36 research outputs found
Modern Arabic literary biography : a study of character portrayal in the works of Egyptian biographers of the first half of the twentieth century, with special reference to literary biography
In Chapter one, I presented a comparative definition of the meaning of Sirah (PI.Siyar), Tarjamah (Pl. Tarajim), Manaqib, Tabaqat and Maghazi as they were understood in antiquity. I also showed how the meaning of Sirah in modern times has only narrowly developed. Although the method of biographical writing continuously developed in Europe, it hardly progressed in Modem Arabic Literature. The only exception was seen in the writings by the pioneers of enlightenment in Egypt at the beginning of the twentieth century. This change of direction relied on borrowing European methodology in biographical writing.
In chapter two, I reviewed the early attempts at writing biographies in the nineteenth century by Abd al Rahman al- Jabarti and Ali Mubarak. Although both were the first
pioneers in this respect, yet they followed the footpath of classical approach above all that of al-Maqarizi from whom -Ali Mubarak derived inspiration in his book Al-Khitat al-Tawfiqiyyah.
In chapter three, I studied the twentieth century, starting with traditional biography writers who could not employ European methodologies and whose writings oscillated between biographical notes and biographical sketches; or whose texts were more of a literary study than a biography proper.
In chapters four to nine, I selected the most renowned, productive writers who best represented methodologies of biography writing. Perhaps certain writers have not
been mentioned in this period of study. This is not out of negligence but simply because their texts were totally out of reach, or their writings did not exhibit the
required literary criteria.
All methodologies representing the theory of biography writing in Egypt have been analysed in these chapters. All, in fact, form a digestion or assimilation of French,English and German schools. In Egypt, Taha Husayn is considered the chairman of the French school, al-Mazini and al-Aqqad of the English/German schools, al-Nuwaihi of the psychoanalytical/anatomical school and Sidqi who employed both. By contrast, al Iryan was the trailblazer of the distinguished biographical novel.
In these chapters, I tried to lay out the general outlines these writers have produced in the production of biographical texts, and how these attempts were a successful step on the road of presenting literary biographies characterized by high world standards.
Chapter ten may well seem traditional, but it is important to give a comparative outlook on the views of biography writers themselves when they study and analyse
the same character.
Among the characters studied ,I selected Bashsliar, Abu Nuwas, Ibn al-Run-i, al-Mutanabbi and al-Maarri. These are outstanding landmarks in the history of Arab verse and the subject of a multitude of studies as well. Modern biographers took these figures as a test field for the deployment and employment of biographical methodologies. I selected these examples to provide comparisons and explain how far these biographies were successful in producing a biography or a profile of those classical poets.
The conclusion and the bibliographical list arrived at the end of research.
I wish, however, to clarify one important point here. It seems that I could not fix the year 1950 as the temporal parameter of my research but took some textswhich were
published shortly beyond that point. The reason for this obvious extension was either to give additional useful details or simply because chapters of such texts had already
been published prior to that year and were known to the readership.
At times I would satisfy myself with analysing the part rather than the whole. This again was meant to eschew repetition or was due to the fact that the book in question
was not available
Infeksi Nematoda Gastrointestinal pada Babi di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Penelitian ini bertujuan mempelajari prevalensi dan derajat infeksi nematoda
gastrointestinal pada babi di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Sebanyak 52 sampel tinja babi diambil dari 4 desa, yaitu dari Desa Anca (14
sampel), Puroo (15 sampel), Olu (9 sampel), dan Langko (14 sampel). Sampel
diperiksa dengan metode McMaster untuk mendeteksi keberadaan telur cacing dan
jumlah telur tiap gram tinja (TTGT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 dari
52 babi (63.5%) terinfeksi nematoda gastrointestinal, baik infeksi tunggal ataupun
campuran, dengan rincian strongyle (53.8%), Trichuris sp. (15.3%), dan Ascaris sp.
(11.5%). Berdasarkan jenis kelamin, prevalensi lebih tinggi ditemukan pada babi
betina, kecuali infeksi Ascaris sp.. Infeksi pada babi dewasa ditemukan lebih tinggi
dibandingkan dengan babi muda. Prevalensi lebih rendah ditemukan pada babi yang
dilepasliarkan dibandingkan dengan babi yang dikandangkan. Jumlah rata-rata
TTGT dari babi yang terinfeksi cacing strongyle, Trichuris sp. dan Ascaris sp.
berturut-turut adalah 176.67±91.95, 675.00±553.96, dan 714.28±574.28.
