1,722,523 research outputs found
TRADISI BULAN MUHARAM DI INDONESIA
Abstrak: Tradisi Bulan Muharam di Indonesia. Kekayaan tradisi budaya masyarakat Indonesia diwarnai oleh Islam sebagai agama yang dianut oleh masyarakat mayoritas. Persentuhan Islam dengan budaya lokal membawa pada keberagaman tradisi yang bernuansa Islam. Tradisi di bulan Muharam pada masyarakat Indonesia yang secara umum dilakukan pada tanggal 1-10 Muharam, direpresentasikan dalam berbagai bentuk dan ragam. Di Aceh terdapat tradisi bulan Asan Usin, Sumatra Barat dengan tradisi Tabuik, Bengkulu memiliki tradisi Tabut. Sedangkan di tanah Jawa, yang paling menunjol adalah tradisi kirab di kraton Jogjakarta dan Solo. Tulisan ini mendeskripsikan keberagaman tradisi masyarakat tersebut dalam perspektif sejarah dan budaya
Siti Muharam
I was the producer of this record and was honoured to work with an amazing team out in Zanzibar working with the amazing singer Siti Muharam great grand daughter of Siti Binti Saad and Mohamed Issa Matona. We were all delighted that this picked up the Songlines award for Best Album Africa/Middle East.
'Siti' is an arabic prefix meaning 'lady' and this record reignites the passions of the trailblazing Siti Binti Saad and the golden timbre of Muharam, her descendant and heir apparent to a singular, artistic legacy.
This 'Siti's of Unguja' story begins with Siti Binti Saad's birth in 1890 in the small fishing village of Fumba (on Unguja, the main island of the Zanzibar archipelago) to parents who had been freed from slavery.
This project gave her an opportunity to embrace her Great Grand-mother’s legacy and to see how important Siti Binti Saad is. It also allowed her to see that her own golden voice is a blessing in itself. Fadhil, Gora and Nema all gained from this project and together we’ve grown.
The sound is new, although, in a way, it’s awoken something real that had been forgotten from the time of Siti Binti Saad. A new taste, a beautiful taste of the people of Zanzibar. It’s what my people will like and this record will reach them and audiences overseas
Boria Muharam: antara kreativiti dan realiti masyarakat Melayu Pulau Pinang abad ke-19 dan ke-20
Antara dekad pertama abad ke-19 sehingga pendudukan Jepun merupakan satu tempoh yang penting dalam sejarah perkembangan boria. Namun aspek menarik ini jarang sekali disentuh dalam kajian-kajian tentang boria. Persembahan boria dalam tempoh ini dikenali sebagai boria Muharam kerana dimainkan bersempena sambutan Muharam. Bermula sebagai satu bentuk upacara keagamaan, boria Muharam lama-kelamaan bertukar corak menjadi satu kegiatan budaya dengan mempamerkan kreativiti seni yang tinggi dalam segenap aspek persembahan. Namun, yang lebih penting dan jarang pula ditinjau ialah boria Muharam juga mewakili sikap serta pemikiran orang Melayu Pulau Pinang terhadap sahsiah sosioekonomi dan politik mereka sebelum merdeka. (Disalin daripada artikel)
TRADISI MALAM SATU MUHARAM DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QURAN AL HIKMAH PURWOASRI KEDIRI
Satu Muharam adalah awal tahun baru Hijriyah dalam kalender Islam. Masyarakat pada umumnya menyambut datangnya malam satu Muharam dengan perayaan. Salah satunya tradisi di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Hikmah yang menyambut datangnya malam satu Muharam dengan membaca ayat kursi sebanyak 360 kali. Penelitian ini dilatarbelakangi asumsi penulis bahwa semua tradisi memiliki tujuan yang baik. Sehingga melalui penelitian ini penulis berharap dapat membantu mengexsplore tradisi dan budaya pesantren di Indonesia dengan menunjukkan manfaat serta tata caranya. Jenis penelitian yang digunakan adalah lapangan (field research) dengan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan living quran. Hasil penelitian tersebut adalah tradisi pada malam satu Muharam menjadi agenda tetap yang dilakukan setiap tahun di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Hikmah. Adapun tata caranya diawali dengan doa awal dan akhir tahun kemudian dilanjutkan sholat berjamaah, tawassul, pembacaan ayat kursi sebanyak 360 kali (diawali dengan membaca basmalah pada tiap ayatnya dan dibaca dalam satu dudukan) dan diakhiri dengan doa bersama. Pengamalan tradisi tersebut diperoleh KH. Abdun Nashir dari gurunya Syeikh Maliki. Pembacaan ayat kursi pada malam satu Muharam diyakini membawa banyak manfaaat bagi pembacanya. Beberapa manfaat tersebut diantaranya adalah: sebagai pelindung dari segala musibah khususunya makhluk-makhluk ghaib, menjernihkan pikiran, jimat, rajah dan masih banyak lagi
The smart iron / Siti Nur Najihah Muharam
In this case study, I will be focusing on Panasonic company in Malaysia which has been established since 1976. Panasonic also has been one of the electronic brands that have gained strong trusts from the Malaysian households. The product line that I have chosen in this case study is dry clothes iron. Even though Panasonic is already being a well-known electronic brand in Malaysia however, existing clothes iron from this brand has its own weaknesses too. In order to suggest solutions for the existing problems, SWOT analysis helped to list the important elements that may help to search for the solutions for each problem. SWOT analysis also help the process of identifying the strength, weaknesses, opportunities, and threat.
