15 research outputs found
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI HUMAN RESOURCES MANAGEMENT PADA KAP BASYIRUDDIN & WILDAN
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI HUMAN RESOURCES MANAGEMENT PADA KAP BASYIRUDDIN & WILDAN
PENAFSIRAN KHATAM AL-NABIYYIN MENURUT AHMADIYAH QADIAN (STUDI TERHADAP AL-TAFSIR AL-SAGIR KARYA MIRZA BASYIRUDDIN MAHMUD AHMAD)
Kemunculan berbagai perbedaan dalam menafsirkan al-Qur’an khususnya di
kalangan organisasi-organisasi serta yayasan-yayasan keagamaan pada dasarnya merupakan
suatu yang realistis, karena hal tersebut tidak dapat dihindari apalagi sebuah penafsiran
jelas-jelas dipengaruhi oleh karakteristik perubahan sosial-budaya masyarakat. Ahmadiyah
merupakan salah satu organisasi keagamaan yang besar, perjuangan serta karyanya sudah
banyak dinikmati segenap masyarakat. Ahmadiyah Qadian muncul dan mulai berkembang
di atas pijakan utama dengan menentang kaidah umum yang menyatakan bahwa
sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah nabi penutup dari para nabi dan rasul. Kaidah
ini telah menjadi suatu hal yang sifatnya mendasar, atau satu di antara sekian banyak hal
yang diterima (oleh akal) pada masa kerasulan. Akan tetapi, persepsi terhadap segala
sesuatu akan berubah ketika waktu dan sesuatu itu saling berjauhan. Oleh karena itu,
sesuatu yang tadinya merupakan sebuah ketetapan pada masanya, akhirnya berubah
menjadi sesuatu yang dapat diperdebatkan pada masa-masa yang lain, atau setidaknya
sesuatu yang pasti itu dapat diteliti kembali.
Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library
Research), yaitu dengan menelaah semua sumber data, baik sumber data primer maupun
sumber data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode tematik (Mawdhū’iy).
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan beberapa hal yang
berkaitan dengan masalah yang diteliti, yaitu: Pertama, ayat yang digunakan Mirza
Basyiruddin dalam penafsirannya tentang khātam al-nabiyyīn adalah surat al-Ahzab (33)
ayat 41 (memakai al-Qur’an dan terjemahannya serta tafsir singkat karya Malik Ghulam
Farid yang biasa digunakan dalam jama’ah Ahmadiyah Qadian). Mirza Basyiruddin
memaknai kata khātam al-nabiyyīn berarti materai para nabi; yang terbaik dan paling
sempurna dari antara nabi-nabi; hiasan dan perhiasan nabi-nabi. Arti kedua ialah nabi
terakhir. Ahmadiyah meyakini seyakin-yakinnya bahwa Yang Mulia Nabi Muhammad
Rasulullah adalah khātam al-nabiyyīn. Namun dalam pemahamannya Ahmadiyah lebih
memilih pemahaman Siti Aisyah r.a, istri suci Yang Mulia Rasulullah saw, yang
menjelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah khātam al-nabiyyīn namun bukan berarti pintu
kenabian dalam bentuk dan jenis apa pun sudah tertutup setelah kewafatan beliau. Kedua,
adanya perbedaan konsep wahyu dan kenabian antara Mirza Basyiruddin dengan yang
dipahami umat Islam pada umumnya. Menurut Mirza Basyiruddin, pintu wahyu masih tetap
terbuka dan selama dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan tetap ada dan tetap merusak akhlak
dan ruhani manusia, maka Allah SWT perlu pula mengutus dokter-dokter (nabi-nabi) untuk
mengobati penyakit-penyakit itu. Ketiga, implikasi konsep khātam al-nabiyyīn dalam
kenabian yaitu bahwa kenabian atau kerasulan Mirza Ghulam Ahmad a.s itu adalah
kenabian ghairu tasyri’i (kenabian tanpa syari’at) dan ghairu mustaqil (tidak berdiri
sendiri), tapi terkait kepada Nabi Muhammad SAW
Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Dalam Bentuk Media Audio Visual Bagi Peserta Usia Pemula Di Klub Renang Amarta Aquatic Kota Malang