Prevalensi nematoda gastrointestinal yang menginfeksi babi di Kecamatan Lindu
tergolong tinggi dengan derajat infeksi ringan
قرار الجهاد الوطني في إندونيسيا: دراسة تحليلية مقاصدية في ضوء رؤية العلامة الشيخ محمد هاشم أشعري السياسية (Qārār al-jihād al-waṭanī fī Indūnīsiyā: dirāsah taḥlīliyyah maqāṣidiyyah fī ḍaw’ ru’yah al-‘Allāmah al-Shaykh Muḥammad Hāshim Ash‘arī al-Siyāsiyyah) = The resolution of national jihād in Indonesia: an analytical and maqāṣidic study in light of Shaykh Muhammad Hashim Ash'ari's political viewpoint
وهذه ورقة تبحث عن السياسة الشرعية عند العلامة الشيخ محمد هاشم أشعري في إصدار "قرار الجهاد الوطني" (Resolusi Jihad) في أيام الاستعمار الأوربي بإندونيسيا في ضوء مقاصد الشريعة الإسلامية. فتحتوي هذه الورقة على سيرة ذاتية مختصرة عن العلامة الشيخ محمد هاشم أشعري وخلفيات إصدار القرار والتعريف بذلك من ثم إصدار العلامة الشيخ الفتوى بموجبه، والبحث سينظر فيه من زاوية مقاصد الشريعة. والإشكالية لهذه الورقة تتركز على المشكلة النظرية في التكييف الفقهي لإصدار تلك في ضوء مقاصد الشريعة. واستخدم البحث ثلاثة مناهج وهي المنهج الوصفي التاريخي والمنهج الاستقرائي والمنهج التحليلي واكتشف البحث أن فتوى الجهاد الوطني والدفاع عن الوطن التي أصدرها الشيخ محمد هاشم أشعري وقرار جمعية نهضة العلماء ينبني على الأدلة من الكتاب والسنة والإجماع وهذه الفتوى تعتمد على تراث المذهب الشافعي، فضلا عن موافقتها لمصلحة عامة ولحفظ مقاصد الشرع الخمسة وهي حفظ الدين والنفس والعقل والنسل والمال. فإن الجهاد والدفاع عن الوطن ضد الاستعمار الأجنبي في ذاك الوقت له أصل شرعي وموافق بمقاصد الشريعة
ACTIVE LEARNING SEBAGAI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI
Abstrak Kata Kunci: Active Learning, Pendidikan, Korupsi Pada artikel ilmiah ini disajikan informasi mengenai solusi praktis dalam menanggulangi kasus korupsi sejak dini. Solusi tersebut adalah metode pembelajaran active learning. Metode ini merupakan salah satu metode yang membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Hasil akhir dari pemanfaatan metode ini adalah peserta didik lebih memahami dan peka terhadap masalah yang terjadi dalam masyarakat Dalam negara berkembang seperti Indonesia, korupsi merupakan salah satu masalah yang sulit diatasi. Korupsi seolah-olah telah menjadi sebuah penyakit yang sudah mewabah dan menular kebagian tubuh-tubuh lainnya. Menurud Arsyad (2013) korupsi merupakan sebuah penyakit yang menjangkiti Negara. Pada umumnya pelaku korupsi merupakan orang yang berpendidikan tinggi dan merupakan orang yang terpandang dalam masyarakat. Permasalahan korupsi pada umumnya tumbuh dalam Negara-negara yang sedang berkembang. Praktek korupsi pada ummnya dilakukan oleh lebih dari satu orang dan mereka yang terlibat dalam kasus korupsi biasanya berusaha untuk menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik hukum. Adapun penyebab timbulnya korupsi yang tumbuh dengan pesat ini adalah ditengarai oleh beberapa factor diataranya adalah faktor politik, faktor ekonomi, factor hokum, dan factor birokrasi atau kekuasaan. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern korupsi juga mengalami perkembangan yang pesat pula. Dngan perkembangan yang sangat pesat maka dampak yang ditimbulkan juga semkin besar, semua pihak merasa dirugikan dengan timbulnya kasus koupsi ini. Bukan hanya Negara saja, namun juga seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat miskin. Adapun diantara dampak yang ditimbulkan akibat korupsi ini adalah sebagai berikut : (1) meningkatnya angka kemiskinan, (2) pelanggaran hak-hak asasi manusia, (3) dan rakyat harus membayar mahal jasa pelayanan public yang diberikan oleh pemerintah. Dalam hasil survey yang dilakukan oleh political and economic risk consultacy (PERC) yang melibatkan 2.147 eksekutif ekportiat di 16 negara menempatkan Negara Indonesia sebagai Negara terkorup dengan nilai 9,27. Daya saing Indonesia merosot drastic akibat dari pelaku tercela aparatur Negara yang seharusnya bekerja untukkepentingan rakyat. TII dalam survey sebagai mana diungkap dalam barometer korupsi global 2007 menempatkan aparat kepolisian, kejaksaan dan peradilan sebagai lembaga terkorup, sedangkan pada tahun 2009 kepolisian menempati urutan pertama sebagai lembaga terkorup (herman : 2012). Dengan fakta ini keadaan Indonesia semakin memprihatinkan mengingat keadaan masyarakat Indonesia yang terkenal mempunyai sifat ramah dan jujur harus tercoreng akibat ulah oknum pejabat yang tida
penguatan pendidikan karakter santri di pondok pesantren miftahul huda kota malang
