27 research outputs found
Studi Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMK Negeri 2 Malang
ABSTRAK Arismunandar, Muhammad. 2018. Studi Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I. Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd. Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga, Prestasi Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran agar siswa tidak terganggu dan lebih fokus dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran untuk menumbuh kembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki peserta didik. Semua ekstrakurikuler olahraga yang ada di SMKN 2 Malang dipimpin oleh Pembina dan pelatih masing-masing cabang olahraga. Berdasarkan hasil observasi awal maka perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana seluruh kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di SMKN 2 Kota Malang berlangsung dan bila ada masalah maka perlu diperbaiki dan ditindak lanjuti agar seluruh cabang ini mencapai hasil yang maksimal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif survei dan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah melalu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian peserta didik yang ada di SMK Negeri 2 Malang. Bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang terdapat jadwal latihan, sarana dan prasarana latihan, serta prestasi yang diperoleh dari setiap ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Saran yang dapat diberikan pada penelitian yaitu bagi pembina ekstrakurikuler agar lebih memperhatikan ekstrakurikuler olahraga dengan lebih baik dan lebih memfasilitasi ekstrakurikuler olahraga dengan lebih baik lagi karena ekstrakurikuler olahraga bisa membantu siswa dalam berprestasi dibidang non akademik, bagi pihak sekolah diharapkan lebih meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga, bagi pembina dan pelatih ekstrakurikuler harus lebih baik dan mempunyai program latihan agar latihan yang diberikan lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta ekstrakurikuler dan bagi pembaca semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan ilmu bagi pembaca serta referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai studi ekstrakurikuler olahraga
STUDI TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMK NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Arismunandar, Muhammad. 2018. Studi Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I. Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd. Kata Kunci: Kegiatan Ekstrakurikuler, Olahraga, Prestasi Secara umum pengertian olahraga adalah sebagai salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran agar siswa tidak terganggu dan lebih fokus dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran untuk menumbuh kembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki peserta didik. Semua ekstrakurikuler olahraga yang ada di SMKN 2 Malang dipimpin oleh Pembina dan pelatih masing-masing cabang olahraga. Berdasarkan hasil observasi awal maka perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana seluruh kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di SMKN 2 Kota Malang berlangsung dan bila ada masalah maka perlu diperbaiki dan ditindak lanjuti agar seluruh cabang ini mencapai hasil yang maksimal Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif survei dan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah melalu kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian peserta didik yang ada di SMK Negeri 2 Malang. Bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang terdapat jadwal latihan, sarana dan prasarana latihan, serta prestasi yang diperoleh dari setiap ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 2 Malang. Saran yang dapat diberikan pada penelitian yaitu bagi pembina ekstrakurikuler agar lebih memperhatikan ekstrakurikuler olahraga dengan lebih baik dan lebih memfasilitasi ekstrakurikuler olahraga dengan lebih baik lagi karena ekstrakurikuler olahraga bisa membantu siswa dalam berprestasi dibidang non akademik, bagi pihak sekolah diharapkan lebih meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga, bagi pembina dan pelatih ekstrakurikuler harus lebih baik dan mempunyai program latihan agar latihan yang diberikan lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta ekstrakurikuler dan bagi pembaca semoga penelitian ini dapat menambah wawasan dan ilmu bagi pembaca serta referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai studi ekstrakurikuler olahraga. Arismunandar, Muhammad. 2018. Study Activities Extracurricular Sports at SMK Negeri 2 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Counselor: I. Prof. Dr. ME Winarno, M.Pd. Keywords: Extracurricular Activity, Sports, Achievement In general understanding of sports is as one of the physical and psychological activities of someone who is useful to maintain and improve the quality of one's health. Extracurricular activities are conducted outside the hours of study so that students are not disturbed and more focused in following extracurricular activities. Thus, extracurricular activities are activities that are conducted outside of the lesson to grow the potential of Human Resources (HR) owned by students. All extracurricular sports that exist in SMKN 2 Malang led by coaches and coaches each sport. Based on the results of preliminary observation then the need for further research to find out how all activities extracurricular sports that exist in SMKN 2 Malang city progresses and if there is a problem it needs to be improved and followed up so that all these branches achieve maximum results This study aims to describe sports extracurricular activities at SMK Negeri 2 Malang. This study used descriptive survey design and used quantitative and qualitative methods. The instruments used are through questionnaires, interviews, observation and documentation. The results of this study indicate the assessment of students in SMK Negeri 2 Malang. Whereas in extracurricular sports activities in SMK Negeri 2 Malang there are training schedule, training facilities and infrastructure, and achievements obtained from each sport extracurricular in SMK Negeri 2 Malang. Suggestions that can be given on the research that is for extracurricular coaches to pay more attention to extracurricular sports better and more facilitate extracurricular exercise better because the extracurricular sports can help students in achieving non-academic, for the school is expected to increase the availability of sports facilities and infrastructure, for coaches and extracurricular trainers should be better and have an exercise program so that the exercises provided more effective and useful for extracurricular participants and for readers hopefully this research can add insight and knowledge for the reader as well as reference for further researcher about sports extracurricular studies
PENGARUH KOMPENSASI, ANALISIS JABATAN DAN POLA PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. ANGKASA PURA II (Persero) KANTOR CABANG KUALANAMU
Peningkatan kinerja pada setiap karyawan akan mempengaruhi aktivitas
kegiatan perusahaan dimana diharapkan oleh perusahaan bahwa karyawan harus
selalu meningkatkan kinerjanya demi kepentingan dan keuntungan perusahaan.
Banyak unsur-unsur yang dapat menentukan naik turunnya kinerja karyawan di
setiap perusahaan. Unsur-unsur tersebut diantaranya adalah pemberian
kompensasi yang sesuai, adanya analisis jabatan yang jelas dan sistem
pengembangan karir yang dapat diikuti oleh setiap karyawan. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, analisis jabatan dan
pola pengembangan karir terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura II
(Persero) Kantor Cabang Kualanamu. Penelitian ini menggunakan pendekatan
asosiatif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh atau
hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara parsial kompensasi tidak memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial analisis jabatan memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsial pola
pengembangan karir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja
karyawan. Secara simultan kompensasi, analisis jabatan dan pola pengembangan
karir memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Diperoleh hasil
koefisien determinasi bernilai 0.618 atau 61.8% artinya menunjukkan bahwa
sekitar 61.8% variabel kinerja dapat dijelaskan oleh variabel kompensasi, analisis
jabatan dan pola pengembangan karir. Atau dapat dikatakan bahwa kontribusi
kompensasi, analisis jabatan dan pola pengembangan karir terhadap kinerja
karyawan pada PT. Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Kualanamu adalah
sebesar 61.8%. Sisanya sebesar 48.2% dipengaruhi oleh variabel yang tidak
diteliti dalam penelitian ini
The Development Of Character Building Model For The Prisoners
Abstract
This study aims to find a valid, practical and effective model of character building based on Islamic Religious Education that can be used as a guide for character building in detention centers. The subjects of this study were inmates at the Class II B Kolaka State Detention Center. The research and development procedure used is the Borg and Gall model which is simplified into five stages, namely needs analysis, design, development, revision and testing. Data collection techniques used are observation, interviews, questionnaires and documentation. The results of the study indicate that it is necessary to develop a character-building model based on Islamic education for prisoners
in the Class II B Kolaka State Detention Center. This has been proven empirically and theoretically. The description of the prototype model of character building based on Islamic education in class II B Kolaka state detention refers to the model made by Joyce and Weil which contains a framework consisting of components: syntax, social system, reaction principle and support system named by researchers with the AKBAR model which contains steps to teach, clean,
do, control and evaluate. The operational model of character education and its tools meet the criteria of validity, practicality and effectiveness, it can be seen from 1) The results of expert validation of the character-building model and its tools meet the established validity criteria. 2)
The results of the assessment of the response of users and prisoners to the character-building model meet the criteria of the established indicator
Hubungan Motivasi Belajar Dan Keaktifan Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa SD Gugus III Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone
The formulation of the problem in this study is how is the description of learning motivation, learning activity, learning outcomes of Elementary School Cluster III, Tanete Riattang District, Bone Regency? and is there a significant relationship between learning motivation and learning activity with learning outcomes of Elementary School Cluster III, Tanete Riattang District, Bone Regency? This study is a correlation study that aims to determine the description of learning motivation, learning activity, learning outcomes and the relationship between learning motivation and learning activity with learning outcomes of Elementary School Cluster III, Tanete Riattang District, Bone Regency. The research approach is a quantitative approach. Research data were obtained through questionnaires and documentation. The population in the study were all Grade VI students at Elementary School Cluster III, Tanete Riattang District, Bone Regency, totaling 83 students. The sample in the study amounted to 83 students. The data analysis technique was descriptive and inferential statistical analysis. The results obtained in this study are a description of learning motivation showing a very high category and learning activity showing a very high category in the questionnaire results obtained and learning motivation and learning activity have a significant relationship to student learning outcomes, especially in Class VI of Elementary School Gugus III, Tanete Riattang District, Bone Regency
