14 research outputs found
Analisis Sentimen Pendapat Masyarakat Mengenai Vaksin Covid-19 Pada Media Sosial Twitter dengan Robustly Optimized BERT Pretraining Approach
On March 11, 2020, the World Health Organization (WHO) officially declared COVID-19 a global pandemic. The spread of this virus already existed in 2019 in the city of Wuhan, China. The government officially stipulates a Presidential Regulation (PERPRES) on Vaccine Procurement and Vaccination Implementation in the Context of Overcoming the Coronavirus Disease Pandemic. The vaccination activity plan must also consider various inputs, among them is by looking at how the response and public opinion to the vaccination discourse. By utilizing data from Twitter social media, this study aims to analyze the public\u27s response to the vaccination discourse by classifying the response into positive and negative responses. Furthermore, public opinion grouping will also be carried out using the pre-trained Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier model to find out the sentiments of the Covid-19 vaccination topic discussed by the community. The results of the analysis showed that the public gave more negative responses to the discourse (24.7%) compared to positive responses (5.7%) with the remaining neutral responses (69.6%). Sentiment words that occur most often also indicate more words with negative sentiments than words with positive sentiments. The average results of the prediction accuracy of the application of the pre-trainer model on the positive label are 84%, Neutral 97% and Negative 93%.Pada tanggal 11 Maret 2020, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi global. Penyebaran virus ini sudah ada pada tahun 2019 lalu di kota Wuhan, China. Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease. Rencana kegiatan vaksinasi tersebut juga haruslah mempertimbangkan berbagai masukan, di antaranya adalah dengan melihat bagaimana respon dan opini masyarakat terhadap wacana vaksinasi tersebut. Dengan memanfaatkan data dari media sosial twitter, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap wacana vaksinasi dengan cara mengklasifikasikan respon tersebut ke dalam respon positif dan negatif. Selanjutnya juga akan dilakukan pengelompokkan opini masyarakat menggunakan model pre-trained Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier untuk mengetahui sentimen dari topik vaksinasi Covid-19 yang dibahas oleh masyarakat. Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak memberikan respon negatif terhadap wacana tersebut (24,7%) dibandingkan dengan respon positifnya (5,7%) dengan sisa respon netral (69,6%). Kata-kata bersentimen yang paling sering muncul juga mengindikasikan lebih banyak kata yang bersentimen negatif dibandingkan dengan kata yang bersentimen positif. Rata-rata hasil akurasi prediksi penerapan model pre-trainer pada label positif adalah 84%, Netral 97% dan Negatif 93%
Optimalisasi Kerusakan Jalan di Indonesia Melalui Aplikasi Pelaporan dan Pendeteksi Kerusakan Jalan: Optimalisasi Kerusakan Jalan di Indonesia Melalui Aplikasi Pelaporan dan Pendeteksi Kerusakan Jalan
Kerusakan jalan di Indonesia telah menjadi isu yang mendesak yang tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak serius pada keselamatan dan ekonomi negara secara keseluruhan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, sekitar 31,9% dari total panjang jalan di Indonesia, yang setara dengan 174.298 km, dalam kondisi rusak. Dalam menghadapi permasalahan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki peran sentral sebagai instansi pemerintah yang bertugas mengelola infrastruktur jalan dan perumahan. Makalah ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah solusi inovatif melalui pengembangan aplikasi yang diberi nama "JalanKu." Aplikasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan secara terstruktur, memfasilitasi interaksi yang transparan antara masyarakat dan Dinas PUPR. Pendekatan penelitian dilakukan dengan tahapan yang komprehensif, termasuk pengumpulan data dengan metode kualitatif dan kuantitatif, analisis kebutuhan, serta penerapan teknologi inovatif seperti Internet of Things (IoT) untuk mendukung pendeteksian kerusakan jalan. Produk yang dihasilkan telah dilakukan validasi atau pengujian yang menunjukkan bahwa aplikasi efektif dalam mendeteksi kerusakan jalan dengan tingkat akurasi yang memadai, sedangkan dari sisi penggunaan masyarakat aplikasi mendapat nilai sempurna untuk segi daya tarik, efisiensi, dan ketepatan; serta nilai baik untuk segi kejelasan, stimulasi, dan kebaruan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Aplikasi Pendeteksi dan Pelaporan Kerusakan Jalan memiliki potensi besar untuk menjadi langkah signifikan dalam menangani permasalahan kerusakan jalan di Indonesia. Dengan berkolaborasi secara aktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, maka harapannya dapat mencapai jaringan jalan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Solusi ini juga mempromosikan partisipasi masyarakat yang lebih aktif dalam pemeliharaan infrastruktur, serta membuka peluang untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang lebih cerdas dan tepat waktu dalam perbaikan jalan yang