Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Implementasi LoRa sebagai Media Komunikasi Data Tinggi Air pada Lahan Gambut
Peatland Forest Fires pose a serious threat, particularly in Riau, which has 3.89 million hectares of peatland and is highly vulnerable during the dry season. These fires are difficult to control because the flames can spread beneath the dry surface of the soil. One preventive measure is real-time monitoring of the water table to maintain soil moisture. Long Range (LoRa) technology, with its long-range communication and low power consumption, is more effective than cellular-based IoT systems, which are limited in remote areas. This study developed a seven-hop LoRa multi-hop system to transmit data from remote areas to a cellular network via river routes without the need for expensive infrastructure. The solution is more efficient, offering a cost reduction of up to 96%-99% compared to other methods. The system will be applied at PT Rimba Mandau Lestari, Siak Regency, Riau, to replace the less effective manual monitoring approach. Testing results showed that the use of a Low Noise Amplifier (LNA) improved signal quality, achieving an average RSSI of -97.6 dBm and a Delivery Success Rate of 100%, with a delay of up to 12.36 seconds.Kebakaran hutan di lahan gambut merupakan ancaman serius, terutama di Riau yang memiliki 3,89 juta hektar lahan gambut dan sangat rentan saat musim kemarau. Kebakaran ini sulit dikendalikan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah yang kering. Salah satu upaya pencegahan adalah pemantauan tinggi muka air secara real-time untuk menjaga kelembapan lahan. Teknologi Long Range (LoRa), dengan jangkauan jauh dan konsumsi daya rendah, lebih efektif dibandingkan sistem IoT berbasis jaringan seluler yang terbatas di wilayah terpencil. Penelitian ini mengembangkan sistem LoRa multi-hop sebanyak tujuh hop untuk mengirim data dari area terpencil ke jaringan seluler melalui jalur sungai tanpa infrastruktur mahal. Solusi ini lebih efisien dengan penghematan biaya hingga 96%-99% dibandingkan metode lainnya. Sistem akan diterapkan di PT Rimba Mandau Lestari, Kabupaten Siak, Riau, untuk menggantikan pemantauan manual yang kurang efektif. Pengujian menunjukkan penggunaan Low Noise Amplifier (LNA) meningkatkan kualitas sinyal dengan rata-rata RSSI -97,6 dBm dan Delivery Success Rate 100%, dengan delay mencapai 12,36 detik
Pengukuran Sinyal dari Sensor Accelerometer dan Gyroscope untuk Menentukan Gerak Jatuh pada Lansia Menggunakan Metode Ambang Batas (Threshold)
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat wearable pendeteksi jatuh bagi lansia menggunakan metode ambang batas (threshold). Risiko jatuh pada lansia merupakan masalah serius karena dapat menyebabkan cedera berat hingga kematian, terutama jika bantuan tidak segera diberikan. Sebagai kelompok rentan, lansia memerlukan solusi teknologi yang mampu mendeteksi kejadian jatuh secara cepat dan akurat untuk meningkatkan keselamatan mereka. Sistem ini memanfaatkan sensor accelerometer, gyroscope, dan microphone berbasis Arduino untuk mendeteksi gerakan jatuh melalui pengukuran percepatan dan tekanan. Perangkat ini dirancang dengan pendekatan ergonomis dan konsumsi daya rendah serta dilengkapi modul GSM yang secara otomatis mengirimkan notifikasi ke ponsel keluarga ketika kejadian jatuh terdeteksi. Pengujian dilakukan pada lansia dengan berbagai skenario gerakan, mencakup aktivitas jatuh dan normal. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi sebesar 92,85%, sensitivitas 91%, dan spesifisitas 97,5%, yang menegaskan kemampuan perangkat dalam membedakan gerakan jatuh dari aktivitas biasa. Dengan desain yang sederhana, efisien, dan andal, perangkat ini diharapkan menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keselamatan lansia dan memudahkan keluarga dalam memantau risiko jatuh secara real-time
Rancang Bangun Repeater LoRa Berbasis Ebyte E220-400T22D untuk Memperluas Jangkauan Komunikasi
