21 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP PENINGKATAN SPERMATOGENESIS TIKUS WISTAR YANG TERPAPAR ASAP ROKOK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengetahui efek minyak jintan hitam (Nigella sativa L.) terhadap spermatogenesis tikus Wistar yang terpapar asap rokok. Jenis penelitian adalah eksperimental murni dengan subyek 24 ekor tikus yang terpapar asap rokok selama 21 hari dan dirandomisasi dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan pemberian minyak jintan masing-masing 0,1; 0,2; dan 0,3 ml. Penegakan hipotesis dilakukan dengan menggunakan Krusskal-Wallis dan Mann Whitney dengan batas derajat kemaknaan P≤0,05, interval kepercayaan 95%. Pemberian minyak jintan hitam dapat memperbaiki derajat spermatogenesis

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) CAMPAK DENGAN KECEMASAN IBU PASCA IMUNISASI DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA

    No full text
    Pendahuluan: Pengetahuan ibu tentang program imunisasi dan efek sampingnya sangat diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi, terlebih masih adanya 12 kasus campak yang terdapat pada wilayah kerja Puskesmas Sangkrah yang memerlukan kesadaran ibu untuk mengimunisasikan anaknya. Ibu harus tahu efek samping setelah pelaksanaan imunisasi campak yang dikenal dengan KIPI. Kebanyakan anak menderita demam setelah mendapat imunisasi campak dan seringkali ibu-ibu cemas dan khawatir. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi. Metode: Desain penelitian menggunakan jenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, berjumlah 67 responden. Hasil: Sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki pengetahuan diatas rata-rata sehingga tergolong baik, dan sebanyak 37 responden (55%) memiliki skor dibawah rata-rata sehingga tidak mengalami kecemasan, Analisa korelasi pearson menghasilkan nilai rho 0,4393 dengan p-value<a (0,000<0,05), dengan arah korelasi negatif. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi di Puskesmas Sangkrah Surakarta. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, KIPI campak, Kecemasa

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI (KIPI) CAMPAK DENGAN KECEMASAN IBU PASCA IMUNISASI DI PUSKESMAS SANGKRAH SURAKARTA

    No full text
    Pendahuluan: Pengetahuan ibu tentang program imunisasi dan efek sampingnya sangat diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi, terlebih masih adanya 12 kasus campak yang terdapat pada wilayah kerja Puskesmas Sangkrah yang memerlukan kesadaran ibu untuk mengimunisasikan anaknya. Ibu harus tahu efek samping setelah pelaksanaan imunisasi campak yang dikenal dengan KIPI. Kebanyakan anak menderita demam setelah mendapat imunisasi campak dan seringkali ibu-ibu cemas dan khawatir. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi. Metode: Desain penelitian menggunakan jenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, berjumlah 67 responden. Hasil: Sebanyak 36 responden (53,7%) memiliki pengetahuan diatas rata-rata sehingga tergolong baik, dan sebanyak 37 responden (55%) memiliki skor dibawah rata-rata sehingga tidak mengalami kecemasan, Analisa korelasi pearson menghasilkan nilai rho 0,4393 dengan p-value<a (0,000<0,05), dengan arah korelasi negatif. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang KIPI campak dengan kecemasan ibu pasca imunisasi di Puskesmas Sangkrah Surakarta. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu, KIPI campak, Kecemasa

    Penyuluhan Terhadap Sikap Ibu Dalam Memberikan Toilet Training Pada Anak

    No full text
    Di dukuh Mojosari, anak yang telah memasuki usia Balita ada yang masih mempunyai kebiasaan mengompol. Hal ini menunjukkan terjadi kegagalan dalam toilet training selama masa Balita. Masalah penelitian, bagaimanakah pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia Balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan terhadap sikap ibu dalam melatih toilet training pada anak usia Balita. Metode penelitian quasi eksperimental dengan rancangan posttest group only design. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak usia Balita di RW 6 Dukuh Mojosari Desa Polokarto yang berjumlah 32 responden, menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan kelompok perlakuan mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 11 responden (68,8%) dan sikap cukup baik sejumlah 5 responden (31,2%). Kelompok kontrol mempunyai sikap baik dalam memberikan toilet training sejumlah 3 responden (18,8%) dan mempunyai sikap cukup baik sejumlah 13 responden (81,2%). Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,005 (&lt; 0,05). Simpulan penelitian, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap ibu dalam memberikan toilet training pada anak usia Balita. In theMojosari village, children who have entered the toddler age still have bedwetting habit. This suggests the failure toilet training during toddler. Research problem was how the influence of education on mother attitudes in toilet training to toddler. Research purpose to determine the effect of education on maternal attitudes in toilet training to toddler. Research method quasi experimental by by posttest only design. Population study were mothers who have toddler in RW 6 Mojosari Village, Polokarto totaling 32 respondents, using total sampling. Data analyzed by Mann Whitney test. Results showed the treatment group had a good attitude to give toilet training as 11 respondents (68.8%) and attitude well enough as 5 respondents (31.2%). The control group had a good attitude to give toilet training as 3 respondents (18.8%) and had a pretty good attitude as 13 respondents (81.2%). The results showed the data analysis obtained using the Mann Whitney test p value=0.005 (&lt;0.05). The conclusion, there was effect of education on by mother attitudes in toilet training to toddler

