1,721,389 research outputs found

    Semaan Al-Qur’an sebagai media dakwah KH. Mukhlas di masyarakat Pilang Wetan Kebonagung Demak

    Get PDF
    KH. Mukhlas adalah kyai yang memiliki kelebihan sebagai penghafal al-Qur’an, dengan kelibihan yang dimiliki beliau membuat sebuah pengajian semaan al-Qur’an di mana pengajian tersebut dijadikan sebagai media dalam dakwahnya. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui KH. Mukhlas dalam penggunaan pengajian semaan al-Qur’an sebagai metode dakwah di masyarakat Pilang Wetan Kebonagung Demak 2) Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan semaan al-Qur’an sebagai metode dakwah KH. Mukhlas di masyarakat Pilang Wetan Kebonagung Demak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi adapun analisa datanya mengunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dalam melaksanakan dakwahnya, KH. Mukhlas menggunakan sebuah pengajian semaan al-Qur’an sebagai metode dakwah di masyarakat Pilang Wetan. Dalam pengajian tersebut KH. Mukhlas menggunakan beberapa cara dalam penyampaian dakwah seperti ceramah, tanya jawab, dan pembacaan al-Qur’an yang semua itu dilakukan untuk meningkatkan keberagamaan masyarakat Pilang Wetan khususnya pada ibadah. Ilmu yang telah mereka dapat apa yang telah disampaikan oleh KH. Mukhlas tidak hanya didengarkan tetapi juga ditanamkan dalam hati serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Faktor penghambat dalam melaksanakan pengajian semaan al-Qur’an sebagai metode dakwah KH. Mukhlas yaitu keberangkatan jama’ah masih tergantung dengan musim tanam dan panen, jika musim panen dan tanam tiba banyak jamaah yang tidak berangkat dan lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan di sawah kemudian banyaknya wisat-wisata yang baru berdiri yang letaknya tidak jauh dari desa tersebut sehingga banyak masyarakat lebih memilih liburan ke tempat wisata. Sedangkan faktor pendukung dakwah KH. Mukhlas di Pilang Wetan Kebonagung Demak yaitu : Pertama, pribadi KH. Mukhlas yang mempunyai sifat ikhlas dan istiqomah di dalam melaksanakan tugas dakwah, karena dengan sifat inilah yang membuat beliau mampu bertahan di dalam perjuangan mencapai cita-cita yang diinginkan yaitu tersebar luasnya al-Qur’an di masyarakat. Kedua, adanya pengaruh kekaguman masyarakat terhadap sosok KH Mukhlas yang kharismatik. Ketiga beliau mempunya bekal yaitu ḥafiẓ al-Qur’an dan punya banyak ilmu keagamaan

    Pranata sosial hukum Islam/ Mukhlas

    No full text
    xii, 284 hal.; 24 c

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Prevalence of ESBL-producing Klebsiella pneumoniae and Escherichia coli at Hospital Tuanku Ja’afar Seremban (HTJS) / Marliana Mukhlas

    Get PDF
    Objectives. The aims of the present study were to estimate the prevalence of Extended- Spectrum Beta-Lactamase (ESBL)-producing Klebsiella pneumonia and Escherichia coli in Hospital Tuanku Ja’afar Seremban from April to August. Methods. This present study was a cross-sectional study. Total of 452 cases of Klebsiella pneumonia and Escherichia Coli reported were collected for analysis of ESBL production. The cases were taken randomly within April to August 2014 to fulfill minimum 50 cases. All cases were taken from demographic data from Department of Microbiology at Hospital Tuanku Ja’afar Seremban Results. From 452 cases of Klebsiella pneumonia and Escherichia coli recorded, 196 cases were Klebsiella pneumonia and 256 were Escherichia coli. Out of 196 cases for Klebsiella pneumonia, only 91 of them were ESBL cases and 73 cases of ESBL for Escherichia coli out of 256 isolates. Male patients are most common being infected by ESBL-producing Klebsiella pneumonia and Escherichia coli with 59.1% compared to female patients, 40.9%. The most common age groups which were infected by ESBL-producing Klebsiella pneumonia and Escherichia coli was age ranging from 30’s to 45’s with 27.4% while the least age group infected by this organisms were 45’s to 60’s with 14.0%. Pattern of antibiotic resistances showed that ESBL-producing bacteria resist towards ampicillin (AMP) and most of them show resistances towards cefuroxime (CXM), cefotaxime (CTX) and ceftazidime (CAZ)

    MPLEMENTASI AKAD IJARAHPADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG SOLOBARU

