640 research outputs found
SynPAIN
Overview
SynPAIN is a publicly available synthetic dataset to support pairwise pain detection models for older adults with dementia. It contains 10,710 facial expression images (5,355 neutral/expressive pairs) across five ethnicities/races, representing two age groups (young: 20-35, old: 75+), both genders, and two expression types (pain and non-pain). It also includes five-second, 24 fps videos transitioning from a neutral to an expressive face for 40 identities, representing one combination from each ethnicity/race, gender, expression type, and age group.
Dataset Contents
SynPAIN consists of the following:
SynPain_Part1.zip: A zip file containing:
SynPain.txt: A txt file explaining the data structure and filename format.
SynPain_folds.txt: A txt file providing the folds that were used for the "within-dataset experiments" (Section IV of the SynPAIN paper)
Images_Part1: A directory that contains 2,677 of the 5,355 images
Videos: A directory that contains 40 videos, and for each video, the images they're based on
SynPain_Part1.zip: A zip file containing:
Images_Part2: A directory that contains 2,678 of the 5,355 images
Citation
If you use SynPAIN in your research, please cite the SynPAIN paper:
Taati, B., Muzammil, M., Zarghami, Y., Moturu, A., Kazerouni, A., Mihailidis, A., Reimer, H., & Hadjistavropoulos, T. (2025). SynPAIN: A Synthetic Dataset of Pain and Non-Pain Facial Expressions. </p
Publik Figur Otoritatif Perspektif Surah Al Muzammil
This paper reviews how each Muslim places himself as a public figure, based on the example of the Prophet Muhammad in practicing surah Al-Muzammil 1-5. This is because every Muslim in person is the main figure in real life or at least in the family sphere. By understanding the situation and conditions when the Messenger of Allah accepted the chapter Al-Muzammil, and adapted to the present developments, every Muslim must become an attractive figure, well-known, and be a role model for his fellow man 
An aerodynamic performance of MAV wings / Nik Muhammad Muzammil Nik Mustapa
There are four common Low Reynolds Number wing’s designs for fixed wing Micro Air Vehicle (MAV) which known as Rectangular, Zimmerman, Inverse Zimmerman and Ellipse wing. However, these four types of wing’s design may produce different aerodynamic performance and also the comparison study among the wings is still lack. Thus, the objective of this study is to compare the aerodynamic performance of each wing’s designs in order to find the optimal wing shape for Micro Air Vehicle. All four of wing’s designs have undergone a FSI computational fluid analysis by using ANSYS-CFX software in order to find the wing’s aerodynamic performances. The results shows that at stall angle, the Ellipse wing has the maximum lift coefficient (CLmax) value recorded at 1.12 which is at least 4.33% higher than the rest of wing’s designs. Based on drag coefficient (CD) analysis, the Inverse Zimmerman Wing exhibited the lowest drag value at 0.033 which is 8.45% lower than the other wing’s designs. For moment coefficient analysis, the Inverse Zimmerman Wing has produced the steepest curve slope value at -0.36 which is 17.39% higher than the other three wing’s designs. This result has indicated that Inverse Zimmerman wing potentially has more stability than the other wing. Aerodynamic efficiency (CL/CD) study has also revealed that Zimmerman Wing recorded the highest CL/CD value at 6.80 and at least 1.35% higher than to the other wing. In conclusion, Zimmerman wing has the highest potential to be adopted as MAV wing due to its optimal aerodynamic efficiency
Konsep self-healing perspektif Al-Qur’an dan psikologi (studi atas surah Al-Muzammil 1-10)
This research was conducted to find out the concept of self-healing in surah al-Muzammil verses 1-10 from the point of view of the Koran and psychology. With the focus of the study: 1) What is the concept of self-healing in surah al-Muzammil verses 1-10. and 2) How is the correlation of self-healing in surah al-Muzammil with self-healing in psychology. By using the tahlili method by explaining all the aspects contained in the verses that are interpreted and describing the description of the meaning contained. The data sources used in this study, in terms of interpretation, the author uses commentary books, namely Tafsir Ibnu Katsir by Abu al-Fida'i Isma'il bin