3,425 research outputs found
Kewirausahaan Santri : Bimbingan Santri Mandiri
Buku ini di susun untuk membekali para santri tentang hal-hal yang berkaitan dengan kewirausahaan.113 hlm
Strategi dakwah Kiai Muhammad Naf’an dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah Langgardalem Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus
Muhammad Thoha Al Amin (1601036089), Strategi Dakwah Kiai Muhammad Naf’an dalam Membentuk Akhlak Santri di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah Langgardalem Kecamatan Kota Kudus Kabupaten Kudus, Jurusan Manajemen Dakwah (MD), 2022.
Dakwah Islam bertujuan untuk memengaruhi sikap batin dan perilaku masyarakat menuju tatanan keshalihan individu dan keshalihan sosial. Kiai Muhammad Naf’an merupakan salah satu tokoh agama di Desa Langgar Dalem dan beliau juga pengasuh pondok pesantren Al-Maimuniyyah, berdiri sejak tahun 2010 yang terbilang pondok baru tetapi memiliki jumlah santri yang cukup banyak. Santri di pondok pesantren Al-Maimuniyyah membutuhkan bimbingan yang intensif karena masih banyak terdapat santri yang melakukan pelangaran peraturan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini diantaranya adalah 1) Bagaimana strategi dakwah Kiai Muhammad Naf’an dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah Langgar Dalem Kota Kudus?. 2) Apa faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah Langgar Dalem Kota Kudus?
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dakwah Kiai Muhammad Naf’an dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Maimuniyyah. Dan juga menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data-data yang ditemukan kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan model analisis Miles and Huberman yaitu dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menemukan bahwa Kiai Muhammad Naf’an dalam upaya membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al- Maimuniyyah menerapkan tiga strategi dakwah yaitu 1) Strategi Sentimentil, dilakukan dengan cara memberikan nasihat kepada santri dan mengajarkan untuk saling mengasihi dan mengutamakan kebersamaan diantara para santri. 2) Strategi Rasional, dilakukan dengan mengadakan pengajian kitab akhlak, pemberlakuan tata tertib, pemberian ta’zir atau hukuman, dan pelaksanaan musyawarah. 3) Strategi Indrawi, dilakukan dengan cara menerapkan praktik keagamaan dan keteladanan. Adapun faktor pendukung strategi dakwah Kiai Muhammad Naf’an dalam membentuk akhlak santri diantaranya 1) Kemampuan Kiai Muhammad Naf’an dalam memimpin pondok pesantren, 2) Kualitas keilmuan pengajar, 3) Kebijakan pesantren, 4) Lingkungan sekitar pesantren. Sedangkan faktor penghambat strategi dakwah beliau meliputi 1) Keterbatasan pengasuh, pengurus, dan pengajar di pesantren Al-Maimuniyyah, 2) Dampak negatif perkembangan teknologi, 3) Pergaulan santr
Strategi dakwah KH. Muhammad Tauhid dalam meningkatkan religiusitas santri di Pondok Pesantren Al Madani Semarang
Skripsi yang berjudul “Strategi Dakwah KH Muhammad Tauhid Dalam Meningkatkan Religiusitas Santri Di Pondok Pesantren Al-Madani Semarang disusun oleh Winda Setiawan (1601036122) dengan tujuan untuk mengetahui strategi dakwah yang dilakukan KH Muhammad Tauhid dalam meningkatkan religiusitas santri di Pondok Pwsantren Al Madani.
Guna memahami Strategi Dakwah K.H Muhammad Tauhid Dalam Meningkatkan Religiusitas Santri Di PonpesAl-Madani Semarang, maka peneli menakai metode penelitian kualitatif deskriptif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan: 1) Teknik wawancara, peneliti melakukan wawancara terhadap K.H Muhammad Tauhid, keluarga, Ustadz, beserta santri. Teknik wawancara digunakan untuk mengetahui aktivitas dakwah dan stratetegi dakwah yang dilakukan K.H Muhammad Tauhid Dalam Meningkatkan Religiusitas Santri Di Ponpes Al-Madani. 2). Teknik observasi, dalam hal ini penulis mencatat dan mengamati langsung kegiatan dakwah K.H Muhammad Tauhid Dalam Meningkatkan Religiusitas Santri. 3) Dokumentasi, dalam mendapatkan data, penulis juga mengumpulkan dokumen-dokumen tentang kegiatan dakwah K.H Muhammad Tauhid Dalam Meningkatkan Religiusitas Santri di Ponpes Al-Madani Semarang.
