447 research outputs found
Keabadian Diri Perspektif Muhammad Iqbal
Penelitian ini membahas pemikiran Muhammad Iqbal tentang konsep keabadian diri. Permasalahan keabadian telah menjadi perdebatan panjang sejak zaman pra-Socrates hingga filsafat kontemporer. Plato adalah filsuf pertama yang secara formal membahas masalah ini secara mendalam di Republic khususnya pada dialog Phaedo. Dalam kacamata Iqbal, keabadian diri adalah potensi bagi manusia. Dengan mendasarkan pandangannya pada Al-Qur’an, Iqbal mengambil kesimpulan keabadian diri bisa dicapai dengan suatu upaya. Keabadian diri bukan merupakan pemberian melainkan pencapaian.
Penelitian ini menelaah pemikiran Muhammad Iqbal yang terfokus pada pembahasan keabadian diri. Hal ini dibahas secara rinci oleh filsuf-penyair tersebut dalam karya prosa The Reconstruction of Religious Thought in Islam dan penguraian konsep keabadian diri yang teresebar dalam karya-karya Iqbal yang lain. Masalah ini menjadi menarik karena corak utama filsafat Iqbal terfokus pada permasalahan diri.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah keabadian diri bisa tercapai melalui kerja keras individu dengan melakukan pengembangan egonya masing-masing. Adapun cara pengembangan ego tersebut adalah dengan menaati tujuan diciptakannya ego berdasarkan ketentuan Tuhan. Walaupun pada akhirnya setiap ego akan mencapai keabadian tetapi ego yang mengembangkan dirinyalah yang patut diapresiasi karena berhasil memenuhi tujuan eksistensinya di dunia ini
Flex Up Store / Wan Muhammad Iqbal Faiq Wan Ismail
Flex Up Store is the online business that focusing on the online platform for instance Facebook as the main targets. Our company providing the appearances products for our customer and categories in product/services. customer can also use our services to find some other products that demand and hard to be found.
The fundamental concept is to sell a shoe both new shoes and used shoes. New shoes that being resell by our company with specific prices according to the market prices and also the used shoes that rare and shoes that has been stop their productions. We are here as purpose to resell shoes that demanded by our customer and also following the trend regarding what people are more into nowadays. Reselling shoes are legal, and people would usually contact us for demanding to some of the pair that cannot be bought in Malaysia.
We are targeting sneakerhead, sneaker collector and also teenagers especially students from university as the trend we brought in throughout our product more into what teenagers nowadays prefer the most. We also provide delivery services especially in Selangor area would save up their pockets since their place is near with us. Customer in other places can also buy our product with delivery charges as low as RM 10.
Flex Up Store use updates our Facebook page frequently and communicates with their consumer via the internet platform. They can literally contact us via Messenger in Facebook and email us at [email protected] . We also use various types of delivery companies such as J&T, Poslaju, Lalamove, and Gdex. Flex Up Store use the social media to provide soft sell, hard sell and teaser posting to attract our customers
Prelove Outwear / Muhammad Ammar Haziq Arizuddin, Muhammad Idham Abdul Ghani and Muhammad Iqbal Hakimi Ismail
Prelove Outwear is a company operating in a small to medium industry and also involved in the fashion industry. The company name was chosen because it is attractive and easily recognizable by anyone. Our company also has our own motto which is Cheap & Stylish which shows our clothes are available at cheap and economical prices as well as helping customers to be stylish. Our company's main aim is to provide our clients with good service. By being in contact and seeking input from our clients, we aim to build successful customer relationships. Our company consists of 10 staff consisting of General Manager, Marketing Manager, Financial Manager, Operational Manager, Marketing Assistance, Financial Assistance and Worker. With the skills available to the staff, we encourage our strength to achieve the company's objectives. Teamwork, debate and interaction are the keys to our success. Prelove Outwear is an online company that operates on the platform of the digital domain. This company is determined to function as an online company. The reason why 'Prelove Outwear' is an online company is that it can save physical space and leasing costs, users can access the online store anytime and anywhere, and the business can be run anywhere by the shop owner. While planning this business, we managed to analyse some information about this business in terms of administrative plans, marketing plans, operating plans, and financial plans
"i-wake device" / Farah Hanis Ariffin, Nor Ermie Md Akhaer and Muhammad Iqbal Ismail