ABSTRACT Basyiruddin, Muhammad. 2015. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Dalam Bentuk Media Audio Visual Bagi Peserta Usia Pemula Di Klub Renang Amarta Aquatic Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.PdKata Kunci: Pengembangan, latihan, renang, gaya bebas, video. Renang merupakan olahraga yang dilakukan di air dan bisa dilakukan untuk berbagai usia, baik laki-laki maupun perempuan. Renang dibagi menjadi beberapa gaya, salah satunya adalah renang gaya bebas. Klub renang Amarta Aquatic adalah klub yang melatih atlet renang, proses latihan yang diberikan dalam pelatihan renang meliputi latihan pengenalan air kemudian dilanjutkan latihan gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan gaya kupu-kupu. Sebelum atlet terjun langsung ke kolam renang pelatih terlebih dahulu memberikan materi, akan tetapi atlet mengalami keterlambatan pencapaian dalam menguasai renang terutama renang gaya bebas. Keterlambatan atlet tersebut dapat diketahui berdasarkan hasil observasai awal yang peneliti lakukan pada hari Sabtu tanggal 25 September 2014 bertempat di kolam renang Gajayana Malang. Permasalahan tersebut terjadi karena pelatih dan atlet belum mempunyai sumber belajar renang gaya bebas yang lebih luas. Metode latihan yang digunakan yaitu dengan memberikan teori secara singkat berbekal buku panduan saja dan belum memiliki video atau media lain seperti materi renang yang dapat dipelajari sendiri di luar jam latihan, sehingga materi yang dikuasai terbatas. Berdasakan hal tersebut, maka diperlukan sumber dan media pembelajaran mengenai model latihan teknik dasar terutama renang gaya bebas. Tujuan penelitian ini, dengan model latihan teknik dasar renang gaya bebas yang dikemas dalam bentuk media audio visual dapat dijadikan sumber dan media belajar oleh atlet dan pelatih, sehingga tujuan dari penelitian ini agar atlet menguasai dengan cepat dalam pelatihan renang gaya bebas dan dapat terpenuhi.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yangmengacu pada teori Research and Development dari Borg dan Gall yang t telah rdiri dari 10 langkah model pengembangan, peneliti disini memodifikasi untuk menggunakan 7 langkah. Jenis data yang berupa data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari observasi awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, dan uji coba produk.Berdasarkan uji coba kelompok besar diperoleh dari presentase rata-rata 91.35%. Sehingga seluruh aspek dalam pengembangan model latihan teknik dasar renang gaya bebas dalam bentuk audio visual ini telah memenuhi kriteria kualitas produk, menurut Akbar dan Sriwiyana 75,1%─100% yang bermakna “Sangat Valid (dapat digunkan tanpa revisi)”. Hasil pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk dengan uji coba pada lingkup yang lebih luas.ABSTRACTBasyiruddin, Muhammad. 2015. A Development of Basic Technique Training Swimming Pool of Freestyle by Audio Visual Shape For The Beginner Age at Amarta Aquatic Malang Club. Skripsi, Department of Physical Education and Healthy, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S. Pd, M. Pd Keywords: Development, exercise, swimming, freestyle, video (audio visual).Swimming is is a sport that is carried out in water and can be done by every ages, both men and women. Swimming is divided into several styles, one of which is a swimming freestyle. Amarta Aquatic swimming is a club that trained of athletes, the exercises introduction water and then continued practice of freestyle, backstroke, breaststroke and butterfly. Before the athletes go to directly to the pool for first the coach gives the intuctions, and athletes delayed achievement in mastering free-style swimming pool especially. It can be known based on the results of the initial field observation. The problem occurs because the coach and the athlete does not have a broader learning resources. Training method used is to provide a brief theoretical armed with a guide book and not have a video or other media such as outdoor materials that can be studied alone outside hours of exercise, so that the material is limited controlled. Based on this, the necessary resources and instructional media on basic technique training models especially freestyle of swimming.The intention of this reasearc, the basic technique training models are packaged in a stylish swimming audio visual and media can be used as a source of learning by athletes and coaches, so that why the purpose of the swimming club Amarta Aquatic club so that athletes learn to master quickly in the pool can be met.This reasearch used development refers to the theory of Research and Development of Borg and Gall who have type of data in the form of qualitative and quantitative data. Data analysis was done descriptively both qualitative and quantitative data collection to analyze the results from the initial observation (needed analysis) expert evaluation, and testing of products. According on field trials (trials of large group) was obtained from the average percentage of 91.35%. So that why all aspects of the development model of the basic tekniuk exercise freestyle in the form of audio-visual has met the criteria of product quality according to Akbar and Sriwiyana 75.1% -100% . which means "Highly Valid (can used without revision)". The results of this development only limited to product developmenthopefully that no further research to test the effectiveness of the product with a trial within a broader area
Pemikiran jemaat Ahmadiyyah dalam The holy Qur’an with translation and commentary in Indonesia: Kajian terhadap Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad dan pengruhnya di Sumatera Utara / Andi Putra Ishak
This is a study of the ideology Jemaat Ahmadiyyah in the book of tafsir The Holy Qur’an With Translation And Commentary In Indonesia, a study about Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad and his influence in North Sumatra. This ideology has been disseminated in Indonesia, including North Sumatra without the permission and review of the Indonesian Islamic Religious Department and it could threaten to deviate the faith of Indonesian Muslims. The study aimed to explain the history of Jemaat Ahmadiyyah in North Sumatera and to shed light upon a tafsir figure of Jemaat Ahmadiyyah and his book of tafsir. The main focus of the study was to explore and analyze Basyiruddin's thinking in the tafsir, besides attempting to assess the influence of his thinking in North Sumatera. To achieve these objectives, the researcher conducted library research and field research via interviews and observation. The analysis in this study showed that the Jemaat Ahmadiyyah had entered North Sumatra before Indonesia achieved its independence. Basyiruddin himself put in the efforts in spreading the teaching who interpreted the qur'an completely trough The Holy Qur’an With Translation And Commentary In Indonesia. The findings of this study showed that there were some odd thoughts in the book, particularly those related to the divinity, prophethood, Ghulam Ahmad’s claim of prophethood, nasikh mansukh and the issues of miracles. The odd thoughts resulted from Basyiruddin’s failure to adhere to the required method of interpreting of the qur'an, where his method was contradictory with the Arabic language, the hadith of prophet Muhammad SAW and the views of renown tafsir scholars. This study further revealed that Basyiruddin's ideology reached North Sumatra through preaching activities, publishing and distribution of his tafsir book. The ideology was subsequently developed by members of Jemaat Ahmadiyyah by establishing their branches in North Sumatra, namely in Medan, Rempah Baru and Berastagi. However, the influence brought about by his ideology was reputed by the majority of the community in North Sumatera, because of the firm belief in religion among the local muslims and his vagueness in the interpretation of qur’an
Atsar Wasilah TTS (Al-Kalimah Al-Mutaqatiah) Fi Itqani Al-Mufradat Lada Thalabah As-Shaf As-Sabi Fi Al-Madrasah Al-Tsanawiyah Al-Ahliyah PSA Sulit Air
The use of learning media in this growing era is certainly very much needed. Media are devices and tools used by a teacher to improve the teaching and learning process. As we can see, there still many Arabic teacher only use the blackboard as a medium for teaching. This is one of factors that make students feel bored in learning. Crossword puzzles are one of the language game media that can be use in the teaching and learning process of Arabic. This language game media can make the learning process more varied and easy for students to understand. This study aims to determine the effect of using crossword puzzles of vocabulary mastery of class VII students at