Umar bin Katsir, Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab and other commentary books. Meanwhile, in terms of psychology, it refers to books and scientific works from psychology, including the concept of self-healing in psychology entitled Self Healing Is Knowing Your Own Self, by Dr. Diana Rahmasari. Data collection was carried out by studying the interpretation of surah al-Muzammil, analyzing the concept of self-healing in this interpretation contextually and examining the concept to be connected with psychological theory. There are four ways that can be applied as a self-healing method from surah al-Muzammil verses 1 to 10 including; qiyamul lail, read the Koran with tartil, be patient and stay away from unhealthy environments
Pengaruh Jenis Cairan Pendingin Terhadap Tingkat Kekerasan Permukaan Baja ST 60 Menggunakan Pahat HSS Pada Proses Bubut
Pengaruh Jenis Cairan Pendingin Terhadap Tingkat Kekerasan Permukaan Baja ST 60 Menggunakan Pahat HSS Pada Proses Bubut Muhammad Muzammil Abdullah Program Studi Taknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Yudharta Pasuruan Pengaruh analisa kekasaran permukaan benda kerja pada pengaruh jenis pendingin digunakan dalam proses penyayatan dengan variasi pada variabel tetap yaitu kedalaman potong, gerak makan dan kecepatan putaran pada jenis pendinginan menggunakan pendingin dromus dan pendingin daun waru. Dalam proses penyayatan pada baja ST 60 sebanyak 27 benda kerja. Pada proses penyayatan benda kerja sebanyak 27 masing-masing mempunyai kedalam makan yang berbeda. Kedalam makan yang akan dipai adalah 0,1 0,3 0,5 dengan variasi pending daun waru dan dromus. Benda kerja yang akan di bubut mempunyai panjang 100 mm dan mempunyai diameter 20 mm. Dari hasil pengujian pada baja ST 60 dengan laju pembubutan pada 160 Rpm didapatkan nilai kekasaran tertonggi 1,91 kedalam makan 0,3 menggunakan air, dan untuk nilai kekasaran terendah mendapatkan nilai kekasaran 0,02 kedalam makan 0,1 menggunakan oendingin Dromus. Sedangkan di Rpm 250 nilai kekasaran tertinggi mendapatkan nilai 21,64 menggunakan pendingin daun waru, dan untuk nilai kekasaran terendah mendapat nilai 0,14 kedalaman makan 0,5 menggunakan pendingi air. Pada pendiinan air denga 380 Rpm mempunyai nilai kekasaran tertinggi, yaitu 1,77 dengan kedalam makan 0,1. Sedangkan 0.16 nilai kekasaran terendah pada 380 Rpm pada kedalaman makan 0,3 dengan pendinginan Dromus. Kata Kunci: Jenis cairan, Tingkat kekerasan ST 60, dan Pahat HS
KALAM INSYA’I THALABI DALAM AL-QUR’AN SURAH AL-MUZAMMIL (STUDI ANALISIS BALAGHAH)
ABSTRAK
M. Tammim Asyrofi (2023): Kalam Insya’i Thalabi dalam Al-Qur’an
Surah Al-Muzammil (Studi Analisis
Balaghah)
Kemukjizatan dalam Al-Qur`an meliputi berbagai aspek, salah satunya
aspek kebahasaan. Gaya bahasa Al-Qur`an mencapai tingkat tertinggi dari segi
keindahan bahasanya dan sifat Balâghahnya sehingga membuat kagum para
pembaca. Ilmu Balâghah merupakan suatu disiplin ilmu yang berlandaskan pada
kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan
yang samar diantara macam-macam uslûb (ungkapan). Dalam kaidah-kaidah ilmu
balâghah terdapat ilmu ma’ani, yang mana di dalamnya terdapat kalâm insya’i.
Dalam pandangan Ilmu Ma’ani, uslûb insya’i terbagi menjadi dua yaitu, insya’i
thalabi dan insya’i ghairu thalabi, akan tetapi peneliti memfokuskan penelitian
pada Insya’i Thalabî khususnya dalam Al-Qur`an surah Al-Muzammil di mana
yang sebagian besar ayatnya terdiri dari Kalâm Insyâ’i Thalabi. Selain itu surah
Al-Muzammil merupakan surah yang sangat kompleks, di dalamnya terdapat gaya
bahasa yang tinggi, sejarah turun yang istimewa dan perintah penting dari Allah
kepada Nabi Muhammad SAW pada awal masa kenabian. Metode yang
digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode penelitian
pustaka dengan analisis deskriptif, yaitu mencoba mendeskripsikan unsur unsur
Balâghah Surah Al-Muzammil melalui Kalam Insya’I Thalabi, Penelitian ini
menggunakan pendekatan linguistik ilmu balaghâh yang mengkhususkan pada
pembahasan ilmu ma’ani. Hasil penelitian yang ditemukan adalah: terdapat 20
Kalam Insya’i Thalabi dalam 10 ayat Surah Al-Muzammil yang terdiri dari amr
(perintah) sebanyak 16 kalam, istifham (pertanyaan) sebanyak 2 kalam, dan nida
(panggilan) sebanyak 1 kalam. Dari 20 kalam tersebut sebanyak 7 kalam
mengandung arti yang sebenarnya dan 13 kalam mengandung arti yang keluar dari
makna sebenarnya.