The problems that encounter while analysing the clothes iron can be the main problems where every consumer is facing. Therefore, by suggesting some solutions to tackle the problems in the future, a few suggestions need to take into consideration. Hence, in this case study I have suggested two solutions for the two problems that other users of clothes iron might be facing too
UJI KOMPOSISI MEDIA SEMAI CETAK (SOIL BLOCK) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) VARIETAS SERVO F1 DI PERSEMAIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi soil block yang memiliki kepadatan-kerapuhan dan porositas yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) varietas Servo F1 di persemaian. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta pada 15 oktober hingga 5 November 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Kelompok Faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan A tray (Kontrol : Kompos 30% Arang sekam 20% Tanah 30% kaptan 10% tanpa Tapioka), B soil block (Kompos 25% Arang sekam 20% Tanah 35% Kaptan 10% dan Tapioka 10%), C soil block (Kompos 30% Arang sekam 20% Tanah 30% Kaptan 10% Tapioka 10%), D soil block (Kompos 20% Arang sekam 20% Tanah 40% Kaptan 10% Tapioka 10%) diulang 6 kali, pada setiap ulangan diambil 5 tanaman sampel. Data di analisis menggunakan analisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka uji lanjut dengan LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media semai cetak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Perlakun tray (A) memberikan pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada 21 hss (10,02 cm), jumlah daun tertinggi (7,90 helai) dan diameter batang (2,18 mm)
Islam dan Kearifan Lokal Sunda ( Tradisi 10 Muharam Bubur Suro di Sumedang)
Before Religion in Indonesia was Islam, they have embraced Hinduism and Buddhism. Afterwards, Islam came to Indonesia around 7 century. This is one of the reasons why Indonesia has acculturation of culture between cultures of Hindu-Buddha and Islam. At Indonesia, especially at Sumedang has a unique culture that interesting is researched. The culture is Bubur Suro that does every 10 Muharam. Bubur Suro had a long history from an ancestor. the chieftain said that the way to commemorate the Islamic new year and to remember the events of the Prophet Nuh and the Flood. In addition, this is enforced, with motivation to conserve ancestor tradition. This written uses method of history consists of heuristic, criticism, interpretation and historiography. In this research, it was revealed that the Sumedang community, especially Negarawangi village, the majority of followers of Islam who still maintain Sundanese ancestral traditions, so that every 10 Muharam they celebrate the celebration of Maulud Nabi and also the Bubur Suro ceremony. In conclusion, Islam and the Sundanese tradition in the Bubur Suro ceremony become a form of acculturation that is still maintained in the Rancakalong between Islam and the Sundanese tradition. Keywords: budaya, muharam, sumedan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TRADISI ZIARAH KE MAKAM RAJA ALI HAJI KECAMATAN LINGGA PULAU PENYENGAT PADA BULAN MUHARAM 1441 HIJRIAH
Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Untuk mengenalkan Tradisi ziarah ke Makam Raja Ali Haji Idera Giri kecamatan lingga pulau penyengat bulan muharam 1441 Hijriah dan untuk mengetahui pro kontra yang ada dalam Tradisi ziarah ke makam sultan Riau Idera Giri kecamatan lingga pulau penyengat bulan Muharam. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang diperoleh di dapatkan sacara lisan berdaasarkan berdasarkan perilaku yang diamati oleh peneiti maupun berlandaskan keapada penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan yang berkenaan dengan judul diatas. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dari tradisi ini, tradisi Ziarah Ke Makam Raja Ali Haji Kecamatan Lingga Pulau Penyengat Pada Bulan Muhaharam 1441 Hjiriah ini masih mendapatkan pro dan kontra dari sebagian golongan yang ada di Indonesia, setiap pihak yang berargumen dalam tradisi tersebut sama-sama memiliki landasannya masinig-masing. Terlepas dari Pro dan Kontra kegiatan tersebut kegiatan Ziarah Ke Makam Raja Ali Haji pada bulan Muharam ini dinilai masih memiliki manfaat di berbagai aspek kehidupan mayarakat, baik penduduk setempat maupun wisatawan yang datang atau berziarah ke tempat tersebut
- …
