585 research outputs found

    Uji komparasi perhitungan gerhana matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali

    No full text
    Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali memiliki riwayat pernah belajar ilmu falak kepada Kiai Noor Ahmad Jepara (alm) pengarang kitab falak Nur al-Anwar. Meski begitu, Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali memiliki metode yang berbeda dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari. Kedua metode perhitungan ini sering digunakan sebagai referensi dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari, meskipun memiliki hasil akhir yang berbeda. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: (1) Bagaimana metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? (2) Bagaimana perbandingan tingkat akurasi dari metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? (3) Bagaimana kelebihan dan kekurangan dari metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil dan K.H. Ahmad Ghozali? Permasalahan dibahas melalui studi pustaka dengan pengumpulan data secara dokumentasi dan wawancara. Semua data dianalisis dan dikomparasikan dengan hasil NASA sebagai acuan tingkat akurasi. Penelitian ini menyimpulkan: Yang pertama, metode perhitungan Muhammad Wasil dan K.H Ahmad Ghozali memiliki persamaan menggunakan konsep sistem koordinat ekliptika geosentrik, selain itu terdapat perbedaan antara kedua metode perhitungan meliputi konsep bentuk Bumi yang digunakan, sumber data, ketentuan delta T(∆T), dan pendekatan yang digunakan dalam metode perhitungan. Yang kedua, tingkat akurasi metode perhitungan gerhana Matahari global K.H. Ahmad Ghozali lebih tinggi daripada metode perhitungan Muhammad Wasil dalam memprediksi fenomena gerhana Matahari. Tingkat akurasi ini berdasar pada perhitungan keadaan greatest eclipse yang berdampak langsung terhadap pelaksanaan salat gerhana. Yang ketiga, metode perhitungan gerhana Matahari global Muhammad Wasil memiliki kelebihan kontak yang dihitung lebih lengkap, dapat menggambarkan peta pergerakan gerhana, tingkat akurasi lebih tinggi dalam perhitungan kontak umbra, sedangkan terdapat kekurangannya, yaitu sulit diimplementasikan tanpa bantuan program sebagai alat bantu. Pada metode perhitungan gerhana Matahari global K.H. Ahmad Ghoazali memiliki kelebihan diantaranya metode perhitungan lebih praktis, memiliki tingkat akurasi tinggi untuk kontak penumbra dan puncak gerhana (greatest eclipse), sedangkan kekurangannya, yaitu akurasi rendah dalam perhitungan kontak umbra gerhana Matahari global. Kata Kunci: Muhammad Wasil, K.H. Ahmad Ghozali, gerhana Matahari global  ABSTRACT: Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali has a history of studying astronomy with Kiai Noor Ahmad Jepara (deceased), author of the book of astronomy Nur al-Anwar. Even so, Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali has a different method for predicting the phenomenon of a solar eclipse. These two calculation methods are often used as references in predicting solar eclipse phenomena, even though they have different final results. This research is intended to answer the questions: (1) What is the method for calculating global solar eclipses by Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? (2) What is the comparison of the level of accuracy of the global solar eclipse calculation method of Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? (3) What are the advantages and disadvantages of the global solar eclipse calculation method Muhammad Wasil and K.H. Ahmad Ghozali? Problems are discussed through literature study by collecting data through documentation and interviews. All data is analyzed and compared with NASA results as a reference for accuracy levels. This research concludes: Firstly, the calculation methods of Muhammad Wasil and K.H Ahmad Ghozali have similarities using the concept of a geocentric ecliptic coordinate system, apart from that there are differences between the two calculation methods including the concept of the shape of the Earth used, data sources, provisions for delta T(∆T), and the approach used in the calculation method. Second, the level of accuracy of the global solar eclipse calculation method K.H. Ahmad Ghozali's calculation method is higher than Muhammad Wasil's in predicting the phenomenon of a solar eclipse. This level of accuracy is based on calculating the state of the greatest eclipse which has a direct impact on the implementation of eclipse prayers. Third, Muhammad Wasil's method for calculating global solar eclipses has the advantage of contacts being calculated more completely, being able to depict a map of the movement of the eclipse, a higher level of accuracy in calculating umbral contacts, while there are disadvantages, namely that it is difficult to implement without the help of a program as a tool. In the calculation method for global solar eclipses, K.H. Ahmad Ghoazali has advantages, including a more practical calculation method, having a high level of accuracy for penumbral contact and the peak of the eclipse (greatest eclipse), while his disadvantages are low accuracy in calculating umbral contact for global solar eclipses. Keywords: Muhammad Wasil, K.H. Ahmad Ghozali, global solar eclipse  الملخص محمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي لهم تاريخ في دراسة علم الفلك مع كياي نور أحمد جيبارا (متوفى)، مؤلف الكتاب الفلكي نور الأنوار. ومع ذلك، فإن محمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي لديهما طرق مختلفة للتنبؤ بظاهرة كسوف الشمس. غالبًا ما يتم استخدام هاتين الطريقتين الحسابيتين كمراجع في التنبؤ بظواهر كسوف الشمس، على الرغم من اختلاف نتائجهما النهائية. يهدف هذا البحث إلى الإجابة على الأسئلة التالية: (1) ما هي طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ (2) كيف يمكن مقارنة مستوى دقة طرق حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ (3) ما هي مميزات وعيوب طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي؟ تتم مناقشة المشاكل من خلال دراسة الأدبيات من خلال جمع البيانات من خلال الوثائق والمقابلات. ويتم تحليل جميع البيانات ومقارنتها بنتائج وكالة ناسا كمرجع لمستويات الدقة. ويخلص هذا البحث إلى ما يلي: أولاً، هناك أوجه تشابه بين طريقتي الحساب لمحمد واصل وكياي الحاج أحمد غزالي باستخدام مفهوم نظام الإحداثيات الكسوف لمركز الأرض، عدا عن ذلك هناك اختلافات بين طريقتي الحساب بما في ذلك مفهوم شكل الأرض المستخدم. ومصادر البيانات وأحكام دلتا T(∆T) والنهج المستخدم في طريقة الحساب. ثانيا، مستوى دقة طريقة حساب كسوف الشمس العالمي لكياي الحاج أحمد غزالي أعلى من طريقة حساب محمد واصل في التنبؤ بظاهرة كسوف الشمس. ويعتمد هذا المستوى من الدقة على حساب حالة الكسوف الأكبر الذي له تأثير مباشر على تنفيذ صلاة الكسوف. ثالثا، تتميز طريقة محمد واصل لحساب كسوف الشمس العالمي بميزة احتساب الاتصالات بشكل أكثر اكتمالا، والقدرة على تصوير خريطة لحركة الكسوف، ومستوى أعلى من الدقة في حساب الاتصالات الظلية، في حين أن هناك عيوب، وهي أن فمن الصعب تنفيذها دون مساعدة البرنامج كأداة. تتميز طريقة كياي حاج أحمد غزالي لحساب كسوف الشمس العالمي بمزايا، بما في ذلك طريقة حسابية أكثر عملية، وجود مستوى عالٍ من الدقة في الاتصال شبه الظلي وذروة الكسوف (الكسوف الأكبر)، في حين أن العيب هو انخفاض الدقة في حساب الاتصال الظلي لكسوف الشمس العالمي. الكلمات المفتاحية: محمد واصل، أحمد غزالي، كسوف الشمس العالمي

    Pemrograman Falak metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan microsoft excel

    No full text
    Skripsi yang berjudul Pemrograman Falak Metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah Menggunakan Microsoft Excel ini menjawab rumusan masalah tentang pemrograman falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel dan evaluasi program falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel. Rumusan masalah di atas dijawab dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Sumber data primer yang digunakan oleh Penulis adalah tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah dan Microsoft Excel. Sumber data sekundernya adalah buku Astronomical Algorithms karya Jean Meeus. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi. Dan Content analysis digunakan pada teknik analisis data. Hasil penelitian ini sebagai jawaban rumusan masalah yang telah disebutkan di atas. Jawaban rumusan masalah pertama, melakukan beberapa tahapan: 1) Membuat konsep yang digunakan dalam program. 2) Mengumpulkan data tentang perhitungan awal Bulan Hijriyah, awal waktu salat, gerhana Bulan, gerhana Matahari. 3) Coding kalender Hijriyah, jadwal imsakiyah, gerhana Bulan, gerhana Matahari, dengan sub-sub program. 4) Desain tata letak untuk pengguna umum, dengan membuat user interface yang menarik. Jawaban rumusan masalah kedua, Evaluasi yang Penulis lakukan menghasilkan kesimpulan, Value kalender Hijriyah tidak memiliki perbedaan, hasil perhitungan jadwal imsakiyah memiliki selisih terbesar 4 menit karena adanya perbedaan metode perhitungan yang digunakan kedua program, gerhana Bulan tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya, gerhana Matahari tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya. Saran yang diberikan oleh Penulis setelah melakukan penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya perkembangan pesat pada teknologi dan informasi yang semakin mudah didapat, mampu menghasilkan program aplikasi ilmu falak yang lebih inovatif. kripsi yang berjudul Pemrograman Falak Metode Tiga Kitab Karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah Menggunakan Microsoft Excel ini menjawab rumusan masalah tentang pemrograman falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel dan evaluasi program falak metode tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah menggunakan Microsoft Excel. Rumusan masalah di atas dijawab dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif evaluatif. Sumber data primer yang digunakan oleh Penulis adalah tiga kitab karya Ahmad Ghozali Muhammad Fathullah dan Microsoft Excel. Sumber data sekundernya adalah buku Astronomical Algorithms karya Jean Meeus. Penulis menggunakan metode pengumpulan data dokumentasi. Dan Content analysis digunakan pada teknik analisis data. Hasil penelitian ini sebagai jawaban rumusan masalah yang telah disebutkan di atas. Jawaban rumusan masalah pertama, melakukan beberapa tahapan: 1) Membuat konsep yang digunakan dalam program. 2) Mengumpulkan data tentang perhitungan awal Bulan Hijriyah, awal waktu salat, gerhana Bulan, gerhana Matahari. 3) Coding kalender Hijriyah, jadwal imsakiyah, gerhana Bulan, gerhana Matahari, dengan sub-sub program. 4) Desain tata letak untuk pengguna umum, dengan membuat user interface yang menarik. Jawaban rumusan masalah kedua, Evaluasi yang Penulis lakukan menghasilkan kesimpulan, Value kalender Hijriyah tidak memiliki perbedaan, hasil perhitungan jadwal imsakiyah memiliki selisih terbesar 4 menit karena adanya perbedaan metode perhitungan yang digunakan kedua program, gerhana Bulan tidak memiliki perbedaan terkait tanggal kejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya, gerhana Matahari tidak memiliki perbedaan terkait tanggalkejadiannya namun memiliki selisih dengan hasil perhitungannya. Saran yang diberikan oleh Penulis setelah melakukan penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya perkembangan pesat pada teknologi dan informasi yang semakin mudah didapat, mampu menghasilkan program aplikasi ilmu falak yang lebih inovatif