    Get PDF
    MUKHLAS, 2010. IMPLEMENTASI AKAD IJARAH PADA PEGADAIAN SYARL4H CABANG SOLOBARU SUKOHARJO, Hukum Ekonomi Syariah Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan tesis ini dilatar belakangi munculnya berbagai macam lembaga keuangan yang berbasis Syariah baik lembaga keuangan Bank ataupun bukan Bank, Lembaga keuangan Syariah ini bermula dari Bank Muamalat Indonesia, karena di undangkannya Unudang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undangundang Nomor 7 tahun 1992 Tentang Perbankan, dimana sistim transaksi dengan prinsip syariah dimuat pada pasal 1 ayat 12 dan 13. Dari sinilah muncul lembaga keuangan yang berbasis Syariah, termasuk didalamnya adalah Pegadaian Syariah. Gadai Syariah adalah layanan gadai yang operasionalnya memakai ketentuan Syariah yang mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional karena Undang-undang gadai Syariah belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Akad ijarahdi Pegadaian Syariah Solobaru sudah sesuai dengan prinsip Syariahatau belum, serta untuk mengetahui lebih mendalam tentang Gadai Syariah. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui akad ijarah sudah sesuai dengan syariah atau belum, sebagai parameternya Penulis menyajikan rahn dan ijarah menurut kajian Ulama Fikih, serta membandingkan dengan Kredit Cepat dan Aman (KCA) di Pegadaian Konvensional, dari sinilah dapat diketahui sisi persamaan dan perbedaan antara teori Fikih dan praktek dilapangan. Penelitian bersifat kuwalitatif karena bersifat alamiah dan menghendaki keutuhan sesuai dengan masalah penelitian ini yaitu implementasi akad ijarah karena transaksi tersebut langsung berhubungan dengan interaksi sosial. Hasil penelitian ini adalah mengungkapkan tentang operasional gadai syariah dengan aqad ijarah, dilapangan penulis menjumpai suatu kejanggalan yaitu satu transaksi dengan dua akad, yaitu akad Rahn (gadai), setelah akad gadai selesai masuk akad lagi yaitu Ijaroh yang berkaitan dengan sews modal. gadai pada prinsipnya adalah akad utang piutang, utang tidak boleh mengembalikan dengan imbalan yang lebih dari pokok pinjamam. Pada akhir pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa akad ijarahdi Pegadaian Syariah Cabang Solobaru belum sesuai dengan Syariah, Pada pokoknya didalam sistim Ekonomi hanya ada dua model yaitu Jual beli dan utang piutang, dari situlah akan timbul riba, ghoror, maisirdan haram, yang paling banyak ribaterjadi pada utang piutang, sedangkan pada jual beli adalah maisir, ghorordan haram

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    KINERJA ORGANISASI PADA DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN KAMPAR

    Get PDF
    ABSTRAK KINERJA ORGANISASI PADA DINAS PENDIDIKAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN KAMPAR MUKHLAS ABROR 11870513961 Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui evaluasi kinerja pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar dengan penerapan good corporate governance dan faktor penghambat kinerja organisasi. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar. Jenis dalam penelitian ini adalah kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa evaluasi kinerja pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga di Kabupaten Kamparsesuai dengan prinsip good corporate governance sudah dilaksanakan dengan baik, sesuai prinsip transparansy (keterbukaan). Transparansi yang diberikan seperti adanya keterbukaan informasi dan pemberitahuan yang dapat diakses melalui website resmi Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, melalui halaman https://disdikpora.kamparkab.go.id/. Selain itu prinsip akuntability dimana Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar sudah menjalankan tugas dan fungsi seperti sebagai pelaksana kebijakan dan menyusun perencanaan program penyelenggaran dan pembinaan. Prinsip responsibilitas dalam meningkatkan kinerja yang diharapkan seperti memanfaatkan anggaran dengan efisien dalam pengalokasiannya sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dalam peningkatan pencapaian kinerja yang diharapkan. Sementara prinsip independency dengan memperbaiki mekanisme pencapaian target kerja, meningkatkan efisiensi, efektivitas, dalam pelaksanaan kegiatan agar dapat mencapai sasaran dan tujuan serta berupaya dalam mendayagunakan sumber daya dengan maksimal dan pada prinsip fairness (kesetaraan dan kewajaran) dengan memperlakukan dengan adil dan setara kepada seluruh sumber daya manusia didalam organisasi tanpa adanya perbedaan. Sementara faktor penghambar peningkatan kinerja diantaranya adalah faktor kemampuan, kualitas sumber daya aparatur, dukungan dari pemerintah dan kondisi lingkungan kerja. Kata Kunci : Good Corporate Governance, Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independency dan Fairness

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore