Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Waktu Pengapian untuk Mesin Bensin: Studi Performa dan Emisi
Multiple factors affect the performance of spark ignition (SI) engines, with ignition time being a crucial element. Accurate ignition timing is essential for optimizing engine performance and regulating exhaust emissions. This study examines the performance, fuel efficiency, and exhaust emissions of a 125cc engine by evaluating ignition timing variations at 550, 600, and 650 CA BTDC. The study involved direct evaluation of engine performance with a dynamometer test for torque and power, assessment of fuel consumption using a measuring cup, and investigation of exhaust emissions using a gas analyzer. The precise calibration of ignition timing discrepancies was accomplished via a motorbike diagnostic tool. The findings demonstrate that a 600 CA BTDC ignition timing variation produces excellent engine performance and efficient exhaust emissions. Optimal ignition timing profoundly influences engine performance and emission quality, rendering it essential for enhancing efficiency and mitigating environmental effects. Consequently, the results of this study may serve as a reference for practical applications in the field.
Keywords: ignition timing, engine performance, emission, fuel consumption.
Implementasi Transport Layer Security dengan Algoritma AES Pada Jaringan IoT Menggunakan Protokol MQTT
Data security is a crucial aspect in the era of Industry 4.0, where nearly all technologies are based on the Internet of Things (IoT). According to recent reports, while security advancements in software and hardware computing have shown progress in recent years, the security level of IoT devices remains lagging. To address this issue, this study proposes a solution by securing IoT devices through the implementation of TLS (Transport Layer Security) with the AES algorithm using the MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) protocol. This research aims to ensure data integrity during communication and prevent data theft by encrypting transmitted data, rendering it inaccessible to unauthorized parties. The testing was conducted by comparing parameters such as RAM (Random Access Memory) usage, CPU (Central Processing Unit) usage on the ESP32 device, and communication delay. The results show that the TLS implementation resulted in an average remaining RAM of 180,256 bytes out of 520 KB, CPU usage of 0.53% out of 240 MHz, and a communication delay of 0.475 seconds. In comparison, without TLS implementation, the average remaining RAM was 224,825 bytes out of 520 KB, CPU usage was 0.2% out of 240 MHz, and the delay was 0.248 seconds. Based on these findings, the difference in resource usage on the ESP32 before and after implementing TLS is concluded to be not significantly impactful.
Keywords: IoT, MQTT, AES, RAM, CPUKeamanan data menjadi aspek yang sangat penting dalam era Industri 4.0, di mana hampir semua teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Berdasarkan laporan terkini, meskipun perkembangan keamanan pada perangkat lunak dan perangkat keras telah menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat keamanan perangkat IoT masih tertinggal. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini mengusulkan solusi dengan mengamankan perangkat IoT melalui implementasi TLS (Transport Layer Security) menggunakan algoritma AES pada protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). Penelitian ini bertujuan untuk menjamin integritas data selama proses komunikasi, mencegah pencurian data dengan mengenkripsi data yang dikirimkan sehingga tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Pengujian dilakukan dengan membandingkan parameter penggunaan RAM (Random Access Memory), CPU (Central Processing Unit) pada perangkat ESP32, serta delay selama komunikasi berlangsung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa implementasi TLS menghasilkan rata-rata sisa RAM sebesar 180.256 byte dari total 520 KB, penggunaan CPU sebesar 0,53% dari kapasitas 240 MHz, dan delay komunikasi sebesar 0,475 detik. Sebagai perbandingan, tanpa implementasi TLS, sisa RAM rata-rata adalah 224.825 byte dari 520 KB, penggunaan CPU sebesar 0,2% dari 240 MHz, dan delay sebesar 0,248 detik. Berdasarkan hasil tersebut, perbedaan penggunaan sumber daya ESP32 sebelum dan sesudah implementasi TLS dapat disimpulkan tidak terlalu signifikan.
