1,722,136 research outputs found

    EVALUASI KINERJA JALAN ( STUDI KASUS JALAN TEUKU MUHAMMAD HASAN KOTA BANDA ACEH )

    No full text
    Jalan-jalan yang ada di Kota Banda Aceh merupakan salah satu sarana perhubungan bagi distribusi arus lalu lintas, baik angkutan barang maupun angkutan manusia (penumpang) dari daerah tempat tinggal (pemukiman) ke tempat-tempat pusat kota (pasar, sekolah, pertokoan dan lain-lain). Hal ini mengakibatkan pusat kota ramai dipadati kenderaan dan hambatan samping lainnya, sehingga berkurangnya kapasitas dan kinerja jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar kinerja Jalan Teuku Muhammad Hasan Banda Aceh pada tahun 2014 hingga 5 tahun ke depan (tahun 2019), apakah fungsi jalan tersebut sudah memenuhi syarat, baik ditinjau dari volume lalu lintas umumnya dan derajat kejenuhannya. Untuk mengetahui tingkat kinerja Jalan Teuku Muhammad Hasan Banda Aceh diperlukan data volume lalu lintas dan data eksisting geometriknya, yang digunakan pada analisis data. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan tahun 2014, Jalan Teuku Muhammad Hasan Banda Aceh mempunyai kelas hambatan samping sedang (M) yaitu daerah niaga dengan toko-toko di sisi jalan dan untuk kinerja Jalan Teuku Muhammad Hasan Banda Aceh pada titik pengamatan I (simpang surabaya arah ke simpang jalan angsa) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,370; titik penamatan II (dari simpang surabaya sampai simpang jalan angsa) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,439; titik pengamatan III (dari simpang jalan angsa sampai simpang jalan AMD) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,267; titik pengamatan IV (Uturn terminal BUS Batoh) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,288. Perkiraan volume lalulintas akan mendekati kapasias dasar pada tahun ke 6 dan ke 7 tahun dari Tahun 2014. Jadi semakin besar Derajat Kejenuhan pada suatu jalan berarti semakin buruk tingkat pelayanan jalan tersebut

    ORGANOLOGI TEHYAN PRODUKSI MUHAMMAD HASAN AZMI SKRIPSI KARYA ILMIAH

    Full text link
    Penelitian ini membahas mengenai kajian organologi alat musik tehyan dalam ansambel gambang kromong buatan Muhammad Hasan Azmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji organologi Tehyan meliputi kriteria pemilihan bahan baku, proses pembuatan Tehyan, peran dan fungsi alat musik gesek betawi dalam sajian gambang kromong juga bagaimana tuning system dari alat musik Tehyan. Jenis penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehyan, Kongahyan dan Sukong merupakan alat musik gesek yang ada dalam ansambel gambang kromong Betawi. Muhammad Hasan Azmi (Bang Ami) merupakan salah satu pengrajin alat musik gesek Betawi yang masih aktif hingga saat ini. Pembuatan tehyan oleh Bang Ami memiliki bahan baku utama seperti kayu, bambu hitam, buah berenuk, benang wol, benang pancing, senar gitar string nomor 1 dan 2, siongka dan pernis. Langkah-langkah dari pembuatan tehyan meliputi penentuan ukuran dan pemotongan kayu, pembuatan batang tehyan, membuat ukiran, pelubangan untuk uliran, membuat uliran, membuat bagian shok dan kepala, membuat gagang gesekan, pembuatan batok resonasi, pengamplasan bagian gagang batang, ukiran, uliran, kepala, batok dan gesekan, penyemprotan pernis, pemasangan senar, membuat tali gesekan, pembuatan inang, pemasangan senar, pembuatan kulit kambing untuk jarak antara batok dan senar sebagai tahap akhir dari proses pembuatan tehyan. Setelah tehyan jadi, langkah selanjutnya adalah melakukan tuning system. Teknik permainan tehyan dalam ansambel gambang kromong diawali dengan sikap posisi memainkan tehyan dengan posisi badan duduk bersila, posisi tangan menggenggam batang tehyan menggunakan tangan kiri dan gesekan di tangan kanan. Dalam memainkannya teknik penjarian pada tehyan menggunakan jari-jari pada tangan kiri pada nada Sol dan Do jari dilepas, nada La dan Re ditekan menggunakan telunjuk, nada Si dan Mi ditekan menggunakan jari tengah dan nada Fa senar ditekan menggunakan jari manis. Kata Kunci: Organologi, Tehyan, Gambang Kromong, Muhammad Hasan Azm