PELAYANAN PERPUSTAKAAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI SMP NEGERI 1 TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO
MUHAMMAD FADHIL MUBARAK A, 2016. Skripsi. Pelayanan Perpustakaan
Untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Di SMP Negeri 1 Tamalatea
Kabupaten Jeneponto. Dibimbing oleh, Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd dan
Drs. M. Bachtiar, M.Si ; Jurusan Administrasi Pendidikan S1 Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini menelaah pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca
siswa di SMP Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Fokus dalam penelitian ini
adalah bagaimanakah gambaran layanan perpustakaan untuk meningkatkan minat
baca siswa di SMP Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto ? Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca
siswa di SMP Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian
ini terdiri dari kepala perpustakaan, kepala sekolah, guru, dan siswa sebanyak sebelas
orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi
dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pelayanan perpustakaan dalam meningkatkan minat
baca siswa di SMP Negeri 1 Tamalatea Kabupaten Jeneponto belum berjalan seperti
yang direncanakan. Hal ini di sebabkan karena perpustakaan belum mengadakan
pameran buku dan pengadaan majalah dinding di perpustakaan
Design Character Building Model Based Islam for the Prisoners
Character building based religious education is believed to have been able to change and transform prisoners. Because religion can function as a guide and control behavior. This study seeks to find a model of character building based on Islam that can be used in coaching activities at the Kolaka State Detention Center.Based on the results of the study, it was found that there was a relationship between religious development and character education. It is this relationship that is trying to be connected into a pattern of coaching models. The coaching model designed is based on several theories, namely character education theory, Islamic education theory, behavior change theory and habituation theory.Based on the results of the synthesis of several theories, a character building model is formulated called the AKBAR Model whose syntax consists of relaxation, presentation, muhasabah, character strengthening, habituation, control and evaluation
POLICY AND EFFECTIVENESS OF SPECIAL EDUCATION MODELS: SPECIAL SCHOOLS (SLB) AND INCLUSIVE SCHOOLS THROUGH THE CIPPO APPROACH
Special education in Indonesia is implemented through two main models: Special Schools (SLB) as exclusive education and inclusive schools as integrative education. This study uses the CIPPO (Context, Input, Process, Product, Outcome) approach to analyze special education policies in Indonesia and compare the effectiveness of the two models. The study results indicate that special education policies in Indonesia still have several weaknesses in terms of regulatory context, human resource input, implementation processes, curriculum products, and educational outcomes. Special Needs Schools offer a specific and intensive approach for children with special needs, while inclusive schools provide opportunities for broader social integration. Both models have their own strengths and challenges, requiring comprehensive policy strengthening, teacher capacity building, adequate infrastructure, and collaboration between the government, schools, and communities to ensure educational equality for all children with special needs
KAJI EKSPERIMENTAL AC SPLIT MENGGUNAKAN SINGLE OUTDOOR DENGAN DOUBLE EVAPORATOR MENGGUNAKAN REFRIGERANT 22
ABSTRAK
Muhammad Khamdan Aqqilni “Kaji Eksperimental AC Split Menggunakan Single Outdoor Dengan Double Evaparator Menggunakan Refigerant 22“ Laporan Proyek Akhir Jenjang Strata I, Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal 2020.
Manusia selalu membutuhkan udara yang nyaman agar dapat beraktifitas dengan optimal. Kenyamanan ruangan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, kelembaban, sirkulasi serta kebersihan udara. Untuk menghasilkan udara yang nyaman manusia melakukan banyak upaya diantaranya dengan pengaturan ventilasi, pencahayaan, dan pengkondisian udara ruangan. Salah satu jenis alat pengkondisian udara diberi nama Air conditioning (AC), berfungsi memindahkan kalor dari dalam keluar ruangan atau sebaliknya. Sebagai contoh pada daerah bertemperatur rendah seperti di Eropa AC digunakan sebagai pemanas ruangan. Sedangkan pada daerah bertemperatur tinggi AC digunakan sebagai penyejuk udara dan pengontrol uap air. Air conditioning (AC) beroprasi menggunakan energi listrik, besarnya energi listrik yang digunakan tergantung pada kapasitas kompressor yang digunakan (Arismunandar, 1981).
