120 research outputs found
Analisis Isi Personal Branding Prabowo Subianto melalui Konten Instagram sebagai Calon Presiden Indonesia 2024
Setiap individu memiliki karakter unik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, pendidikan, keluarga, dan interaksi sosial. Ini membentuk reputasi mereka, yang di era digital juga dikenal sebagai personal branding. Personal branding membantu membangun persepsi positif tentang diri sendiri di mata orang lain, terutama dalam konteks membangun kepercayaan dan dukungan, terutama untuk pejabat publik. Media sosial, seperti Instagram, menjadi platform penting untuk membangun personal branding di Indonesia, dengan berbagai fitur yang memungkinkan interaksi aktif dan menampilkan kegiatan yang menarik. Banyak pejabat publik memanfaatkan platform ini untuk membangun citra positif mereka, seperti Prabowo Subianto, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Teori utama yang digunakan adalah Personal Branding yang memiliki delapan konsep menurut Peter Montoya (2002). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi pada 120 konten Instagram @prabowo terhitung sejak 23 April 2024 saat Prabowo Subianto ditetapkan menjadi calon Presiden sampai 20 Oktober 2024 saat dilantiknya Prabowo Subianto menjadi Presiden. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto 85% memperoleh persentase nilai sebesar 19,1% pada dimensi The Eight Laws of Personal Branding di media sosial, dengan skor tertinggi pada dimensi keterlihatan (The Law of Visibility) dan terendah pada dimensi Nama baik (The Law of Goodwill). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ganjar Pranowo telah berhasil mengaplikasikan konsep The Eight Laws of Personal Branding menurut Teori Personal Branding Montoya (2002). Diharapkan, Prabowo Subianto dapat mempertahankan citra personal branding-nya yang kuat di Instagram, dengan terus menghasilkan unggahan yang memiliki persentase tinggi di masa depan
Studi Putusan KPPU RI No. 28/KPPU-M/2019 Atas Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan (Akuisisi) Saham PT. Prospek Karyatama Oleh PT. Sarana Farmindo Utama Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah
MUHAMMAD HANDOYO SUBIANTO, 1415202056 “Studi Putusan KPPU RI No. 28/KPPU-M/2019 Atas Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan (Akuisisi) Saham PT. Prospek Karyatama Oleh PT. Sarana Farmindo Utama Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah”. Lahirnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Indonesia sebagaimana amanat dari Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat dikarenakan banyaknya pelanggaran yang terjadi dalam sektor ekonomi oleh pelaku usaha yang membuat pereknomian di Indonesia menjadi tidak berkembang. Pada tahun 2020 KPPU telah menangani 36 perkara, tujuh belas diantaranya merupakan kasus pelanggaran persaingan usaha sementara 11 merupakan perkara keterlambatan pemberitahuan merger dan akuisisi serta 8 perkara pelanggaran pelaksnaan kemitraan. Dari jumlah perkara tersebut, telah dihasilkan 15 putusan perkara yang diantara adalah Putusan KPPU RI No. 28/KPPU-M/2019. Masalah penelitian ini adalah bagaimana mekanisme akuisisi saham PT. Prospek Karyatama oleh PT. Sarana Farmindo Utama. Bagaimana pertimbangan KPPU RI dalam Putusan No. 28/KPPU-M/2019. Bagaimana pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap putusan KPPU RI No. 28/KPPU-M/2019 dihubungkan dengan UU No. 5 Tahun 1999. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme akuisisi saham PT. Prospek Karyatama oleh PT. Sarana Farmindo Utama, untuk mengetahui pertimbangan KPPU RI dalam Putusan No. 28/KPPU-M/2019, untuk mengetahui pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap putusan KPPU RI No. 28/KPPU-M/2019 dihubungkan dengan UU No. 5 Tahun 1999. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat yuridis-normatif dengan menggunakan tiga pendekatan masalah yaitu pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan konseptual (Conseptual Approach) dan pendekatan kasus (Case Approach). Hasil Penelitian ini menyimpulkan, pertama pengambilalihan saham PT. Sarana Farmindo Utama adalah melalui jual beli saham kepada PT. Prospek Karyatama yang menyebabkan nilai aset dan nilai penjualan melebihi batas sehingga berubahnya komposisi pemegang saham, kedua Majelis Komisi dalam menjalankan fungsinya sudah sangat kredibel dalam penanganan dengan memperhatikan banyak aspek pertimbangan, dan ketiga Islam sudah sangat tegas mengatur apa yang telah dijalankan KPPU RI dalam menangani perkara sampai putusannya. Keyword: KPPU, Akuisisi, Hukum Ekonomi Syariah
