126 research outputs found

    Biografi K.H. Muhammad Arwani Amin (1905-1994)

    Full text link
    Skripsi ini memiliki tiga fokus penelitian, yaitu: Bagaimana sejarah hidup dan kontruksi sosial yang melatar belakangi kehidupan K.H. Muhammad Arwani Amin. Bagaimana sejarah pendidikan K.H. Muhammad Arwani Amin di pesantren. Bagaimana posisi dan peran K.H. Muhammad Arwani Amin dalam masyarakat. K.H. Muhammad Arwani Amin dikenal sebagai ahli ilmu agama, beliau juga di kenal sebagai penghafal al-Qur'an dan pemimpin Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Sebagai seorang ulama atau kiai, beliau memiliki posisi dan peran yang penting dalam masyarakat. Walaupun beliau tidak pemah aktif dalam kegiatan organisasi, baik organisasi sosial politik maupun organisasi kemasyarakatan. Secara umum penelitian ini adalah penelitian historis yang mencoba menarasikan sejarah K.H. Muhammad Arwani Amin, dan penelitian ini menggunakan sejarah naratif yaitu penulis mendeskripsikan tentang masa lampau dengan merekonstruksikan apa yang terjadi, serta diuraikan sebagai cerita, dengan perkataan lain kejadian-kejadian penting diseleksi dan diatur menurut poros waktu sedemikian sehingga tersusun sebagai cerita. Adapun metode yang digunakan oleh peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah: Heuristik (mencari dan menemukan data), Kritik, Interpretasi (Penafsiran) dan Historiografi. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa K.H. Muhammad Arwani Amin adalah tokoh yang sangat berpengaruh di Kota Kudus. Beliau sangat dihonnati baik oleh santri, masyarakat ataupun pejabat. Beliau juga telah berkontribusi dalam membangun pola hubungan kemasyarakatan di Desa Kajeksan (Kudus) dan sekitamya menjadi lebih baik

    REKONSTRUKSI SANAD QIRA’AT INDONESIA (Studi Analisis Sanad KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani)

    Full text link
    Tesis ini dilatarbelakangi oleh diskursus mengenai perbedaan sanad qira‘at di Indonesia milik KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani, yang mana keduanya adalah antara murid dan guru. Meskipun sama-sama berawal dari qira‘at ‗Ashim dari riwayat Hafs dari jalur ‗Ubaid ibn al-Shabbah yang keduanya memiliki sanad yang shahih dan bisa merepresentasikan validitas atas qira‘at al-Qur‘an yang bersumber dari Rasulullah SAW. Persoalan yang muncul kemudian adalah Mengapa bisa berbeda antara sanad kedua tokoh tersebut yakni antara guru dan murid (KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani)? Bagaimana rekonstruksi susunan sanad qira‘at keduanya? Dengan latar belakang tersebut mendorong penulis untuk meneliti, menemukan dan menganalisis Rekonstruksi Sanad Qira‘at Indonesia antara KH. M. Munawwir dan KH. M. Arwani. Kedua tokoh ini dipilih karena beliau berdua adalah ulama qira‘at paling tua dan termasyhur di Indonesia dan mayoritas sanad qiraat yang ada di Indonesia melewati jalur kedua perawi tersebut. penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengungkap bagaimana analisis perbedaan dan kritik sanad qira‘at Indonesia antara KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani. 2) Menjelaskan bagaimana rekonstruksi sanad qira‘at Indonesia antara KH. Muhammad Munawwir dan KH. Muhammad Arwani. Ruang lingkup pembahasan dan penelitian disini bersifat kombinasi yaitu literer (library research) dan lapangan (field research). Data diperoleh dengan mengkaji lembar sanad qira‘at keduanya. Di samping itu juga dari kitab-kitab yang membahas tentang sanad qira‘at dan wawancara dengan tokoh ulama yang melanjutkan transmisi sanad qira‘at keduanya, selanjutnya dikomparasikan dan dianalisis persamaan dan perbedaan keduanya, dengan menggunakan teori analisis-komparatif dan kritik sanad qira‘at. Hasil penelitian, Pertama; dari sisi urutan nomor seperti sanad yang dari PP. al-Munawwir urutan pertama adalah Rasulullah saw. Sehingga sampai KH. M. Munawwir pada urutan ke-28, sedangan dari PP. Yanbu‘ul Qur‘an urutan pertama adalah Allah swt, ke-2 Malaikat Jibrilas., ke-3 Rasulullah saw. dan seterusnya, sehingga urutan KH. M. Munawwir urutan ke-33. Kedua; Dari sisi gurunya KH. M. Munawwir seperti dalam sanad PP. al-Munawwir adalah ‗Abd al-Karim ibn H.‘Umar al-Badriy al-Dimyathiy, dan dari PP. Yanbu‘ul Qur‘an adalah Syaikh Yusuf Hajar al-Dimyathi, maka sebagaimana dalam manaqib, maka sanad PP. al-Munawwir adalah Sanad Qira'ah Imam ‗Ashim Riwayat Hafsh Thariq ‗Ubaid ibn al-Shabbah, dan sanad PP. Yanbu‘ul Qur‘an adalah bagian dari sanad qira‘at sab‘. Ketiga; dari sisi perbedaan rawi seperti dalam sanad PP. Yanbu‘ul Qur‘an ada delapan rawi yang berbeda dengan sanad PP. al-Munawwir, yaitu Abu al-Na‘im Ridhwan al-‗Aqabi, Abu al-Su‘ud bin Abi al-Nur, Ahmad bin ‗Umar al-Isqathi dan ‗Abd al-Rahman al-Syafi‘i, Ahmad ibn ‗Abd al-Rahman al- Absyihiy, Hasan ibn Ahmad al-‗Awadil, Sa‘ad ‗Antar al-Dimyati dan Yusuf Hajar al-Dimyathi

    METODE DAKWAH BERBASIS SANAD: STUDI TRADISI PENGAJARAN DAN KETELADANAN K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN SA’ID KUDUS

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya otoritas moral dan spiritual dalam dakwah Islam modern yang cenderung pragmatis dan retoris. Kajian ini bertujuan menganalisis metode dakwah berbasis sanad yang dipraktikkan K.H. Muhammad Arwani Amin Sa’id di Pesantren Yanbu‘ul Qur’an Kudus sebagai model dakwah yang menekankan kesinambungan antara ilmu (‘ilm), adab, dan amal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap karya, biografi, dan literatur tentang tradisi pengajaran Arwani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad dalam dakwah Arwani berfungsi sebagai sistem transmisi nilai yang menyatukan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual melalui praktik talaqqi, mushafahah, dan keteladanan (uswah hasanah). Pendekatan ini membentuk integrasi antara sanad al-‘ilm, sanad al-adab, dan sanad al-amal yang menghasilkan dakwah bil hal yang otentik dan transformatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa metode dakwah berbasis sanad relevan sebagai paradigma dakwah kontemporer yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada pembentukan karakter. Implikasinya, model ini dapat direaktualisasi dalam pendidikan dan dakwah digital untuk memperkuat otoritas keilmuan, etika, serta moderasi keulamaan di era modern. &nbsp

    Integrasi ilmu agama Islam dan sains dalam pendidikan perspektif Muhammad Fethullah Gulen

    Full text link
    Skripsi ini memfokuskan pada hakikat dan pengintegrasian ilmu agama Islam dan sains dalam pendidikan perspektif Muhammad Fethullah Gulen. Untuk mengupas integrasi itu, penelitian skripsi ini memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: pertama, bagaimana hakikat ilmu agama Islam menurut Muhammad Fethullah Gulen? Kedua, bagaimana pandangan Muhammad Fethullah Gulen terhadap sains? Ketiga, bagaimana integrasi ilmu agama Islam dan sains dalam pandangan Muhammad Fethullah Gulen? Untuk mendapatkan kesimpulan, skripsi ini mengunakan pendekatan historis, metode kepustakaan, dan analisis pemikiran tokoh. Setelah data terkumpul dan tercatat dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data. Proses analisa data dimulai dari menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu buku karya Muhammad Fethullah Gulen dan tokoh-tokoh yang membahas tentang pendidikan Islam dan sains dalam pandangan Muhammad Fethullah Gulen. Dari data-data yang dikumpulkan dan dianalisis, ditemukan hasil sebagai berikut: ilmu agama Islam menurut Gulen adalah salah satu bidang pelajaran pokok yang harus dipelajari oleh peserta didik, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Sedangkan sains mengarahkan kecerdasan menuju kebahagian akhirat tanpa mengharapkan keuntungan materi, melakukan pengkajian tak kenal lelah dan terperinci tentang alam semesta untuk menemukan kebenaran mutlak yang mendasarinya. Dalam pengintegrasiannya Gulen mengusulkan sebuah sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral. Yakni dengan mendirikan lembaga pendidikan sekolah modern yang berbasis ilmu pengetahuan dan ilmu agama

    RELEVANSI PRODUKSI AIR MINUM KH-Q DENGAN WASIAT KH. MUHAMMAD ARWANI BERDASARKAN AYAT WA LĀ TAṠTARŪ BI ᾹYĀTĪ ṠAMANĀN QALĪLĀN

