1,187 research outputs found

    PROFIL ATLET TENIS LAPANGAN MUHAMMAD AL FURQAN DALAM MENCAPAI PRESTASI

    No full text
    Dalam tahap latihan pemantapan, keadaan atlet disiapkan untuk mencapai prestasi puncak. Di dalam tahap pembibitan pembinaan harus dilakukan secara terprogram, terarah dan terencana dengan baik. Untuk mencapai prestasi puncak pentingnya pembinaan merupakan salah satu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan atau memperoleh hasil yang lebih baik. Muhammad Al furqan adalah salah seorang elit atlet untuk cabang olahraga tenis lapangan. Diawali dengan mengikuti kegiatan sejak SD hingga akhirnya menorehkan prestasinya pada kancah internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan yang dilalui Muhammad Al furqan dalam mencapai prestasinya hingga sampai titik ini. Dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif dengan metode study case, dalam mendeskripsikan perilaku, peristiwa, hingga kegiatan secara detail. Berdasarkan data yang diambil, kemudian diolah dan akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa pelatihan sejak dini yang dilakukan dengan benar dan tepat, dengan pemeliharaan yang baik kepada atlet, hingga program latihan jangka panjang yang tepat dapat mencetak atlet berprestasi yang lebih baik setiap waktunya

    Efektifitas Penggunaan VR dan AR untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Mahasiswa Pertanian Universitas Islam Kebangsaan Indonesia

    No full text
    Penggunaan media ajar VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) merupakan salah satu perpaduan media ajar dan model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan bahan ajar berbasis VR dan AR dalam meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar, serta respon mahasiswa pertanian pada materi biologi tumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-postest design. Subjek penelitian adalah 66 mahasiswa pertanian, dengan seluruh mahasiswa mendapatkan perlakuan. Parameter yang diukur adalah hasil belajar, motivasi belajar, respon peserta mahasiswa, serta hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar. Data hasil belajar dianalisis dengan statistik parametrik yaitu Paired Sample Test, tingkat motivasi belajar dan respon mahasiswa dianalisis menggunakan pedoman skor motivasi dan respon. Hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar dilihat melalui analisis korelasi dan regresi. Uji beda dua rata-rata pretes dan post test thit (32,24) ttab (1,997), Uji beda dua rata-rata pretes dan N-gain thit (17,43) ttab (1,997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara pretes dan posttest mahasiswa, serta antara pretes dan N-gain terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan. Koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dan hasil belajar. Penerapan bahan ajar berbasis VR dan AR pada materi biologi tumbuhan dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar, motivasi belajar memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar, serta mendapatkan respon yang baik dari mahasiswa

    Kinerja Pegawai Tata Usaha Pada MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin

    No full text
    Muhammad Aini. 2014. Kinerja Pegawai Tata Usaha Pada MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. Skripsi, Prodi KI - Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing. Drs. H. Haderani, M. Pd. I Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pegawai tata usaha pada MTs Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Subyek penelitian ini adalah kepala tata usaha dan pegawai tata usaha di MTs Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi non partisipan, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data dari hasil wawancara, hasil observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan kinerja pegawai tata usaha disekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan mengadakan reduksi data untuk pengambilan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi yaitu data observasi yang diperoleh dipadukan dengan data wawancara atau data dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai tata usaha pada MTs Muhammadiyah 3 Al-Furqan Banjarmasin, berjalan dengan baik sekali, kinerja tersebut meliputi : kualitas kerja (quality of work), pengetahuan bidang kerja (job knowledge), initiative (inisiatif), komunikasi (comunication), kerja sama (cooperation), disiplin kerja (discipline work), dan tanggung jawab (dependability)

