313 research outputs found

    TAFSIR EKOLOGIS (Studi Komparatif Penafsiran Mujiyono Abdillah dalam Agama Ramah Lingkungan Perspektif al-Qur’an dan Mudhofir Abdullah dalam al-Qur`an dan Konservasi Lingkungan)

    Get PDF
    Tesis dengan judul. “TAFSIR EKOLOGIS (Studi Komparatif Penafsiran Mujiyono Abdillah dalam Agama Ramah Lingkungan Perspektif al-Qur’an dan Mudhofir Abdullah dalam al-Qur`an dan Konservasi Lingkungan)”, disusun oleh Fahmi Muhamad. 2019, NIM : 1753 1 5005, dengan dibimbing oleh Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag dan Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA Kata Kunci : Tafsir ekologis, Mujiyono Abdillah, Mudhofir Abdullah Latar Belakang : Tafsir ekologi adalah penafsiran yang dilakukan oleh mufasir dengan objek penafsiran berupa ayat-ayat yang terkait dengan tema ekologi, dengan menggunakan analisa keilmuwan berbasis ekologi, serta terdapat nuansa keberpihakan terhadap permasalahan lingkungan hidup. Perumusan konsep pelestarian lingkungan hidup dalam perspektif al-Qur’an merupakan suatu keniscayaan, mengingat al-Qur`an sebagai sumber hukum dalam Islam memiliki kepedulian tinggi terhadap permasalahan lingkungan, bahkan dapat dikatakan sebagai kitab suci yang berwawasan lingkungan. Adapun konsep pelestarian lingkungan dengan perspektif keagamaan, sebagaimana telah diwacanakan oleh Mujiyono Abdillah dengan konsep ekoteologi dan Mudhofir Abdillah dengan konsep ekosyariah. Rumusan Masalah : 1)Bagaimana bentuk tafsir ekologi dalam perspektif Mujiyono Abdillah? 2)Bagaimana bentuk tafsir ekologi dalam perspektif Mudhofir Abdullah? 3)Bagaimana uraian terhadap aspek persamaan penafsiran Mujiyono Abdillah dengan Mudhofir Abdullah? 4)Bagaimana uraian terhadap aspek perbedaan penafsiran Mujiyono Abdillah dengan Mudhofir Abdullah ? Metode Penelitian : Penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode studi pustaka, dengan obyek penelitian berupa penafsiran terhadap ayat-ayat tentang lingkungan hidup, yang terdapat dalam buku Mujiyono Abdillah, Agama Ramah Lingkungan Perspektif al-Qur’an, (Jakarta : Paramadina, 2001), dan buku Mudhofir Abdullah, al-Qur`an dan Konservasi Lingkungan : Argumen Konservasi Lingkungan Sebagai Tujuan Tertinggi Syari`ah, (Jakarta : PT Dian Rakyat, 2010). Hasil Penelitian : 1)Tafsir ekologi dalam penafsiran Mujiyono Abdillah merupakan landasan paradigma eko-teologi, yang mencakup tiga konsep : konsep teologi lingkungan, konsep hubungan antara Tuhan dengan lingkungan, konsep hubungan antara manusia dengan lingkungan. 2)Tafsir ekologi dalam penafsiran Mudhofir Abdillah merupakan landasan paradigma eko-syari’ah, yang mencakup empat tema pokok : ekologi, eko-teologi, eko-sofi, dan eko-ushul al-fiqh. 3)Letak persamaan penafsiran Mujiyono Abdillah dengan Mudhofir Abdullah terdapat pada aspek : tema, sumber, dan metode penafsiran. 4)Letak perbedaan penafsiran Mujiyono Abdillah dengan Mudhofir Abdullah terdapat pada aspek hasil, dan corak penafsiran