diperlukan. Dengan demikian, aplikasi "JalanKu" tidak hanya mengatasi masalah teknis, tetapi juga mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dalam bidang infrastruktur jalan di IndonesiaKerusakan jalan di Indonesia telah menjadi isu yang mendesak yang tidak hanya memengaruhi mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak serius pada keselamatan dan ekonomi negara secara keseluruhan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, sekitar 31,9% dari total panjang jalan di Indonesia, yang setara dengan 174.298 km, dalam kondisi rusak. Dalam menghadapi permasalahan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki peran sentral sebagai instansi pemerintah yang bertugas mengelola infrastruktur jalan dan perumahan. Makalah ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah solusi inovatif melalui pengembangan aplikasi yang diberi nama "JalanKu." Aplikasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai wadah yang memungkinkan masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan secara terstruktur, memfasilitasi interaksi yang transparan antara masyarakat dan Dinas PUPR. Pendekatan penelitian dilakukan dengan tahapan yang komprehensif, termasuk pengumpulan data dengan metode kualitatif dan kuantitatif, analisis kebutuhan, serta penerapan teknologi inovatif seperti Internet of Things (IoT) untuk mendukung pendeteksian kerusakan jalan. Produk yang dihasilkan telah dilakukan validasi atau pengujian yang menunjukkan bahwa aplikasi efektif dalam mendeteksi kerusakan jalan dengan tingkat akurasi yang memadai, sedangkan dari sisi penggunaan masyarakat aplikasi mendapat nilai sempurna untuk segi daya tarik, efisiensi, dan ketepatan; serta nilai baik untuk segi kejelasan, stimulasi, dan kebaruan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa penerapan Aplikasi Pendeteksi dan Pelaporan Kerusakan Jalan memiliki potensi besar untuk menjadi langkah signifikan dalam menangani permasalahan kerusakan jalan di Indonesia. Dengan berkolaborasi secara aktif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, maka harapannya dapat mencapai jaringan jalan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Solusi ini juga mempromosikan partisipasi masyarakat yang lebih aktif dalam pemeliharaan infrastruktur, serta membuka peluang untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang lebih cerdas dan tepat waktu dalam perbaikan jalan yang diperlukan. Dengan demikian, aplikasi "JalanKu" tidak hanya mengatasi masalah teknis, tetapi juga mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dalam bidang infrastruktur jalan di Indonesi
Rancang Bangun Sistem Informasi Donasi Berbasis Hybrid Dengan Implementasi Microservices Dan Menggunakan Metode Prototyping : Design and Development of a Hybrid-Based Donation Information System Using Microservices Architecture and the Prototyping Method
Ikatan Alumni Politeknik Caltex Riau (IKAPCR) rutin melakukan kegiatan donasi sebagai bentuk solidaritas terhadap alumni yang mengalami kesulitan. Namun, proses donasi yang masih bersifat manual menyebabkan pencatatan dan pengelolaan dana menjadi kurang efisien. Untuk itu, penelitian ini merancang dan membangun sistem donasi berbasis hybrid menggunakan metode prototyping dan arsitektur microservices. Sistem terdiri dari dua platform: website untuk pengelolaan data oleh admin, dan aplikasi hybrid untuk transaksi donasi oleh pengguna.Empat jenis pengujian dilakukan untuk menilai sistem. Pengujian blackbox menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai harapan. Usability testing menghasilkan skor 91,2% untuk usefulness, 84% untuk ease of use, 90,6% untuk ease of learning, dan 90,6% untuk satisfaction. User acceptance test menunjukkan bahwa sistem mempermudah civitas akademika dalam mengelola donasi sesuai kebutuhan. Selain itu, uji efektivitas dan efisiensi menunjukkan aplikasi hybrid meningkatkan kinerja sistem sebesar 35,2% dibandingkan metode konvensional.Sistem ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kemudahan dalam kegiatan donasi di lingkungan IKAPC
Identifikasi dan Klasifikasi Penyakit Daun Jagung Menggunakan Algoritma CNN sebagai Media Pembelajaran IPA
Indonesia merupakan negara agraris dengan potensi besar di sektor pertanian, salah satunya pada komoditas jagung (Zea mays). Permasalahan umum yang dihadapi petani jagung adalah serangan penyakit pada daun, seperti bercak daun, hawar daun, dan karat daun, yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis deep learning dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN) guna mengidentifikasi dan mengklasifikasikan penyakit daun jagung secara real-time. Aplikasi dirancang dalam bentuk hybrid agar dapat diakses melalui perangkat Android maupun iOS, serta berfungsi sebagai media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPA, khususnya bidang agronomi. Hasil pengujian model CNN terhadap dataset uji menunjukkan akurasi sebesar 88%, sementara pengujian terhadap 100 data lapangan menggunakan metode confusion matrix menghasilkan akurasi sebesar 89%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi CNN efektif dalam klasifikasi penyakit daun jagung serta berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di bidang sains alam.
