9 research outputs found
A SWOT Analysis Approach in Tourism Management Strategies for Promoting Social and Cultural Sustainability
The study objective is to formulate tourism management strategies to support socio-cultural sustainability in Sade Village, Central Lombok, with a focus on balancing the preservation of traditional values and the utilization of tourism economic potential. Specifically, this study identifies internal and external factors that influence destination management through a SWOT analysis approach. The methodology used was exploratory-sequential mixed methods. The qualitative stage involved in-depth interviews with traditional leaders and participatory observation, while the quantitative stage collected data on the perceptions of 120 tourists through questionnaires. Data analysis was conducted in an integrated manner, where findings from both approaches were validated through triangulation and then synthesized in a SWOT matrix to formulate strategies. The research results reveal that the main strength of Sade Village lies in the preservation of authentic Sasak culture, including traditional architecture and ikat weaving crafts. However, the community's capacity in tourism management and digital marketing remains a significant weakness. Based on SWOT analysis, four core strategies were formulated: (1) Utilizing cultural strengths for digital promotion and halal tourism (SO); (2) Strengthening community control to mitigate cultural commercialization (ST); (3) Improving community capacity through training (WO); and (4) Developing participatory monitoring mechanisms to reduce economic inequality (WT). These strategies are designed to ensure that tourism contributes to economic prosperity without compromising socio-cultural sustainability
Policy Implications of Farmer Household Strategies in Karehkel Village: Responding to Neoliberal Agricultural Shifts
Karehkel Village is recognized for its vast agricultural potential, with most residents relying on farming. However, the government’s neoliberal policies, such as infrastructure development and investment enhancement, have significantly affected Karehkel’s agrarian structure. Research was conducted using a qualitative approach, with in-depth interviews exploring the history of Karehkel’s agrarian system as a symbol of identity and culture. Farming is seen as an ancestral heritage to be preserved. In response to neoliberal policieswhich are adaptive and solution-oriented, such as storing rice for personal consumption, selling to middlemen at high prices, and limiting land sale activities, have been able to overcome the challenges of neoliberal policies at least until now.. The agrarian structure’s transformation has led to challenges and barriers, including the repurposing of traditional farmland for property investments or businesses, a decline in local land ownership with most lands transferring to investors, and a decrease in farmers’ socio-economic independence in food provision. The government’s lack of effective solutions to maintain agricultural land sustainability has resulted in reduced agricultural production, increased dependence on external parties, migration and social changes, and diminished interest in agriculture among the youth.
Keywords: agrarian structure, farming households, neoliberal policies, strategie
Estimasi Slip Rate di Sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1
Provinsi Lampung merupakan salah satu pulau yang memiliki potensi bencana gempa bumi di masa mendatang dikarenakan berada dalam jalur sesar Sumatera yaitu Sesar Semangko. Potensi gempa bumi di zona sesar Semangko dapat diestimasi dengan menghitung slip rate sesar Semangko. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi slip rate sesar Semangko menggunakan data Advanced Land Observing Satellite (ALOS) Phased Array L-band SAR (PALSAR 1) dengan rentang data 2007 hingga 2010. Data InSAR diestimasi menggunakan metode the small baseline subset (SBAS) InSAR time-series technique dengan menggunakan koreksi velocity dari stasiun GNSS. Hasil LOS velocity InSAR terkoreksi dengan velocity stasiun GNSS sebesar 2,97 mm/tahun sampai dengan 8,67 mm/tahun. Hasil estimasi slip rate sesar Semangko menggunakan ALOS PALSAR 1 sebesar 11,40 mm/tahun
EFFICIENCY OF IMPLEMENTING SIMPLE WATER FILTRATION TECHNOLOGY IN PARAN TONGA VILLAGE KECAMATAN SIMANGAMBAT SUB-DISTRICT, NORTH PADANG LAWAS UTARA DISTRICT
