608 research outputs found

    Karakteristik tafsir al-Badar

    No full text
    Kajian kritis terhadap karakteristik penafsiran Alquran menduduki peran yang penting dalam khazanah kajian tafsir Alquran. Hal ini disebabkan karena kemunculan suatu karya tafsir tidak akan lepas dari aspek karakteristik yang digunakan. Seperti adanya tafsir al-Badar karangan KH Badruddin Subky. Penelitian tentang tafsir al-Badar dirasa penting bagi penulis, karena beberapa alasan yang sangat logis. Pertama bahwa setiap tafsir yang muncul akan dilakukan penelitian terhadap Karakteristik meliputi sumber, metode, corak, dan sistematika pada tafsir tersebut. Kedua, Hal ini merupakan permasalahan yang miris karena seharusnya masyarakat bogor lebih tahu terhadap sosok Badruddin Subky, tetapi pada kenyataan belum banyak yang mengenali sosok Badruddin Subky karena mungkin masih minimnya penilitan-penilitian atau artikel-artikel yang berbicara tentang sepak terjang beliau. Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah yang telah diangkat meliputi: 1) Apakah latar belakang dari penulisan tafsir al-Badar, 2) Bagaimanakah karakteristik tafsir al-Badar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui latar belakang kemunculan tafsir al-Badar beserta karakteristik yang melekat didalmnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan ialah data kualitatif beruapa study kepustakaan (library research) dan wawancara. Dalam penelitian ini, kitab tafsir al-Badar menjadi sumber primer, sedangkan data pendukung lain ialah berbagai buku, jurnal serta software yang berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kitab tafsir al-Badar terlahir karena penulisnya ingin menyebarkan gagasan dan ide dalam memahami tafsir Alquran. Ditinjau dari aspek kajian sumber tafsir tergolong kepada tafsir bi al-ma’tsur. Metode tafsir al-Badar ialah metode maudhui (tematik). Dalam aspek kajian corak tafsir, penulis berkesimpulan kitab tafsir al-Badar cenderung bercorak al-adabi al-ijtima’i (sosio-kemasyarakatan). Sedangkan dalam sistematika penulisannya, tafsir al-Badar masuk kedalam Tartib Maudhui. Adapun kelebihan dari tafsir al-Badar ialah pertama, menggunakan bahasa yang familiar sehingga mudah untuk dipahami, kedua tafsir ini disusun berdasarkan tema-tema sehingga memudahkan pembaca untuk mencari bahasan yang ingin dipelajari, ketiga dalam pembahasannya tafsir ini menyajikan tafsiran secara terperinci. Kekurangan dari tafsir ini yaitu pada beberapa penafsiran, mufassir tidak menyebutkan sumber pengambilan riwayat hadis maupun kitab tafsir lainnya, dan tidak adanya komentar tentang derajat suatu hadis yang dikuti

    HARMONY AND FRICTION: THE POPULARITY OF SHALAWAT BADAR AMONG SANTRI

    No full text
    Shalawat Badar is verses composition in Arabic that is dedicated to the Prophet Muhammad. The verses in this verse contain elements of Islamic political ideology. It was composed during a period of significant political upheaval, specifically the era of Guided Democracy (Demokrasi Terpimpin). During this period, Muslims in Indonesia experienced profound political unrest, largely attributable to the growing hegemony of the Indonesian Communist Party (PKI). The present study seeks to contribute to the existing scholarship on Shalawat Badar by offering an analysis of its contemporary spread and popularity. Despite the theological critiques levelled by modern Santri regarding its theological content, which is often seen as bid'ah, Shalawat Badar has witnessed a notable proliferation, defying the obstacles often associated with the dissemination of such works. The findings of this study suggest that Shalawat Badar has gained a widespread presence among Santri from diverse sub-cultures, performed by individuals across various contexts. This paper utilizes a qualitative method, employing a descriptive-analytical approach augmented by literature studies and in-depth interviews with multiple sources, to address the various aspects of Shalawat Badar that are frequently criticized yet still held in various parts of Indonesian

    PERANG BADAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT ARAB TAHUN 624

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perang dalam perkembangan agama Islam pada sekitar tahun 624, untuk mengetahui proses terjadinya perang Badar dan dapat mengambil sisi positif dari peristiwa tersebut, dan untuk mengetahui beberapa pengaruh yang ditimbulkan dari peristiwa perang Badar tersebut. Penulisan skripsi ini mengunakan metode penelitian sejarah yang mencakup 5 tahapan, yaitu pemilihan topik, metode pengumpulan sumber (heuristik), klarifikasi, interpretasi, dan penulisa sejarah (historiografi). Pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan multi dimensional dan ditulis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan Islam pada tahun 624 sangatlah signifikan. 1) Latar belakang perang Badar tahun 622 Nabi Muhammad Saw dan para sahabat Hijrahke Medinah karena sering dizalimi dan dianiaya oleh kaum kafir Quraisy. Hal ini menandakan dimulainya kedudukan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin suatu kelompok dan agama. 2) Proses terjadinya perang Badar pertempuran diawali dengan majunya pemimpin kedua pasukan untuk perang tanding antara Hamzah, Ali dan Ubaidah melawan Syaiba, walid dan utba dari pihak Quraisy. 3) Pengaruh perang Badar terhadap masyarakat Arab kemenangan muslim terhadap Quraisy tersebut memberi angin segar pada agama Islam dan posisi politik Nabi Muhammad SAW di Medinah. Masyarakat Arab setelah kemenangan kaum muslim tersebut mulai memandang secara serius. Yahudi dan kaum musyrik di Medinah sampai ketakutan karena setelah kemenangan tersebut Bani Qainuqa salah satu kabilah Yahud i di Medinah diusir oleh Muhammad SAW karena melanggar perjanjian dengan membunh salah satu umat muslim dari pihak Anshar. Ketakutan tersebut tidak hanya dialami oleh masyarakat di sekitar Medinah, akan tetapi Quraisy Mekkah dibuat cemas oleh pihak muslim Medinah dengan ditutupnya jalan perdagangan mereka menuju Syam atau Syiria. Kedudukan Muhammad Saw di Medinah sesudah perang Badar menjadi lebih diperhitungkan. Pimpinan kabilah Khazraj Abdullah bin Ubay yang selalu menentang Muhammad SAW, setelah perang Badar menjadi lebih lemah penentangannya

    Pengaruh perang Badar terhadap eksistensi kaum Muslim di Madinah (2 H/624 M)

    No full text
    Skripsi berjudul “Pengaruh Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim di Madinah (II H / 624 M)” ini fokus mengkaji permasalahan (1) Kronologi terjadinya Perang Badar (2) Faktor - Faktor Penyebab Kemenangan Kaum Muslim di Perang Badar (3) Pengaruh Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim di Madinah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu proses menguji dan menganalisis peristiwa sejarah untuk menemukan data yang otentik dan dapat di percaya untuk merekonstruksi kejadian masa lampau. Data – data penelitian di dapat dari penelusuran sumber terkait, baik yang di tulis oleh sejarawan sezaman atau yang ditulis oleh sejarawan modern. Data tersebut di pilih sesuai tema bahasan yang di ambil dan di analisis untuk di peroleh data yang sesuai kemudian baru di tulis. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Historis dan pendekatan Sosiologis, dengan pendekatan historis penulis bertujuan mendeskripsikan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Sedangkan pendekatan sosiologis akan membahas segi-segi sosial dari peristiwa yang dikaji. Dalam hal ini peneliti menggunakan teori Peranan menurut Soerjono Soekanto. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Perang Badar merupakan Perang besar pertama dalam Islam. Perang tersebut melibatkan pasukan kecil Kaum Muslim melawan seribu lebih tentara Kaum Musyrik. Setelah bertarung dengan sengit akhirnya Kaum Muslimin yang keluar sebagai pemenangnya dan berhasil membunuh pemuka – pemuka Kaum Musyrik Makkah (2) ada dua Faktor kemenangan Kaum Muslim, yaitu atas pertolongan dari Allah berupa turunnya hujan dan keikutsertaan malaikat dalam memerangi pasukan Musyrik Makkah. Dan juga atas kecerdasan strategi dari pemimpin tunggal Kaum Muslim yaitu Nabi Muhammad serta semangat jihad Kaum Muslim yang membara (3) Pengaruh kemenangan Perang Badar terhadap Eksistensi Kaum Muslim ialah Kaum Muslimin semakin di takuti oleh musuh, penyebaran Islam semakin meluas, kondisi perekonomian menjadi stabil dan lain sebagainya

    INTERNALISASI NILAI-NILAI DARMA PRAMUKA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER SDI AL-BADAR KEDUNGWARU TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Skripsi dengan judul Internalisasi Nilai-nilai Darma Pramuka dalam Pendidikan Karakter SDI Al-Badar Kedungwaru Tulungagung ini ditulis oleh Muhammad Mustofa Habib NIM. 17205153268, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Prof. Dr. H Akhyak, M.Ag, Kata Kunci: Internalisasi Nilai Darma Pramuka, Pendidikan Karakter Penelitian ini dilatar belakangi oleh terjadinya degradasi moral yang menyebabkan karakter anak-anak menjadi kurang bermartabat. Dalam hal ini Pendidikan Pramuka melalui niali-nilai darma pramukanya dianggap menjadi solusi yang tepat untuk memperbaiki degradasi moral tersebut. Pemerintah juga sudah menetapkan bahwa Pramuka adalah ekstrakuler wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa. Dalam Pendidikan Kepramukaan ada berbagai kegiatan yang dapat menambah wawasan dan menginternalisasikan nilai – nilai darma pramuka. Sehingga, dengan hal ini, karakter anak didik akan berubah menjadi lebih baik. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah internalisasi nilai nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (2) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? (3) Bagaimanakah internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung? Adapun tujuan dalam skripsi ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (2) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. (3) Untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter disiplin SDI Al-Badar Kedungwaru Tuliungagung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen kunci dalam pengumpulkan data. Tempat penelitian adalah SDI A-Badar kedungwaru Tulungagung. Sumber data penelitian dibagi menjadi 3 yaitu people (orang), place (tempat), dan paper (kertas). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan data pada penelitian ini meliputi observasi terus menerus dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter peduli sosial dilakukan dengan metode sistem beregu dan cara tutor temaan sejawat serta pemberian motivasi (2) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode kegiatann yang diprogramkan, tutor teman sejawat dan motivasi serta metode pemberian tugas (3) Internalisasi nilai-nilai darma pramuka dalam pendidikan karakter tanggung jawab dilakukan dengan metode pembiasaandengan cara penertiban baris saat apel pembukaan kegiatan pramuka, keteladanan, tarhib wa targhib, penyadaran/nasihat

    Evaluasi Sharia Compliance Pada Al-Badar Hotel Syariah Makassar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sharia compliance pada Al-Badar Hotel Syariah Makassar dengan menggunakan indikator Fatwa DSN-MUI No. 108 tahun 2016 dan Sharia Islamic Hotel Assessment Tool (SIHAT). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data metode observasi, wawancara, dan dokumenasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Badar Hotel Syariah Makassar belum sepenuhnya sesuai dengan Fatwa MUI No. 108 Tahun 2016. Hotel Al-Badar telah menggunakan rekening bank syariah tetapi masih menggunakan rekening bank konvensional dalam melakukan pelayanan, serta belum memiliki sertifikat halal dari MUI untuk makanan dan minuman. Sementara tingkat penerapan sharia compliance pada Al-Badar Hotel Syariah Makassar berdasarkan Sharia Islamic Hotel Assessment Tool (SIHAT) berada pada kategori sedang yaitu 61 persen

    ATLAS : Dakwah Nabi Muhammad saw

    No full text
    Buku ini akan mengantar Anda menyusuri setiap peristiwa pada masa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam dalam gambaran yang lebih dekat pada kebenaran. Sebab, buku ini dilengkapi dengan foto, peta, gambar, dan berbagai ilustrasi lainnya. Melalui buku ini, Anda dapat mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad, bahkan Anda bisa merasa begitu dekatdan langsung menyaksikan bagaimana peristiwa-peristiwa berikut ini terjadi. -Bagaimana Nabi Muhammad bisa lolos dari kepungan pemuda berbagai kabilah yang ingin membunuhnya. -Bagaimana Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam mengajarkan ayat-ayatal-Qur\u27an kepada bangsa Jin Nasibin. -Bagaimana strategi politik Nabi Muhammad mengambil langkah \u27\u27mengalah untuk menang\u27\u27 dalam Perjanjian Hudaibiyah. -Bagaimana rute perjalanan hijrah Nabi Muhammad dan kaum muslimin. -Bagaimana formasi 313 pasukan Badar hingga bisa mengalahkan hampir seribu kaum Quraisy. -Bagaimana Nabi Muhammad memosisikan pasukan panah dalam Perang Uhud hingga mampu memukul mundur tentara musuh meskipun akhirnya harus diuji dengan kekalahan. -Bagaimana panglima Quraisy yang paling ditakuti dalam Perang Uhud kemudian bisa menjadi pengikutsetia Nabi Muhammad. -Bagaimana Nabi Muhammad turut bahu-membahu bersama umatnya menggali parit dalam Perang Khandaq. Seperti apa isi Piagam Madinah yang cukup populer itu. -Bagaimana Nabi Muhammad mampu memimpin lebih dari 100.000 (seratus ribu) kaum muslimin untuk melaksanakan ibadah haji yang pertama dalam sejarah Islam. Selain itu, ada beberapa hal yang tidak kalah menarik, antara lain. -Bukti ilmiah bahwa Mekkah al-Mukarramah berada dipusat bumi. -Kota-kota yang menjadi pusat peradaban pada masa Nabi Muhammad. -Sejarah pembangunan Kabah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi disertai foto-foto dan ilustrasi. -Praktik-praktik keagamaan pada masa jahiliah. -Peta penyerangan Abrahah untuk menghancurkan Kabah. -Sejarah kelahiran dan pengasuhan Nabi Muhammad. -Peta perjalanan dagang Nabi Muhammad ke Bushra sebelum masa kenabian. -Sejarah diutusnya Nabi Muhammad hingga hijrah beliau. -Dua puluh delapan peperangan yang langsung dikomandani Nabi Muhammad dan beberapa ekspedisi militer lainnya