Dalam Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memaparkan secara jelas hasil ekperimen terhadap pengujian, kemudian hasil analisis datanya di dasarkan pada angka-angka hasil perhitungan hasil uji prestasi AC . Pada metode ini varibel-variabel dikontrol, sehingga sedemikian rupa, mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan. Perlakuan tersebut mengenai hasil analisa pengaruh pemasangan evaporator tunggal, seri, dan paralel terhadap konsumsi daya dan beban pendinginan. (Ruistiyah, 2001)
Dari setiap pengujian rangkaian AC, maka dapat diketahui nilai COP terendah berada pada rangkaian AC Tunggal 3,337kJ/kg dan Seri 3,181kJ/kg. Untuk nilai COP tertinggi berada pada rangkaian AC Paralel 5,974kJ/kg. Sementara untuk daya listrik terendah, berada pada rangkaian AC instalasi paralel 5,894 watt. Dan untuk nilai Daya listrik terbesar berada pada rangkaian AC instalasi Tunggal 871,81 watt.
Kata Kunci : Mesin Pendingin, Double Evaporator, COP, Konsumsi Listrik
==================================================================================================
ABSTRACT
Muhammad Khamdan Aqqilni"Assess Experimental Air Conditioner Split Using Single Outdoor With Double Evaporator Using Refrigerant 22" Final Project Report for the Strata I Level, Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Pancasakti University Tegal 2020.
Humans always need comfortable air to be able to do optimal activities. Room comfort is influenced by several factors such as temperature, humidity, circulation and air cleanliness. To produce comfortable air, humans make a lot of efforts including the arrangement of ventilation, lighting, and air conditioning of the room. One type of air conditioning device is named Air conditioning (AC), serves to move heat from inside the room or vice versa. For example in low temperature areas such as in Europe AC is used as heating. Whereas in high temperature areas the air conditioner is used as air conditioning and steam control. Air conditioning (AC) operates using electrical energy, the amount of electrical energy used depends on the capacity of the compressor used (Arismunandar, 1981).
In this study using the experimental method by clearly describing the results of experiments on testing, then the results of data analysis are based on the figures resulting from the calculation of AC achievement test results. In this method the variables are controlled, so that in such a way, maybe the influence can be eliminated. The treatment is about the results of the analysis of the effect of installing a single, series, and parallel evaporator on power consumption and cooling load. (Ruistiyah, 2001)
From each AC circuit test, the lowest COP value can be found in the Single 3,337kJ/kgand Series AC series3,181kJ/kg. For the highest COP value in the Parallel AC series5,974kJ/kg. While for the lowest electrical power, parallel AC installations5,894 watt. And for the largest electric power value in the Single Installation AC series871,81 watt.
Keywords: Cooling Machine, Double Evaporator, COP, Electricity Consumptio
Civil Legal Relationship between Doctors and Patients in Online Health Services
The background to this research is unclear regulations regarding online healthcare services provided via the internet. Law Number 29 of 2004 concerning Medical Practice defines a patient as an individual who consults with a doctor directly or indirectly and requires the patient to provide honest and good faith information. However, its implementation in online services remains legally uncertain. This study aims to analyze the legal framework governing online healthcare services in Indonesia, examine whether doctor–patient relationships in online services comply with professional standards and medical ethics, and identify legal gaps arising from their implementation. The research employs a normative legal research method using statute and conceptual approaches, supported by primary, secondary, and tertiary legal materials obtained through literature review. The findings show that online healthcare services remain legally grounded in therapeutic agreements based on good faith, professionalism, and informed consent, even without direct physical interaction. However, current regulations are not yet comprehensive, particularly concerning electronic consent, platform responsibility, and dispute resolution mechanisms. In conclusion, although online healthcare services are legally permissible, clearer and more integrated regulations are required to ensure legal certainty, patient protection, and professional accountability in digital healthcare practices
