubahan sosial yang terjadi dan dialami oleh masyarakat, agama memiliki fungsi untuk membentengi dari suatu yang jahat dan mengarahkan ke suatu yang lebih baik. agama memiliki ajaran yang berpengaruh besar dalam menyatukan pandangan dalam kehidupan masyarakat. agama hadir didalam kehidupan manusia secara fungsional sebagai perekat sosial, menumbuhkan rasa solidaritas, mempererat siaturahmi atau kekeluargaan, menciptakan perdamaian, control sosial, mengubah kehidupan manusia agar lebih baik sehingga mendapatkan keselamatan didunia maupun diakhirat dan seperangkat peranan yang kesemuanya hal ini dalam menjaga kestabilan sosial didalam masyarakat.Kata Kunci: Agama, Perubahan Sosial Masyaraka

    PERMAINAN TRADISIONAL: GOBAK SODOR PADA MATERI GERAK LOKOMOTOR DALAM MENINGKATKAN KERJA SAMA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH

    Full text link
    One of the legacies of the ancestors that still exists today and is being preserved by the next generation is traditional gaming. This traditional game created by our forefathers is more than just a game for entertainment; it is a traditional game with good values.The goal of this research is to explain the traditional game of gobak sodor based on locomotor movement material in order to increase cooperation among Islamic elementary school students.This study employs a qualitative descriptive approach to field research.Collecting data in research uses several techniques, including observation, interviews, and documentation. The results of his research explained that MI Islamiyah Karanganyar Batang implemented the traditional gobak sodor game in the locomotor movement material. This traditional game is not only to make students understand the material but also to increase student cooperation. The fact that gobak sodor is played in groups makes this game also have the values of cooperation and cohesiveness. so that this game at MI Islamiyah Karanganyar is applied to teach students cooperation and cohesiveness. This cooperation can be seen in its implementation: the groups are compact in guarding and breaking through, so that between groups 1 and 2, they work together in order to win the game

    Project-based Learning Model for strengthening Elementary students' creativity in Sciences

    No full text
    The aim of this research is to explain PjBL: a learning model for instilling MI students' creative attitudes in science subjects. The type of research uses field studies or field research with a descriptive-qualitative approach. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation, which are then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research explain that the implementation of PjBL in science subjects in class 4 consists of three stages, including the planning stage and the implementation stage, which includes: 1) Providing basic questions; 2) creating a project design; 3) preparing an activity schedule; 4) project implementation and monitoring; 5) assessment of project results; 6) evaluation of learning experience. And the evaluation stage. The embedded creativity attitudes include: 1) students' imaginations emerge when creating projects; 2) the greater the students' curiosity; 3) dare to take risks; 4) being easy to adapt to the surrounding environment; 5) increasing student independence; and 6) instilling patience and tenacity in students. Supporting and inhibiting factors that influence the implementation of PjBL come from the school, students, and parents

    Kegagalan Pembelajaran Tematik pada Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah

    Full text link
    Pembelajaran tematik merupakan metode dalam pembelajaran yang menghubungkan dan mengintegrasikan materi pendidikan dari satu bidang atau lintas disiplin ilmu dengan tuntutan dan harapan lingkungan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifkasi permasalahan kesenjangan antara realita dengan idealita dalam pembelajaran tematik pada Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dimana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegagalan pada pembelajaran tematik di jenjang sekolah dasar terjadi karena faktor guru dan siswa. Faktor guru karena adanya ketidaksiapan guru dalam menerima kurikulum baru (pembelajaran tematik), kurangnya perencanaan, serta alat dan bahan yang kurang mendukung. Sementara dari faktor siswa yakni kesulitan belajar karena materi terlalu banyak, siswa merasa bingung, dan pasif saat menjawab pertanyaan guru. Beberapa hal yang menghambat siswa untuk mempelajari topik tertentu, antara lain sikap, pemahaman, kepentingan, kapasitas intelektual, dan perhatian orang tua terhadap siswa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore