255 research outputs found

    DINAMIKA METODE HISAB IMKANURRUKYAH PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA KOTA MALANG (1935-2014)

    No full text
    ABSTRAK   Huda, Muhammad Choirul. 2015. Dinamika Metode Hisab Imkanurrukyah Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang (1935 – 2014). Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Siti Malikhah Towaf,M.A., Ph.D, (2) Dr. Abdul Latif Bustami, M.Si.   Kata Kunci: Dinamika, Hisab Imkanurrukyah, Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang.   Pondok Pesantren Miftahul Huda merupakan salah satu pesantren yang memiliki kepedulian terhadap disiplin Ilmu Hisab. Kepedulian ini diwujudkan dengan tetap menjadikan Ilmu Hisab sebagai metode penentuan awal bulan Hijriyah. Pondok Pesantren Miftahul Huda menggunakan metode Imkanurrukyah sebagai metode penentuan awal bulan Hijriyah. Ilmu Hisab sudah ada di pesantren ini ketika KH. Muhammad Yahya menjadi pengasuh tepatnya tahun 1935. Masyarakat di wilayah Kota Malang sudah mengakui bahwa hasil perhitungan hisab Pondok Pesantren Miftahul Huda bisa dipercayai keakuratannya. Namun banyak orang yang belum mengetahui bagaimana Ilmu Hisab bisa berkembang di sebuah pesantren yang pada umumnya akan menggunakan rukyah sebagai pedoman penentuan awal bulan Hijriyah. Berkaitan dengan itu maka perlu sebuah pembahsan mengenai sejarah dan dinamika Ilmu Hisab di Pondok Pesantren Miftahul Huda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dinamika metode hisab Imkanurrukyah di Pondok Pesantren Miftahul Huda, pemilihan metode hisab Imkanurrukyah, dan peran ilmu hisab dalam pengambilan keputusan hari besar Islam di Kota Malang . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis. Penelitian historis meliputi empat tahapan yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi di masa lampau. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan diketahui bahwa ilmu hisab di Pondok Pesantren Miftahul Huda mengalami banyak perkembangan. Jika pada masa KH. Muhammad Yahya mengasuh hanya menggunakan Kitab Sullam Nayyirain sebagai pegangan utama. Memasuki tahun 1971 peran madrasah diniyah mampu menjadikan Ilmu Hisab semakin berkembang dengan banyaknya santri yang mampu menguasai ilmu ini.  Tahun 2000 salah satu alumni berhasil membuat aplikasi untuk melakukan perhitungan secara komputerisasi dengan hasil lebih akurat dan lebih cepat. Tahun 2003 Salah seorang santri yang bernama Abu Bakar Shebly telah membuat ringkasan Kitab Sullam nayyirain menjadi sebuah buku panduan penghitungan hisab. Peran Pondok Pesantren Miftahul Huda dalam penentuan hari besar Islam di Malang juga cukup besar. Yang paling terlihat adalah pada saat proses penentuan 1 Ramadhan yang diadakan oleh gabungan Kementrian Agama Kota Malang dan Kabupaten Malang. Hasil perhitungan hisab Pondok Pesantren Miftahul Huda dijadikan salah satu acuan untuk melakukan rukyatul hilal. Hal ini dipengaruhi oleh hasil perhitungan Pondok Pesantren Miftahul Huda yang akurat, juga karena kharisma para masyayikh, serta alumni yang banyak tersebar di wilayah Malang Raya