    Penanganan Sanitasi/Jamban dalam Upaya Pemenuhan Standar Rumah Sehat di Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar

    No full text
    Upaya penanganan dan pengendalian sanitasi sehat di masyarakat akan menjadi semakin kompleks dengan semakin bertambahnya laju pertumbuhan penduduk, perkembangan permukiman penduduk, penyempitan lahan perumahan, keterbatasan lahan untuk pembuatan fasilitas sanitasi seperti MCK, cubluk, septic tank dan bidang resapannya serta tidak tersedianya alokasi dana pemerintah untuk penyediaan sarana dan prasarana sanitasi, hal-hal inilah yang menyebabkan kondisi sanitasi lingkungan semakin memburuk. Penanganan dan pengendalian sanitasi sehat telah menjadi target pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015. Untuk penanganan dan pengendalian sanitasi sehat Pemerintah Indonesia sejak tahun 2003 telah melaksanakan kegiatan SANIMAS (Sanitasi oleh Masyarakat). Sanitasi menjadi masalah yang sangat kompleks ketika masyarakat tidak memahami pengaruh sanitasi dalam kehidupan masyarakat. Penyediaan fasilitas toilet dan jamban yang sesuai standart kesehatan dan keamanan merupakan masalah yang melibatkan beberapa faktor antara lain: masyarakat sebagai pelaku penghasil sampah, teknologi dan manajemen pengelolaan sanitasi. Keterlibatan komponen-komponen tersebut dalam mewujudkan sanitasi sehat yang akan saling mempengaruhi. Dalam program peningkatan sanitasi sehat, keterlibatan warga masyarakat merupakan faktor yang sangat menentukan. Toilet adalah salah satu sarana prasarana sanitasi berupa sebuah tempat yang lembab dan cenderung lebih sering basah, sehingga perkembangan bakteri serta kuman juga lebih tinggi. Kamar mandi atau toilet yang kotor menyebabkan bakteri dan kuman yang berkembang sangat tinggi. Berdasarkan hasil pemeringkatan kebersihan toilet umum, Indonesia menjadi peringkat ke-12 terburuk dari 18 negara di Asia. Tingginya mobilitas penduduk Indonesia sangat mempengaruhi kebutuhan akan toilet umum, tapi di Indonesia toilet umum masih belum memadai apalagi kebersihannya masih jauh dari yang diharapkan. Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan kondisi toilet yang belum memenuhi standart toilet bersih akan menimbulkan penyakit, terlebih lagi Indonesia yang memiliki iklim tropis. Perbaikan dan standarisasi toilet bertujuan untuk meningkatkan sarana prasarana sanitasi yang sehat dan aman. Permasalahan sanitasi masuk menjadi daftar kebutuhan untuk dilakukan pengabdian masyarakat di Kabupaten Karanganyar karena cakupan sanitasi atau jamban keluarga di wilayah Kabupaten Karanganyar masih kurang (63%). Kurangnya cakupan sanitasi dan jamban keluarga di wilayah Kabupaten Karanganyar disebabkan karena faktor ketidaktahuan dan ketidakmampuan dari masyarakat. Pertumbuhan penduduk Kecamatan Karangpandan terus meningkat, hal ini perlu diikuti dengan penambahan dan penyediaan sarana dan prasarana seperti jalan, pembukaan lahan-lahan baru untuk perumahan, drainase dan air bersih. Dalam upaya penambahan dan penyediaan sarana prasarana melalui pembangunan perlu diperhatikan mengenai permasalahan sanitasi lingkungan. Masih ditemukan fasilitas sanitasi keluarga dan masyarakat di Kecamatan Karangpandan yang belum memenuhi standart sehat dan aman, terutama di daerah Bangsri, Karang dan Salam. Sanitasi yang kurang memenuhi standart sehat dan aman akan berdampak pada derajat kesehatan masyarakat

    PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI PENTAVALEN LANJUTAN PADA BATITA DI KELURAHAN KEPRABON SURAKARTA

    No full text
    Abstract The successfulness of advanced pentavalent immunization program is determined by its coverage. The mothers’ less knowledge of it is a factor to its low coverage. Thus, the extension on the immunization can be used as an effort of improving the mothers’ knowledge of such advanced pentavalent immunization. The aims to investigate the effect of extension on the mothers’ knowledge of advanced pentavalent immunization of the toddlers under three years of age in Keprabon Ward, Surakarta. This research used the quasi experimental method with the non randomized control group pretest posttest design. The samples of research were the mothers whose toddlers were under three-years old. They consisted of 64 respondents and were taken by using the total sampling technique. The data of research were collected through questionnaire and analyzed by using the Mann-Whitney’s Test. The result of research shows that the p-value based on the Mann-Whitney’s Test was 0.000. The research concluded that there was an effect of extension on the mothers’ knowledge of advanced pentavalent immunization of the toddlers less under three years of age in Keprabon Ward, Surakarta.  Keywords: Advanced pentavalent immunization, knowledge, extensio

    IMPROVING THE KNOWLEDGE MANAGEMENT WITH TRAINING BASIC EMERGENCY OBSTETRIC NEONATAL TO MIDWIFE IN SURAKARTA HEALTH CENTER

    No full text
    AbstrakPengetahuan bidan yang baik dan tepat sangat mendukung upaya pelayanan ibu dan anak yang komprehensif. Pengetahuan tentang Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED) memberikan dasar pada bidan untuk mengidentifikasi komplikasi atau  kegawatdaruratan kehamilan, persalinan, nifas dan neonatal. Salah satu upaya peningkatan pelayanan kebidanan, melalui pelatihan PONED pada bidan di puskesmas agar bisa menurunkan risiko kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan bidan tentang penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi. Metode penelitian  secara observasional analitik dengan rancangan The One Group Pretest Post Test dan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini perwakilan bidan Puskesmas rawat inap dan rawat jalan sebanyak 17 orang. Teknik pengambilan sampel secara Proporsional Random Sampling, sampel acak dengan proporsi bidan yang bekerja di Puskesmas di Surakarta. Sampel yang memenuhi kriteria retriksi 17 responden. Hasil  1 bidan pengetahuan lebih jelek setelah di beri pelatihan, 2 bidan berpengetahuan tetap sebelum maupun setelah pelatihan, 14 bidan mempunyai pengetahuan lebih baik setelah pelatihan. Hasil analisis univariat menunjukkan rerata pretes = 73.41, median = 71.4, nilai maksimum = 82.8 dan nilai minimum = 65.7. Hasil posttest menunjukkan rerata = 81.14, median = 80, nilai maksimum = 88.5, nilai minimun = 74.2. Hasil penelitian bivariat Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001, signifikan (p < 0,05). Secara statistic terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum pelatihan dibandingkan setelah  pelatihan.   Kata Kunci:Pengetahuan bidan, pelatihan  PONED, bidan  puskesmas  AbstractKnowledge of good and appropriate midwives strongly supports comprehensive maternal and child care efforts. Knowledge of Basic Emergency Obstetric Neonatal Services (PONED) provides a basis for midwives to identify complications or emergencies of pregnancy, childbirth, postpartum and neonatal. One effort to improve midwifery services, through PONED training for midwives in health centers so as to reduce the risk of morbidity and mortality in mothers and infants. The Aim : This study aims  to improve the knowledge of midwifery about handling maternal and neonatal emergencies. Methods : The design of this study was observational analytic with one group pretest and posttest and cros sectional approach. The population of the study was 17 representatives midwives in inpatient and outpatient health care. The sampling technique used proportional random sampling, the random sampling was taking by accounted the number of midwives who work in primary health care in Surakarta. The sample that include in restriction criteria was 17 respondents. Result : The results of 1 knowledge midwife were worse after being given training, 2 knowledgeable midwives remained before and after the training, 14 midwives had better knowledge after training. The results of univariate analysis showed a mean pretest = 73.41, median = 71.4, maximum value = 82.8 and minimum value = 65.7. The posttest results showed a mean = 81.14, median = 80, maximum value = 88.5, minimum value = 74.2. The bivariate results of the Wilcoxon Test showed p value = 0.001, significant (p <0.05). Statistically there were significant differences in knowledge between before training compared to after training.Keywords:The midwife knowledge, PONED training, midwife on the health cente
    corecore