The limited availability of cellular networks in remote areas such as mountain trails and highland regions requires the development of a reliable, low-power, and easily deployable communication system. This study presents the design and implementation of a LoRa repeater based on the Ebyte E220-400T22D module to extend data communication coverage under both line-of-sight and non-line-of-sight conditions. The system utilizes an ESP32 microcontroller that controls two LoRa transceiver modules through a store-and-forward mechanism to retransmit data automatically. Experimental results show that the proposed repeater system effectively increases the communication range under various terrain conditions while maintaining signal stability and transmission reliability. The delay observed in data transmission remains within an acceptable range, confirming that the repeater operates efficiently without significantly affecting system performance. Overall, this work demonstrates that the Ebyte E220-400T22D-based LoRa repeater provides a practical and energy-efficient solution for long-range wireless communication in areas with limited telecommunication infrastructure.Keterbatasan jaringan seluler di daerah terpencil seperti jalur pendakian dan wilayah pegunungan menuntut adanya sistem komunikasi yang andal, hemat daya, serta mudah diterapkan. Penelitian ini membahas perancangan dan implementasi repeater LoRa berbasis modul Ebyte E220-400T22D untuk memperluas jangkauan komunikasi data pada kondisi line-of-sight dan non-line-of-sight. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 yang mengendalikan dua modul transceiver LoRa melalui mekanisme store-and-forward untuk meneruskan data secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem repeater yang dirancang mampu meningkatkan jangkauan komunikasi pada berbagai kondisi medan dengan tetap mempertahankan kestabilan sinyal dan keandalan transmisi. Waktu tunda yang terjadi selama proses komunikasi masih berada dalam batas wajar, sehingga menunjukkan bahwa repeater bekerja secara efisien tanpa menurunkan kinerja sistem secara signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa repeater LoRa berbasis modul Ebyte E220-400T22D merupakan solusi praktis dan efisien untuk mendukung komunikasi jarak jauh di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi
ANALISIS KINERJA MOTOR CIRCULATING WATER PUMP (CWP) UNIT 6 PT. PLN INDONESIA POWER UBP SURALAYA: Pendekatan Deskriptif Kuantitatif untuk Evaluasi Parameter Kelistrikan dan Mekanis Motor Tegangan Tinggi
This study aims to evaluate the performance of the Circulating Water Pump (CWP) Unit 6 motors at PLTU Suralaya using a quantitative descriptive approach based on operational data from the Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) system and the Distributed Control System (DCS). The assessment covers key electrical and mechanical parameters by referring to international standards, namely IEEE Std 112-2017 and IEC 60034-14. Data were collected during 24 hours of stable operation, resulting in 288 measurement points. The findings indicate that the CWP 6A and CWP 6B motors operated within safe limits, as shown by current values of 190 A and 192 A, stator temperatures ranging from 74–79 °C, and vibration levels below 0.1 mm/s, which are significantly lower than the allowable limit of 4.5 mm/s. These results confirm that both motors are in stable and efficient operating condition. Furthermore, the integration of SCADA–DCS proves to be effective in supporting predictive maintenance for high-voltage motor systems.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa motor Circulating Water Pump (CWP) Unit 6 pada PLTU Suralaya yang berperan penting dalam sistem pendinginan kondensor. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder dari sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dan Distributed Control System (DCS) untuk mengevaluasi parameter kelistrikan dan mekanis motor tanpa pengukuran langsung di lapangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data arus, tegangan, suhu stator, suhu bearing, dan tingkat getaran selama kondisi operasi stabil (steady state). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor CWP 6A dan CWP 6B beroperasi pada arus masing-masing 190 A dan 192 A, dengan temperatur stator berkisar antara 74–79 °C serta getaran di bawah batas aman menurut standar IEC 60034-14. Seluruh parameter masih berada dalam rentang operasi normal sesuai spesifikasi pabrikan, menandakan kondisi motor yang stabil dan efisien. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa sistem SCADA–DCS efektif digunakan sebagai alat pemantauan performa motor tegangan tinggi secara kontinu dan dapat mendukung penerapan predictive maintenance di lingkungan pembangkit listrik
Analisis Frekuensi Domain Pada Sinyal EEG Terhadap Stimulus Gambar Kemasan Produk: Studi Neuromarketing dalam Kemasan Produk