i - Wake is an intelligent device that wakes brain and works by detecting when the user's eyes close while working or driving which indicates that they are fatigue and feeling sleepy. This device is built-in rechargeable system and light-weighted
Sunlight induced formation of surface Bi2O4-x-Bi2O3 nanocomposite during the photocatalytic mineralization of 2-chloro and 2-nitrophenol
The photocatalytic mineralization of 2-chlorophenol (2-CP) and 2-nitrophenol (2-NP) was investigated using α-Bi2O3. The experiments were performed both in complete spectrum and in the visible region (420–800 nm) of the sunlight. The materials were fully characterized by means of UV–vis diffuse reflectance spectroscopy (DRS), photoluminescence (PL), Raman spectroscopy, X-ray photoelectron spectroscopy (XPS) and X-ray diffraction (XRD) analysis and field emission scanning electron microscopy (FESEM). α-Bi2O3 showed considerably higher activity for the mineralization of 2-nitrophenol and 2-chlorophenol under natural sunlight exposure, however still appreciable activity was observed in the visible region. Formation of surface nanocomposites Bi2O4−x–Bi2O3 was observed under sunlight irradiation due to the presence of UV light. The sunlight exposed Bi2O3, i.e. Bi2O4−x–Bi2O3 composite, showed excellent activity for the degradation and mineralization of 2-CP and 2-NP in the visible region of sunlight. A key role of both hydroxyl and superoxide anion radicals was evidenced in the degradation and mineralization processes under sunlight while only hydroxyl radicals were identified as major facilitators under visible light irradiation
ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN PENGUSAHA PENGRAJIN KERUPUK MULIENG DI KABUPATEN PIDIE
ABSTRAK Judul : Analisis Produksi dan Pendapatan Pengusaha Pengrajin Kerupuk Mulieng di Kabupaten Pidie Nama : M. Iqbal Ismail NIM : 0701101010019 Fakultas/Jurusan : Ekonomi/Ekonomi Pembangunan Dosen Pembimbing : Abd. Jamal,S.E, M.Si Konsentrasi : Sumber Daya Manusia Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan input dan menganalisis produksi dan pendapatan pengusaha pengrajin kerupuk mulieng di Kabupaten Pidie, serta melihat pengaruh input produksi yaitu modal dan tenaga kerja terhadap produksi kerupuk mulieng dan pendapatan pengusaha pengrajin kerupuk mulieng. Model analisis yang digunakan adalah model fungsi produksi Frontier Stochastic Cobb-Douglass dengan menggunakan sampel sebanyak 35 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi tebu. Pengujian efisiensi input dengan menggunakan uji Wald, menunjukkan bahwa pengrajin kerupuk mulieng sudah mencapai efisiensi penggunaan input dimana nilai p-value > 0,05. Uji efisiensi produksi dengan menggunakan pendekatan production possibility frontier yang dibandingkan dengan produksi aktual, menjelaskan bahwa pengrajin kerupuk mulieng belum mencapai efisiensi produksi. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh luas lahan melinjo yang rata-rata yang semakin lama semakin berkurang, serta keadaan topografi dan tingkat kesuburan tanah dan juga pendidikan tenaga kerja yang masih relatif rendah, diduga menjadi faktor inefisiensi produksi kerupuk mulieng. Oleh karena itu, untuk meningkatkan produksi kerupuk mulieng, pengrajin kerupuk mulieng perlu memperhatikan efisiensi dalam penggunaan input dan proses produksi, serta meningkatkan pengetahuan mengenai teknik pengolahan kerupuk mulieng yang dapat meningkatkan hasil yang maksimal. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memasukkan faktor-faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi produksi kerupuk mulieng. Kata Kunci : Efisiensi Penggunaan input, Analisis Produksi dan Pendapatan, Frontier Stochasti
UPAYA BERNAVIGASI AMAN KAPAL MV. OMS BROMO DI ALUR PELAYARAN SEMPIT PERAIRAN TANAH GROGOT KALIMANTAN TIMUR
Muhammad Iqbal Bayu Ismail, NIT:50134880.N, 2017, “Upaya Bernavigasi Aman MV. OMS Bromo di Alur Perairan Sempit Tanah Grogot Kalimantan Timur”, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I : Capt. H. Suherman, M.Mar Pembimbing II : Okvita Wahyuni, S.ST., M.M