Leadership Communications of Prabowo Subianto in Facebook Fanpage
Kehadiran media sosial memudahkan setiap orang untuk berkomunikasi dengan konstituennya. Media sosial tidak terhalangi oleh persoalan ruang dan waktu. Sehingga setiap orang bisa berkomunikasi dengan siapapun dan di manapun. Tak terkecuali bagi (calon) pemimpin. Sebagai pemimpin, Prabowo Subianto membuka saluran komunikasi melalui media facebook dan twitter. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah bagaimana komunikasi yang dilakukan oleh Prabowo Subianto. Menggunakan metode penelitan analisis naratif, penulis meneliti teks pernyataan Prabowo Subianto tanggal 17 Agustus 2014 menjelang pelantikan presiden periode 2014-2019. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pola berkomunikasi Prabowo Subianto yang dianalisis berdasarkan pernyataan-pernyatannya dalam menyikapi situasi politik selalu berpijak kepada UUD 1945 serta keutuhan bangsa (NKRI). Sedangkan dalam menarasikan sebuah peristiwa kebangsaan Prabowo Subianto juga sangat menekankan bagaimana kepentingan bangsa harus diutamakan dari kepentingan individu dan golongan. Sehingga, kekecewaan yang bersumber dari situasi emosional kelompok menjadi tidak berarti dibandingkan kepentingan dalam menjaga keutuhan bangsa.Social media presence allows every person to communicate with the others. It was not deterred by the problems of space and time. So that every person can communicate with anyone, anywhere. No exception for (candidate) leaders. As a leader, Prabowo open channels of communication through the medium of Facebook and Twitter. The problem of this study is how communication is done by Prabowo. Using narrative analysis research methods, the author examines the text Prabowo statement (August 17, 2014) ahead of the Presidential inauguration period 2014-2019. From the conclusion, that the way of communicating Prabowo analyzed based on the statements in response to the political situation always adheres to the 1945 Constitution and the integrity of the nation. While in narrating a national event Prabowo also emphasizes how the interests of the nation must take precedence over the interests of individuals and groups. Thus, the disappointment that comes from an emotional situation becomes a meaningless group than in the interests of preserving the integrity of the nation
Joko Widodo, Prabowo Subianto i pytania o przyszłość demokracji w Indonezji
In the article, the author argues that Prabowo Subianto, the new president of Indonesia, despite his military past during the Suharto regime, despite human rights violations and authoritarian disposition, will not introduce a significant breakthrough in the democratic regression in Indonesia. The weakening of democracy in this country is a process that has been ongoing almost since the beginning of the 21st century. The author points out that many undemocratic solutions, as well as an undemocratic style of management, have been somewhat normalized by the current president of Indonesia, Joko Widodo. Thus, Prabowo Subianto is only the closing of the process of autocratization of democracy in Indonesia.W artykule Autor stawia tezę, że Prabowo Subianto, nowy prezydent Indonezji, mimo wojskowej przeszłości w czasach reżimu Suharto, mimo łamania praw człowieka i autorytarnego usposobienia, nie wprowadzi istotnego przełomu w demokratycznym regresie w Indonezji. Słabnięcie demokracji w tym państwie jest procesem trwającym niemal od początku XXI w. Autor wskazuje, że wiele niedemokratycznych rozwiązań, a także niedemokratyczny styl zarządzania zostały niejako znormalizowane przez dotychczasowego prezydenta Indonezji, Joko Widodo. Tym samym Prabowo Subianto stanowi jedynie domknięcie procesu autokratyzacji demokracji w Indonezji