    Pembobotan Atribut PSO Untuk Klasifikasi Data Kinerja Akademik Mahasiswa

    Get PDF
    An educational database containing information about students is useful for predicting student academic performance. Mujiyono, Sri in 2017 has proven that PSO improves SVM performance for predicting student academic performance. This study aims to prove that PSO can improve the performance of the NBC, C4.5, SVM and NN classification methods for the classification of student academic performance. The results of this study prove that PSO can improve the performance of all the classification methods used. With PSO optimization, NN defeats the accuracy of SVM

    TAFSIR EKOLOGIS DAN PROBLEMATIKA LINGKUNGAN (Studi Komparatif Penafsiran Mujiyono Abdillah dan Mudhofir Abdullah Terhadap Ayat-Ayat Tentang Lingkungan)

    No full text
    Ecological interpretation is an interpretation made with the object of Quranic verses related to ecological themes, using ecology-based scientific analysis, with a nuance of partiality towards environmental problems. The formulation of  environmental preservation in the perspective of the Quran is a necessity, as  conceived by Mujiyono Abdillah and Mudhofir Abdullah. This is related to the function of the Quran as a source of values in Islam that has a high concern for environmental problems.  it could even be said to be an environmentally sound holy book. The method used in this paper is descriptive-analytical. This paper finds that: 1) Mujiyono Abdillah made an ecological interpretation as the basis for developing the concept of eco-theology in response to environmental problems. 2) Mudhofir Abdullah  made ecological interpretation as the basis for developing eco-sharia concepts as an alternative solution to environmental problems

    Modul keahlian ganda mata pelajaran agribisnis ternak ruminansia sekolah menengah kejuruan bidang agribisnis dan agroteknologi kelompok kompetensi mengelola hijauan pakan ternak ruminansia

    Get PDF
    Hijauan merupakan sumber makanan ternak terutama ternak ruminansia selain merupakan kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan sumber tenaga, juga merupakan komponen yang sangat menunjang bagi produksi dan reproduksi ternak

    ENVIRONMENTAL THEOLOGY IN ISLAM AND CHRISTIANITY (A study of the thoughts of Mujiyono Abdillah and Robert P. Borrong)

    Get PDF
    It is an undeniable fact that environmental crisis take place everywhere. It causes environmental damage in various spheres This crisis demands some awareness from the society. Therefore, it is not surprising that many activists of environment create concepts, both secular and religious nuance, to reduce the crisis. In the last few years, concept of theology of environment started to appear. This concept is relevant to be discussed, as it could bridge the secular and theological theory of environment. This research aims to look what is the environmental theology ideas of Mujiyono Abdillah and Robert P. Borrong. Also, this research identifies the similarities and differences between Abdillah’s and Borrong’s thoughts as well as how their theories could contribute to solve the environmental crisis. This is a library research and the primary source of this study is a book entitled Agama Ramah Lingkungan - Perspektif Al-Qur’an (Eco-Friendly Religion - Perspective of the Qur'an) by Mujiyono Abdillah work and Borrong’s work entitled Etika Bumi Baru (Neo-Eco Ethics). The data is analyzed by the hermeneutic theory of Hans-Georg Gadamer. The research found out that environmental theology of Abdillah includes proportional theology and meta-social-system theory. While Borrong also constructs two theories of environmental theology: theocentric inclusive theology and new earth ethic. Through these theological theories, Abdillah and Borrong expect to awaken people minds so that they could restructure their relationship with the environment. Both of the authors employ different methods. While Abdillah only utilize theology as the basis of his argument, Borrong benefits from both theology as well as biblical ethics. These theories provide an invaluable contribution to be part of the solution to the environmental crisis as they could be the alternative environmental theory which change the attitude of the community in treating the environment

    UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENERAPAN GOOGLE WORKSPACE FOR EDUCATION MELALUI WORKSHOP IN ON IN DI SMA NEGERI 1 TURI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan google workspace for education melalui workshop in on in di SMA Negeri 1 Turi. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif. Objek penelitian ini adalah workshop in on in serta dampak peningkatan kompetensi guru dalam penerapan google workspace for education. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus meliputi empat kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan dengan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan workshop in on in dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan google workspace for education di SMA Negeri 1 Turi . Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase guru yang kompeten. Rata-rata guru yang kompeten pada siklus pertama 38,7%dan siklus kedua 87%. Tingkat student wellbeing juga meningkat pada siklus pertama 73,4 dan siklus kedua 84,5. Proses workshop juga berjalan baik dengan skor 85. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan adanya worksop ini mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan khususnya guru guru dalam menggunakan google workspace for education