    REINTERPRETASI AL-FURQAN MENURUT MUHAMMAD SYHRUR DALAM BUKU AL-KITAB WA AL-QUR'AN: QIRA'AH MU'ASIRAH

    No full text
    Buku al-Kitib wa al-Qur'an; Qira'ah Mu’asirah merupakan karya utama Muhmmad Syahrur yang paling banyak dikaji, diapresiasi sekaligus dikritik oleh banyak intelektual muslim belakangan ini. Buku ini menjadi kontraversial karena beberapa hal, pertama, adanya nuansa defamiliarization (penidakbiasaan) dalam metodologi yang digunakan Syahrur untuk membaca teks suci ( al-Kitab). Kedua, terdapat semangat anti “masa lalu" atau penolakan terhadap kaum ulama, muffasir dan fuqaha' klasik, yang dianggapanya menjadi "tiranik". Ketiga, kentalnya semangat pembongkaran dan pendefinisian ulang atas terma-terma baku dalam studi ulum al-Qur'an. Menurut Syahrur al-Qur'an memiliki dua mukjizat, sastrawi dan ilmiah. Untuk memahami kemukjizatan sastrawi al-Kitab, Syahrur menggunakan pendekatan deskriptif-signifikatif (integrasi antara disiplin ilmu nahwu dan balagah). Sedangkan untuk memaknai kemukjizatan ilmiah Syahrur memakai pendekatan historis ilmiah yang menuntut pentingnya anti sinonimitas dalam bahasa. Keduanya oleh Syahrur ditempatkan dalam bingkai analisia linguistik modern. Namun yang nampaknya lebih mendominasi dan tipikal dalam kajian Syahrur adalah asumsi dasar anti sinonimitas dalam bahasa, yang dengan asumsi dasar tersebut Syahrur melakukan redefinisi terma-terma kunci dalam studi ulum al-Qur'an seperti Nubuwwah, Risalah, Inzal- Tanzil, Muhkamat,Mutasyabihat, Iman, Islam, Qada ', qadar, dll, tidak dibiarkan memuat definisi yang selama ini dianggap lazim dan baku. Selain itu terma-terma yang selama ini diangap sinonim dengan terma al-Qur'an dalam pengertian konvensional seperti al-Kitab, al-Zikr, al-Furqan, juga di redefinisi dan bahkan kadang result dari redefinisi tersebut berseberangan dan kontras dengan pemahaman konvensional. Salah satu terma dari al-Kitab yang menjadi perhatian penelitian ini adalah alFurqan. yang menjadikan terma ini menarik adalah ketika Syahrur berkesimpulan bahwa al-Furqan adalah sepuluh perintah Tuhan (the ten commandement) yang sekaligus menjadi titik temu agama samawi. Dalam usaha untuk memahami pandangan Syahrur hingga pada kesimpulan diatas inilah, peneletian ini dilakukan. Untuk menelusuri lebih jauh reinterpretasi al-Furqon dalam pandangan Muhammad Syahrur berserta nilai-nilai yang dikandung dan relevansinya dengan konteks Titik Temu Agama, penulis menggunakan pendekatan DeskriptifInterpretatif. Dan setelah ditelusuri secara analitis dapat dideskripsikan bahwa Syahrur membagi al-Furqan menjadi dua bagian, 'Am dan Khas. Al-Furqan 'Am adalah sepuluh wasiat Tuhan yang diturunkan mulai nabi Nuh hingga Muhammad. Yang isinya, tauhid, berbuat baik kepada orang tua, jangan membunuh, jangan mendekati kekejian, jangan membunuh jiwa yang diharamkan kecuali dengan sebab yang benar, jangan mendekati harta anak yatim, berlaku adil, memenuhi janji Allah, dan mengikuti jalan yang lurus. Sedangkan al-Furqan Khas adalah wasiat Tuhan yang diturunkan hanya untuk nabi Muhammad saja. Untuk menyempurnakan agama, iman, dan amal saleh dan selaras dengan fitrah manusia. Nilai-nilai inilah yang oleh Syahrur kemudian dikatakan dapat menjadi wilayah bersama (al Qasim al-musytarak) sekaligus menjadi standar ketaqwaan sosial bagi ketiga agama samawi (Yahudi, Kristen, Islam). Sebab nilai-nilai yang dikandung dalam al-Furqan baik 'Am maupun Khas senafas dengan nilai-nilai universal agama-agama dan selaras dengan fitrah manusia. Dalam konteks pencarian titik temu agama-agama, pemaknaan Syahrur tentang al-Furqan merupakan terobosan dan perluasan dari pemahaman umum bahwa titik temu agama samawi hanya pada wilayah Tauhid (monoteisme ), esoterisme, atau pada nilai-nilai kemanusiaan universal (humanisme) semata. Berbekal dari pemahaman dan pemaknaan Syahrur diatas, skripsi ini berusaha untuk menginterpretasi dan mendeskripsikan lebih jauh pandangan Syahrur tentang al-Furqan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