    Manajemen kegiatan keagamaan Pondok Pesantren Miftahul Huda Grobogan

    No full text
    Muhammad Nur Izza Mauliddudin (1501036035), Manajemen Kegiatan Keagamaan Pondok Pesantren Miftahul Huda Grobogan. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang 2022. Manajemen adalah hal yang penting bagi suatu lembaga dakwah khsusnya dalam lembaga pondok pesantren, juga dalam mengatur kegiatan keagamaannya. Maka dibutuhkan nya kegitan manajemen di kegiatan keagamaan agar kegiatan tersebut bisa dikelola dengan efisien dan sesuai dengan harapan. Dan pembahasan disini difokuskan dalam manajemen kegiatan keagamaan di pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan. Pondok pesanren ini merupakan lembaga dakwah dibidang pendidikan yang berafiliasi dengan Al-khidmah, yaitu majlis dzikir yang berkiblat pada toriqoh Qodiriyah an naqsabandiyah dan juga yang berkiblat dengan pondok pesantren al fitrah kedinding surabaya yang didirikan oleh K.H. Asrori Al Ishaqi. Dan juga sebagian kegiatan di pondok pesantren ini langsung bersinggungan dengan msyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan keagamaan dan manajemen kegiatan keagamaan di pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data seperti teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang pertama, dalam kegiatan keagamaan yang ada di pondok pesantren Miftahul Huda dibagi menjadi (3) tiga bagian yaitu (1) Syi’ar yaitu kegiatan keagamaan yang bersifat majelis yang langsung bersinggungan dengan masyarakat atau melibatkan masyarakat langsung,(2) wadlifah yaitu kegiatan yang bersangkutan langsung dengan Allah swt, baginda rosulullah Muhammad saw, sulthanul aulia’ syaikh abdul qadir al jailani, dan Hadratussyaikh K.H. Ahmad asrori alishaqi, (3) pendidikan yaitu kegiatan keseharian yang bersifat pengajian kitab kuning. Kedua, dalam manajemen kegiatan keagamaan yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi manajemen yaitu: 1) planning (perencanaan), yaitu dengan melakukan perumusan tujuan yang dilakukan, pemilihan program dan pengarahan program, 2) organizing dengan melakukan pembuatan bagan organisasi, pembagian tugas dan pembagian wewenang, 3) actuating yaitu dengan cara pemberian motivasi, berkomunikasi dengan efektif dan menjalin hubungan, 4) Controling yaitu dengan melakukan pengawasan terhadap santri, melakukan pertemuan dan evaluasi. Keempat fungsi tersebut dijalankan dengan baik oleh pondok pesantren Miftahul Huda Grobogan, hal ini dapat dilihat dari perkembangan sumber daya manusiany

    Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an bagi Santri di Asrama Miftahul Huda Melalui Metode Sorogan

    No full text
    Kegiatan PKM ini  bertujuan membantu pengasuh dan pengurus asrama  Miftahul Huda  dalam mengatasi santri yang kesulitan membaca Al-Qur’an. Lokasi kegiatan di asrama Miftahul Huda, jadwal pelaksanaannya adalah setelah shalat subuh berjamaah, mulai pukul 05.10 – 06.10 menit. Proses terdiri dari tiga bagian: (1) tahap persiapan dimana tim PKM menyiapkan segala keperluan, (2) tahap pelaksanaan kegiatan yang mencakup kegiatan awal  salam pembuka dan do’a, kegiatan inti terdiri dari empat sesi yaitu : sesi pertama dimana ustadz/tim PKM membaca ayat Al-qur’an santri menyimak, sesi kedua dimana seluruh santri membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dibacakan sebelumnya oleh tim PKM. Sesi ketiga  dimana santri secara bergiliran membaca Al-Qur’an di hadapan tim PKM. Sesi keempat pemberian materi tambahan. (3) tahap evaluasi program. Hasil evaluasi tahap akhir  menunjukkan bahwa penerapan metode sorogan dalam pembelajaran Al-Qur’an terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Mereka juga mengalami peningkatan  pemahaman terhadap ilmu tajwid.

    Istirātijiyyāt al-Mu’allim li Taqlīl Qalaq al-Ṭhullāb fī Ta’līm al-Lughah al-‘Arabiyah Mahārah al-Kalām al-Faṣl al-‘Āsyīr fī al-Madrasah al-‘Āliyah Ibtida’ al-Falāh li al-Sanah al-Dirāsiyah 2020-2021

    No full text
    AbstractThe purpose of this study was to find out how the teacher's strategy in reducing student anxiety in following the tenth grade Arabic subject at Madrasah Aliyah Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus. The author uses descriptive qualitative research with three steps, namely observation, interviews and documentation. The research subjects were Arabic language teachers, Counseling Guidance teachers and students at Madrasah Aliyah Ibtidaul Falah Samirejo Dawe Kudus. The results of this study indicate that anxiety is caused because Arabic is a difficult subject to understand so many students complain because they find it difficult to understand the meanings of Arabic vocabulary. In addition, the demand for good grades by parents and teachers is also a cause of anxiety in learning Arabic Maharah Kalam. And the factors behind the anxiety are individual factors, intellectual factors, and student environmental factors. To avoid students' anxiety, the teacher manages students' anxiety about learning maharah kalam in Arabic by providing rational explanations to students why they should learn Arabic. Creating a relaxed and fun learning atmosphere, using supportive psychotherapy, developing a "sense of humor", using a humanistic approach, optimizing counseling and guidance services, developing a fun assessment system that doesn't burden students too much, regulating breathing and mind relaxation to help the student's body relax.  [A1]cetak miring, Italic