Joko Widodo, Prabowo Subianto and Questions About the Future of Democracy in Indonesia
W artykule Autor stawia tezę, że Prabowo Subianto, nowy prezydent Indonezji, mimo wojskowej przeszłości w czasach reżimu Suharto, mimo łamania praw człowieka i autorytarnego usposobienia, nie wprowadzi istotnego przełomu w demokratycznym regresie w Indonezji. Słabnięcie demokracji w tym państwie jest procesem trwającym niemal od początku XXI w. Autor wskazuje, że wiele niedemokratycznych rozwiązań, a także niedemokratyczny styl zarządzania zostały niejako znormalizowane przez dotychczasowego prezydenta Indonezji, Joko Widodo. Tym samym Prabowo Subianto stanowi jedynie domknięcie procesu autokratyzacji demokracji w Indonezji.In the article, the author argues that Prabowo Subianto, the new president of Indonesia, despite his military past during the Suharto regime, despite human rights violations and authoritarian disposition, will not introduce a significant breakthrough in the democratic regression in Indonesia. The weakening of democracy in this country is a process that has been ongoing almost since the beginning of the 21st century. The author points out that many undemocratic solutions, as well as an undemocratic style of management, have been somewhat normalized by the current president of Indonesia, Joko Widodo. Thus, Prabowo Subianto is only the closing of the process of autocratization of democracy in Indonesia
Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.Com dan Cnnindonesia.Com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024
This research is entitled Objectivity of Online Media Coverage Kompas.com and
CNNIndonesia.com regarding Prabowo Subianto's candidacy in the 2024 Presidential
Election. The purpose of this study is to explain the results of the comparison of the
objectivity of news content related to the reporting of Prabowo Subianto's candidacy in
the 2024 presidential election in both Kompas.com and CNNIndonesia.com. The research
method used by the author in this study is a descriptive method with a quantitative
approach. The theory used is Jorgen Westerstahl's concept of objectivity. The population
in this study includes coverage related to reporting on Prabowo Subianto's candidacy in
the 2024 presidential election in two online media, namely kompas.com and
CNNIndonesia.com in the timeframe that has been set on the problem boundary, namely
October 10, 2021 to January 13, 2022. 75 news obtained from the two media dared to use
the total sample technique. Researchers carried out data analysis techniques, namely
validity tests, reliability tests, single table analysis which were then described against the
indicators of objectivity. The results of the research are able to prove that Kompas.com is
superior in reporting objectively regarding the candidacy of Prabowo Subianto in the
2024 Presidential Election based on measurements of the seven indicators contained in
the Westerstahl objectivity model.Penelitian ini berjudul Objektivitas Pemberitaan Media Daring Kompas.com dan
CNNIndonesia.com terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2024.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hasil dari perbandingan objektivitas isi
berita terkait pemberitaan pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan pesiden 2024
dalam kedua media daring Kompas.com dan CNNIndonesia.com. Metode penelitian yang
digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Teori yang digunakan adalah konsep objektivitas Jorgen Westerstahl. Populasi
pada penelitian ini adalah mencakup pemberitaan yang berkaitan dengan pemberitaan
pencalonan Prabowo Subianto pada pemilihan presiden tahun 2024 dalam dua media
dalam jaringan yaitu kompas.com dan CNNIndonesia.com pada rentang waktu yang telah
ditetapkan pada batasan masalah, yakni 10 Oktober 2021 sampai 13 Januari 2022. Sampel
berjumlah 75 berita dari kedua media daring dengan menggunakan teknik total sampel.
Peneliti melakukan serangkaian teknik analisis data, yaitu uji validitas, uji reliabilitas,
analisis tabel tunggal yang kemudian di deskripsikan terhadap indikator objektivitas.