    MATERI AKHLAK DALAM KETELADANAN KHADIJAH MENURUT IBRAHIM MUHAMMAD HASAN AL-JAMAL

    Full text link
    Posisi akhlak dalam Islam adalah sangat penting. Akhlak sebagai nilai moralitas dalam Islam yang memberikan peran penting bagi kehidupan. Seiring dengan perkembangan zaman wanita mengalami krisis akhlak, mereka seperti kehilangan sosok teladan. Cara untuk memperbaiki akhlak muslimah saat ini adalah salah satunya mengkaji sejarah dan biografi kehidupan Khadijah binti Khuwailid dalam buku Khadijah teladan agung wanita mukminah karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal. Melalui buku Khadijah teladan agung wanita mukminah, akhlak beliau bisa dipelajari dengan memahami perjalanan hidup beliau. Sesuai latarbelakang tersebut maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah apa teladan akhlak bagi muslimah dalam buku Khadijah karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui teladan akhlak bagi muslimah dalam buku Khadijah karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian literature yang dilaksanakan menggunkana metode riset perpustakaan (liberary research). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu buku Khadijah karya Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal (primer) dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Metode analisisnya menggunakan anilisis deskriptif dan analisis isi. Berdasarkan penelitian pustaka yang telah dilakukan teladan akhlak bagi muslimah yang terkandung dalam buku Khadijah teladan agung wanita mukminah dapat disimpulkan terdiri dari akhalak terhadap Allah (meliputi: mentauhidkan Allah, takwa kepada Allah, dzikrullah, tawakal, dan syukur), akhlak terhadap diri sendiri (meliputi: sabar, amanah, iffah / memelihara kesucian diri, sidqu / benar, wafa’ / menepati janji, teguh), akhlak terhadap sesama (meliputi: berbuat baik kepada sesama, suka menolong orang lain / dermawan), akhlak terhadap orang tua (meliputi: memuliakan orang tua), akhlak terhadap suami (meliputi: perhatian dan pengertian terhadap suami, selalu mendukung suami dalam hal kebaikan, setia kepada suami, meringankan beban suami, mentaati perintah suami)

    Strategi dakwah K H Muhammad Hasan dalam pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom Bawang Banjarnegara sebagai lembaga dakwah

    Full text link
    Nama: Rina Trisnawansih; Judul: Strategi Dakwah K. H. Muhammad Hasan Dalam Pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Mantrianom Bawang Banjarnegara Sebagai Lembaga Dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Muhammad Hasan dalam upaya pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sebagai lembaga dakwah, (2) implikasi strategi dakwah yang diterapkan terhadap upaya pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sebagai lembaga dakwah, dan (3) kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Muhammad Hasan dalam rangka pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sebagai lembaga dakwah. Penelitian ini menggunakan metode teknik analisis deskriptif kualitatif. Hal ini ditempuh dengan cara menggambarkan secara detail mengenai strategi dakwah yang dilakukan KH. Muhammad Hasan dalam mengembangkan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sebagai lembaga dakwah. Kemudian menganalisis dan menyajikannya secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Di samping itu berbagai permasalahan dalam penelitian ini juga dianalisis dengan analisis SWOT ((Strength, Weakness, Opportunity, Threat), sehingga pada akhirnya ditemukan sebuah solusi dengan mempertimbangkan realita yang ada di lingkungan pesantren tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; metode dakwah yang digunakan KH. Muhammad Hasan adalah mauidhah hasanah yang secara langsung diberikan kepada masyarakat maupun para santrinya. Di samping itu metode yang dikembangkan adalah dengan cara menyebar alumni ke masyarakat, dalam rangka dakwah dan pengkaderan santri agar di kemudian hari menjadi muballigh yang handal dan tangguh di tengah-tengah masyarakat. Sementara strategi dakwah yang dikembangkan beliau, adalah sebagai berikut; (1) menarik, maksudnya tidak membuat jenuh audiens/pendengarnya, (2) aktual, dalam arti menyesuaikan perkembangan permasalahan yang ada pada masyarakat sekarang ini atau bisa mengaktualisasikan konsep-konsep klasik menjadi kontemporer dan, (3) tidak memaksa yaitu tidak melakukan pemaksaan kepada warga secara luas. Berdasarkan analisis SWOT yang ada dalam penelitian ini bahwa adanya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman strategi dakwah yang diterapkan oleh KH. Muhammad Hasan dalam rangka pengembangan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin sebagai lembaga dakwah dapat dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan aktivitas dakwah ke depan sehingga pengembangan dakwah dalam masyarakat dapat terinspirasi dari pesantren. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman strategi dakwah yang ada di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin dijadikan sebagai pemacu dalam rangka pengembangan pondok pesantren ke masa yang akan datang

    Synthesis and reactions of phthalidium salts - by Muhammad Hasan Salih

    No full text
    Thesis (M.S.)--American University of Beirut. Department of Chemistry, 1985.;"Advisor: Farid Khouri, Assistant Professor, Chemistry—Members of Committee: Makhlouf Haddadin, Professor of Chemistry Costas Issidorides, Professor, Chemistry."Bibliography: leaves 62-64.The following phthalidium salts were prepared by SbCl₅ -induced intramolecular alkylation of alkyl or aryl 2-chloro- or 2-bromomethyl benzoates: methylphthalidium hexachloroantimonate, methyl-phthalidium pentachlorobromoantimonate, ethyl, isopropyl and p

    Combined bridge across the Euphrates - by Muhammad Hasan Sa'di

    No full text
    Senior project (B.S.C.E.)--American University of Beirut, Dept. of Civil Engineering,1952Bibliography: leaf 97

    Analisis Konsep Produksi Menurut Muhammad Hasan As Syaibani Dalam Kitab Al Kasb

    Full text link
    Produksi merupakan kegiatan yang memberikan manfaat dan faedah dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuannya untuk mendapatkan maslahah maksimum sebagai usaha manusia dalam menciptakan kekayaan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis konsep produksi yang dilaksanakan dengan pendekatan konvesional dengan pendekatan konsep produksi menurut Muhammad Hasan As Syaibani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Konsep produksi pada umumnya mendefinisikan bahwa semua kegiatan dalam menciptakan kegunaan barang atau jasa tanpa mengenal batas halal dan haram, demi mendapatkan keuntungan material. Sedangkan konsep produksi Islami, mampu memanfaatkan sumber daya alam yang diciptakan Allah dengan baik. Muhammad Hasan as Syaibani seorang pemikir ekonomi dan juga seorang faqih pada dinasti Umayyah, telah menulis konsep produksi dalam bukunya Al Kasb yang membahas produksi yang diterapkan, dan alasan bekerja di masyarakat, sehingga bisa dipertanggung jawabkan. Beliau mendefinisikan al kasb (kerja) sebagai usaha mencari harta dengan berbagai cara yang halal. Artikel ini mencoba menjelaskan konsep al kasb menurut al Syaibani, bahwa kerja merupakan unsur penting dalam kehidupan demi mendukung pelaksanaan ibadah yang hukumnya wajib. Akhirnya artikel ini menyimpulkan bahwa al Syaibani memiliki pandangan yang unik tentang produksi melalui bekerja yang orientasinya untuk mengapai ridho Allah Swt dan terciptanya kesejahtreraan di dunia. Dengan demikian, kerja mempunyai peran sangat penting dalam memenuhi hak Allah SWT, hak hidup, hak keluarga, dan hak masyarakat