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN AQIDAH DALAM PERANG BADAR

    No full text
    Aqidah adalah persoalan pertama yang diserukan Rasulullah Saw. Ketika beliau diutus di permukaan bumi. Lamanya dakwah Rasulullah Saw. Dalam rangka mengajak umat agar bersedia mentauhidkan Allah Swt. Menunjukkan betapa pentingnya materi pendidikan aqidah Islam bagi setiap umat muslim. Aqidah berfungsi sebagai pemandu akurat yang dapat mengatur dan menggerakkan setiap gerak langkah manusia. Aqidah merupakan otak dan memutuskan setiap langkah manusia bila terjadi sedikit ketidakberesan maka akan menimbulkan kerusakan pada gerak langkah yang diciptakannya sehingga menyimpang dari jalan yang lurus Perang Badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriah. Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Dengan Aqidah yang kuat pasukan Muslim berhasil menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan Perumusan masalahnya adalah sebagai berikut: Nilai-Nilai Pendidikan Aqidah apa saja yang terkandung dalam perang Badar Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Aqidah dalam Perang Badar. Adapun hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih tentang penentuan sikap-sikap yang seharusnya dimiliki manusia dan dapat memberikan manfaat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan jenis pendekatan deskriptif analisis. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Metode pengumpulan datanya adalah dokumentasi. Sedangkan metode analisisnya yang digunakan adalah analisis konten(Content Analisis) yaitu reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian mengungkapkan bahwa nilai-nilai pendidikan aqidah yang terkandung dalam perang Badar adalah sebagai berikut : (1) Nilai Pendidikan iman kepada Allah. Iman kepada Allah menumbuhkan sikap patuh dan tunduk kepada Allah, (2) Nilai Pendidikan iman kepada Malaikat mendidik manusia untuk meyakini bahwa mereka makhluk-Nya yang mulia, mereka tidak pernah mendurhakai perintah-Nya, (3) Nilai Pendidikan iman kepada kitab Al-Quran mendidik manusia untuk meyakini kitab Al-Quran yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, (4) Nilai Pendidikan iman kepada rasulullah Muhammad mendidik manusia untuk meyakini bahwa Allah telah memilih Muhammad sebagai Rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan sehingga menumbuhkan sikap patuh kepada Nabi Muhammad, (5) Nilai Pendidikan iman kepada Hari Akhir mendidik manusia untuk meyakini akan adanya hari akhir. Sehingga memotivasi manusia agar senantiasa beramal sholeh untuk meraih surga dan menjauhi larangan-larangan Allah agar terhindar dari api nerak

    PERISTIWA PERANG BADAR: PERTEMPURAN BERSEJARAH YANG MENGUBAH ARAH PERADABAN ISLAM

    No full text
    Pertempuran Badar adalah peristiwa penting dalam sejarah awal Islam yang memiliki karakter kompleks dan dampak luas terhadap dinamika sosial-keagamaan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah (13 Maret 624 Masehi) dan menjadi salah satu momen paling berpengaruh dalam pembentukan identitas komunitas Muslim. Penelitian ini mengadopsi pendekatan interdisipliner untuk mengeksplorasi aspek-aspek utama dari pertempuran tersebut, meliputi konteks sosial-politik, taktik militer, serta dampak psikologis dari konfrontasi antara 313 pejuang Muslim melawan 1.000 pasukan Quraisy. Dengan menggunakan metode kualitatif dan analisis sejarah kritis, penelitian ini berupaya memahami bagaimana Nabi Muhammad secara cerdas menggabungkan elemen spiritual dengan strategi militer. Beliau mampu mengubah kekurangan jumlah menjadi keunggulan strategis yang menentukan kemenangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Pertempuran Badar tidak hanya sekadar peristiwa militer, melainkan juga katalis untuk transformasi sosial yang lebih besar. Pertempuran ini membantu membentuk ulang identitas kolektif umat Muslim, mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan, persatuan antar-suku, dan dedikasi spiritual sebagai fondasi komunitas. Selain itu, Pertempuran Badar meruntuhkan struktur sosial tradisional yang berbasis hierarki dan menggantikannya dengan sistem yang lebih egaliter. Signifikansi penelitian ini terletak pada kemampuannya untuk melampaui interpretasi sederhana terkait pertempuran tersebut, dengan menawarkan perspektif multidimensional yang lebih mendalam. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika konflik, kepemimpinan yang visioner, serta pembentukan identitas keagamaan pada masa awal Islam