    Full text link
    This paper contains the search for the meaning of buying and selling verses contained in Qs. al-Baqarah verse 41 and the context of its use in the Qur’an according to the mufassir's perspective, as well as the perspective of KH. Muhammad Arwani, in an effort to find answers to the assumptions of some people regarding the production of Kh-Q drinking water by PT. Buya Barokah is under the auspices of the Arwaniyyah Foundation Business Entity which is temporarily viewed by some as an act of trading verses. The author uses the maudhui thematic method as a whole verse and the interview method with zurriyyah (Family) and related people as well as observations to collect data and analyze it in order to find answers that can be accounted for. in this case the author uses analytica l descriptive method. The results of the study show that there is no element of searching for something worldly from selling Kh-Q and not like what is contained in Qs. al-Baqarah verse 41, so the author does not find any relevance between Kh-Q products and KH. Muhammad Arwani’s testament regarding the prohibition of trading verses based on Qs. al-Baqarah verse 41

    Kriteria hadis sahih menurut Ahmad Ibn Muhammad Ibn al-Siddiq al-Ghumari

    Full text link
    Al-Qur’an dan Hadis merupakan sumber utama umat Islam, al-Qur’an turun secara mutawatir, sehingga tidak perlu dilakukan penelitian, berbeda dengan hadis yang kebanyakan adalah ahad, maka perlu dilakukan penelitian terhadap hukum hadis tersebut. Usaha melakukan kritik hadis untuk menilai kesahihan atau kedaifan sebuah hadis terus berlanjut sampai pada masa kontemporer sekarang ini, di antara ulama kontemporer yang meneliti hadis adalah Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari, ia meneliti beberapa hadis dalam karya-karyanya, Dalam penelitian ini, penulis membahas “Kriteria Hadis Sahih menurut Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari”. Karena dalam penelitiannya terkadang berlawanan dengan mayoritas ulama hadis, sehingga memunculkan rumusan masalah sebagai berikut: Pertama, apa yang melatarbelakangi Ahmad ibn Muhammad al-Siddiq al-Ghumari dalam tashih dan meneleliti beberapa hadis? Kedua, apa kriteria hadis sahih menurut Ahmad ibn Muhammad al-Siddiq al-Ghumari? Ketiga, apa implikasi yang ditimbulkan dari kriteria hadis sahih menurut Ahmad ibn Muhammad ibn al-Siddiq al-Ghumari? Penelitian ini bersifat kualitatif, dan model penelitiannya termasuk katagori penelitian literer atau studi pustaka dengan objek berupa naskah-naskah, baik dari buku-buku maupun naskah lainnya yag berhubungan dengan persoalan yang akan dibahas. Penulis berusaha mengungkap pemikiran yang diinginkan oleh peneliti hadis sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan dari tata cara penilaian tersebut dan kriteria-kriteria hadis sahih yang dimaksudkan oleh peneliti hadis. Hasil penelitian ini adalah Ahmad al-Ghumari dalam tashih beberapa hadis mempunyai latar belakang beraneka ragam di antaranya adalah: memerangi taqlid untuk menuju pintu ijtihad, membenarkan kesalahan yang dilakukan oleh para ulama, menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya, menjelaskan kepada masyarakat dan taassub (fanatik) terhadap ahl al-bayt atau mazhab. Dan kriteria hadis sahih menurutnya adalah: rawi thiqah (adil wa dabit}, tidak shadh, tidak terdapat ‘illah serta adanya mutaba‘ah atau shawahid ketika dibutuhkan. Implikasi yang ditimbulkan dari kriteria tersebut adalah terdapat hadis yang telah dinilai oleh mayoritas ulama hadis dengan daif, menjadi sahih dalam penilaiannya dikarenakan ia mempunyai kriteria sendiri terkait hadis sahih

    TELAAH KITAB FAIDH AL-BARAKÂT FÎ SAB’I QIRÂAT KARYA K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN

    No full text
    Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan dengan bahasa Arab. Hal inilah yang membuat Al-Quran memiliki semua hal yang terkandung dalam bahasa Arab termasuk didalamnya berbagai macam dialek(lajnah)dari suku-suku Arab yang berbeda-beda. Berbagai dialek tersebut membuat bacaan Al-Quran untuk suatu kata tertentu memiliki berbagai macam versi. Berbagai macamversi bacaan tersebut yang kemudian dikenal dengan qiraat. Untuk merespon hal tersebut maka Nabi sebagai pemegang otoritas utama wahyu alQuran memperbolehkan pembacaan al-Quran dengan berbagai versi bacaan dengan syarat bacaan tersebut harus atas persetujuaan Nabi Muhammad. Jadi macam-macam bacaan al-Quran telah mantap pada masa Rasulullah SAW dan beliau ajarkan kepada para sahabatnya dan bukanlah hasil kreasi ataupun hasil ijtihad para imam qiraat sendiri. Pada perkembangannya ada banyak sekali qiraat yang beredar di masyarakat, maka dari itu para ulama menetapkan syarat-syarat sebuah qiraat bisa di terima. Syarat-syarat tersebut adalah sanadnya sampai kepada Nabi Muhammad, sesuai dengan rasm al-Utsmani, dan sesuai dengan dengan kaidah bahasa Arab. dari banyak qiraat yang ada akhirnya para ulama mampu menyeleksi tujuh qiraat yang dikenal dengan Qiraat Sab’ah. Ada banyak sekali ulama yang mengupas perihal tentang Qiraat Sab’ah dan salah satunya adalah K.H. Arwani Amin dengan karyanya yang berjudul” Faidh al-Barakât fî Sab’i Qirâat”. Inilah adalah karya dibidang qiraat pertama yang dihasilkan oleh orang Indonesia sehingga karya ini menjadi menarik untuk dikaji lebih dalam. Kata kunci: qiraat, Qiraat Sab’ah, Faidh al-Barakât fî Sab’i Qirâa