    Gejolak dalam Harmoni

    Get PDF
    Harmony in Frightening Natural Phenomenon. The main creation source is the aesthetic impressions of clouds and waves which implicitly express frightening, fearful, and scary passion. The objects of the creations are expressed in painting arts which tend to be expressionistic and abstract in style. The supporting sources of the creations are some paintings of Franz Kline, Willem de Kooning, Joan Mitchell, Anselm Kiefer, Piet Mondrian, and Ibrahim. The originality is emphasized in individual emotional expression. The methods of the creations begin with the exploration of ideas, improvisations, and creations which become one activity. The transformation of ideas into art products creates a subject matter which contains biomorphic forms from expressive brushing that is based on intuition and spontaneousness. The differences in the width of the brush, the stress of brushing, the level of painting thickness, and the color have become the supporting techniques. The results of the creation are the painting art products containing line configurations, organic forms, and coloring with the wild, free, uncontrolled, and ‘mleber’ effects. Keywords: Expressionistic abstract, art harmony, painting

    ANALISIS KEKUATAN TARIK MATERIAL CAMPURAN HRS-B (Hot Rolled Sheet) MENGGUNAKAN SISTEM PENGUJIAN INDIRECT TENSILE STRENGTH

    Get PDF
    HRS-B (Hot Roller Sheet) merupakan jenis konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) karena menggunakan aspal sebagai bahan pengikat antar agregat. Gradasi agregat tersusun beberapa fraksi yaitu fraksi kasar, fraksi halus dan filler. Karakteristik Indirect Tensile Strength ditentukan oleh proses pemadatannya. Proses pengujian Indirect Tensile Strength untuk mengukur ketahanan campuran HRS-B (Hot Rolled Sheet) terhadap gaya tarik dengan menggunakan alat ITS (Indirect Tensile Strength) dan menentukan pengaruh antara jumlah tumbukan dalam pemadatan (50 Kali dan 75 Kali) terhadap kekuatan tarik campuran HRS-B (Hot Rolled Sheet) menggunakan alat Indirect Tensile Strength. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi kadar aspal 5%, 6%, 7%, 8%, 9%, 10% terhadap total berat agregat. Karakteristik Density, VMA, VFWA, VITM. Karakteristik Indirect Tensile Strength dan pengaruh jumlah tumbukan dalam pemadatan sebanyak 50 kali dan 75 kali terhadap nilai Density, VMA, VFWA, VITM. Penambahan aspal akan mempengaruhi karakteristik Indirect Tensile Strength. Seiring dengan penambahan kadar aspal maka garis trendline pada nilai density, VFWA, nilai tersebut menunjukan kenaikan namun garis trendline pada nilai VMA menunjukan garis trendline yang tidak menentu, sedangkan garis trendline pada VITM menunjukan turunan. Untuk nilai Indirect Tensile Strength cenderung mengalami kenaikan bila trendline nilai Density menunjukan nilai maksimum sebesar 2,24 gr/cc pada saat nilai ITS sebesar 85 KPa ,VFWA dan VITM menunjukan nilai maksimum sebesar 80 % dan 2,25 % pada saat nilai ITS sebesar 86 KPa untuk jumlah tumbukan 50 kali, sedangkan pada saat nilai ITS sebesar 100 KPa maka nilai VAM menunjukan nilai maksimum sebesar 20,5 % dan 19,5 % masing-masing penumbukan 50 kali dan 75 kali

    KONSEP FIQH LINGKUNGAN (Studi Komparasi Pemikiran K.H. Ali Yafie dan Mujiyono Abdillah)