Hasil peneltian mampu membuktikan bahwa Kompas.com lebih unggul dalam melakukan
pemberitaan secara objektif terkait Pencalonan Prabowo Subianto pada Pemilihan
Presiden 2024 berdasarkan pengukuran terhadap ketujuh indikator yang terdapat di dalam
model objektivitas Westerstahl.207 HalamanSkripsi Sarjan
Analysis of the digital campaign strategies of Prabowo Subianto and Anwar Ibrahim on the Tiktok platform in the 2024 Indonesian Elections and the 2022 Malaysian Elections
This article discusses digital campaign trends in the general elections of Indonesia and Malaysia, focusing on the use of the TikTok platform by Prabowo Subianto and Anwar Ibrahim. Employing a qualitative research method and the public communication campaign theory by Charles K. Atkin and Ronald E. Rice (2012), this study analyzes the strategies, messages, and implementation of the digital campaigns of both candidates through the campaign content released on TikTok videos. The findings from the desk study approach and content analysis indicate that Prabowo Subianto uses a dynamic visual approach and "cute" imagery to attract young voters, while Anwar Ibrahim emphasizes authenticity and emotional engagement to build trust. Both candidates exhibit similarities in the use of visual, educational, and interactive content. The differences lie in the use of AI technology, which is only utilized by Prabowo Subianto. This research finds that social media, particularly TikTok, has become an essential tool in shaping public perception and garnering voter support, with significant implications for the presidential elections in both countries
Sujud tilawah
Buku sujud tilawah ini ditulis untuk memberikan penjelasan terhadap apa yang penulis alami, ketika ternyata tidak semua pribadi memahami dan melaksanakan sujud tilawah. Allah SWT memberikan perintah dan contoh yang sudah dikerjakan oleh tuntunan umat manusia. Nabi akhir jaman Muhammad SAW
Narasi kebangsaan dalam pidato pelantikan Presiden RI Prabowo subianto: Analisis wacana kritis
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana narasi kebangsaan dikonstruksi dalam Pidato Pelantikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk, yang meliputi struktur mikro, superstruktur, dan struktur makro. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data utama berupa teks pidato resmi pelantikan Presiden RI periode 2024–2029. Hasil analisis struktur mikro menunjukkan bahwa narasi kebangsaan dibangun melalui pemilihan diksi nasionalistik, penggunaan pronomina inklusif “kita”, pola sintaksis repetitif dan imperatif, serta kohesi yang menegaskan kedekatan antara pemimpin dan rakyat. Selain itu, gaya retoris seperti metafora perjuangan, antitesis moral, dan pepatah tradisional memperkuat gambaran bangsa sebagai komunitas yang berani, bermartabat, dan memiliki ingatan kolektif yang kuat. Pada superstruktur, pidato tersusun dalam skema retorika yang koheren, dimulai dari pembukaan yang menegaskan legitimasi konstitusional, penggambaran tantangan bangsa, penegasan identitas historis, penyampaian agenda strategis seperti swasembada pangan dan energi, ajakan persatuan nasional, hingga penutup yang menekankan visi Indonesia Emas. Pada struktur makro, ditemukan tema-tema besar yang mendasari keseluruhan pidato, yaitu identitas bangsa pejuang, tantangan nasional dan global, urgensi kemandirian dan keberdaulatan, pentingnya demokrasi yang santun, serta masa depan bangsa yang digambarkan optimis dan inklusif. Keseluruhan struktur ini mengonstruksi pidato pelantikan sebagai perangkat ideologis yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengarahkan identitas, solidaritas, dan visi kolektif bangsa Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan agar kajian serupa mengintegrasikan analisis multimodal dan intertekstualitas dengan dokumen kebijakan publik untuk memperluas pemahaman tentang ideologi dalam wacana kenegaraan.
PENGARUH INVESTASI, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN MUSI RAWAS
Purpose - The purpose of this research was to analyze the Influence between economic growth in MusiRawas with the Investment, Government Expenditure and Employment Musi Rawas. Design/methodology - The data used in this research is secondary data in the form of time series data from 1994 till 2013. The analytical tool used to determine the effect of independent variables with dependent variable is by using multiple regression analysis.Findings – The author finds that the independent variables were used as models in this study could explain the dependent variable and the remaining 59,07% is explained by other variables that are not included in this study. Based on the results of F-test that overall the independent variable (Investment, Government Expenditure and Employment) provides a significant influence on the dependent variable (Growth). While partially based regression test revealed that only Labour that do not significantly affect economic growth, while investment and government spending affect the economic growt
- …