    Pembelajaran Tahfidz Alquran di Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya

    No full text
    Muhammad Saufi, 2018. Pembelajaran Tahfidz Alquran di Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya, Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing Dr. Yahya MOF, M.Pd. dan DRA. Hj. Shapiah, M.Pd.I Skripsi ini mengemukakan tentang pelaksanaan menghafal Alquran yang diterapkan oleh Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya dalam membimbing santrinya untuk menghafal Alquran dengan fokus penelitian bagaimana pembelajaran Tahfidz Alquran dan faktor apa saja yang dapat mendorong dan menghambatnya. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran Tahfidz Alquran yang diterapkan oleh Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya, dalam membimbing santrinya untuk menghafal Alquran beserta faktor-faktor yang dapat mendorong dan menghambatnya. Subjek dalam penelitian ini adalah pengasuh/pembina Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya sebagai informan, beserta 4 orang ustadz dan 12 orang santri sebagai responden. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah pembelajaran Tahfidz Alquran di Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan Kabupaten Kota Banjarmasin. Dalam penggalian data digunakan teknik wawancara, observasi dan dokumenter. Kemudian dengan pengolahan data ditempuh melalui koleksi data, editing dan interpretasi data. Sedangkan analisis data dengan menggunakan metode deskriptif analitik yakni menggambarkan penelitian yang disusun secara sistematis dan menyeluruh, mengambil kesimpulan dengan secara induktif artinya mengambil data yang khusus dan menggambarkannya kepada yang umum. Dari hasil penelitian ini ditemukan pembelajaran Tahfidz Alquran di lembaga ini sudah berjalan dengan cukup baik dan tetapi belum sepenuhnya berjalan sesuai tujuan yang di inginkan, dikarenakan lembaga ini baru berumur 6 tahun dan masih dalam proses peningkatan kualitas lembaga, baik dalam sistem pembelajaran, metode, dan lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi menghafal Alquran yakni yang mendorong yaitu para ustaz-ustaz yang semuanya hafiz Alquran dan berkompeten dalam Alquran, fasilitas lengkap, lingkungan yang Islami. Sedangkan yang menghambat yaitu penggunaan alat-alat teknologi yang tidak benar akan mengganggu kualitas bahkan kuantitas hafalan santri,selain itu kesibukan, kelelahan dan malas juga dapat mempengaruhi dalam proses menghafal Alquran

    Relay node selection and power allocation for distributed self-concatenated convolutional codes

    No full text
    In this contribution, the performance of a Distributed Self-Concatenated Convolutional Coding (DSECCC) scheme is analyzed by using Iterative Decoding (ID) for cooperative communications (CC) with the aid of relay selection (RS) and power allocation (PA). In the RS based DSECCC-ID scheme, where the transmit Signal to Noise power Ratio (SNR) is equal for both source and relay, we can achieve the minimum value of the required SNR at both destination and relay simultaneously by choosing a relay at an appropriate geographical location. By contrast, in the PA based DSECCC-ID scheme, where the position of the relay is in the middle, minimum required transmit SNRs are used both at the source and the relay. These schemes are analyzed with the help of binary Extrinsic Information Transfer (EXIT) charts. From our simulation results, we found that the RS based DSECCC-ID scheme outperforms the PA based DSECCC-ID scheme

    Problematika Metode Ceramah dalam Pembelajaran Fiqih di Kelas VII pada Mts Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin.