Strategi dakwah yang dilakukan K.H Muhammad Tauhid di Pondok Pesantren Al-Madani dengan cara memberikan kajian kitab-kitab keagamaan dan akhlak. Kemudian membimbing ruhaniyyah santri agar senantiasa menjalankan syariat islam sebagaimana mestinya. Adapun kegiatan tersebut meliputi Mujahadahan, istighosahan, tirakat, riyadhah puasa senin kamis maupun dawud. Faktor pendukung strategi dakwah K.HMuhammad Tauhid dalam meningkatkan religiusitas santri kualitas keilmuan dan kemampuan K.H Muhammad Tauhid dalam mengasuh, dukungan istri dan keluarga, kepemimpinan KH Muhammad Tauhid diberbagai organisasi baik keagamaan maupun kenegaraan sehingga dapat dikenal banyak kalangan untuk memasukkan anak-anak di Pondok pesantren Al-Madani. Faktor penghabat strategi K.H Muhammad Tauhid keterbatasan pengajar, perkembangan teknologi yang megandung unsur negative yang dapat memnghambat religiusitas santri saat berlibur, pergaulan santri saat dirumah sehingga kurang pengawasan dari pengasuh maupun pengurus Pondok Pesantren Al-Madani
Peran Pendidikan Pesantren untuk Membentuk Kemandirian Penghafalan Al-Qur’an (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nur Muhammad)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pendidikan pesantren dalam membentuk kemandirian santri Pondok Pesantren Nur Muhammad, kemandirian seperti apa yang dimiliki oleh santri Pondok Pesantren Nur Muhammad, serta factor pendukung dan penghambat dalam membentuk kemandirian santri Pondok Pesantren Nur Muhammad. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus santri di Pondok Pesantren Nur Muhammad. Hasil penelitian didapatkan peran pendidikan pesantren adalah sebagai control dan kurikulum pembelajaran. Santri juga mampu menyelesaikan tugasnya sendiri dan mampu membagi waktu atau mengatur waktu seperti waktu sholat, mengaji, sekolah, belajar, murojaah, tugas piket, serta waktu dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di pesantren. Faktor pendukung kemandirian santri di pondok pesantren Nur Muhammad yaitu dukungan penuh dari kiai atau pengasuh pondok pesantren, Adanya kekompakan antara ustadz dan ustadzah, murobbi, dan para pengurus di pondok pesantren.dan dukungan dan respon yang baik dari wali santri. Sedangkan factor penghambat terdapat dalam diri santri sendiri, Latar belakang santri yang berbeda-beda, dan Kurangnya kesadaran santri di pesantren dalam melakukan tugas dan kewajibannya di pondok pesantren. Kata Kunci: Peran, Pendidikan Pesantren, Kemandiria
STRATEGI KOMUNIKASI PENGASUH PONDOK DALAM PEMBINAAN AKHLAK SANTRI
In Indonesia there are many Islamic religious institutions, which are due to the Islamic majority of Indonesians. In the sambas district there is also the Islamic institution of education that has existed since 1979, the reformatory of Muhammad Basiuni Imran (PPMBI) sambas district. The purpose of this study is to learn about communication strategies used by PPMBI caregiver to morticizing santri. The approach used was peddlers sociological. The kind of research used in this study is qualitative. The data-collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. These research data analysis techniques are data reduction, data display, and verification or conclusions. Whereas the authentication technique used by researchers was the data triangulation and the crew check. Research is based on the strategy that non-commissioned nurses of PPMBI engage in moral policing is persuasion in form of santri, method, attention, dialog or question-and-answer, and rule models
Interpreting the Concept of Ngalap Berkah as Pesantren Tradition in the Perspective of Santri
Discussion on the tradition of Pesantren is critical and needs to be studied in more depth. This is because the study never ceases to be debated both from the historical side and its characteristics. This goal aims to understand three things: First, the existence of students viewed from the point of historicity through the study of the sociology of religion in Indonesia. Second, the paradigm of the concept of barakah is rooted in the world of Pesantren. Third, understanding the concept of barakah that internalizes students to take action in tabarruk or ngalap berkah social practices. The method used is through a literature study approach, examining the texts of articles with similar themes based on the theory of symbolic interactionism. Data collection is carried out by selection, classification, and categorization. The results found three things: First, in the study of the sociology of religion, Santri is an essential element in the Indonesian subculture called Pesantren. The existence of Santri is the typical determinant of a Pesantren. Second, the concept of barakah that students understand is very diverse; some call it ziyādatul khoīr, the Grace of God, miracles, benefits, and an amulet. In this case, the variety of meanings is adjusted to each insight and experience of Santri in Pesantren. Third, the concept of ngalap berkah becomes a tradition in Pesantren as a form of social practice of Santri which starts from the understanding of each Santri. The term tabarrukan is divided into two parts, namely in the form of ta’zīm and sam’an wa thā’atan. The conclusion of this paper shows that these three aspects (santri, barakah, and ngalap berkah) are a unity that cannot be validated in forming a pesantren
Strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang
Penelitian dengan judul “Strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, adapun metode sumber datanya yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi adapun analisa datanya mengunakan deskriptif kualitatif. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di PondokPesantren Al-Uswah? 2) Apa faktor penghambat dan pendukung dalam membentuk akhlak santri di PondokPesantren Al-Uswah?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang yaitu strategi merupakan cara yang dijalankan atau yang dikerjakan dalam upaya untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan. Di pondok pesantren Al-Uswah tentunya KH. Muhammad Thoyyib Farchany mempunyai cara atau strategi dalam upaya pembentukan akhlak santri. Adapun strategi KH. Muhammad Thoyyib Farchany dalam membentuk akhlak santri di pondok pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang yaitu: 1) Keteladanan,2) Pengajian Kitab-kitab Akhlak, 3) Mengadakan Kegiatan Keagamaan, 4) Pembentukan Tata Tertib dan Peraturan Pondok, dan 5) Ta’zir. Dalam upaya pembentukan akhlak di pondok pesantren Al-Uswah Gunungpati Semarang tentunya KH. Muhammad Thoyyib Farchany beberapa faktor baik yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam mencapai tujuan tersebut. Adapun faktor yang menjadi pendukung dan penghambatnya adalah sebagai berikut: Faktor pendukung: faktor internal meliputi 1) Kemampuan, pengalaman dan keterampilan seorang pengasuh. 2) Kesungguhan para ustadz dan ustadzah dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya di pondok pesantren Al-Uswah. 3) Kekompakandan rasa persaudaraan yang tinggi antara pengasuh dengan para ustadz dan ustadzah. 4) Semua ustadz dan ustadzah memiliki keilmuan baik intelektual maupun spiritual yang mumpuni. 5) Kepatuhan para santri terhadap aturan-aturan pondok. 6) Kemampuan para santri dalam menyerap pelajaran. 7) Kepribadian. Faktor eksternal meliputi 1) Keluarga. 2) Lingkungan. 3) Dukungan dari pemerintah Kota Semarang. Faktor penghambat: faktor internal meliputi 1) Keterbatasan waktu dalam memberikan pelajaran kepada para santri. 2) Masih kurangnya sarana dan prasarana yang di miliki pondok pesantren Al-Uswah. Faktor eksternal meliputi 1) Kesibukan Orang Tua. 2) Lingkungan. 3) Media Massa
Santri siaga jiwa raga: santri pancasilais
Sesuai dengan tema Hari Santri Nasional 2021 ini, penerbitan
buku ini dimaksudkan untuk penyebarluasan hasil karya para Santri. Informasi yang disampaikan dalam buku ini selain sebagai sumber informasi baru juga diharapkan sebagai media
komunikasi dan kerjasama para santri lintas bidang keilmuan di
Indonesia yang akan mendukung penguatan peran dan fungsi
pesantren dengan berbagai backgroundnya, baik pesantren
salaf, modern atau kolaborasi antara salaf dan modern
Sufisme Jawa ajaran martabat tujuh sufi agung mangkunegaran Kyai Muhammad Santri (tokoh perlawanan kolonialisme dan penggerak nasionalisme)
Buku ini sebagai hasil dari kajian Disertasi mengangkat sosok Kyai Muhammad Santri yang berdarah biru ningrat Mangkunegeran. Kyai Santri tokoh tersembunyi yang memiliki peranan penting dalam penyebaran ilmu tasawuf
falsafi, sebagai tokoh perlawanan kolonialisme dan tokoh penggerak kemerdekaan (nasionalisme). Melalui buku ini pembaca akan mengenal sosok Kyai Muhammad Santri dan bagaimana ajaran tasawufnya dan perannya dalam melawan
kolonialisme hingga Indonesia menjadi negara yang merdeka
STRATEGI DAKWAH K.H. MUHAMMAD ALI SHODIQ UMMAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien Ngunut Tulungagung)
Judul :Strategi Dakwah K.H. Muhammad Ali Shodiq Umman dalam Membentuk Karakter Santri
Penulis :Rahmadani Ari Fernandri Pembimbing :Dr. Mutrofin, M. Fil.I.
Kata Kunci :Strategi Dakwah, Pembentukan Karakter, Pondok Pesantren, K.H. Muhammad Ali Shodiq Umman, Hidayatul Mubtadiien
Penyebaran agama Islam di Indonesia berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan agama dan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah K.H. Muhammad Ali Shodiq Umman di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien Ngunut Tulungagung, khususnya dalam membentuk karakter santri yang religius dan disiplin. Penelitian juga mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi dakwah ini, serta mengevaluasi dampaknya terhadap perkembangan karakter santri dalam menghadapi tantangan modernisasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian adalah K.H. Muhammad Ali Shodiq Umman, santri, dan staf pengajar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien, dengan lokasi penelitian di Tulungagung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah K.H. Muhammad Ali Shodiq Umman meliputi pendekatan keteladanan, pembiasaan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari santri, serta pengawasan berkelanjutan. Strategi ini efektif dalam membentuk karakter santri yang disiplin, jujur, dan mandiri. Faktor pendukung utama meliputi kedekatan Kiai dengan para santri dan lingkungan pesantren yang kondusif. Namun, terdapat hambatan berupa pengaruh budaya luar dan keragaman latar belakang santri. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pembentukan karakter melalui adaptasi strategi dakwah terhadap perkembangan sosial dan budaya
- …