Identification and Classification of Corn Leaf Diseases Using CNN Algorithm as a Learning Media for Science Education
Abstract
Indonesia is an agrarian country with significant potential in the agricultural sector, including corn (Zea mays) as a major source of carbohydrates and protein besides rice. One of the common problems faced by corn farmers is leaf disease, such as leaf spot, leaf blight, and rust, which can significantly reduce crop productivity. This study aims to develop a deep learning-based application using the Convolutional Neural Network (CNN) algorithm to identify and classify corn leaf diseases in real-time. The application is built as a hybrid platform, making it accessible on both Android and iOS devices. In addition to functioning as a diagnostic tool for farmers, the application serves as an interactive learning medium for science education, particularly in agricultural topics. The CNN model achieved an accuracy of 88% on the test dataset, and further evaluation using 100 real-field data samples and a confusion matrix yielded an accuracy of 89%. These findings demonstrate the effectiveness of CNN in image-based disease classification and its potential to enhance the quality of technology-assisted learning in natural science education
Pemanfaatan ReactJS dan Protokol MQTT untuk Visualisasi Sinyal Lampu dan Notifikasi secara Waktu Nyata pada Sistem Pemonitor APILL di Kota Pekanbaru
The majority of signalized intersections in Pekanbaru city are still regulated by analog controllers. The main problem that occurs with this condition is the occurrence of long traffic jams if there is damage to the traffic light controller. Thus, the Pekanbaru City Transportation Department cannot act immediately once a problem occurs. Related to these problems, an integrated system has been developed that functions to manage and monitor traffic light conditions in real time. This research is focused on discussing the use of ReactJS and MQTT. ReactJS is used to display traffic light light signal data and provide real time notifications into a web browser. Meanwhile, MQTT is used as a medium to manage data communication between the detection module installed on the traffic light controller in the field to the Back-End server. This data is then displayed to the web browser via React JS. With the solution in this research, it is hoped that the Pekanbaru City Transportation Office can find out the problems of traffic light lamps in the field quickly, so that they can immediately take the relevant actions needed.Simpang bersinyal yang ada di kota Pekanbaru mayoritas masih diatur oleh controller yang bersifat analog. Masalah utama yang terjadi dengan kondisi ini adalah terjadinya kemacetan lalu lintas yang lama apabila terjadi kerusakan pada controller APILL.Hal ini diakibatkan informasi yang masuk ke Dinas Perhubungan kota Pekanbaru terkait permasalahan APILL masih mengandalkan laporan dari petugas kepolisian atau masyarakat. Sehingga, Dinas Perhubungan kota Pekanbaru tidak bisa langsung bertindak dengan segera begitu permasalahan terjadi. Terkait dengan permasalahan tersebut, maka telah dikembangkan sebuah sistem terintegrasi yang berfungsi untuk melakukan manajemen dan monitoring kondisi APILL secara real time. Pada penelitian ini difokuskan untuk membahas pemanfaatan ReactJS dan MQTT. ReactJS dimanfaatkan untuk menampilkan data-data sinya lampu APILL serta memberikan notofikasi secara real time ke dalam browser web. Sedangkan MQTT digunakan sebagai media untuk mengelola komunikasi data antara modul deteksi yang dipasang pada controller APILL dilapangan ke server Back-End. Data ini lah yang kemudian ditampilkan ke browser web melalui React JS. Dengan adanya solusi pada penelitian ini, maka diharapkan Dinas Perhubungan kota Pekanbaru dapat mengetahui permasalahan lampu APILL di lapangan secara cepat, sehingga bisa segera mengambil tindakan relevan yang diperlukan
Pandangan tokoh agama terhadap larangan kehadiran wali dalam akad nikah pasca Taukil: Studi di Dusun Mbean Desa Pandanwangi Kabupaten Jombang
ABSTRAK
Pernikahan dalam Islam mempunyai makna ibadah, oleh karena itu perlu adanya persyaratan dan rukun tertentu agar tujuan pernikahan dapat tercapai. Hadirnya Wali merupakan salah satu rukun nikah yang kehadirannya mutlak yang diterangkan pada Kompilasi Hukum Islam pasal 14, dimana indikatornya harus diketahui oleh Kepala Kantor Urusan Agama dari segi tekstual maupun kontektual. Karena banyak dari masyarakat yang belum faham terhadap konsep hadirnya Wali pasca Taukil dalam pernikahan.
Fokus dari penelitian ini adalah pandangan Tokoh Agama mengenai Hadirnya Wali dalam satu majlis pasca Taukil dalam akad pernikahan dalam pencapaian pasal 14 Kompilasi Hukum Islam.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder yang dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi yang kemudian data tersebut diolah dengan diedit, dan dianalisis.
Dari hasil penelitian, secara umum keseluruhan tertuju kepada pandangan Tokoh Agama dan Kantor Urusan Agama Kecamatan Diwek dalam pelaksanaan akad yang dihadiri oleh Orangtua mempelai perempuan dalam satu majlis pasca Taukil berdasarkan pendapat Tokoh Agama yang menitik beratkan kesimpulan banyak kitab dan kondisi masyarakat tentang pemahaman larangan wali yang hadir dalam satu majlis pasca Taukil. Dalam prosesnya Tokoh Agama tersebut melakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang pentingnya seorang Wali dan larangan pasca taukil, hal ini menurut beliau didasarkan pada banyak kitab salah satunya kitab yang sudah tak asing lagi kita dengar, yakni Kifayatul Akhyar, dan Nihayatuz Zain, selain itu pihak Kantor Urusan Agama sendiri juga menjelaskanbahwa adanya larangan dalam kitab namun tidak pada aturan pemerintah yakni di Undang-undang No.1 Tahun 1974 maupun Kompilasi Hukum Islam. Dalam proses verifikasi peneliti ingin membuktikan tentang adanya dasar pada dua kitab tersebut dengan mengkombinasikan aturan-aturan pemerintah yang ada.
ABSTRACT
Marriage in Islam has the meaning of worship, therefore it is necessary to have certain requirements and harmony so that the purpose of marriage can be achieved. The presence of Wali is one of the pillars of marriage whose absolute presence is explained in Article 14 of the Compilation of Islamic Law, where the indicators must be known by the Head of the Office of Religious Affairs in textual and contextual terms. Because many of the people who do not understand the concept of the presence of post Taukil Guardians in marriage.
The focus of this research is the view of the Religious Leaders regarding the presence of a Guardian in a post-Taukil assembly in the marriage contract in the attainment of article 14 of the Compilation of Islamic Law.
This research belongs to an empirical study with a qualitative approach. While the data collected in the form of primary and secondary data are carried out by interview and documentation techniques and then the data is processed by editing, and analyzed.
From the results of the study, in general the overall focus was on the views of the Religious Leaders and the Office of Religious Affairs in the District of Diwek in the implementation of the contract which was attended by the parents of the bride and groom in a post-Taukil assembly based on the opinion of the Religious Leaders which emphasized the conclusions of many books and the condition of the community regarding the understanding of the guardian prohibition that present in one post Taukil assembly. In the process, the Religious Leaders conducted socialization to the public about the importance of a Guardian and post Taukil prohibitions, according to him, based on many books, one of which was a familiar book, Kifayatul Akhyar, and Nihayatuz Zain, besides that the Office of Affairs Religion itself also explains that there is a prohibition in the book but not on government regulations namely in Law No.1 of 1974 or the Compilation of Islamic Law. In the verification process the researcher wants to prove the existence of a basis in the two books by combining existing government rules.