Mts.S PSA Sulit Air. This type of research is field research. While the methode used in this study is a quantitative research methode. The research design is a quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control design. As for the research instrument in the form of pre-test, post-test question, and documentation. The form of data analysis that has been is the normality test, homogenity test and T-test using SPSS 21. Data analysis showed that the average value of the pre-test was 65,46 and the post-test was 88,67. It means that there is an increase in the value of 23,21. And it can be concluded that the use of crossword puzzles has an effect on vacabulary mastery of calss VII students at Mts.S PSA Sulit Air
Gambaran Luaran Fungsional Pasien Pasca Tindakan Hip Arthroplasty di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2022-2023
Hip arthroplasty merupakan suatu tindakan pergantian sendi panggul dengan prostesis dalam upaya mengembalikan sendi panggul ke kondisi fungsional pasien sebelum cedera. Tindakan ini banyak dipilih karena prosedurnya yang cukup cepat, pemulihan mobilitas pasien yang singkat, dan kejadian komplikasi serta morbiditas yang cenderung rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui luaran fungsional pasien yang telah menjalani operasi hip arthroplasty selama minimal satu tahun.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data dari instalasi rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel diambil menggunakan tekhnik total sampling dengan indikator long-term rehabilitation pasca tindakan hip arthroplasty, mulai tahun 2022 sampai September 2023. Sampel kemudian diwawancarai untuk mengetahui luaran fungsional pasien menggunakan kuesioner oxford hip score.
Hasil penelitian diperoleh sebanyak 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, lebih dari setengahnya merupakan kelompok lanjut usia lebih dari 60 tahun (60,0%), 45-59 tahun (22,2%), dan 18-44 tahun (17,8%). Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (60,0%) dengan indikasi terbanyak adalah fraktur proksimal femur (71,1%). Total hip arthroplasty merupakan tindakan yang sering dilakukan (51,1%) dengan uncemented hip arthroplasty sebagai prostesis yang paling banyak digunakan (64,4%). Hasil luaran fungsional pasien dengan oxford hip score menunjukkan hasil yang memuaskan 44,5%, keluhan ringan 40,0%, 11,1% sedang, dan 4,4% berat. Kesimpulan yang didapatkan pada penelitian ini adalah pada pasien yang melakukan tindakan hip arthroplasty hampir separuh memiliki hasil luaran fungsional yang memuaskan atau tidak terdapat keluhan yang berarti
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENUNJUKAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK SEBAGAI AUDITOR EKSTERNAL
The purpose of this research is to study the influence of several factors namely, reputation, competence, independency, fee, duration of audit and related regulations to the appointment of Public Accounting Firm as external auditor to execute general audit to the financial statements.This research used simple random sampling technique of survey by questionnaires whose respondents were the companies demanding general audit services provided by Public Accounting Firm.The result of this research indicates that several factors influence the decision of appointment of Public Accounting Firm as external auditor as follow : (1) independency of Public Accounting Firm. (2)audit fee (3) duration of fieldwork and submission of final audit report. (4) related regulation either upon to Public Accounting Firm or to its client. While on the other hand the reputation and competence factors do not influence to appointment of Public Accounting Firm as external auditor.Keywords : Public Accounting Firm, reputation, competence, independence, fee, duration of audit, regulations
Metode Penafsiran Abu al-Su’ud Al-‘Imadi dalam Kitab Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim
Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji metodologi dalam buku tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim†karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi. Kajian mencakup aspek-aspek seperti sumber-sumber penafsiran (mashdar), metode penafsiran (manhaj), dan orientasi penafsiran (ittijah). Selain itu, tulisan juga memberikan gambaran singkat tentang biografi mufassir, wawasan keilmuan mufassir, dan latar belakang penulisan tafsir tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir “Irsyad al-‘Aql al-Salim ila Mazaya al-Kitab al-Karim†karya Abu al-Su’ud Al-‘Imadi, dari segi sumber penafsiran, masuk dalam kategori tafsir bi al-Ra’yi. Dari segi metode penafsiran, kitab ini menggunakan metode tahlili. Sementara dari segi orientasi penafsiran, tafsir ini cenderung memiliki orientasi kebahasaan (lughawi). Abu al-Su’ud al-‘Imadi hidup pada masa kejayaan Kesultanan Utsmaniyah, di mana masyarakat menikmati kemakmuran dan keamanan, serta ilmu pengetahuan berkembang pesat. Oleh karena itu, orientasi penafsiran dalam kitabnya tidak banyak berfokus pada isu-isu sosial dan kemasyarakatan. Sebaliknya, orientasi penafsiran Abu al-Su’ud lebih dominan pada aspek kebahasaan. Kecintaannya yang mendalam terhadap sastra Arab dan kemahirannya dalam bidang tersebut menjadi faktor kuat yang menjadikan tafsirnya berorientasi kebahasaan (lughawi)
Merekontekstualisasi Tafsir Hukmi di Era Kontemporer
Tulisan ini menelaah lebih lanjut mengenai tafsir hukmi dengan menjelaskan sejarah kemunculan corak hukum dalam dunia tafsir al-Quran, batasan istilah pembahasannya, perdebatan para ulama serta contoh kitab-kitab tafsir bercorak hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis berbasis penelitian kepustakaan dengan pendekatan sejarah dan tafsir. Temuan dari penelitian ini bahwa Tafsir Hukmi merupakan salah satu nuansa penafsiran yang menggunakan teori-teori dan pendekatan hukum. Sejarah kemunculan corak hukum ini sudah muncul pada masa Nabi SAW yang berkelanjutan hingga munculnya imam-imam madzhab sampai adanya fanatisme madzhab. Adapun batasan istilah tafsir hukmi  mencakup pembahasan yang berkenaan dengan hukum-hukum syariat dalam al-Qur’an. Dalam praktik penafsiran bercorak hukmi ini tidak terlepas dalam perbedaan pandangan dalam istibath hukum, kitab-kitab tafsir bercorak hukum dapat ditemukan dalam Tafsir-tafsir yang bermadzhab seperti madzhab syi’ah imamiyah, syiah zaidiyah, tafsir bermadzhab maliki, hanafi, hanbali, syafi’i dan zahiri
Wahbah al-Zuhaili\u27s interpretation of the Qur\u27anic Verses that hint at nepotism in al-Tafsir al-Munir fi al-\u27Aqida wa al-Shari\u27ah wa al-Manhaj
This research discusses how Wahbah al-Zuhaili interprets verses that hint at nepotism in Al-Tafsir al-Munir fi al-\u27Aqida wa al-Syari\u27ah wa al-Manhaj. The verses discussed in this research are based on terms that are the principle of nepotism in the Qur\u27an such as al-Khiyanah, al-Ghill, Syafa\u27ah sayyi\u27ah, ittiba\u27 al-Hawa, and ja\u27l wazir min Ahl. This research uses a qualitative method with a literature study approach to conceptually examine various matters related to nepotism from the perspective of the Qur\u27an. Therefore, this research is a type of qualitative and thematic research through literature review, namely by writing, reducing, presenting data, and analyzing it. The purpose of this research is to find out how the interpretation of Wahbah al-Zuhaili in Al-Tafsir al-Munir fi al-\u27Aqidah wa al-Syari\u27ah wa al-Manhaj regarding verses that hint at nepotism. The results of this research show that Wahbah al-Zuhaili views nepotism proportionally by distinguishing between negative and positive. Negative nepotism occurs if the position is given only because of proximity, without regard to qualifications, so it includes betrayal, ghulul, and intercessory sayyi\u27ah, ittiba\u27 al-Hawa, and ja\u27l wazir min Ahl. On the other hand, nepotism is allowed if it is based on competence, honesty, good intentions, and does not violate the Sharia. Harun\u27s appointment by Musa is an example of legitimate nepotism because it is based on preaching motivation and qualifications. For al-Zuhaili, justice, qualification, and intention are the main yardsticks in evaluating nepotism