    Penerapan Metode Reward dalam meningkatkan Motivasi belajar Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan secara sadar pada setiap individu atau kelompok untuk merubah sikap dari tidak tahu menjadi tahu sepanjang hidupnya. Dalam pendidkan saat ini, guru seringkali mendapatkan kesulitan dalam pembelajaran. Misalnya: siswa merasa bosan ketika pembelajaran berlangsung karena tidak ada yang membuat semangat dalam pembelajaran tersebut. Hal ini menyebabkan kurang aktifnya siswa dalam kegiatan pembelajaran, apalagi pada pelajaran yang dianggapnya sulit. Oleh karena itu, peneliti mencoba membuat siswa lebih aktif didalam kegiatan pembelajaran, dan meningkatkan semangat belajar dalam diri siswa. Metode ini, peneliti terapkan pada pelajaran Matematika, karena biasanya siswa merasa bosan dan jenuh pada pelajaran tersebut. Dari uraian tersebut, peneliti akan mengangkat judul “Penerapan Metode Reward Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang”. Penelitian ini akan membahas tentang: Bagaimana mendeskripsikan metode Reward pada pelajaran Matematika Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang?, Bagaimana motivasi belajar matematika dengan menggunakan metode Reward Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang?, Bagaimana hasil belajar Matematika dengan metode Reward Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang?. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan metode Reward pada pelajaran Matematika pada Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang, Untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika dengan menggunakan metode Reward Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang, Untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menggunakan metode Reward Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Miftahul Huda Jabung Malang. Pada penelitian ini dilaksanakan di MI NU Miftahul Huda Di Jabung Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berbentuk PTK. Pada penelitian ini, akan berpacu pada PTK. Peneliti melakukan pembelajaran sendiri dan dalam pengumpulan data peneliti meminta bantuan guru yang bersangkutan. Pengolahan datanya menggunakan kuantitatif deskriptif. Data yang di peroleh menggunakan kuantitatif dengan teknik prosentase (P:F x100%) kemudian di deskripsikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah terlaksana, metode Reward terbukti dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Ketika metode Reward di terapkan dalam belajar siswa terlihat sangat serius dan antusis terhadap tugas yang diberikan. Siswa yang mulanya terlihat kurang serius dalam belajar menjadi lebih semangat dalam belajar. Peneliti melihat banyak perubahan yang dialami oleh siswa ketika mereka belajar dengan menggunakan metode Reward dengan metode yang lainnya. Besarnya tingkatnya motivasi yang dimiliki siswa menunjan keberhasilan dalam pelajarnnya, terutama pada nilai yang dicapai dalam pembelajaran tersebut. Penarapan metode Reward sangat baik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa merasa senang dalam pembelajaran yang berlangsung dan tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Motivasi mempunyai pengaruh terhadap hasil nilai siswa. Siswa yang termotivasi, keinginan belajarnya akan meningkat. Siswa terdorong untuk mengerjakan karena adanya dorongan untuk melakukanya. Implementasi Reward ini ketika siswa mengerjakan tugas dan berhasil. Sebelum siswa mengerjakan guru memberikan penjelasan bahwa yang berhasil menyelesaikan tugasnya akan mendapatkan Reward. Penjelasan guru tersebut adalah rangsangan yang diberikan oleh guru sehingga siswa dapat mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. Reward bisa berupa sanjungan, hadiah, dan nilai dari Reward yang telah diberikan

    Gaya Komunikasi Publik Selebgram Muhammad Miftahul Huda (@keanuagl) Dalam Melakukan Product Endorsement

    No full text
    Pada era teknologi digital yang semakin berkembang pesat ini. Negara maju seperti Amerika, Singapura, Jepang dan Korea Selatan merupakan contoh dari negara yang memiliki perkembangan teknologi dengan tingkat diatas ratarata. Adanya perkembangan teknologi membuat manusia semakin meningkatkan kualitas serta kemampuan dalam macam-macam bidang. Manusia semakin giat untuk memproses, menyebar dan menukar informasi kepada sesama. Salah satu bentuk dari berkembangnya media sosial ialah hadirnya Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gaya komunikasi publik selebgram Muhammad Miftahul Huda (@keanuagl) dalam melakukan product endorsement. Penelitian ini metode studi kasus. Peneliti ingin melihat fenomena gaya komunikasi yang terjadi berdasarkan peristiwa yang sedang trending atau baru saja terjadi terhadap objek penelitian. Penelitian ini juga menggunakan analisis isi menurut Krippendorf yang membahas tentang keterkaitan antara teknik penyampaian dalam public relation dengan endorsement

    Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Kemampuan Membaca Siswa Kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sulthoni, Muhammad. 2012. Kemampuan Berpikir Kritis melalui Kemampuan Membaca Siswa Kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan Malang. Skripsi, Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Suyono, M.Pd (II) Azizatuz Zahro M.Pd.   Kata Kunci: Berpikir kritis, Membaca kritis Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam keterampilan berbahasa. Melalui kegiatan membaca seseorang mendapatkan informasi, pengetahuan, dan juga hiburan. Ketika membaca kritis, siswa tidak sekedar membaca saja, namun siswa harus membaca secara kritis terhadap bacaan yang dibacanya agar siswa memahami isinya. Terdapat beberapa tingkatan membaca pemahaman, yaitu membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.   Kemampuan berpikir kritis merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk melihat dan memecahkan masalah yang ditandai dengan sifat-sifat dan bakat kritis. Kegiatan membaca kritis sepenuhnya melibatkan kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan salah satu tujuan pendidikan yang memerlukan latihan-latihan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini, bagaimanakah kemampuan membaca kritis siswa kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan Malang dan bagaimanakah kualitas kemampuan berpikir kritis yang terungkap melalui keterampilan membaca siswa VI MI Miftahul Huda Bandulan  kelas Malang.   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di MI Miftahul Huda Bandulan Malang tahun ajaran 2011/2012. Objek penelitian ini adalah siswa kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 24 siswa, akan tetapi satu siswa tidak masuk tanpa keterangan sehingga tes ini diikuti oleh 23 siswa . Langkah pelaksanaan penelitian ini terdiri atas dua tahapan. Pertama, melakukan uji instrumen di kelas MI An-Nur Bokor Kec. Turen Kab. Malang yang berjumlah 25 siswa. Hasil uji instrumen tersebut dianalisis dan diperbaiki. Kedua, melakukan uji pengambilan data di kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan. Setelah dilakukan tes, data diolah menggunakan teknik persentase. Hasil pengolahan data tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat kemampuan membaca kritis dan tingkat kemampuan berpikir kritis siswa.   Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa kemampuan seluruh siswa kelas VI MI Miftahul Huda  dalam membaca kritis yang dijabarkan melalui persentase yakni  tidak mampu (24 %), kurang mampu (46 %), cukup mampu (14 %), Mampu (16 %). Sedangkan kualitas seluruh siswa kelas VI MI Miftahul Huda  dalam berpikir kritis yang dijabarkan melalui persentase yakni  tidak kritis (20 %), kurang kritis (40 %), cukup kritis (19 %), kritis (21%).   Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, dapat diketahui bahwa nilai kemampuan membaca kritis siswa yang paling tinggi adalah kurang mampu (46%), sedangkan untuk berpikir kritis siswa yang paling tinggi adalah kurang kritis (40). Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kemampuan membaca siswa kelas VI MI Miftahul Huda Bandulan Malang adalah kurang mampu dan kemampuan berpikir kritisnya adalah kurang kritis.   Saran yang dapat diberikan bagi guru bahasa Indonesia dari hasil penelitian ini, yaitu dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan dan kreativitas guru dalam menerapkan dan meningkatkan pemahaman bacaan membaca kritis dalam pembelajaran di sekolah. Peneliti lain, juga dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa ataupun mengembangkan teks pemahaman bacaan untuk penelitian selanjutnya yang sejenis

    Implementasi Program Keagamaan dalam Membentuk Nilai Karater Disiplin pada Siswa di MI Miftahul Huda Kabupaten Malang