مستخلص البحث
النكاح عبادة في الإسلام، لذلك له الشروط والأركان المعينة حتى وصلنا في أهداف النكاح. وحضور الولي من أركان النكاح، وجب حضوره كما في تأليف حكم الإسلام في فصل ١٤، بمعرفة رَئِيْس مَجْلِسِ اْلإِدَارَةِ وِزارة الشؤونِ الدِينِيّة، حرفيا كانت أو سيقيا. لأن أكثر من المجتمع لا يفهمون بوجوب حضور الولي بعد توكيل النكاح.
و هدف هذا البحث رأي العلماء عن حضور الولي في المجلس بعد توكيل عبد النكاح في تأليف حكم الإسلام في فصل ١٤.
و هذا البحث من البحوث التجريبية بالمدخل الكيفي. وبيناته رئيسية و ثانوية، بتقنية جمع البيانات المقابلة والوثائق. و في التحليل بتصليح البيانات وتصنيف البيانات وتصحيح البيانات.
ونتيجة البحث تدلّ أن رأي العلماء و مجلس الإدارة وزارة الشؤون الدينية في النواحي ديويك في عملية العقد مع حضور الولي في المجلس بعد التوكيل، رأى العالم أن كثير الكتب أجازوا ذلك، والمجتمع لا يفهمون منع حضور الولي في المجلس بعد التوكيل. وحينئذ العالم أعلن أن أهمية الولي و منع حضوره بعد التوكيل، كما في كفاية الأخيار و نهاية الزين. وبيّن موظف من مجلس الإدارة وزارة الشؤون الدينية أن منع حضور الولي في الكتاب فحسب، ولكن لا يوجد في تنظيم الحكومة، أي في القانون رقم ١ سنة ١٩٧٤، أو في تأليف حكم الإسلام. وفي عملية التصحيح، أثبت الباحث وجود الدليل من الكتابان المذكوران، يقارنهما بتنظيم الحكومة
Perancangan Dashboard Data Warehouse Mahasiswa Menggunakan Metode Nine Step Kimball
Politeknik Caltex Riau (PCR) sebagai sebuah perguruan tinggi swasta dengan 10 Program Studi telah mempunyai Sistem Akademik Mahasiswa. Salah satu dari program studi yang ada di Politeknik Caltex Riau yaitu Sistem Informasi. Berdasarkan hasil wawancara ke Kaprodi, selama ini monitoring akademik mahasiswa dilakukan dengan melihat tabel pada sistem akademik. Dalam melihat pola perkembangan akademik mahasiswa masih memiliki keterbatasan dimana belum adanya dashboard khusus nilai, Proyek akhir, TAK, kompen dan Carry over mahasiswa. Oleh karena itu didapatkan solusi merancang Data Warehouse yang dapat membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa data terkait akademik mahasiswa. Teknik Pemodelan yang digunakan adalah Fact Constellation. Diharapkan dengan adanya perancangan dan visualisasi ini membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa perkembangan data akademik mahasiswa.Politeknik Caltex Riau (PCR) sebagai sebuah perguruan tinggi swasta dengan 10 Program Studi telah mempunyai Sistem Akademik Mahasiswa. Salah satu dari program studi yang ada di Politeknik Caltex Riau yaitu Sistem Informasi. Berdasarkan hasil wawancara ke Kaprodi, selama ini monitoring akademik mahasiswa dilakukan dengan melihat tabel pada sistem akademik. Dalam melihat pola perkembangan akademik mahasiswa masih memiliki keterbatasan dimana belum adanya dashboard khusus nilai, Proyek akhir, TAK, kompen dan Carry over mahasiswa. Oleh karena itu didapatkan solusi merancang Data Warehouse yang dapat membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa data terkait akademik mahasiswa. Teknik Pemodelan yang digunakan adalah Fact Constellation. Diharapkan dengan adanya perancangan dan visualisasi ini membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa perkembangan data akademik mahasiswa
Electrocardiogram signals classification using random forest method for web-based smart healthcare
<p>Coronary heart is the highest cause of death in Indonesia reaching 26%. Therefore, to prevent the high mortality rate of coronary heart disease (CHD), early detection of CHD can be carried out. One way is to examine the electrocardiogram/electrocardiograph (ECG) recording. ECG hardware has been made in previous studies to record ECG signals. ECG research is an important study because it can detect cardiovascular disease. Cardiovascular diseases can be classified as arrhythmic diseases. Arrhythmia is a disorder that occurs in the heart rhythm. The method used to recognize and classify ECG signal patterns is the R-R interval (RRI) method. In this study, the ECG signal is classified as normal and abnormal. Abnormal means that a person has a heart rhythm disorder. The classification method used is random forest. The advantage of the random forest classifier is that it can handle noise and missing values and can handle large amounts of data. The accuracy of the ECG signal classification using the Random forest method is 96%. The contribution of this research is that early detection of heart rhythm disorders using an ECG can be monitored through the smart healthcare web.</p>
Smart rescue: smart fire management system for smart city / Farhan Naufaldy … [et al.]
