100 research outputs found

    IMPLEMENTASI KHIYAR DALAM PRAKTIK JUAL BELI BAJU BEKAS SECARA ONLINE MELALUI MARKETPLACE SHOPEE (Studi Kasus di Magie Thriftshop Desa Ngubalan,Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung)

    No full text
    Skripsi dengan judul “Implementasi Khiyar dalam Praktik Jual Beli Baju Bekas Secara Online Melalui Marketplace Shopee (Studi Kasus di Magie Thriftshop Desa Ngubalan, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung)” ditulis oleh Mutiara Azza Zaenuri, NIM 126101212200, dengan dosen pembimbing Muhammad Sulthon Aziz, Lc., M.H. Kata Kunci: Khiyar, Jual Beli Online, Marketplace Shopee, Hukum Ekonomi Syariah, Baju Bekas Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik jual beli pakaian bekas secara online yang seringkali menimbulkan permasalahan seperti ketidaksesuaian barang dan kurangnya transparansi informasi. Dalam hukum ekonomi syariah, prinsip khiyar memberikan hak kepada pembeli dan penjual untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi dalam kondisi tertentu sebagai bentuk perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip khiyar dalam transaksi jual beli baju bekas secara online di Magie Thriftshop melalui platform Shopee. Fokus utama penelitian mencakup bagaimana penerapan prinsip khiyar dalam jual beli online secara umum dan secara khusus pada kasus Magie Thriftshop. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan empiris studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap praktik jual beli di Magie Thriftshop. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi dilakukan melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip khiyar, meskipun tidak dikenal secara terminologis oleh pelaku usaha, telah diaplikasikan dalam praktik melalui fitur deskripsi produk, chat, retur, dan refund di Shopee. Penjual menerima pengembalian barang bila terjadi ketidaksesuaian, dan pembeli merasa haknya terlindungi. Ini membuktikan bahwa nilai-nilai khiyar dapat diadaptasi dalam sistem jual beli online demi mendukung transaksi yang adil dan sesuai prinsip syaria

    Siyasah (Tatanegara) Menurut Hamka Dalam Surat Aliimran Ayat 159 Dalam Tafsir Al Azhar

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang siyasah atau sebuah tatanan Negara. Yang mencakup beberapa dimensi pendapat para tokoh maupun ulama’. Maka disini penulis mengkaji yang sesuai denga kitab tentang politik yaitu kitab tafsir al azhar karya buya hamka penafsiranya dalam surat ali imran ayat 159. dengan harapan untuk memberikan pengetahuan mengenai pemaknaan al-Qur’an Surat Ali imran ayat 159 mengenai konsep tatanegara sesuai dengan syari’at Penelitian inibertujuan untuk (1) Untuk mengetahui bagaimana penafsiran buya hamka terhadap QS. Ali imran ayat 159 (2) Untuk mengetahui Bagaimana konsep politik dalam QS. Ali imran ayat 159 tafsir Al azhar (3) untuk mengetahui bagai mana konsep Tatanegara(siyasah) dalam QS.Ali Imran ayat 159 Penelitian ini adalah penelitian libary research yang menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis Metode Penafsiran secara (analitik) menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dari seluruh aspeknya, ijmali menafsirkan ayat-ayat Alqur’an dengan cara mengemukakan makna global, Muqarin, penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang ditullis oleh sejumlah para mufassir, (tematik), menghimpun ayat-ayat al-Qur’an yang mempunyai maksud yang sama, dalam arti, sehingga dapat mudah dipahami dan disimpulkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, maka peneliti dapat menyimpulkan Nilai-nilai demokrasi yang ada di dalam surat ali imran ayat 159: demokrasi, bebas mengemukakan dan menghormati perbedaan pendapat, memahami keanekaragaman dalam masyarakat, terbuka dalam komunikasi, menjunjung nilai dan martabat kemanusiaan, percaya diri atau tidak menggantungkan diri pada orang lain,saling menghargai, mampu mengekang diri, kebersamaan dan keseimbangan. Kemudian musyawarah, jika dilihat dari gagasan yang termuat dalam Q.S Ali Imran ayat 159, dapat diketahui demokrasi dalam makna modern berkaitan dengan kepemimpinan yang di berikan kepda masyarakat, dan anjuran di atas mempunyai kesamaan secara aplikatif. Misalnya saja dalam pengambilan keputusan yang didasarkan kepada mayoritas, bukan kepada kehendak sendiri. Kemudian pendapat hamka mengenai surat ali imran ayat 159 yaitu: kelemahan yang dialami sebagian kaum muslimin, dan pelanggaran mereka terhadap perintah, serta kesembronoan yang mereka lakukan. Bahkan disebut pula mengenai prasangka-prasangka dan bisikan-bisikan hati yang jelek. Sejak zaman nabi sudah di anjurkan beagaimana cara untukmenyelesaikan masalah, apalagi berkenaan tentang tatanan Negara harus di selesaikan deng secara demokrasi danmusyawarah bersama sesuai yang di contohkan nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatny

    Peran Nahdlatul Ulama sebagai Partai Politik Tahun 1952-1973 di Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Zaenuri, Ahmad. 2015. Peran Nahdlatul Ulama sebagai Partai Politik Tahun 1952-1973 di Pasuruan. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Siti Malikhah Towaf, M.A, Ph.D., (II) Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si.   Kata Kunci: peran, partai, NU, pemilu   Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi Islam yang muncul pada masa pergerakan nasional Indonesia, tetapi pada tahun 1952 NU berubah menjadi partai politik setelah melepaskan diri dari Masyumi. Keputusan keluarnya NU dari Masyumi dan menjadi Partai Politik dituangkan dalam Muktamar ke 19 di Palembang dengan hasil 61 suara setuju, 9 suara menolak, dan 7 abstain. Sedangkan cabang Partai NU Kabupaten Pasuruan berdiri pada tahun 1952, setelah hasil Muktamar ke 19 di Palembang diputuskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran NU sebagai partai politik tahun 1952-1973 di Pasuruan yang meliputi (1) latar belakang berdiri dan perkembangan Nahdlatul Ulama sebagai Partai Politik tahun 1952-1973 di Indonesia; (2) latar belakang berdiri Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pasuruan tahun 1935; (3) peran Nahdlatul Ulama sebagai partai politik tahun 1952-1973 di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah. Metode ini terdiri dari lima tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik sumber (eksternal dan internal), interpretasi dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi dimasa lampau. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa NU keluar dari Masyumi dan mendirikan Partai Politik tidak terlepas dari peran Kiai Wahab Hasbullah. Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu basis terbesar NU, ini tidak terlepas dari peran Kiai Nawawi yang menjadi Mustasyar PBNU tahun 1926 dan merupakan seorang kiai yang berpengaruh di Pasuruan. Akan tetapi baru pada tahun 1935 NU cabang Kabupaten Pasuruan resmi didirikan dengan ketua Kiai Muhammad Dahlan. Peran partai NU dalam pemilihan umum 1955 dan 1971 tidak terlepas dari peran pondok pesantren, kiai, santri, dan elite politik. Pada pemilu 1955 dan 1971 Partai NU Kabupaten Pasuruan selalu mendapatkan perolehan suara terbanyak. Pada saat kampanye kemenangan Partai NU Pasuruan pada pemilu 1955, para kiai tidak segan untuk turun langsung ke lapangan untuk menjadi juru kampanye, selain itu strategi kampanye NU Pasuruan juga didapatkan dari kampanye “tersembunyi” yaitu pada saat pengajian. Pada pemilu 1971 strategi kampanye NU tidak beda jauh dengan pemilu 1955, bedanya pada kampanye tahun 1971 ini ada sedikit pembatasan dari pemerintah karena pada waktu itu ada intervensi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada peneliti lain untuk meneruskan atau menggali lebih dalam tentang sejarah NU di Kabupaten Pasuruan, karena dalam skripsi ini masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki

    Arab Sunni-Wahhâbism and Shia Iran: From Sectarian Conflict, to the Domination of the Gulf Region

    No full text
    Discussions regarding the conflict between Saudi Arabia and Iran in the Middle East have always been framed as a sectarian conflict between Sunni-WahhÄbism and Shia. The study data presented in this article provide a distinct, exhaustive empirical picture. This study aims to present a conceptual framework for the relationship between religious theology in Islam (Sunni WahhÄbi and Shia-ism) and the competitive conflict in the Gulf region, the struggle for dominance in the Middle East region, as a variable for the protracted conflict between Saudi Arabia and Iran, and to predict the future of relations between the two countries following the foreign policy of Muhammad bin Salman. A review of the discussion employing an inductive library research methodology. To generalize a deviation from purely accidental phenomena. In order to analyze this topic in greater depth, the author borrows theory from Max Weber regarding the protestant ethic and spirit of capitalism by placing religion as a belief system and state conflict as a structure of social group action. This study's findings assume that the issue of Sunni-Shia sectarianism is religious propaganda used to win the hegemonic competition in the struggle for territory and dominance in the Gulf region of the Middle East. Before the reign of Muhammad bin Salman, this condition had not changed substantially. In Weber's framework, there has been a distinction known as "ethical inter-minism" between two ethics. On the one hand, the structure of moral ethics is founded on the moral values of Sunni and Shia Islam. But on the political side, moral responsibility confronts the obligation to maintain the disintegration of the nation and state, which is a means to wage war

    MUDARASAH AL-QUR’AN BAGI SANTRI TAHFIDZ TINGKAT REMAJA DI PONDOK PESANTREN MANBA’UL QUR’AN DESA HARJOWINANGUN KEC. DEMPET KAB. DEMAK; STUDI LIVING QUR’AN

    No full text
    Kehadiran al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat menimbulkan kewajiban mempelajarinya dan bermacam variasi respon terhadapnya. Al-Qur’an yang sacral merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril dan barang siapa yang membacanya bernilai suatu ibadah. Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT kepada hambanya yang dijaga kemurniannya dari pengurangan, penambahan dan penggantian huruf. Mengingat dari pada itu, Umat Islam sebagai orang yang memiliki kitab tersebut maka terkena tanggung jawab untuk menjaganya dari segala bentuk pengubahan. Mengenai cara menjaga al-Qur’an, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah yaitu dengan cara menghafal. Dengan melihat pentingnya menghafal al-Qur’an, maka dewasa ini banyak orang yang berlomba-lomba dalam menghafal al-Qur’an, bahkan dalam menempuh hafalannya membutuhkan waktu yang tidak relatif lama. Berdasarkan kondisi diatas bahwa menghafal al-Qur’an itu lebih mudah dari pada menjaga hafalan, sedang apabila melupakannya mendapat dosa, maka penulis tertarik untuk mendeskripsikan lebih jauh bagaimana motivasi dalam melakukan mudarasah al-Qur’an, keutamaan menghafal al-Qur’an dan hambatan-hambatannya. Jenis penelitian ini adalah Field Research (penelitian lapangan) yang bersifat Deskriptif dengan metode kualitatif. Pada tahap deskriptif akan dijelaskan secara detail tentang motivasi dalam melakukan mudarasah al-Qur’an, keutamaan menghafal al-Qur’an, serta hambatan-hambatan yang akan dilalui. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian pada tahap analisa data, penulis menggunakan teori Miles dan Huberman yang batasan dalam proses analisis mencakup tiga sub proses, yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. peneliti melakukan penarikan kesimpulan yang dilakukan bersamaan waktu dengan pengumpulan dan reduksi data dan penulis melakukan verifikasi sebagai dasar atas keabsahan data yang diperoleh. Adapun temuan penulis adalah mudarasah al-Qur’an sebagai wujud terima kasih kepada Allah yang telah memberikan karunia sehingga mampu menghafalkan al-Qur’an, selain itu juga sebagai kewajiban bagi para penghafal al-Qur’an untuk menjaganya yang apabila melupakannya mendapat dosa. Kemudian keutamaan al-Qur’an sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba yang mau menghafalnya, dimaksudkan supaya meluruskan niat dengan keutamaan yang dijanjikan Allah, sebab menghafal al-Qur’an tentu banyak hambatan-hambatan yang akan dilalui oleh para penghafal al-Qur’an dalam mencapai puncak kemuliaan. Jika niat sudah lurus dan benar, maka ketika proses menghafal al-Qur’an tidak akan mudah goyah dengan berbagai rintangannya

    Naskah Mamba’ul Hikmah dan Teks Pencak Silat Harimau Putih (Sebuah Kajian Intertekstual)

    No full text
    Dalam wacana sastra pesantren banyak dikenal sastra tulis dan sastra lisan yang lahir dan berkembang di lingkungan pesantren. Sastra pesantren tersebut sering terbagi dalam (1)puji-pujian, (2)hagiografi, (3) wirid, (4)hizb, (5) wifiq, (6) rajah dan obat-obatan. Naskah rajah dan wifiq adalah naskah pesantren yang banyak berisi ajaran spiritual Islam, hikmah-hikmah yang berupa tulisan gabungan angka dan huruf arab dalam bentuk kotak atau bundar, yang tersusun secara khusus. Fungsi rajah dan wifiq adalah untuk pengobatan, penglarisan, pengasihan, penangkal musuh, penangkal sihir, pengusir jin, dan berbagai keperluan atau hajat seseorang. Naskah-naskah rajah, obat-obatan, dan wifiq dalam khasanah sastra pesantren bersumber dari ayat-ayat Quran, asmaul husna, dan asmaul a’dzam. Di antara kitab yang berisi masalah tersebut adalah Manba’ Usul Al-Hikmah Lil Buni karya Ali Al Buni, kitab Syawariq Al-Anwar Min Ad’yatissadati Al-Ahyar oleh Al-Faqir Sayyid Muhammad bin ‘Uluwi, Kitab At-Thib Ar-Rahmah Wal Hikmah karya Al-Buni, dan Kitab Syamsul Ma’arif karya Ali Al-Buni. Selain kitab-kitab tersebut, ada juga naskah pesantren berbahasa Jawa, bertuliskan arab pegon, yaitu naskah Mamba’ul Hikmah fii Tholsamat wa Adwiyah (Sumber segala Hikmah dalam Jimat dan Obat-obatan) yang ditulis oleh al faqir al wara Ahmad Zaenuri Rasyid. Naskah ini berisi obat-obatan dan rajah untuk berbagai penyakit dan berbagai hajat seseorang. Di antaranya tentang rajah penangkal santet, rajah untuk menagkap thuyul, obat pelangsing, obat cepak jodoh, obat orang gila, obat penawar sihir, dan lain-lain. Kata-kata Kunci : rajah, obat-obatan, sastra pesantren, wifi