Product packaging not only serves as protection but also functions as a strategic visual element that shapes consumer perception at the point of sale. With the advancement of neuroscience-based marketing, neuromarketing has emerged as a promising approach to investigate brain responses to visual stimuli. This study aims to analyze alpha wave activity in response to product packaging images categorized as attractive and unattractive. A total of 25 participants were involved, with visual stimuli selected based on a prior survey of 60 respondents. Brain activity was recorded using EEG from channels O1 and O2 and analyzed using the Power Spectral Density (PSD) method. The results indicate that attractive packaging elicited higher alpha wave activity compared to unattractive packaging and baseline, suggesting increased visual attention. Furthermore, PSD features were classified using three machine learning algorithms: Random Forest, Support Vector Machine, and K-Nearest Neighbors. Among them, Random Forest achieved the highest test accuracy at 78%. This study contributes to the objective evaluation of product packaging design through brain signal analysis and supports the development of data-driven marketing strategies.Kemasan produk tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga sebagai elemen visual strategis yang dapat membentuk persepsi konsumen di titik penjualan. Seiring berkembangnya pendekatan pemasaran berbasis neurosains, neuromarketing menjadi metode potensial untuk mengungkap respons otak terhadap stimulus visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas gelombang alfa dalam merespons gambar kemasan produk yang diklasifikasikan sebagai menarik dan tidak menarik. Sebanyak 25 partisipan terlibat dalam eksperimen dengan stimulus yang dipilih berdasarkan survei dari 60 responden. Aktivitas otak direkam menggunakan EEG pada kanal O1 dan O2, kemudian dianalisis menggunakan Power Spectral Density (PSD). Hasil menunjukkan bahwa kemasan menarik menghasilkan aktivitas alfa yang lebih tinggi dibandingkan kemasan tidak menarik dan baseline, mengindikasikan peningkatan atensi visual. Selanjutnya, fitur PSD diklasifikasikan menggunakan algoritma Random Forest, Support Vector Machine, dan K-Nearest Neighbors. Random Forest menunjukkan akurasi tertinggi sebesar 78% pada data uji. Penelitian ini memberikan kontribusi pada evaluasi objektif terhadap desain kemasan berbasis sinyal otak, serta membuka arah baru dalam pengembangan strategi pemasaran berbasis data
Experimental Study of Performance and Emissions of a 4-Stroke Engine with a Capacity of 110cc
In addition to adding ferrite beads to the ignition coil, this study attempts to examine the effects of different spark plugs and ignition coils. Ferrite beads are employed to mitigate electrical noise and enhance electrical efficiency. This research facilitates the examination of engine performance and exhaust emissions, thereby offering insight into the combustion process within the combustion chamber. This study used a 4-stroke Otto engine with a displacement of 110 cc, powered by RON 92 gasoline. We utilize three types of spark plugs: Denso U22FS-U, NGK 14 mm, and Iridium IU27. Two varieties of ignition coils are employed: PCX 150 and COL9001, supplemented by ferrite beads. Dynotes are utilized to assess engine performance, while gas analyzers are employed to evaluate exhaust pollutants. The criteria examined for engine performance include torque and power, while exhaust emission parameters consist of CO, CO2, O2, and HC. The findings indicate that the NGK 14-mm spark plug, when paired with a COL9001 ignition coil and supplemented with a ferrite bead, achieves a peak torque of 7.67 Nm at 6514.42 rpm and a maximum power output of 5.73 kW at 72813.93 rpm. This setup yields minimal emissions and favorable fuel consumption when it is implemented. This study\u27s findings offer significant insights and references for tactics including spark plugs, ignition coils, and ferrite beads
Analysis of the Effectiveness of Fluidized Bed Dryer in Black Tea Processing Using the OEE Approach