Kata Kunci : Studi Analisis Balaghah, Kalam Insya’i Thalabi, Surah
Al-Muzammi
Solving Klein-Gordon Equation using Banach Contraction Method / Muhammad Akmal Yahya and Muhammad Alif Muzammil Mat Isa
The Klein-Gordon equation, often known as the Dirac Oscillator (DO), is one of the most infamous equations that has been applied in modern relativity quantum physics. The Sumudu Decomposition Method (SDM), Variational Iteration Method (VIM), Laplace Decomposition Method (LDM), Adomian Decomposition Method (ADM), Homotopy Perturbation Method (HPM), and many other methods have been proposed in recent years to solve the Klein-Gordon equation. However, there are still some drawbacks to the nonlinear in these methods, particularly the nonlinear term is difficult and complex to compute. Therefore, Banach Contraction Method (BCM) will be utilised in this study to examine its accuracy whether it can be a new approach to solving the linear Klein-Gordon equation. Four cases of the linear Klein-Gordon equation were identified, and they were presented effectively in this report. All cases demonstrated that, as the iteration is increasing, the solution will be leading to the close form of the exact solution using BCM. Hence, the initial value problems of the Klein-Gordon equations are successfully solved using the BCM. Therefore, this study demonstrates that the BCM is more reliable and simpler when dealing with linear Klein-Gordon equation. As for recommendation, the researchers in the future can conduct a study on solving the nonlinear Klein-Gordon equation by using BCM
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep integrasi ilmu dari kedua tokoh tersebut, dengan fokus pada persamaan, perbedaan, serta implikasi metodologisnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang bersifat kualitatif, menganalisis karya-karya primer dan sekunder, serta pendekatan komparatif-kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sama-sama merespons hegemoni epistemologi Barat sekuler dan berkomitmen pada pengilmuan yang berakar pada worldview Islam, kedua pemikir ini menawarkan metodologi yang berbeda secara fundamental. Al-Attas menekankan proses “Islamisasi Ilmu” yang bersifat dekonstruktif dan bersifat mendasar (radikal). Bagi Al-Attas, Islamisasi dimulai dari purifikasi akal dan jiwa dari sekularisme, dualisme, dan unsur-unsur lain yang bertentangan dengan Tauhid, diikuti oleh pengisian kembali (infusion) dengan unsur-unsur kunci Islam (seperti Tuhan, wahyu, manusia, ilmu, dan agama) ke dalam kerangka ilmu kontemporer. Titik tolaknya adalah masalah ta‘rif (definisi) yang benar dalam bahasa Arab klasik sebagai medium konseptual Islam. Sementara itu, Al-Faruqi mengusulkan “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” melalui sebuah rencana kerja (Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan) yang lebih sistematis-operasional. Metodenya bersifat lima tahap: penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam bagi disiplin ilmu, analisis kreatif dan sintesis, serta penyebaran ilmu yang telah diislamisasi. Pendekatan Al-Faruqi lebih bersifat integratif-akomodatif terhadap ilmu modern, dengan tujuan mengarahkannya untuk mengabdi pada nilai-nilai dan tujuan Islam (maqashid syariah). Secara kritis, konsep Al-Attas dinilai lebih filosofis-metafisik dan menekankan aspek bahasa dan kebudayaan, sedangkan Al-Faruqi lebih sosiologis-pragmatis dengan kerangka yang lebih terstruktur. Keduanya saling melengkapi: Al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kokoh, sementara Al-Faruqi menawarkan peta jalan aplikatif. Namun, keduanya juga menghadapi kritik, seperti tantangan implementasi praktis dalam struktur akademik yang mapan dan risiko simplifikasi dalam proses integrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dialektika antara pendekatan filosofis-fundamental Al-Attas dan metodologis-operasional Al-Faruqi terus menjadi pijakan penting bagi pengembangan proyek integrasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam saat ini
Cadmium induces GAPDH- and- MDH mediated delayed cell aging and dysfunction in Candida tropicalis 3Aer
Pengaruh Pendidikan Islam terhadap Perjuangan Muhammad Natsir
Di Indonesia, perkembangan pemikiran pendidikan tidak terlepas daripada pendidikan keagamaan dan pendidikan biasa atau mungkin juga pendidikan tradisional mahupun sekular. Kebiasaannya, tokoh Islam Indonesia tidak terlepas daripada perkembangan pemikiran pendidikan tersebut. Pembaharuan pemikiran Islam yang dipegang atau dipelopori oleh mereka disampaikan kepada umat Islam Indonesia dalam bentuk reaktualisasi pemikiran pemahaman Islam tentang pendidikan agama. Para tokoh Islam di Indonesia menyampaikan idea-idea pembaharuan Islam kepada masyarakatnya terutama pentingnya pendidikan bagi membangunkan masyarakat yang mundur serta dibelenggui penjajahan. Mereka membangkitkan semula semangat bangsa yang terdahulu yang pernah mengecap kegemilangan peradaban yang telah dimusnahkan oleh penjajah Barat. Antara tokoh agama tersebut adalah Muhammad Natsir
- …