    ILMU LADUNI SEBAGAI SYARAT MURSYID THARIQAH (Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali tentang Pemimpin Tasawuf)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya anggapan di tengah masyarakat, khususnya kalangan pesantren bahwa ilmu laduni merupakan ilmu yang didatangkan secara langsung tanpa proses yang mendahului. Bahkan sudah menjadi anggapan umum, bila ilmu laduni dikaitkan dengan hal supranatural, mistis, takhayyul serta kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu diluar nalar atau yang lebih populer dengan istilah “yukha riq al-‘a dah”. Anggapan lain menyebut bahwa ilmu ini hanya bisa diperoleh oleh seorang wali. Di sisi lain, tugas manusia sebagai kholifah di bumi dianggap sebagai tugas mutlak yang diemban oleh semua makhluk yang ditakdirkan menjadi manusia. Akan tetapi pada kenyataannya, banyak manusia yang menunjukkan perilaku dan sikap yang bertentangan bahkan bertolak belakang dengan tugasnya sebagai kholifah di bumi. Penelitian ini dikhususkan pada pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali. Sebagai pemerhati, ahli sekaligus praktisi dalam dunia tasawuf, ia memiliki pemahaman yang berbeda dari pandangan ilmuan muslim lain dalam hal ilmu laduni. Ia menganggap bahwa ilmu laduni merupakan ilmu pemberian langsung atau ilmu yang diwariskan oleh orang yang terlebih dahulu mendapatkannya dari pewarisnya. Menurutnya semua orang bisa memperolehnya asal mau membangun sebab diperolehnya, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah takwa, nubuwwah atau walayah dan ilmu yang diwariskan. Berkenaan dengan kholifah bumi, Luthfi Ghozali memahaminya sebagai guru mursyid thariqah, yang membidani kelahiran kedua bagi anak asuhnya. Ia merupakan penunjukan secara langsung oleh sistem ilahiyyah, bukan hasil pemilihan secara aklamasi oleh suatu organisasi thariqah. Guru mursyid memiliki tugas untuk mendiagnosa penyakit anak asuhnya dan memberikan solusi yang tepat baginya. Oleh karena itu, Luthfi Ghozali mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana konsep ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 2) Bagaimana cara memperoleh ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali? 3) Bagaimana konsep khalifah bumi menurut Luthfi Ghozali dan mengapa ia mensyaratkan ilmu laduni bagi mursyid thariqah? Manfaat dari penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni secara teoritis dan praktis. Secara teoritis penelitian ini diharapkan memberikan sumbangsih bagi perkembangan khazanah ilmu tasawuf terutama yang berkenaan dengan ilmu laduni, cara memperolehnya dan mursyid thariqah yang dipahami Luthfi Ghozali sebagai kholifah bumi. Adapun secara praktis penelitian ini bermanfaat untuk para akademisi sebagai rujukan, bahan bagi jurusan tasawuf dan studi islam sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum maupun bidang kajian konsentrasinya, rujukan sekaligus perenungan bagi para praktisi tasawuf dalam pengembaraan spiritualnya, serta pijakan bagi para peneliti untuk melakukan penelitian berikutnya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research), yakni penelitian yang menitikberatkan pada upaya menggali dan melakukan telaah buku, serta literatur secara mendalam. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara, sementara analisis data yang peneliti gunakan adalah analisis isi (content analysis). Temuan penelitian dalam disertasi ini adalah 1) ilmu laduni menurut Muhammad Luthfi Ghozali merupakan ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari pendahulunya, berupa ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. 2) ilmu laduni bisa diperoleh dengan membangun sebab didapatkannya ilmu laduni, yaitu rahmat sebelum ilmu, buah taqwa, proses nubuwwah atau wala>yah dan ilmu yang diwariskan. 3) konsep kholifah bumi dalam pandangan Muhammad Luthfi Ghozali adalah para guru mursyid thariqah, yakni para orangtua asuh sejati, bapak ruhaniyah, yang membidani kelahiran kedua dan pembimbing perjalanan dalam pengembaraan ruhani murid-muridnya. Tugas utamanya adalah mendiagnosa penyakit anak muridnya, memberikan solusi yang tepat baginya dan membidani kelahiran kedua. Sistem pengangkatannya bersifat ghaib melalui sistem ilahiyah, bukan pemilihan aklamasi organisasi thariqah tertentu. Indikatornya selalu memberi manfaat kepada sesama, saat memandangnya tergerak hati untuk mengingat Allah, mengingat dosa dan kemaksiatan. Oleh karena tugasnya bersifat ruhani dan ghaib, mursyid thariqah dibekali dengan ilmu laduni, yang mana Luthfi Ghozali menjadikannya sebagai syarat yang mesti dimiliki seorang mursyid thariqah. Kata Kunci: Ilmu Laduni, Mursyid Thariqa