Dengan semakin meningkatnya perekonomian dunia maka penggunaan transportasi laut semakin padat, khususnya pada daerah sempit, seperti selat dan kanal, ataupun daerah yang terkonsentrasi seperti pelabuhan dan persilangan lintasan lalu lintas pelayaran yang dapat menimbulkan resiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan pelayaran, baik berupa tabrakan sesama kapal ataupun bahaya pelayaran lainnya seperti bangkai kapal atau kandas di kedalaman yang dangkal. Pelaksanaan upaya bernavigasi aman MV. OMS Bromo agar memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan dari pada olah gerak kapal itu sendiri, baik faktor dari luar maupun faktor dari dalam kapal tersebut. Pengaruh dari luar dan pengaruh dari dalam kapal itu sendiri sangat berperan penting bagi si bernavigasi aman kapal serta pengalaman yang cukup di dunia bernavigasi kapal. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyampaikan dengan menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif, pelaksaan upaya bernavigasi aman dapat digambarkan secara jelas dan nyata karena data diperoleh dari wawancara secara langsung serta ditunjang metode kepustakaan yang memberikan gambaran lebih jelas mengenai informasi yang disampaikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan masalah yang dilakukan penulis selama praktek berlayar di MV. OMS Bromo mengenai upaya bernavigasi aman saat berada dialur perairan sempit Tanah Grogot Kalimantan Timur adalah mengecek pasang surut dan menggunakan kecepatan aman. Peran nahkoda saat sandar di perairan Tanah Grogot Kalimantan Timur adalah pembagian tugas perwira saat olah gerak kapal dan berkomunikasi antar kapal-kapal ketik berada di alur pelayaran sempit Tanah Grogot Kalimantan Timur agar tidak terjadi bahaya tubrukan yang merugikan banyak pihak. Dalam pelaksanaan upaya bernavigasi aman di alur perairan sempit Tanah Grogot Kalimantan Timur pada MV. OMS Bromo antara lain cara bernavigasi aman saat berada di alur perairan sempit Tanah Grogot Kalimantan Timur yang dilakukan sudah sesuai dan peran nahkoda saat melakukan sandar di perairan Tanah Grogot Kalimantan Timur yang dilakukan sudah sesuai.
Kata kunci: alur pelayaran sempit, navigasi, kecepata
Studi Analisis Pendapat Muhaimin Iqbal tentang Dinar dan Dirham sebagai Mata Uang
Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang. Tujuan dari permasalahan ini adalah pertama untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep mata uang dalam Islam dan untuk mengetahui pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai konsep dinar dan dirham sebagai mata uang.
Dalam menyelesaikan permasalahan ini penulis melakukan penelitian menggunakan jenis library research dengan mengumpulkan data-data kepustakaan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer dari buku yaitu buku Dinar Solution: Dinar Sebagai Solusi serta Dinar The Real Money: Dinar Emas, Uang dan Investasiku. Dan sumber data sekunder Ahmad Hasan dalam bukunya yang berjudul Mata Uang Islami Telaah Komprehensif Sistem Keuangan Islami, Muhammad dalam bukunya yang berjudul Kebijakan Fiskal dan Moneter Dalam Ekonomi Islam, Muhammad Ismail Yusanto dkk dalam bukunya yang berjudul Dinar Emas: Solusi Krisis Moneter, Umer Chapra dalam bukunya yang berjudul Sistem Moneter Islami. Dalam penelitian ini menggunakan analisis yang bersifat “diskriptif” yang berusaha menggambarkan mengenai masalah tersebut. Metode ini digunakan untuk memahami pendapat dan dasar Muhaimin Iqbal dalam perencanaan finansial jangka panjang berbasis dinar dan dirham.
Hasil penulis dalam menganalisis pemikiran Muhaimin Iqbal mengenai dinar dan dirham sebagai mata uang adalah perkembangan perekonomian Dunia berpengaruh terhadap tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Selama perekonomian dikelola dengan baik dan sistem yang benar, pasti akan memberikan dampak yang positif bagi penduduk negara tersebut. Dalam Ekonomi Mikro Islam, perbedaan konsep Ekonomi Islam dan Konvensional terletak pada konsep utility pada sisi permintaan dan konsep produksi pada sisi penawaran. Dalam Ekonomi Islam, konsep uang sangatlah jelas bahwa uang adalah alat tukar dalam muamalah, bukan komoditas. Dinar dan dirham merupakan alat transaksi yang stabil, kestabilannya telah diakui oleh Dunia..
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan masukkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan mengenai mata uang dalam Islam serta dinar dan dirham sebagai mata uang. Selain itu juga dapat memberikan pembelajaran yang berimplikasi pada terwujudnya perekonomian yang sejahtera dan yang berkualitas
Tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah Datuk Imran Jembrana Bali
Syekh Ahmad Khatīb Sambas dikenal sebagai tokoh sentral bagi
terbentuknya tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah. Dalam merumuskan
ajaran-ajarannya, beliau bersama dengan Syekh Muhammad Ismail bin
Abdurrahim al-Bali melahirkan sebuah handbook yang berjudul “Fath al
Ārifīn”. Berkaitan dengan ini, Sri Mulyati menyatakan secara singkat
bahwasanya pendirian tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Bali
dihubungkan dengan tokoh Muhammad bin Ismail. Sementara itu di
provinsi Bali, tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah yang tetap eksis dan
dipraktikkan hingga saat ini adalah bersumber dari seorang tokoh bernama
Muhammad Imran bin Abdurrahman dari Jembrana yang mengambil sanad
tarekatnya dari Syekh Nawawi Berjan, Jawa Tengah. Dengan sanad yang
berbeda, tarekat ini juga diajarkan oleh Habib Ali Bafaqih dari Jembrana.