Kata kunci: IoT, MQTT, AES, RAM, CP
Rancang Bangun Penerjemah BISINDO Real-time Berbasis Kamera dan Deep Learning dengan Kendali Suara ESP32 WiFi
Indonesian Sign Language (BISINDO) serves as the primary means of communication for the deaf community. However, limited public understanding and the lack of practical real-time translation technology remain significant barriers to effective two-way communication. Most prior research has focused on foreign sign languages or relied on sensor-based gloves, which are less flexible for everyday use. This study proposes a real-time BISINDO translation system that converts hand gestures into speech using a camera and an ESP32 microcontroller. The system employs a CNN-LSTM deep learning model implemented in Python to classify gestures representing letters A to J, then wirelessly transmits the classification results to the ESP32, which triggers the corresponding audio output. A custom gesture dataset was collected and enhanced through preprocessing and data augmentation to support model training. Evaluation results demonstrate a classification accuracy of 91.4%, with a precision of 89.7%, recall of 90.5%, and F1-score of 89.9%. The average communication latency was recorded at 3.1 seconds, and the speech output success rate reached 86.7%. The system has proven reliable for real-time automatic gesture-to-speech translation and holds potential for further development as an inclusive communication aid for individuals with hearing impairments in Indonesia. This study serves as an initial foundation for future advancements in assistive communication technologies.Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan sarana komunikasi utama bagi komunitas tunarungu. Namun, keterbatasan pemahaman masyarakat umum serta minimnya teknologi penerjemah real-time yang praktis menjadi kendala dalam komunikasi dua arah. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada bahasa isyarat asing atau menggunakan sarung tangan sensor yang kurang fleksibel. Penelitian ini merancang sistem penerjemah BISINDO berbasis kamera real-time yang mengubah gesture menjadi suara melalui mikrokontroler ESP32. Sistem memanfaatkan model deep learning CNN-LSTM di Python untuk mengklasifikasikan gestur huruf A hingga J, kemudian mengirimkan hasil klasifikasi secara nirkabel ke ESP32 yang mengaktifkan keluaran suara. Dataset dikumpulkan secara mandiri, dengan preprocessing dan augmentasi untuk mendukung pelatihan model. Hasil evaluasi menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 91,4%, precision 89,7%, recall 90,5%, dan F1-score 89,9%. Latensi komunikasi rata-rata tercatat 3,1 detik, sementara tingkat keberhasilan keluaran suara mencapai 86,7%. Sistem ini terbukti cukup andal dalam menerjemahkan gestur secara otomatis dan real-time, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai alat bantu komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas rungu di Indonesia. Penelitian ini dapat menjadi landasan awal dalam pengembangan alat bantu komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas rungu di masa mendatang
Rancang Bangun dan Evaluasi Sistem Pelacakan Lokasi Antarpendaki Berbasis LoRa dengan Aplikasi Android Tanpa Koneksi Internet
Mountain hiking activities in Indonesia continue to grow, yet limited cellular network coverage in mountainous areas remains a major challenge for communication and hiker safety monitoring. This study aims to design and implement a LoRa-based hiker location tracking system integrated with an Android application operating without an internet connection. The system consists of ESP32-based nodes integrated with GPS SIM808 and LoRa Ebyte E220-900T22D modules for transmitting positional data between devices. The coordinates are exchanged via a peer-to-peer (P2P) LoRa network and displayed in real-time on an Android application using offline OpenStreetMap. The research employed a Research and Development (R&D) approach through stages of system design, implementation, and functional testing in open-field conditions. Experimental results show that the system achieved an average GPS accuracy deviation of 6–7 meters, LoRa communication range of up to 500 meters (LOS) and 350 meters (NLOS), and an average Bluetooth communication delay of 990 ms. The findings demonstrate that the proposed system can effectively display inter-hiker positions in near real-time without internet connectivity, enhancing safety and coordination among hikers in signal-limited environments.Aktivitas pendakian gunung di Indonesia terus meningkat, namun keterbatasan sinyal seluler di wilayah pegunungan sering menjadi kendala utama dalam komunikasi dan pemantauan keselamatan pendaki. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pelacakan lokasi antarpendaki berbasis LoRa dan aplikasi Android tanpa koneksi internet. Sistem terdiri dari node berbasis ESP32 yang terintegrasi dengan modul GPS SIM808 dan modul LoRa Ebyte E220-900T22D untuk transmisi data posisi antarperangkat. Data koordinat dikirim melalui jaringan peer-to-peer (P2P) LoRa dan ditampilkan secara real-time pada aplikasi Android menggunakan peta offline OpenStreetMap. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahap perancangan, implementasi, dan pengujian fungsional di area terbuka. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki deviasi akurasi GPS rata-rata 6–7 meter, jangkauan komunikasi LoRa mencapai 500 meter (LOS) dan 350 meter (NLOS), serta delay komunikasi Bluetooth rata-rata 990 ms. Sistem ini terbukti mampu menampilkan posisi antarpendaki secara hampir real-time tanpa jaringan internet, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan koordinasi antarpendaki di area minim sinyal
PENGEMBANGAN ALAT DETEKSI ZONA SAMBARAN PETIR BERBASIS MULTISENSOR
This study aims to develop a multisensor-based lightning strike zone detection device as an early warning system capable of identifying the risk level of lightning strikes in open areas in real time. The development specifically focuses on applying the Rolling Sphere Method to determine the boundaries between safe and hazardous zones based on open-space analysis. The sphere radius used in this method is processed into risk-zone calculation parameters, which are then implemented in a microcontroller system integrated with multisensors to monitor the user’s position and movement. The resulting zone mapping is visualized in the form of an ellipse illustrating a 50% lightning-strike probability within the safe area. The system provides automatic notifications through a smartphone when the user enters a hazardous zone (red zone), prompting immediate mitigation actions. Experimental results show that the device can accurately detect user movement and map risk zones with high precision. Thus, the proposed prototype has strong potential as an effective safety tool for reducing the risk of lightning-related injuries in open environmentsPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat deteksi zona sambaran petir berbasis multisensor sebagai sistem peringatan dini yang mampu mengidentifikasi tingkat risiko sambaran petir pada area terbuka secara real-time. Pengembangan ini secara khusus berfokus pada penerapan metode Rolling Sphere untuk menentukan batas zona aman dan berbahaya berdasarkan analisis ruang terbuka. Nilai radius bola yang digunakan pada metode tersebut diolah menjadi parameter perhitungan zona risiko, kemudian diterjemahkan ke dalam sistem mikrokontroler yang terintegrasi dengan multisensor untuk memantau posisi serta pergerakan pengguna. Hasil pemetaan zona ditampilkan dalam bentuk visualisasi elips yang menggambarkan probabilitas sambaran petir sebesar 50% pada area aman. Sistem memberikan notifikasi otomatis melalui smartphone ketika pengguna memasuki zona berbahaya (zona merah), sehingga mendorong tindakan mitigasi yang cepat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mendeteksi perubahan posisi pengguna dan memetakan zona risiko dengan akurasi tinggi. Dengan demikian, prototipe ini berpotensi menjadi perangkat keselamatan yang efektif untuk mengurangi risiko cedera akibat sambaran petir pada area terbuk
Sistem Pendeteksi Hama pada Tanaman Pakcoy Lahan Hidroponik dengan Raspberry Pi menggunakan Object Detection
Kebutuhan masyarakat akan pangan, seperti sayur dan buah-buahan, meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan budidaya hidroponik, yang memungkinkan pertanian lebih efisien di lahan terbatas. Salah satu tanaman yang sering dibudidayakan secara hidroponik adalah pakcoy. Namun, tanaman pakcoy rentan terhadap serangan hama, terutama ulat yang merusak daun, sehingga diperlukan sistem pengendalian hama yang efektif. Penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksi hama ulat pada tanaman pakcoy berbasis Raspberry Pi dengan menggunakan metode object detection menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once). Sistem ini bekerja dengan mengambil gambar daun pakcoy menggunakan USB-CAM, kemudian menganalisisnya untuk mendeteksi keberadaan hama ulat. Jika hama terdeteksi, sistem secara otomatis mengaktifkan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi akurasi dan efisiensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi deteksi sebesar 86%, dengan rata-rata waktu deteksi 1,2 detik per gambar. Selain itu, penggunaan pestisida menjadi lebih efisien karena penyemprotan hanya dilakukan pada tanaman yang terdeteksi terkena hama, sehingga dapat mengurangi pemborosan pestisida. Sistem ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan peningkatan akurasi model deteksi, integrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan jarak jauh, serta pengujian di berbagai kondisi pencahayaan dan lingkungan pertanian yang berbeda. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu petani hidroponik dalam mengendalikan hama secara lebih efisien dan ramah lingkungan.Kebutuhan masyarakat akan pangan, seperti sayur dan buah-buahan, meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan budidaya hidroponik, yang memungkinkan pertanian lebih efisien di lahan terbatas. Salah satu tanaman yang sering dibudidayakan secara hidroponik adalah pakcoy. Namun, tanaman pakcoy rentan terhadap serangan hama, terutama ulat yang merusak daun, sehingga diperlukan sistem pengendalian hama yang efektif. Penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksi hama ulat pada tanaman pakcoy berbasis Raspberry Pi dengan menggunakan metode object detection menggunakan algoritma YOLO (You Only Look Once). Sistem ini bekerja dengan mengambil gambar daun pakcoy menggunakan USB-CAM, kemudian menganalisisnya untuk mendeteksi keberadaan hama ulat. Jika hama terdeteksi, sistem secara otomatis mengaktifkan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama tersebut. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi akurasi dan efisiensi sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem memiliki akurasi deteksi sebesar 86%, dengan rata-rata waktu deteksi 1,2 detik per gambar. Selain itu, penggunaan pestisida menjadi lebih efisien karena penyemprotan hanya dilakukan pada tanaman yang terdeteksi terkena hama, sehingga dapat mengurangi pemborosan pestisida. Sistem ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dengan peningkatan akurasi model deteksi, integrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk pemantauan jarak jauh, serta pengujian di berbagai kondisi pencahayaan dan lingkungan pertanian yang berbeda. Implementasi sistem ini diharapkan dapat membantu petani hidroponik dalam mengendalikan hama secara lebih efisien dan ramah lingkungan
Rancang Bangun Alat Deteksi Salmonella sp. pada Susu Berbasis Electronic Nose
Contamination of pathogenic bacteria in milk can cause milk spoilage and become a gateway for disease transmission to humans. Salmonella sp. is one of the pathogenic bacteria that contaminates milk and can be transmitted to humans who consume the milk. The safety of milk in relation to foodborne diseases is an important thing to consider. Therefore, it is necessary to examine the contamination of pathogenic bacteria in milk. The purpose of this study was to design a Salmonella sp. detection tool in milk based on Electronic Nose (E-nose). The research was carried out through several stages, namely making block diagrams, mechanical design, Arduino design and tool testing. The design of the tool made using the MQ-136 sensor which will detect Hydrogen Sulfide (H2S) gas. The results of the tool test showed the reading results of the MQ-136 sensor for milk without Salmonella sp. culture of 92-118 ppm while the reading of the MQ-136 sensor for milk given Salmonella sp. culture was 126-166 ppm. The design of the Salmonella sp. detection tool in milk based on the electronic nose was successfully made. The test results showed that there was a difference in the reading results of the MQ-136 sensor.Kontaminasi bakteri patogen dalam susu dapat menyebabkan kerusakan susu dan menjadi pintu gerbang penularan penyakit ke manusia. Salmonella sp. merupakan salah satu bakteri patogen yang mengontaminasi susu dan dapat menular ke manusia yang mengonsumsi susu tersebut. Keamanan susu dalam kaitannya dengan penyakit bawaan makanan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan kontaminasi bakteri patogen dalam susu. Tujuan penelitian ini yaitu membuat membuat rancang bangun alat deteksi Salmonella sp. pada susu berbasis Electronic Nose (E-nose). Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pembuatan blok diagram, perancangan mekanik, perancangan Arduino dan pengujian alat. Rancang bangun alat yang dibuat menggunakan sensor MQ-136 yang akan mendeteksi gas Hidrogen Sulfida (H2S). Hasil pengujian alat menunjukkan hasil pembacaan sensor MQ-136 susu tanpa kultur Salmonella sp. sebesar 92-118 ppm sedangkan pembacaan sensor MQ-136 susu yang diberi kultur Salmonella sp. sebesar 126-166 ppm. Rancang bangun alat deteksi Salmonella sp. pada susu berbasis electronic nose berhasil dibuat. Hasil pengujian menunjukkan tedapat perbedaan hasil pembacaan sensor MQ-13
Rancang Bangun Sistem Monitoring Dan Proteksi Under Speed dan Over Speed Pada Motor Induksi 3 Phasa Berbasis Mikrokontroller
Three-phase induction motors are widely used in industrial applications due to their simple construction, high reliability, and relatively low maintenance cost. However, motor rotational speed is strongly dependent on the supply frequency, making the drive susceptible to speed deviations outside the allowable range. Both under-speed and over-speed conditions can lead to thermal stress, mechanical degradation, increased current draw, and premature motor failure. This study proposes a microcontroller-based monitoring and protection system designed to detect abnormal speed conditions in three-phase induction motors. A Hall effect sensor is utilized to measure the instantaneous rotational speed, while programmable speed limits are input through a keypad interface. The system automatically disconnects the motor supply once the detected speed exceeds the predefined threshold. The experimental results reveal that the system successfully identifies under-speed (e.g. 1391 rpm) and over-speed (e.g. 1509 rpm) conditions from predetermined set points (e.g., 1400 rpm and 1500 rpm), and automatically disconnect the motor with a fast response (2 seconds), confirming the effectiveness of the protection algorithm. This work contributes to low-cost and scalable protection solutions suitable for industrial motor applications, particularly for implementations requiring autonomous speed protection without high-end control equipment.Motor induksi tiga phasa adalah mesin listrik yang banyak digunakan dalam industri modern karena konstruksi yang sederhana, efisiensi yang tinggi, serta biaya pemeliharaan yang relatif rendah. Namun, kecepatan pada motor induksi sangat bergantung pada frekuensi sumber, sehingga operasi pada kecepatan yang berada di luar batas kerja, baik under speed maupun over speed, dapat menyebabkan kerusakan mekanis, peningkatan arus, penurunan efisiensi, dan potensi kegagalan motor. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring dan proteksi kecepatan berbasis mikrokontroler dengan memanfaatkan sensor hall effect untuk pembacaan kecepatan aktual motor induksi tiga phasa. Sistem memberikan fungsi proteksi otomatis dengan memutus sumber daya ketika kecepatan melewati batas atas atau batas bawah yang diprogram melalui keypad. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi kondisi under speed (misal 1391 rpm) dan over speed (misal 1509 rpm) dari set point yang telah ditentukan (misal 1400 rpm dan 1500 rpm), serta memutus motor secara otomatis dengan respon yang cepat (2 detik) sesuai algoritma proteksi yang telah dirancang. Dengan demikian, sistem ini dapat meningkatkan keandalan operasi motor, mengurangi risiko kerusakan pada motor dan benda kerja, serta menjadi solusi proteksi kecepatan yang hemat biaya dan mudah diimplementasikan
Pengembangan Desain Konveyor Berkekuatan Tinggi Untuk Mengangkut Pasir Resin Furan Ke Mesin Penghancur Pasir Menggunakan Metode Ulrich
Effective machinery and supporting systems significantly influence production capacity, precision, and workflow continuity. In several companies, the lifting of hardened furan sand is still performed using forklifts, leading to delays and reduced efficiency, particularly during night shifts. This condition highlights the need for a more reliable material handling system. This study aims to design a conveyor system capable of transporting hardened sand to the sand crusher machine as an alternative to forklift-based handling. The conveyor is designed to match the height and spatial constraints of the existing sand crusher and can be operated without forklift assistance. The design process includes problem identification, product requirement definition, concept development, and concept evaluation. The results indicate that the second design concept provides the best performance, with a maximum stress of 60.729 MPa, supported by six structural frames, and a total manufacturing cost of Rp 37,923,000. The proposed conveyor system offers a more efficient and practical solution for material handling in sand-processing operations.