    Laduni Science On Muhammad Luthfi Ghozali’s Perspective

    No full text
    Abstract This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrational. Keywords: laduni science, Muhammad Luthfi Ghozali, rational, mystical Abstrak Artikel ini membahas tentang ilmu laduni dan cara-cara mendapatkannya. Ilmu laduni umumnya dipahami sebagai ilmu mistik yang tidak mungkin diperoleh kecuali oleh sebagian kecil orang. Ilmu ini kerapkali dihubungkan dengan hal yang terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya proses yang mendahuluinya. Muhammad Luthfi Ghozali membantah anggapan tersebut dengan mengajukan argumentasi logis, rasional serta tetap berpegang pada naṣ Al-Qur’an dan hadits. Muhammad Luthfi Ghozali menjelaskan bahwa ilmu laduni memiliki mekanisme rasional. Mereka yang memahami substansi ilmu laduni dan membangun mekanisme sebab akan mungkin untuk mendapatkan ilmu ini. Pemikiran Muhammad Luthfi Ghozali ini mendudukkan pemahaman tentang ilmu laduni yang seolah mistik dan tidak rasional. Kata kunci: ilmu laduni, Muhammad Luthfi Ghozali, rasional, mistik

    LADUNI SCIENCE ON MUHAMMAD LUTHFI GHOZALI’S PERSPECTIVE

    No full text
    This article examines the science of laduni and how to acquire it. Laduni science is generally perceived as a supernatural science that cannot be obtained aside from by few individuals. This knowledge is often associated with things that happen abruptly without any preceding process. Muhammad Lutfi Ghozali disproved this assumption by proposing logical, rational arguments and sticking to the naṣ of the Qur'an and Hadith. Muhammad Luthfi Ghozali explained that laduni science has an analytical mechanism. Those who understand the substance of laduni science and construct causal mechanisms will be achievable to acquire this knowledge. The thought of Muhammad Lutfi Ghozali places a comprehension of laduni science that seems mystical and irrationa

    Clearing Mechanism in Sharia Banking According to Al-Ghozali and Muhammad Nejatullah Siddiqi Thoughts