This study evaluated the operational effectiveness of the Fluidized Bed Dryer (FBD) machine in the traditional black tea drying process using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) framework, which includes availability, performance efficiency, and quality rate, as defined in ISO 22400-2:2014. Data collected from January to June 2023 indicated an average OEE of 83.66%. Although availability was consistently high (94–100%) and product quality maintained at 100% throughout the month, performance efficiency varied considerably, dropping to 69% in January and 66% in April, primarily due to operational delays and unstable machine utilization. These results indicate that performance efficiency was the main factor affecting OEE and total productivity. It recommends implementing condition-based maintenance procedures and real-time process monitoring systems to minimize unexpected downtime and enhance operational stability. Better regulation of input load, airflow, and drying temperature was crucial to ensure consistent performance and support product standardization in accordance with SNI 2891:2016, ultimately enhancing the competitiveness of the black tea processing industry.Penelitian ini menilai efikasi operasional mesin Fluidized Bed Dryer (FBD) dalam pengolahan teh hitam tradisional menggunakan kerangka Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang mencakup ketersediaan, efisiensi kinerja, dan tingkat kualitas, sebagaimana diatur dalam ISO 22400-2:2014.Investigasi yang dilakukan dari Januari hingga Juni 2023 menunjukkan rata-rata OEE sebesar 83,66%.Meskipun ketersediaan terus-menerus tetap tinggi (94–100%) dan kualitas produk mencapai 100% sepanjang bulan, efisiensi kinerja menunjukkan variasi yang cukup besar, turun menjadi 69% pada bulan Januari dan 66% pada bulan April, terutama disebabkan oleh keterlambatan operasional dan pemanfaatan mesin yang tidak teratur.Data ini menetapkan efisiensi kinerja sebagai faktor utama yang mempengaruhi OEE dan produktivitas total.Penelitian ini menganjurkan penggunaan prosedur pemeliharaan berbasis kondisi dan penerapan sistem pemantauan proses waktu nyata untuk meminimalkan waktu henti yang tidak terduga dan meningkatkan stabilitas operasional.Meningkatkan pengaturan beban input, aliran udara, dan suhu pengeringan sangat penting untuk memastikan kinerja yang konsisten dan memfasilitasi standarisasi produk sesuai dengan SNI 2891:2016, sehingga meningkatkan daya saing produksi teh hitam.
 
ANALISIS EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI BILAH 2, 4, DAN 6 TURBIN ANGIN SAVONIUS TIPE-L TERHADAP KECEPATAN PUTAR SERTA TORSI PADA KECEPATAN ANGIN RENDAH
The utilization of wind energy through vertical axis turbines such as Savonius Type-L is a promising solution for small-scale renewable energy, but the understanding of the effect of blade number variation on its performance is still limited. This study aims to experimentally analyze the performance of the L-type Savonius wind turbine by varying the number of blades (2, 4, and 6) in the wind speed range of 6, 7, and 8 m/s. Tests were conducted using a wind tunnel to measure key parameters such as rotational speed and torque under controlled conditions. The results showed a strong positive correlation, where an increase in wind speed consistently increased the rotational speed and torque across all blade configurations. Specifically, the 4-blade configuration showed the most superior performance, achieving the highest rotational speed and torque compared to other configurations at a wind speed of 8 m/s. This finding confirms that wind speed is a determinant factor in turbine performance and indicates that the 4-blade configuration is the optimal choice to maximize power extraction under the test conditions conducted.
Keywords: Savonius, Turbine blade, Torque, Rotational Speed.
Pemanfaatan energi angin melalui turbin sumbu vertikal seperti Savonius Tipe-L menjadi solusi menjanjikan untuk energi terbarukan skala kecil, namun pemahaman mengenai pengaruh variasi jumlah bilah terhadap kinerjanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara eksperimental kinerja turbin angin Savonius Tipe-L dengan memvariasikan jumlah bilah (2, 4, dan 6) pada rentang kecepatan angin 6, 7, dan 8 m/s. Pengujian dilakukan menggunakan terowongan angin (wind tunnel) untuk mengukur parameter kunci seperti kecepatan putar dan torsi dalam kondisi yang terkontrol. Hasil studi menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat, di mana peningkatan kecepatan angin secara konsisten meningkatkan kecepatan putar dan torsi pada semua konfigurasi bilah. Secara spesifik, konfigurasi 4 bilah menunjukkan performa paling unggul, mencapai kecepatan putar dan torsi tertinggi dibandingkan konfigurasi lainnya pada kecepatan angin 8 m/s. Temuan ini menegaskan bahwa kecepatan angin merupakan faktor determinan dalam unjuk kerja turbin dan mengindikasikan bahwa konfigurasi 4 bilah menjadi pilihan optimal untuk memaksimalkan ekstraksi daya dalam kondisi pengujian yang dilakukan.