    KISAH PERANG BADAR DAN PERANG UHUD DALAM AL-QUR’AN

    No full text
    Kisah adalah bagian dari goresan peradaban kehidupan yang telah diabadikan dalam Al-Qur‟an. Timbulnya kisah-kisah di dalam Al-Qur‟an disebabkan banyak kemungkinan, di antaranya karena orang-orang yang terdahulu mempunyai nilai-nilai sejarah hidup yang mempunyai moral yang dapat dijadikan pelajaran bagi generasi berikutnya. Sebagaimana diabadikanya kisah tentang kehidupan Nabi terdahulu, ataupun orang-orang yang saleh sampai dengan kehidupan Nabi yang terakhir. Kehidupam Nabi Muhammad saw banyak yang tergambarkan dalam al-Qur‟an, seperti kisah tentang perang Badar dan perang Uhud. Penulis meneliti kisah perang Badar dan perang Uhud dalam al-Qur‟an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisis. Proses menganalisis dilakukan dengan mengumpulkan bahan refrensi yang ada kaitanya dengan judul. Karena sifatnya kepustakaan, sumber datanya pun diambil dari buku-buku literature dengan menggunakan teori tematik Abd Al-Hayy al-Farmawi. Perang Badar merupakan tonggak pertama yang menentukan hari depan Islam dan kaum muslimin. Peperangan ini terjadi pada tahun 624 M atau tahun kedua Hijrah, dengan pasukan kaum muslimin berjumlah sekitar 313 dan kaum Quraisy berjumlah sekitar 1300, bertempur di lembah yang bernama Badar dengan kemenangan dipihak kaum Muslimin. Dampak dari perang Badar yang mengecewakan kaum Quraisy menimbulkan peperangan berikutnya yaitu perang Uhud, Perang ini terjadi pada tahun 625 M atau tahun ketiga Hijrah, dengan pasukan kaum muslimin berjumlah sekitar 1000 orang dan kaum Quraisy berjumlah sekitar 3000 orang, bertempur di dekat bukit Uhud dengan kemenangan yang pada awalnya dipegang oleh kaum muuslimin karna kesalahan fatal yang dilakukan oleh pasukan muslim menjadikan keadaan terbalik dan kemenangan berada pada kaum Quraisy. Hal ini menimbulkan suatu pertanyaan mengenai permasalahan bagaimana peristiwa perang Badar dan perang Uhud yang diabadikan dalam al-Qur‟an, dan apa pesan moral serta korelasi dari kedua perang itu? Sehingga keduanya diabadikan dalam al-Qur‟an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kisah perang Badar dan Kisah perang Uhud yang ada dalam al-Qur‟an bukan semata-mata hanya kisah peperangan Rasulullah saw yang diabadikan dalam al-Qur‟an, tetapi kemenangan pada perang Badar dan kekalahan pada perang Uhud mempunyai pesan moral yang mendalam bagi orang yang mau mencari dan mengambil hikmahnya. Ayatayat perang Badar dan perang Uhud dalam penelitian ini terdapat 46 ayat yang terdiri dari 25 ayat perang Badar dan 21 ayat perang Uhud, serta keduanya terdapat hubungan yang segnifikan, separti ayat diturunkanya Malaikat pada perang Badar dan dijanjikanya Malaikat yang akan turun pada perang Uhud. Pesan moralnya mempunyai pengaruh pada zaman sekarang bagi orang-orang yang mau berfikir untuk mengambil ibroh dari kedua peristiwa perang Badar dan perang Uhud, yakni pada perang Badar pasukan sedikit melawan pasukan besar, menunjukan kualitas lebih diutamakan dari pada kuantitas, pada perang Uhud kuantitas lebih menonjol daripada kualitas
    corecore