    Analisis Konsep Produksi Menurut Muhammad Hasan As Syaibani Dalam Kitab Al Kasb

    Full text link
    Produksi merupakan kegiatan yang memberikan manfaat dan faedah dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuannya untuk mendapatkan maslahah maksimum sebagai usaha manusia dalam menciptakan kekayaan dengan memanfaatkan sumber daya alam. Tujuan penelitian ini untuk menganilisis konsep produksi yang dilaksanakan dengan pendekatan konvesional dengan pendekatan konsep produksi menurut Muhammad Hasan As Syaibani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis. Konsep produksi pada umumnya mendefinisikan bahwa semua kegiatan dalam menciptakan kegunaan barang atau jasa tanpa mengenal batas halal dan haram, demi mendapatkan keuntungan material. Sedangkan konsep produksi Islami, mampu memanfaatkan sumber daya alam yang diciptakan Allah dengan baik. Muhammad Hasan as Syaibani seorang pemikir ekonomi dan juga seorang faqih pada dinasti Umayyah, telah menulis konsep produksi dalam bukunya Al Kasb yang membahas produksi yang diterapkan, dan alasan bekerja di masyarakat, sehingga bisa dipertanggung jawabkan. Beliau mendefinisikan al kasb (kerja) sebagai usaha mencari harta dengan berbagai cara yang halal. Artikel ini mencoba menjelaskan konsep al kasb menurut al Syaibani, bahwa kerja merupakan unsur penting dalam kehidupan demi mendukung pelaksanaan ibadah yang hukumnya wajib. Akhirnya artikel ini menyimpulkan bahwa al Syaibani memiliki pandangan yang unik tentang produksi melalui bekerja yang orientasinya untuk mengapai ridho Allah Swt dan terciptanya kesejahtreraan di dunia. Dengan demikian, kerja mempunyai peran sangat penting dalam memenuhi hak Allah SWT, hak hidup, hak keluarga, dan hak masyarakat.Â