Kata kunci: Savonius, Bilah turbin, Torsi, Kecepatan Putar
Rancang Bangun Purwarupa Plant Traffic Light Berdasarkan Kecepatan Pada Model Kendaraan Roda Empat Menggunakan Sistem Algoritma Logika Fuzzy
Generally, traffic light control systems in Indonesia only regulate based on fixed time. This becomes a problem when there is a buildup of vehicles on one side. From the results of field observations, one of the causes of this buildup is due to the setting of the lights that do not adjust the speed of the vehicle which is connected to the determination of the duration of the green light. In this study, a prototype system of plant traffic light control was created using a fuzzy logic system applied to the ATmega32 microcontroller. By comparing the speed of the car on each side, data was obtained from the algorithm that can be used to regulate the time of the traffic lights in each direction. The prototype that was created functions adaptively. From the results of this study using the prototype, it was found that by regulating the duration of the green light in the traffic light system, a success rate of 99.97% was obtained. Where if the vehicle speed is high, the green light duration value becomes fast and vice versa.Umumnya sistem pengaturan lampu lalu-lintas di Indonesia hanya melakukan pengaturan berdasarkan waktu yang tetap. Hal ini menjadi bermasalah ketika terjadi penumpukan kendaraan pada satu sisi. Dari hasil observasi lapangan salah satu penyebab penumpukan ini terjadi dikarenakan pengaturan nyala lampu yang tidak menyesuaikan kecepatan kendaraan yang dihubungkan dengan penetapan durasi lampu hijau. Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem purwarupa plant traffic light control dengan menggunakan Sistem logika fuzzy yang diterapkan pada mikrokontroler ATmega32. Dengan membandingkan kecepatan mobil di setiap sisi, diperoleh data dari algoritma yang bisa digunakan untuk mengatur waktu lampu lalu lintas di setiap arah. Purwarupa yang dibuat berfungsi secara adaptif. Dari hasil penelitian ini menggunakan purwarupa didapatkan bahwa dengan mengatur durasi lampu hijau pada sistem lampu lalu-lintas didapatkan tingkat persentase keberhasilan sebesar 99.97%. Dimana jika kecepatan kendaraan tinggi nilai durasi lampu hijau menjadi cepat dan begitu pula sebaliknya
Deteksi Penyakit Katarak pada Citra Mata Manusia Menggunakan Metode ResNet-50
Cataract is a leading cause of blindness that requires quick and accurate diagnosis to prevent further deterioration in vision quality. However, conventional examination methods often require a long time and specialized expertise, making them difficult to access widely. Along with technological developments, digital image processing offers a solution to detect cataracts more efficiently. This research aims to develop an image processing-based cataract identification system using a deep learning approach through the ResNet-50 architecture for pattern recognition in eye images. The research process includes image matrix transformation and file compression to improve data processing efficiency. Eye image datasets are used as training and testing data in the classification process using first-order parameters and 100 epochs. Test results showed the system was able to identify cataracts with an accuracy of 95.7% and the best computation time of 1.888 seconds, using 400 training data and 381 validation data. The resulting software simulation can be a digital image-based cataract early diagnosis tool, which is expected to support medical personnel in providing faster treatment and expanding access to eye health services.Katarak merupakan penyebab utama kebutaan yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat untuk mencegah penurunan kualitas penglihatan yang lebih parah. Namun, metode pemeriksaan konvensional seringkali memerlukan waktu lama dan keahlian khusus, sehingga sulit diakses secara luas. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengolahan citra digital menawarkan solusi untuk mendeteksi katarak secara lebih efisien. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem identifikasi katarak berbasis image processing dengan menggunakan pendekatan deep learning melalui arsitektur ResNet-50 untuk pengenalan pola pada citra mata. Proses penelitian meliputi transformasi matriks citra dan kompresi file guna meningkatkan efisiensi pengolahan data. Dataset citra mata digunakan sebagai data pelatihan dan pengujian dalam proses klasifikasi menggunakan parameter orde satu dan 100 epoch. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengidentifikasi katarak dengan akurasi sebesar 95,7% dan waktu komputasi terbaik 1,888 detik, menggunakan 400 data pelatihan dan 381 data validasi. Simulasi perangkat lunak yang dihasilkan dapat menjadi alat bantu diagnosis awal katarak berbasis citra digital, yang diharapkan mampu mendukung tenaga medis dalam memberikan penanganan lebih cepat dan memperluas akses layanan kesehatan mata