The advancement of technology needs to be combined with emergency services to increase people’s safety. One of the most common incidents to happen is fire incidents. A late response from the firefighters could lead to casualties, material loss, and trauma in a fire incident. Moreover, the government also needs a form of technology that can help them make better decisions on preventing fire incidents, and to control the quality of firefighters. To counter the problems stated above, an application software called “Smart rescue” is made. Smart rescue aims to provide a reliable and fast way of reporting fire incidents to the fire department which is in charge of fire incidents in a particular area. Smart rescue also provides data visualizations of fire incidents that happen in various areas and the response time of firefighters, thus giving the government a tool to assist them in making critical decisions regarding fire incidents. Before the making of this web application, there is a similar application made by another institution. But the application fails, as it has many malfunctions and is too hard to access since it has to be downloaded first. But smart rescue tackles that problem by making a lightweight, practical, offline-available, and flexible software, as it can be installed on all devices as an application and also can be opened on a browser as a website. Smart rescue has been tested by Pekanbaru city’s official government and is currently being recognized as the application being used by the local fire department. We believe that smart rescue can be a smart way to provide the best assistance that people may need in dire situations. The software can also be adapted by other governmental institutions residing in other cities or areas
Sistem Terintegrasi untuk Mendeteksi Perubahan Lingkungan dengan Algoritma Frame Difference dan Dynamic - Adaptive Template Matching menggunakan Raspberry Pi dan Virtual Private Network (VPN)
Theft of empty houses and rampant illegal parking is a problem that often occurs in the community, causing anxiety. For this reason, a solution that can provide alarms / notifications automatically if such conditions occur to registered users is needed. This research develops an integrated system that has the ability to detect changes in environmental conditions, such as the occurrence of illegal parking or the presence of strangers in the house, through monitoring of connected IP cameras. The image captured through an IP camera is processed using the Frame Difference algorithm, to further be decided whether it includes an environmental condition changes or not. Compared to conventional IP cameras or IP cameras that include motion detection features, this research system has advantages in terms of notification form flexibility and internet connection flexibility.Pencurian rumah kosong serta maraknya parkir liar merupakan permasalahan yang banyak terjadi di masyarakat, sehingga menimbulkan keresahan. Untuk itu, diperlukan sebuah solusi yang bisa memberikan alarm / notifikasi secara otomatis apabila terjadi kondisi tersebut kepada pengguna terdaftar. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem terintegrasi yang mempunyai kemampuan mendeteksi adanya perubahan kondisi lingkungan, seperti terjadinya parkir liar ataupun adanya orang asing di dalam rumah, melalui pemantauan kamera IP yang terhubung. Citra yang ditangkap melalui Kamera IP diolah menggunakan algoritma Frame Difference, untuk selanjutnya diputuskan apakah termasuk sebuah kondisi lingkungan berubah ataupun tidak. Dibandingkan dengan Kamera IP konvensional ataupun Kamera IP yang didalamnya sudah terdapat fitur motion detection, sistem hasil penelitian ini mempunyai keunggulan dari sisi fleksibilitas bentuk notifikasi serta fleksibilitas koneksi internet