The water problem in Parantonga Village is very worrying where the water conditions are murky, sandy and muddy. Plus the contamination of one of the closest water sources, namely the Barumun river. This condition makes people creative in creating simple water filter devices that can filter dirt. From the problems experienced by the community, they provide information about how much they need clean water. This research aims to become a source and voice the community’s difficulties so that it becomes a reference for the government in decision making. Making appropriate technological water filter equipment using several filter materials, namely coral, palm fiber and sand, has been proven to be able to purify water that was originally cloudy to become clear like rainwater and can be consumed physically as clean water. Having this tool makes it easier for the people of Parantonga village to get clean water and also prevents people from various dangerous diseases due to continuous consumption of dirty water. The research was carried out by conducting interviews as well as observations via online platforms and other data sources of information taken from various journals
PELATIHAN WAWANCARA KERJA BAGI ANGGOTA KARANG TARUNA SATYA WIRA BHAKTI LAMPUNG TIMUR
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi yang dapat berkembang. Pada organisasi kemasyarakatan, terdapat Karang Taruna yang beranggotakan para pemuda yang tidak hanya saja dapat menjadi penggerak tetapi juga role model bagi pemuda lainnya. Akan tetapi, masih kurang meratanya akses terhadap informasi menyebabkan kurangnya kompetensi-kompetensi penting yang harus dimiliki oleh para pemuda Karang Taruna padahal hal-hal tersebut merupakan faktor penting untuk memiliki daya saing. Oleh karena itu, Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini melakukan analisis kebutuhan dan menemukan bahwa mereka membutuhkan pelatihan persiapan kerja, khususnya wawancara. Pelatihan dilakukan selama beberapa sesi melalui penyampaian materi dan juga praktik langsung. Pre-test dan post-test dilakukan sebagai evaluasi efektivitas pelatihan juga sebagai refleksi diri bagi setiap individu peserta. Berdasarkan hasil tes, rata-rata setiap indikator menunjukkan peningkatan; pemahaman, sikap dan perilaku. Hal ini berarti pelatihan menunjukkan efektivitas meskipun keberlanjutan program seperti tetap harus dilakukan guna terus meningkatkan kemampuan para pemuda dalam praktik wawancara kerja
Identifikasi Tanaman Paku (Pteridophyta) Di UIN Sumatera Utara Kampus II
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberagaman spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang terdapat di Kampus II UIN Sumatera Utara. Studi ini menggunakan metode survei eksplorasi di area kampus yang memiliki luas sekitar ±10 hektar. Titik pengamatan dilakukan di lokasi strategis seperti taman utama, tepi kolam, dan area di sekitar bangunan fakultas. Dari hasil penelitian, ditemukan empat spesies utama, yaitu Nephrolepis cordifolia, Rumohra adiantiformis, Osmunda claytoniana, dan Phlebodium aureum. Setiap spesies ditemukan di habitat yang berbeda sesuai dengan karakteristik lingkungannya. Nephrolepis cordifolia ditemukan di sepanjang jalan dengan kelembapan sedang, Rumohra adiantiformis tumbuh di area teduh dekat kolam, Osmunda claytoniana ditemukan di area basah dekat saluran air, sementara Phlebodium aureum ditemukan hidup epifit pada batang pohon tua dengan cahaya yang tidak langsung. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai keanekaragaman tumbuhan paku di kampus sebagai potensi konservasi loka
Pelatihan Sablon DTF di SMK Negeri 3 Pekalongan: Meningkatkan Keterampilan Siswa dalam Teknologi Transfer Printing
Pelatihan sablon Direct to Film (DTF) menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan pada peserta didik Kompetensi Keahlian Teknik Penyempurnaan Tekstil di SMK Negeri 3 Pekalongan. Sablon DTF merupakan teknologi cetak modern yang dapat memindahkan motif pada kertas film ke kain. Selain itu sablon DTF lebih efisien dan praktis dibandingkan sablon manual. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan jiwa wirausaha setelah pasca lulus dari sekolah serta memahami kondisi industri kreatif kedepannya. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, peserta didik diharapkan memahami urutan proses sablon DTF hingga siap untuk dipasarkan. Evaluasi keberhasilan pelatihan ini dilakukan dengan penilaian hasil refleksi pre-test dan post-test yang dilakukan saat berlangsungnya proses pelatihan tersebut. Hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa peserta didik merasa senang dan sangat antusias dalam pelaksanaan pelatihan sablon DTF
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat
ABSTRAK Hiperglekemia, atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal, dikenal sebagai diabetes mellitus. Kadar glukosa darah harus lebih dari 200 mg/dl saat puasa, lebih dari 126 mg/dl saat puasa, dan lebih dari 200 mg/dl setelah dua jam puasa. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini mencegahan luka kaki diabetes dan mengajarkan cara merawat kaki bagi penderita diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat sekitar Wisma Caring Sejahtera sebanyak 45 orang yang mengalami diabetes mellitus. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan 1) pemeriksaan kaki diabetes dengan menggunakan lembar pengkajian Inlow’s 60 second, 2) edukasi hasil pengkajian dan cara perawatan kaki diabetest. Pemeriksaan kaki diabetes dilakukan dengan cara memeriksa per orang dengan mengecek langsung kaki, pemeriksaan monofilament test 10 gr, pemeriksaan vibrasi dengan grapulata test 128 Hz, pemeriksaan pembuluh darah dengan menggunakan ABPI (ankle brachial pressure index), pemeriksaan bentuk kaki, sepatu yang digunakan dan tanyak jawab terkait Riwayat luka dan diabetes mellitus. Hasil kegiatan ini menunjukkan perbedaan tingkat risiko luka kaki diabates sebanyak 85,4% risiko sangat rendah dan 15,6% risiko rendah. Perempuan lebih cendrung terjadinya risiko luka kaki diabetes sebanyak 88,9% dibandingkan laki-laki sebanyak 11,1%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah risiko luka kaki diabetes lebih dapat terdeteksi dan dapat dicegah sejak dini dengan mengetahui risiko luka kaki diabetes. Saran dari kegiatan ini adalah pemeriksaan kaki mencegah terjadinya luka dengan cara mengajarkan cara merawat kaki bagi penderita diabates. Kata Kunci: Pemeriksaan Kaki, Risiko Kaki Diabetes, Diabetes Mellitus ABSTRACT Hyperglycaemia, or an increase in blood glucose levels that exceed normal, is known as diabetes mellitus. Blood glucose levels should be more than 200 mg/dl, more than 126 mg/dl when fasting, and more than 200 mg/dl after two hours of fasting. This activity aims to prevent early diabetic foot injuries and teach how to care for diabetic feet at Wisma Caring Sejahtera Depok. The target of this activity is the community around Wisma Caring Sejahtera, where as many as 45 people have diabetes mellitus. There are two activities carried out: 1) examination of diabetic feet using Inlow's 60-second assessment sheet; 2) education on the results of the assessment and how to care for diabetic feet. Examination of diabetic feet is carried out by checking per person by checking directly the feet, a monofilament test (10 gr), a vibrational examination with granulate test (128 Hz), an examination of blood vessels using the ABPI (ankle brachial pressure index), an examination of foot shape, shoes used, and questions and answers related to the history of injuries and diabetes mellitus. The results of this activity showed a difference in the risk level of diabetic foot injury of as much as 85.4% very low risk and 15.6% low risk. Women are more likely to have a risk of diabetic foot injuries by as much as 88.9% than men by as much as 11.1%. This activity concludes that the risk of diabetic foot injuries is more detectable and can be prevented early by knowing the risk of diabetic foot injuries. This activity suggests that foot examinations prevent injuries by teaching people with diabetes how to care for their feet. Keyword: Foot Examination, Risk of Diabetic Foot, Diabetes Mellitu
LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK LAPANGAN TERBIMBING (PLT)
Magang III terintegrasi dengan mata kuliah Praktik Lapangan Terbimbing
(PLT) mempunyai kegiatan yang terkait dengan pembelajaran maupun kegiatan yang
mendukung berlangsungnya pembelajaran. Mata kuliah PLT diharapkan dapat
memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, terutama dalam hal pengalaman
mengajar, memperluas wawasan, pelatihan dan pengembangan kompetensi yang
diperlukan dalam bidangnya, peningkatan keterampilan, kemandirian, tanggung
jawab, dan kemampuan dalam memecahkan masalah.
Secara umum, pelaksanaan PLT meliputi empat tahapan yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan. Tahapan pelaksanaan PLT
meliputi tahap pembekalan, penerjunan, dan praktik mengajar. Pelaksanaan program
PLT dimulai dari tanggal 15 September 2017 sampai dengan 15 November 2017
yang diisi dengan observasi kelas dan lembaga, konsultasi, pembuatan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, pembuatan materi ajar dan media pembelajaran, praktik
mengajar, dan evaluasi. Dalam praktik mengajar, kelas yang diampu adalah kelas X
Teknik Pemesinan 1 dan X Teknik Pemesinan 2. Mata pelajaran yang diampu adalah
teknologi mekanik dan praktik kerja bangku.
Penyelenggaraan PLT untuk mendukung pengembangan kompetensi
mahasiswa sebagai calon guru atau tenaga pendidik. Melalui program ini, praktikan
diharapkan memiliki keterampilan dalam mengelola kelas sehingga kegiatan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan yang
berkompeten. Pelaksanaan PLT di SMK Muhammadiyah 1 Bantul ini juga
diharapkan dapat menjadi salah satu fungsi kehumasan mahasiswa sehingga sekolah
dapat menjadi mitra Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan PLT tahun berikutnya