Beliau mempelajari ajaran tarekat ini dari Syekh Khalil Bangkalan.
Penelitian ini difokuskan kepada tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah
jalur Muhammad Imran karena pengamalan majelis tarekatnya lebih aktif
dan terjadwal. Setelah melakukan observasi dengan menelusuri dokumen
dokumen peninggalan Muhammad Imran serta melakukan wawancara
dengan generasi penerusnya, baik mursyid khalifah ataupun beberapa murid
seniornya, secara genealogis penulis tidak menemukan adanya keterkaitan
sanad keilmuan maupun keturunan biologis dengan Muhammad Ismail al
Bali. Sehingga penelitian ini tidak sependapat dengan teori Sri Mulyati dan
menyimpulkan bahwasanya pendirian TQN yang masih bertahan hingga
kini di Bali tidak dapat dihubungkan dengan tokoh Muhammad Ismail al
Bali. Selain itu, kajian ini juga mengkonfirmasi bersambungnya sanad
tarekat Muhammad Imran Jembrana dan Nawawi Berjan meski terdapat
modifikasi dalam praktik amalan TQN di Bali dengan melakukan
penyederhanaan bacaan sehingga menjadi lebih simpel dan juga
menambahkan amalan yasin fadhilah. Di samping itu, penelitian ini juga
menunjukkan bahwa TQN Bali tersebut cenderung sejalan dengan ajaran
tarekat ortodoks, bersandar kepada teori klasifikasi tarekat yang dicetuskan
oleh Fazlur Rahma
Tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah Datuk Imran Jembrana Bali
Syekh Ahmad Khatīb Sambas dikenal sebagai tokoh sentral bagi
terbentuknya tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah. Dalam merumuskan
ajaran-ajarannya, beliau bersama dengan Syekh Muhammad Ismail bin
Abdurrahim al-Bali melahirkan sebuah handbook yang berjudul “Fath al
Ārifīn”. Berkaitan dengan ini, Sri Mulyati menyatakan secara singkat
bahwasanya pendirian tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah di Bali
dihubungkan dengan tokoh Muhammad bin Ismail. Sementara itu di
provinsi Bali, tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah yang tetap eksis dan
dipraktikkan hingga saat ini adalah bersumber dari seorang tokoh bernama
Muhammad Imran bin Abdurrahman dari Jembrana yang mengambil sanad
tarekatnya dari Syekh Nawawi Berjan, Jawa Tengah. Dengan sanad yang
berbeda, tarekat ini juga diajarkan oleh Habib Ali Bafaqih dari Jembrana.
Beliau mempelajari ajaran tarekat ini dari Syekh Khalil Bangkalan.
Penelitian ini difokuskan kepada tarekat Qādiriyyah wa Naqsyabandiyyah
jalur Muhammad Imran karena pengamalan majelis tarekatnya lebih aktif
dan terjadwal. Setelah melakukan observasi dengan menelusuri dokumen
dokumen peninggalan Muhammad Imran serta melakukan wawancara
dengan generasi penerusnya, baik mursyid khalifah ataupun beberapa murid
seniornya, secara genealogis penulis tidak menemukan adanya keterkaitan
sanad keilmuan maupun keturunan biologis dengan Muhammad Ismail al
Bali. Sehingga penelitian ini tidak sependapat dengan teori Sri Mulyati dan
menyimpulkan bahwasanya pendirian TQN yang masih bertahan hingga
kini di Bali tidak dapat dihubungkan dengan tokoh Muhammad Ismail al
Bali. Selain itu, kajian ini juga mengkonfirmasi bersambungnya sanad
tarekat Muhammad Imran Jembrana dan Nawawi Berjan meski terdapat
modifikasi dalam praktik amalan TQN di Bali dengan melakukan
penyederhanaan bacaan sehingga menjadi lebih simpel dan juga
menambahkan amalan yasin fadhilah. Di samping itu, penelitian ini juga
menunjukkan bahwa TQN Bali tersebut cenderung sejalan dengan ajaran
tarekat ortodoks, bersandar kepada teori klasifikasi tarekat yang dicetuskan
oleh Fazlur Rahma
- …