    No full text
    This research intended to look at the clearing mechanism in the viewpoint of classical and contemporary Islamic thought that in Islamic law the clearing is identical to term “wakalah” (granting power of attorney) because in wakalah, the customer authorized the bank to represent himself to perform certain service work with various mechanisms stated in the Regulation of Bank Indonesia. An important issue in this paper contained philosophical aspects of the clearing application in sharia banking. This research was reviewed by qualitative method with library research with philosophical approach. The results obtained as follows: The thoughts of Al-Ghozali and Muhammad Najetullah As-Shiddiqy were said to be relevant to the clearing mechanisms in sharia banking today. With the maslahah (welfare) concept of Al-Ghozali, which was the core of some of the five basic objectives (religion, life, response/reason, descendants and property). The concept of maslahah (welfare) for the community welfare, the clearing mechanism used in conventional banks can be used in Sharia banking by having wakalah agreement. While the neoclassical approach (a combination of the new model and the classic model), Muhammad Najetulloh As-Shiddiqy, in which although there was a new method, he still used the old method without erasing all the results of the analysis of the previous figures. Therefore, this approach can also be said to be relevant to the clearing mechanism in sharia banking

    Al-Islamu wal-istabaro dassiyasi/ Ghozali

    No full text
    239 hal. ; 21 cm

    Aqidah al-muslim/ Al-Ghozali

    No full text
    302 hal.; 24 cm

    Al Islamu fii wajhi .../ Al-Ghozali

    No full text
    206 hal. ; 24 cm

    NALURI KEMASYARAKATAN DALAM PENCIPTAAN KUMPULAN CERPEN SONG OF SEPTEMBER KARYA MALIM GHOZALI PK.

    No full text
    Pengarang kreatif, Malim Ghozali Pk terkenal dalam genre cerpen dan novel yang kebanyakan ideanya terhasil semasa mengembara di luar negara. Sumbangannya diiktiraf hingga pernah menerima Anugerah SEA Write Award dari kerajaan Thailand. Bagaimanapun, karya kreatif Malim Ghozali Pk tidak diberi perhatian oleh mana-mana pengkaji untuk dianalisis secara ilmiah. Justeru, situasi ini menjadi permasalahan yang mendorong kepada kajian ini dibuat dan menggunakan Teori Sastera Perjalanan atau Pengembaraan dan Model Proses Kreatif Teksnaluri. Kajian ini bertujuan mengkaji naluri kemasyarakatan disebabkan pengembaraan yang mendorong pengarang Malim Ghozali PK menghasilkan cerpen dalam Kumpulan Cerpen Songs of September. Kumpulan cerpen ini mengandungi 20 buah cerpen, namun hanya enam sahaja cerpen dianalisis. Kajian ini menggunakan kaedah kualitatif, iaitu kajian kepustakaan dan analisis teks melalui Teori Sastera Perjalanan atau Pengembaraan dan naluri kemasyarakatan berdasarkan Model Proses Kreatif Teksnaluri. Hasil dapatan kajian menunjukkan bahawa Malim Ghozali Pk adalah seorang pengarang kreatif yang memaparkan naluri kemasyarakatan dalam menghasilkan cerpen melalui pengalaman yang diperolehnya ketika melakukan pengembaraan. Cerpen yang bertajuk “Aku diSini, Sayang”, “ꓕ!”, “Tika Hujan di Bogor”, “Di Kantor Suryadi”, “Nyet” dan “Song Of September” menjadi fokus utama pengkaji untuk mencungkil naluri kemasyarakatan pengarang Malim Ghozali PK. Secara keseluruhannya, boleh dikatakan bahawa cerpen Malim Ghozali PK ini mencerminkan kehidupan yang pernah dilalui ketika pengarang melakukan pengembaraan di luar negara.    The creative author, Malim Ghozali Pk which is well known in genre of short stories and novels created during his journey to other countries. The contribution has been recognized as he received the SEA Write Award from the government of Thailand. However, the creative writing of Malim Ghozali Pk are not catching any attention to any researcher for academic purpose. Thus, this situation become a problems that driven to the author Malim Ghozali PK to create a short stories in "Songs of September". These short stories contained 20 short stories, however there are only six has been analyzed. This research will use the qualitative type of method, which is the library research and analyzing texts through the Theory Journey or Adventure of Literature and society instinct based on the Model of Process Creative Instinctive Text. The findings of this study indicates that Malim Ghozali Pk is the creative author that shows his society instinct in creating the short stories based on his past experience that he gain during his journey. The short story entitled "Aku di Sini Sayang", ''Tika Hujan di Bogor'', Di Kantor Suryadi”, “Nyet” dan “Song Of September” become the main focus for the researcher to find the society instinct in Malim Ghozali Pk himself. All in all, it can be said that the short stories of Malim Ghozali PK reflecting his life during the journey to other countries.&nbsp
    corecore