    KH. M. ARWANI AMIN SEBAGAI ROLE MODEL PENDIDIKAN TAHFIDZ AL QUR’AN

    Full text link
    ABSTRACTThis study focuses on the taÃfà al Qur’an education model conducted by KH. M. Arwani in the Islamic Boarding School Yanbu'ul Holy Qur'an. The author in conducting this research uses a literature study and a qualitative descriptive approach. The results of the research that the authors did found several educational concepts memorizing the Qur'an according to KH. M. Arwani Amin, among others; 1. Sincerity, 2. Obedience  3. Importance of Quality, 4. Patience and Thoroughness. The method applied in PTYQ, namely the pesantren which he initiated as the following; 1. The musyrifahah method, 2. Recitation method, 3. takrÊr method, 4. MudÉrasah method, and 5. Test method.While the Al-Qur'an memorization system at the pesantren which is fostered by KH. M. Arwani is divided into five groups or classes, namely: Preparation Class, Class I, Class II, Class III, and Special Classes. “Adab“  learning and memorizing the Qur'an in  accordance with KH. M. Arwani Amin, covering adab before memorizing the Qur'an, must be based on sincerity, and adab when memorizing the Qur'an, namely; always pray and always obey all the rules of the teacher and the pesantren. Keywords: Al-Qur'an, Tahfidz, Education, M. Arwani Ami

    PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT (Studi Kasus BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar)

    Full text link
    Skripsi dengan judul “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Desa Dan Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus BUMDes Sejahtera Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar).” Penelitian ini diteliti oleh Muhammad Arwani Arif NIM. 12402193190 dengan dosen pembimbing Bapak Muhamad Aqim Adlan M.E.I. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya arahan pemerintah untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiap desa di Indonesia. BUMDes dibentuk untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, banyak desa yang mendirikan BUMDes guna mengelola potensi desa tersebut. Keberadaan BUMDes yang terbentuk menjadi fakta sosial bagi peneliti untuk mengkaji dampak perannya terhadap perekonomian dan Pendapatan Asli Desa (PADesa). Fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran BUMDes Sejahtera dalam menigkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? (2) Bagaimana kendala internal dan eksternal BUMDes Sejahtera dalam menigkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? (3) Bagaimana solusi terhadap kendala yang dilakukan BUMDes Sejahtera dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa dan perekonomian masyarakat di Kemirigede? Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder, diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan temuan, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) BUMDes Sejahtera memainkan peran penting dalam meningkatkan perekonomian dan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui program-program seperti pembukaan unit usaha dan fungsi sebagai fasilitator pengembangan unit usaha masyarakat. BUMDes Sejahtera juga berperan sebagai mediator dalam mengelola badan usaha serta sebagai motivator untuk mendorong keberadaan unit usaha. (2) BUMDes menghadapi kendala internal, seperti kurangnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kekurangan modal, serta kendala eksternal, seperti tunggakan pembayaran angsuran dan persaingan pasar. (3) Solusi untuk kendala internal melibatkan pelatihan berkala, studi banding, dan pencarian bantuan modal. Sementara itu, untuk mengatasi kendala eksternal, BUMDes Sejahtera menerapkan pendekatan persuasif untuk menangani tunggakan angsuran anggota, menambah segmen pasar dengan menjalin mitra, dan meningkatkan SDM untuk menghasilkan inovasi produk. Kata Kunci: PADes, Peran BUMDes, Perekonomian Masyarakat

    Muhammad Zulqarnain : sang pemilik strategi global

    No full text
    Muhammad Saw., sebagai Rasul menguasai dua kurun waktu, abad pertama yaitu abad ke-7 Masehi dan kurun kedua momentumnya masih ditunggu oleh banyak bangsa dengan berbagai versinya karena merupakan hak perogratif Allah.Kurun pertama maupun kurun kedua strateginya sama, yaitu mengembalikan istilah-istilah yang dipakai oleh ilmu Allah Swt
    corecore