    No full text
    Program keagamaan merupakan suatu rencana yang sudah di rancang dengan matang dengan tujuan untuk mewujudkan suasana keagamaan di sekolah/madrasah yang dapat dilakukan melalui pendekatan pembiasaan, keteladanan, dan pendekatan persuasif atau mengajak peserta didik dengan cara yang halus dengan alasan yang baik yang bisa meyakinkan mereka. MI Miftahul Huda menerapkan pembiasaan amaliyah Islam yang terprogram dan sistematis dalam membentuk nilai karakter disiplin pada siswasiswi, agar mereka terbiasa dengan beban yang di wajibkan sebagai pelajar. Maka dari sini pentingnya program keagamaan dikembangkan dengan melakukan inovasi seluruh kegiatan keagamaan guna untuk menentukan keberhasilan siswa di MI Miftahul Huda dan sebagai peningkatan kedisiplinan siswa MI Miftahul Huda. Dari konteks penelitian di atas maka peneliti merumuskan masalah yaitu: 1) Bagaimana konsep program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa MI Miftahul Huda ? 2) Bagaimana implementasi program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa di MI Miftahul Huda ? 3) Bagaimana evaluasi program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa di MI Miftahul Huda ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan konsep program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa di MI Miftahul Huda. 2) Untuk mendeskripsikan implementasi program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa di MI Miftahul Huda. 3) Untuk mendeskripsikan evaluasi program keagamaan dalam membentuk nilai karakter disiplin siswa di MI Miftahul Huda. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman dengan jenis analisis induktif yang prosesnya melalui Data Reduction,Data Display, Conclusion Drawing/ verification. Dalam menguji keabsahan data menggunakan triangulasi. Kesimpulan dari hasil penelitian di MI Miftahul Huda bahwasannya konsep program keagamaan di MI Miftahul Huda Kabupaten Malang memiliki beberapa kegiatan keagamaan dan sebagai pembiasaan diantaranya: sholat dhuha dan dhuhur berjama’ah, membaca surah yasin, waqi’ah, al-Mulk, kultum dan pembacaan asmaul husnah. Dalam Implementasi kegiatan keagamaan ada beberapa faktor yang mempengerahu yaitu: a) faktor pendukung, diantaranya sarana prasarana, keluarga, dan guru yang ditugaskan menjadi imam dalam kegiatan keagamaan. b) faktor penghambat, diantaranya adanya faktor lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Adapun evaluasi dalam program keagamaan yang dilakukan guru MI Miftahul Huda Kabupaten Malang dengan menggunakan tiga tahap penilaian yaitu: penilaian spiritual yang dapat dibuktikan dengan beribadah kepada Allah Swt, penilaian sikap dibuktikan dengan cara observasi setiap harinya di lingkungan sekolah dan penilaian pengetahuan dibuktikan dengan cara praktik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program keagamaan di MI Miftahul Huda dapat membentuk nilai karakter disiplin pada siswa sehingga program keagamaan ini di implementasikan sesuai dengan visi yang telah di buat. Hal yang perlu diperhatikan sebagai saran-saran yaitu untuk kedepannya MI Miftahul Huda Kabupaten Malang dapat mengembangkan lebih baik tentang implementasi program keagamaan dan dapat memadukan aspek positif dari beberapa kegiatan keagamaan yang sudah ada agar bisa maju mencapai kinerja MI Miftahul Huda yang lebih baik dan dengan hasil yang memuaskan

    Implementasi Shalat Dhuha Dalam Melatih Kedisiplinan Spiritual Siswa Di MI Miftahul Huda Lemahbang Sukorejo

    No full text
    Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunnah yang dilaksanakan minimal dua rakaat. Siswa MI Miftahul Huda Lemahbang diwajibkan untuk melaksanakan shalat dhuha supaya dapat membiasakan sunnah perintah Nabi Muhammad SAW, karena shalat dhuha dapat membentuk kedisiplinan spiritual siswa. Namun disisi lain, ada juga siswa yang kurang tertib dan terlambat dalam mengikuti kegiatan shalat dhuha. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang implementasi shalat dhuha dalam melatih kedisiplinan spiritual siswa di MI Miftahul Huda Lemahbang Sukorejo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian bertempat di MI Miftahul Huda Lemahbang Sukorejo. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi shalat dhuha dalam melatih kedisiplinan spiritual siswa di MI Miftahul Huda Lemahbang adalah siswa memiliki perilaku yang lebih baik, misalnya dapat meningkatkan sikap disiplin dan dapat mematuhi dewan guru

    Pengendalian mutu program sosial Masjid Miftahul Huda Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengendalian mutu program sosial Masjid Miftahul Huda Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan dan meneliti secara mendalam tentang proses pengendalian mutu program sosial Masjid Miftahul Huda Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Kemudian, teknik pengumpulan data dilakukan dengan media wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Bentuk program sosial Masjid Miftahul Huda, di antaranya memberi santunan kematian (orang dewasa Rp 400.000/orang, anak-anak Rp 300.000/orang, menyediakan peti jenazah), anjangsana ke keluarga yang sakit, bantuan kepada keluarga kena musibah bencana alam, dan memberi santunan kepada anak yatim piatu dan orang kurang beruntung dua kali (saat menjelang hari raya Idul Fitri dan pada PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW). Masjid Miftahul Huda melakukan upaya pengendalian mutu program sosial dengan melewati beberapa proses, yaitu perencanaan program, pemantauan pelaksanaan, pemastian kualitas, perbaikan mutu, inovasi program, standarisasi kegiatan, upaya persuasif, sistem pelaporan, dan evaluasi
    corecore