    PERAN KIAI MUHAMMAD HASAN DALAM PROSES PENYEBARAN AGAMA ISLAM DI DESA KARANGGEBANG

    No full text
    Abstract: This paper examined the history of the development of Islam in Karanggebang Village founded by Kyai Muhammad Hasan. He is a descendant of Kyai Nur Sodiq. Karanggebang Village Ponorogo has its own uniqueness. This village still keep evidences of the history of Islamic civilization since the 18th century. The historical evidences is in the form of the mosque, the tomb, the heirloom, the ancient house, and other artifacts that are the heritage of Islam's history and development. In addition, as a historical heritage of Islamic education is existed in terms of relics of school buildings called PGA (Teacher Religious Education). Research of history and Islamic culture proved that the development of Islam in Java influence the various aspects of life. It is occurred due to the methods applied by the Ulama and Kyai in spreading Islam in the land of Java, especially in the village Karanggebang Jetis district Ponorogo district that appreciate the culture of Java. This kind of method is appropriate to the character of Ponorogo residents who tend to moderate and prioritize the harmony in life. It is in line with the concept of Frans Magnis Suseno who claims that Javanese has a respectful and friendly characteristics. ملخص:تبحث هذه المقالة فى تاريخ تطور الإسلام في قرية كارانج جيبانج التي أسسها أستاذ محمد حسن. وهو سليل أستاذ نور صديق. قرية كارانج جيبانج فى بونوروغو من القرية الأنيقة. هذه القرية توفر الكثير من الأثار التاريخية للحضارة الإسلامية التي لا تزال موجودة حتى اليوم. كان مجيئ الإسلام في قرية كارانج جيبانج قبل القرن 18 ميلاديا. الآثار التاريخية في قرية كارانج جيبانج التي تدل على ذلك هو المسجد، والمقبرة، والتراث، والمنازل القديمة، والآثار الفنية. وبجانب ذلك هناك آثار تاريخية في مجال التربية الإسلامية وهي بناء المدرسة الخاصة للمعلم دين الإسلام. أثبت المؤرخون أن تطور الإسلام في جزيرة جاوة لايؤدي إلى الصراع فى جوانب الحياة الاجتماعية. وهذا لا يفك من الطريقة التي يستخدمها العلماء في نشر الإسلام في جزيرة جاوة، وخاصة في قرية كارانج جيبانج التي تقدم الدعوة اللينة المناسبة لطبيعة السكان كارانج جيبانج الذي يميل إلى التسامح والحياة السليمة. وهذا يناسب بقول فرانس ماغنيس سوسينو إن سكان جزيرة جاوة لين ومفتوح. Abstrak: Tulisan ini akan mengkaji bagaimana sejarah perkembangan Agama Islam di Desa Karanggebang yang didirikan oleh Kiai Muhammad Hasan. Kiai Muhammad Hasan adalah keturunan dari Kiai Nur Sodiq. Desa Karanggebang Ponorogo memiliki keunikan tersendiri. Desa Karanggebang merupakan desa yang di dalamnya masih menyimpan banyak bukti-bukti sejarah peradaban Islam yang masih ada hingga saat ini. Islam di Desa Karanggebang sudah ada sejak sebelum abad 18 M. Bukti–bukti sejarah di Desa Karanggebang yang masih ada hingga detik ini adalah masjid, makam, pusaka, rumah kuno, dan artefak lainnya yang merupakan peninggalan sejarah dan perkembangan Islam di desa Karanggebang. Selain itu sebagai peninggalan sejarah desa ini, perkembangan di bidang pendidikan Islam juga menjadi bukti sejarah perkembangan Islam di Desa Karanggebang, dengan ditandai peninggalan bangunan gedung sekolah bernama PGA (Pendidikan Guru Agama). Penelitian sejarah dan kebudayaan Islam yang telah dilakukan oleh Para ahli membuktikan bahwa perkembangan Islam di tanah Jawa tidak banyak menimbulkan goncangan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari metode yang digunakan oleh para Ulama dan Kiai dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa khususnya di desa Karanggebang kecamatan Jetis kabupaten Ponorogo yang bersikap toleran terhadap budaya lama tanah Jawa. Pendekatan semacam ini sangat sesuai dengan watak penduduk Ponorogo yang cenderung moderat serta mengutamakan keselarasan dalam hidupnya. Hal ini sejalan dengan pendapat Frans Magnis Suseno yang menyatakan bahwa Jawa memiliki ciri khas yang lentur dan terbuka. Kata kunci : Perkembangan Islam, Kiai Muhammad Hasan, Karanggebang  </jats:p

    Analisis Konsep Produksi Menurut Muhammad Hasan As Syaibani Dalam Kitab Al Kasb

    Full text link
    Production is an activity that provides benefits and benefits in meeting consumer needs. The goal is to get maximum maslahah as a human effort to create wealth by utilizing natural resources. The purpose of this research is to analyze the concept of production which is carried out with a conventional approach with the production concept approach according to Muhammad Hasan As Syaibani. This research uses descriptive-analytical method. The concept of production generally defines that all activities in creating the use of goods or services without knowing the boundaries of halal and haram, in order to obtain material benefits. Meanwhile, the concept of Islamic production is able to properly utilize natural resources created by Allah. Muhammad Hasan as Syaibani, an economic thinker and also a faqih in the Umayyah dynasty, has written a production concept in his book Al Kasb which discusses the production that is applied, and the reasons for working in society, so that it can be justified. He defined al kasb (work) as an effort to find wealth in various lawful ways. This article tries to explain the concept of al kasb according to al Syaibani, that work is an important element in life to support the implementation of obligatory worship. Finally, this article concludes that al Syaibani has a unique view of production through work whose orientation is to achieve the ridho of Allah Most High and the creation of prosperity in the world. Thus, work has a very important role in fulfilling the rights of Allah SWT, the right to life, family rights and community right
    corecore