    No full text
    Muhammad Rizky. 2015. Problematika Metode Ceramah Dalam Pembelajaran Fiqih Di Kelas VII Pada Mts Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Pembimbing Drs. H. Azhari, M.Fil.l Penelitian ini penulis lakukan mengetahui problematika apa saja yang terdapat dalam metode ceramah, diarahkan dan difahamkan, para peserta didik masih membutuhkan bimbingan, arahan dan femahaman dari seorang pendidik, mereka juga harus diberikan keteladanan serta pembiasaan dari para pendidik, Sehingga seorang anak bisa sadar untuk mendengarkan pembelajaran dengan taat dan benar. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja problematika guru Fiqih dalam menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran kepada peserta didik khususnya kelas VII di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin, yang terdiri dari pendekatan individual, kelompok dan bervariasi, serta untuk mengetahui problematika guru Fiqih dalam menggunakan metode ceramah kepada peserta didik yang terdiri dari faktor pendidik, peserta didik, waktu yang tersedia, dan suasana lingkungan belajar. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang bertujuan dengan terjun kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan mengenai guru Fiqih dalam menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran kepada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin dalam menjadikan peserta didik menjadi fokus mendengarkan, supaya terbentuknya seorang insan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. Pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumenter. Setelah data terkumpul, selanjutnya diproses melalui koleksi, klasifikasi dan editing, Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan deskriftif kualitatif, untuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendekatan guru Fiqih dalam menggunakan metode ceramah kepada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin ternyata terlaksana dengan cukup baik. Hal ini terlihat dari baiknya usaha dan upaya yang dilakukan guru Fiqih dalam memberikan tuntunan, arahan, motivasi, pengajaran menggunakan metode ceramah. Adapun problematika metode ceramah guru Fiqih dalam pembelajaran kepada peserta didik faktor internal dan eksternal yaitu latar belakang pendidikan dan pengalaman guru, peserta didik, waktu yang tersedia dan suasana lingkungan belajar.v

    HUBUNGAN LATIHAN PEMANASAN DENGAN TERJADINYA CEDERA YANG PERNAH DIALAMI PADA PEMAIN TIM FUTSAL PRODI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

    No full text
    ABSTRAK HUBUNGAN LATIHAN PEMANASAN DENGAN TERJADINYA CEDERA YANG PERNAH DIALAMI PADA PEMAIN TIM FUTSAL PRODI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Oleh MUHAMMAD FURQAN Cedera merupakan suatu hal yang dapat menganggu performa seorang atlit karena dapat menghilangkan kesempatan atlet tersebut untuk meraih prestasi yang terbaik. Semua olahraga dapat beresiko untuk terjadinya cedera termasuk olahraga futsal. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan terjadinya cedera, salah satu nya pemanasan (warm up) sebelum olahraga. Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study mengenai hubungan pemanasan sebelum olahraga dengan cedera yang pernah dialami oleh pemain tim futsal Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Penelitian dilakukan pada bulan September 2016 terhadap responden yang berjumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan 29 orang responden yang melakukan pemanasan (warm up) 26 orang diantaranya pernah mengalami cedera. Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi-square didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan (p>0,05) antara pemanasan sebelum olahraga dengan cedera yang pernah dialami. Kata kunci : Pemanasan (warm up), cedera, olahraga futsa

    PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA RANAH KECAMATAN KAMPAR KABUPATEN KAMPAR

    No full text
    ABSTRAK PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA RANAH KECAMATAN KAMPAR KABPATEN KAMPAR MUHAMMAD FURQAN 11675101886 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Ranah Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan acuan atau teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, dan yang digunakan sebagai indikator yaitu partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis dan sumber datanya menggunakan data primer dan skunder, Adapun pengumpulan data dalam penelitian yaitu Dokumentasi, Wawancara, dan Observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Ranah masih tergolong rendah, yakni partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan. Pertama partisipasi masyarakat dalam perencanaan di Desa Ranah belum sepenuhnya bemberikan ide-ide dan saran dalam musyawarah serta kehadiran masyarakat dalam Musrenbang masih banyak tidak hadir. Kedua, partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan di Desa Ranah masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti program gotong royong dan dalam menyumbang materi dikarnakan faktor ekonomi menurun. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu adanya dana Desa dan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pembangunan, Des

    EPISTEMOLOGI TAFSIR KARYA AHMAD HASSAN (STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-HIDAYAH DAN TAFSIR AL-FURQAN)

    No full text
    Epistemologi Tafsir Karya Ahmad Hassan (Studi Komparatif Tafsir Al-Hidayah dan Tafsir Al-Furqan) Anggun Puspita Ningrum, Masruchin, Beko Hendro, Program Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung Program Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung Program Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir UIN Raden Intan Lampung [email protected] ABSTRACT This article focuses on research on chapter 30 of Tafsir Al-Hidayah and Tafsir Al-Furqan by Ahmad Hassan. These two interpretations were compared with the aim of obtaining a clear mapping of the background to which Ahmad Hassan wrote juz 30 twice. In the process, this research uses qualitative methods based on library data with content analysis. This research also applies Muhammad Abid Al-Jabiri's epistemological trilogy theory to analyze Ahmad Hassan's thoughts in his interpretation. Based on this process, it was concluded that there were many factors that caused this interpretation to be written twice with different interpretations, where this was influenced by internal pressures from the PERSIS organization and social conditions at that time. Tafsir Al-Hidayah uses the source bir-ra'yi, with the tahlili method which has an adabi ijtima'i pattern and Al-Furqan uses the source bil ma'tsur, with the ijmali method and there is no particular style that is too dominant in this interpretation. Through this, Tafsir Al-Hidayah can be categorized into tafsir bir ra'yi using the burhani epistemological reasoning model and Tafsir Al-Furqan can be categorized into tafsir bil ma'tsuri using the bayani epistemological reasoning model. Keyword : Ahmad Hassan, Tafsir Al-Hidayah, Tafsir Al-Furqan, Epistemology ABSTRAK Artikel ini berfokus kepada penelitian juz 30 pada Tafsir Al-Hidayah dan Tafsir Al-Furqan karya Ahmad Hassan. Kedua tafsir ini dikomparasikan dengan tujuan mendapatkan pemetaan yang jelas tentang latar belakang Ahmad Hassan menuliskan juz 30 sebanyak dua kali. Pada prosesnya, penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan data kepustakaan dengan analisis isi (content analysis). Penelitian ini juga mengaplikasikan teori trilogi epistemologi Muhammad Abid Al-Jabiri untuk menganalisa pemikiran Ahmad Hassan dalam penafsirannya. Berdasarkan proses tersebut terdapat kesimpulan bahwa ada banyak faktor penyebab tafsir ini ditulis dua kali dengan penafsiran yang berbeda di mana hal ini mendapat pengaruh dari desakan internal organisasi PERSIS dan kondisi sosial ketika itu. Tafsir Al�Hidayah menggunakan sumber bir-ra‟yi, dengan metode tahlili yang bercorak adabi ijtima‟i dan Al-Furqan menggunakan sumber bil ma‟tsur, dengan metode ijmali dan tidak ada corak tertentu yang terlalu dominan pada tafsir ini. Melalui hal tersebut Tafsir Al-Hidayah dapat dikategorikan ke dalam tafsir bir ra‟yi dengan dengan model penalaran epistemologi burhani dan Tafsir Al-Furqan dapat dayani. Kata Kunci: Ahmad Hassan, Tafsir Al-Hidayah, Tafsir Al-Furqan, Epistemolog
    corecore