Keywords: Manufacturing industry, production efficiency, conveyor system, sand crusher
Mesin dan sistem pendukung menjadi faktor utama dalam menentukan kapasitas, presisi, serta efektivitas operasi manufaktur. Namun, di beberapa perusahaan proses pengangkatan pasir masih dilakukan menggunakan forklift, yang menyebabkan keterlambatan dan menurunkan efisiensi, terutama pada shift kerja malam. Kondisi ini menunjukkan perlu adanya penanganan material yang lebih andal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem conveyor sebagai solusi material handling guna mempermudah pengangkatan pasir yang mengeras menuju mesin sand crusher. Rancangan conveyor ini disesuaikan dengan tinggi dan dimensi mesin sand crusher yang ada di perusahaan, serta dapat dioperasikan tanpa bantuan forklift. Hasil rancangan didapatkan hasil konsep desain yang terpilih adalah konsep desain kedua yang memiliki tegangan maksimum 60,729 MPa dengan 6 struktur penopang dan total biaya manufaktur sebesar Rp. 37.923.000.
Kata kunci: Industri manufaktur, efisiensi produksi, conveyor system, sand crushe
PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI PENCURIAN DAN PELACAK SEPEDA MOTOR BERBASIS WIFI MENGGUNAKAN NODEMCU ESP8266
Motorcycle theft is a common criminal act in society. Therefore, a vehicle security system is needed that can provide a fast response and real-time location information. This research aims to design and implement a theft detection and tracking system for motorcycles based on the WIFI using NodeMcu ESP8266, SW- 420 vibration sensor, and GPS NEO-6M module, integrated with a web server interface for remote control and monitoring. The research uses hardware and software engineering methods, with a Waterfall approach. The research stages include literature studies, problem identification, system design, tool assembly, software development, system testing, and evaluation. The components used include ESP8266, SW-420 vibration sensor, NEO-6M GPS, and relay module. The system is designed so that when vibration is detected, an alarm is activated and a notification is sent via email. GPS will send the vehicle coordinates to the Web Server to be monitored by the user. Test results show that the system can respond to vibration disturbances within an average of 1 second, control the engine and starter relays within 1–3 seconds, and track the vehicle\u27s location with an average accuracy of 8.33 meters and a tracking delay of approximately 50 seconds. The system was successfully accessed via smartphone hotspot with a maximum effective range of 15 meters. Therefore, this system is proven to be an effective, practical, and affordable IoT- based solution for motorcycle security that can be easily accessed by users through mobile devices.Pencurian sepeda motor merupakan salah satu tindak kriminal yang sering terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem keamanan kendaraan yang mampu memberikan respon cepat dan informasi lokasi kendaraan secara real- time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat pendeteksi pencurian dan pelacak sepeda motor berbasis WIFI menggunakan ESP8266, sensor getar SW-420, dan modul GPS NEO-6M, yang terhubung dengan halaman Web Server untuk kendali dan pemantauan jarak jauh. Penelitian menggunakan metode rekayasa perangkat keras dan lunak, dengan pendekatan Waterfall. Tahapan penelitian meliputi studi literatur, identifikasi masalah, perancangan sistem, perakitan alat, pengembangan perangkat lunak, pengujian sistem, dan evaluasi. Komponen yang digunakan meliputi ESP8266, sensor getar SW-420, GPS NEO-6M, dan modul relay. Sistem dirancang agar saat getaran terdeteksi, alarm aktif dan notifikasi dikirim melalui email. GPS akan mengirimkan koordinat kendaraan ke Web Server untuk dipantau oleh pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat merespon gangguan getaran dalam waktu rata-rata 1 detik, menyalakan dan mematikan mesin dalam waktu rata-rata 1–3 detik, serta mampu menampilkan posisi kendaraan dengan akurasi rata-rata 8,3 meter dan waktu pelacakan 50 detik. Sistem juga berhasil diakses melalui jaringan hotspot smartphone dengan jangkauan maksimal hingga 15 meter. Dengan demikian, sistem ini terbukti efektif sebagai solusi keamanan kendaraan berbasis WIFI yang praktis, ekonomis, dan mudah diakses oleh pengguna melalui perangkat selule