    التعريب وأثره في تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها

    No full text
    AbstractThis paper aims to explain ta’rib which is a term from Arabic linguistics. In addition, this paper will also explain how the implications of learning about learning Arabic for non-Arabic learners. Ta'rib is the absorption of new words and terms from non-Arabic languages to Arabic by changing their pronunciation to follow patterns and rules in Arabic. Ta'rib can be done in two ways, first forming a new term to replace foreign terms, the two using foreign languages with Arabic patterns that are in accordance with the stipulated conditions. The implication ta’rib of learning Arabic for learners from outside the Arab world includes 1) giving mufradatfusha before the mufradat ‘amiyyah; 2) emphasize students to use Arabic fusha; 3) emphasize students to look for a translation in the dictionary before absorbing it directly; 4) introducing examples of foreign vocabulary that do not have equivalents in Arabic; 5) explain the provisions that apply to the owner ta’rib before Arabic language learning takes place; 6) emphasizes on students to pay attention to the rules of writing Latin letters that do not have equivalents in Arabic

    EVALUASI PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAGE DI PT. INTERNATIONAL PREMIUM PRATAMA SURABAYA

    No full text
    PT. International Premium Pratama Surabaya merupakan salah satu perusahaan manufactur cabang dari Olympic group yang berada di wilayah timur khususnya Surabaya. Hasil dari PT. International Premium Pratama Surabaya telah dipasarkan dengan brand furniture ternama namun terdapat permasalahan yaitu kondisi gudang yang selama ini tidak optimal dari segi susunan area barang yang seharusnya satu area tidak boleh lebih dari satu barang dan sempitnya gang untuk akses jalan material handling yang menyebabkan operator sulit dalam proses pengambilan barang saat pengiriman berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak gudang barang jadi yang fungsi kegunaannya untuk menyimpan produk jadi menggunakan metode shared storage.Shared storage merupakan metode pengaturan tata letak ruang gudang dengan menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) dimana barang yang paling cepat dikirim diletakkan pada area penyimpanan yang terdekat dengan pintu keluar – masuk (I/O). Metode ini akan lebih baik digunakan pada jenis pabrik yang memiliki ukuran dimensi produk yang sama atau tidak jauh berbeda, karena setiap area penyimpanan bisa saja ditempati oleh jenis produk yang berbeda-beda berdasarkan waktu produksi dan tanggal pengiriman produk tersebut.Sebagai pemecah masalah tersebut dan hasil yang didapatkan adalah selisih nilai total jarak tempuh sebesar 7034,2 meter dari total jarak tempuh awal dimana total jarak tempuh tata letak awal adalah sebesar 11.868 meter sedangkan total jarak tempuh tata letak usulan adalah sebesar 4833,8 meter. Dengan Lebar gang yang diperlukan Hand Pallet sebesar 1,8 m, sehingga kebutuhan ruang dapat dioptimalkan dengan baik

    ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR BAHAN PANGAN DI KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah 1. Komoditas tanaman bahan makanan unggulan apa saja yang ada di masing-masing kecamatan di Kabupaten Boyolali, 2 Bagaimana strategi perencanaan pengembangan subsektor tanaman bahan makanan dilihat dari kelengkapan infrastruktur di Kabupaten Boyolali, 3 Bagaimana laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan yang dimiliki tiap kecamatan di Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Location Quotient (LQ), Shift Share (SS), Klassen Typologi. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ) diketahui pengembangan komoditas padi terdapat di Kecamatan Ngemplak, Kecamatan Banyudono, Kecamatan Sawit. Komoditas tanaman jagung terdapat di Kecamatan Selo, Kecamatan Ampel, Kecamatan Cepogo dan Kecamatan Musuk. Komoditas ubi kayu di Kecamatan Klego, kecamatan Simo. Komoditas ubi jalar di Kecamatan Selo, Kecamatan Simo dan Kecamatan Mojosongo. Komoditas kacang tanah ada di Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Nogosari. Komoditas kedelai di Kecamatan Juwangi, Kecamatan Sambi, Kecamatn Kemusu dan Kecamatan Wonosegoro
    corecore