    Get PDF
    Dalam kehidupan modem, manusia dituntut untuk dapat berkembang dan semakin maju. Akan tetapi, dalam peningkatan kemajuan teknologi dan taraf hidup ini mengakibatkan timbulnya persoalan-persoalan yang semakin meningkat, terutama masalah Iingkungan. Persoalan lingkungan semakin lama semakin kompleks. Persoalan yang muncul tidak hanya tentang lingkungan hidup dari aspek alamnya, tetapi juga pada aspek sosial ekonomi yang terkait dengan dampak kerusakan lingkungan hidup. Hal ini dapat ditunjukkan dengan banyak terjadi bencana yang tak kunjung usai, bahkan terus berulang-ulang terjadi, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan, penebangan pohon liar, pencemaran air akibat pembuangan sampah baik sampah industri maupun rumah tangga, pemanfaatan sumber daya alam yang tidak ramah lingkungan, dan banjir lumpur yang terjadi pada 29 Mei 2006 lalu yang berasal dari pengeboran PT Lapindo Brantas. Melihat problem lingkungan yang semakin kompleks dan memprihatinkan tersebut, perlu adanya upaya penanganan yang serius dan juga kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Dalam hal ini, penanganan persoalan lingkungan membutuhkan berbagai pendekatan, baik agama maupun umum. Sehingga dalam konteks ini, pendekatan persoalan lingkungan dengan fiqh lingkungan (Fiqh al-Bi'ah) dapat dijadikan sebuah dasar tingkah Iaku dan dasar hukum untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari formulasi konsep fiqh lingkungan yang sesuai dengan masyarakat secara umum sehingga masyarakat dapat lebih memahami dan sadar akan pemeliharaan lingkungan. Untuk menata dan mengatur masalah lingkungan tidak bisa didekati hanya dengan satu pendekatan saja, tetapi harus didekati dari beberapa aspek, yakni aspek agama dan pandangan umum. Dalam hal ini, diperlukan sebuah kerangka teoretik yang sesuai dan memadai, yang dalam hal ini menggunakan pendekatan komprehensif-holistik. Artinya, memahami lingkungan secara menyeluruh, yakni memahami lingkungan dari sudut pandang agama dan umum. Implementasinya dengan menggunakan kerangka Ilmu fiqh, yaitu rub 'u al-'ibidit, rub'u al-muamalat, rub'u al-munnakahat, rub'u al-jinayat dan dikembangkangkan lagi dengan asas kemaslahatan yang ada dalam ad-daruriyat/al-kulliyat al-khams, sebagaimana konsep fiqh lingkungan yang telah dikembangan oleh K.H. Ali Yafie dan Mujiyono Abdillah. Dengan menggunakan konsep kedua tokoh tersebut, sebagaimana K.H. Ali Yafie yang lebih melihat persoalan lingkungan karena akibat dari globalisasi teknologi dan kebijakan pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata sehingga perlu berpedoman pada norma-norma yang kuat, yaitu al-Qur'an dan Sunnah, sementara Mujiyono Abdillah lebih melihat persoalan lingkungan pada sistem keyakinan yang berkaitan dengan Iingkungan dan menitik beratkan pada perumusan panduan oprasional hidup berwawasan lingkungan dengan bingkai hukum wajib, haram, mubah, makruh, dan sunnah. Akhirnya, dari analisis kedua tokoh tersebut menghasilkan pemahaman bahwa persoalan lingkungan bukan hanya persoalan umat Islam saja, melainkan juga masalah non-muslim di dunia. Oleh karena itu, pendekatan maqizyid syar'iyyah lebih sesuai diterapkan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini karena lebih melihat pada aspek tujuan kemaslahatan umum. Sedangkan persoalan lingkungan dengan menggunakan al­aiJkiim al-khamsah ini terkesan hanya bagi umat Islam saja, yang mana hukum tersebut hanya sebagai panduan spiritual bagi umat Islam, namun tidak dapat dijadikan dasar menghukum seseorang yang melakukan perusakan lingkungan
    corecore