Abstrak Kata Kunci: Karakter, Pendidikan Nonformal, Pondok Pesantren Karakter yang melekat pada diri manusia tak haya dikembangkan dalam kehidupan secara langsung melalui interaksi dan komunikasi saja.salah satu cara untuk membangun karakter adalah melalui pendidikan yang ada, baik itu pendidikan di keluarga, masyarakat, atau pendidikan formal disekolah harus menanamkan nilai-nilai untuk pembentukan karakter. Penerapan pendidikan karakter di Indonesia terdapat kesenjangan sosial yang memunculkan krisis pendidikan karakter yang tidak lagi menjurus pada nilai-nilai luhur.Pendidikan karakter tidak hanya dilakukan di lingkungan formal saja seperti sekolah, pada praktiknya sekolah tidak bisa mengontrol pergaulan para siswa pada teman sebaya maupun dalam lingkungan masyarakat.Namun pendidikan karakter juga bisa dilaksanakan di lingkungan pendidikan non-formal seperti halnya pondok pesantren. Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran islam dengan menekankan pentingnya moral agama sebagai pedoman dalam hidup dalam bermasyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan: (1) Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. (2) Bentuk-bentuk penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. (3) Kendala pelaksanaan penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. (4) Solusi dari kendala pelaksanaan penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang Metode Penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan instrument aktif dalam upaya-upaya mengumpulkan data dilapangan yaitu di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. Prosedur pengumpulan data meliputi wawancara, observasi atau pengamatan, dokumentasi.Sedangkan teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian: (1) Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang. (2) Bentuk-bentuk penguatan pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kota Malang meliputi: (1) Olah hati yang diimplementasikan dalam bentuk penguatan pendidikan karakter melalui pengajian kitab kuning. (2) Olah rasa yang diimplementasikan dalam bentuk penguatan karakter melalui; a)penguatan pendidikan karakter oleh sesama santri, b)penguatan pendidikan karakter oleh pengasuh. (3) Olah pikir yang diimplementasikan dalam bentuk penguatan pendidikan karakter melalui Madrasah diniyah Matholi’ul Huda. Dan (4) Olah raga yang diimplementasikan dalam bentuk penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan malam Jum’at. Saran untuk Pondok Pesntren Miftahul Huda Kota Malang agar lebih menjaga dan menjunjung tinggi adat serta tradisi di pesantren agar tradisi yang telah ada tidak pudar.Kemudian, lebih menumbuhkan nilai karakter yang positif dan bermanfaat untuk dicontohkan kepada santri-santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda.Serta selalu memperhatikan karakter santri-santri jika mulai menunjukkan dekadensi karakter oleh sebab itu, upayakanlah penguatan karakter yang sesuai dengan karakter di lingkungan pondok Pesantren Miftahul Huda yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila
Pengaruh Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains dan Pemahaman Konsep Optik Siswa Kelas VIII
Abstract: This research was aimed to know whether there is a difference in science process skill and concept comprehension on optical materials of students who learn with guided inquiry learning with discovery learning. The research design used was quasi-experimental type pretest-posttest control group design. Hypothesis test in research using Anacova (Analysis of Covariance). The results showed that (1) there is a difference in science process skill of experimental class and control class where the science process skill of experiment class student is higher than control class student; (2) there is a difference of understanding of optical material concept of experimental class and control class where the students' understanding of optical concept of experimental class is higher than control class students.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep pada materi optik antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran discovery learning. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental tipe pretest posttest control group design. Uji hipotesis dalam penelitian menggunakan Anakova (Analisis of Covariance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol dan (2) terdapat perbedaan pemahaman konsep materi optik siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dimana pemahaman konsep optik siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelas kontrol
PENGARUH LAMA FERMENTASI PROBIOTIK PRIMAGO TERHADAP TINGKAT KELULUSHIDUPAN IKAN NILA (Oreochomis Niloticus)
Probiotik primago suatu probiotik yang dapat memberikan pengaruh menguntungkan terhadap inang dan lingkungan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroba saluran pencernaan dan lingkungan dengan kandungan bakteri Basillus sp, Lactobacillus sp, Acetobacter sp, Rhodopseudomonas sp, Nitrobacter, Saccharomyces, Actinomycetes dan Mineral & Vitamin Mix. Survival rate ialah persentase dari total keseluruhan ikan yang hidup saat pemeliharaan dibagi total ikan pada awal masa pemeliharaan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil penggunaan probiotik primago pada pakan dengan lama fermentasi yang berbeda pada survival rate ikan nila (Oreochomis Niloticus). Penelitian menggunakan metode eksperimental dan rancangan percobaan yang di gunakan adalah RAL serta analisa data menggunakan ANOVA dengan 3 kali ulangan dan 3 perlakuan yaitu A (lama fermentasi 9 hari), B (lama fermentasi 6 hari), C (lama fermmentasi 3 hari) dan D (kontrol). Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan B dengan pemberian probiotik primago dengan lama fermentasi 6 hari (73,3%) dan kemudian diikuti perlakuan C pemberian probiotik primago dengan lama fermentasi 3 hari (70%) dan perlakuan A pemberian probiotik primago dengan lama fermentasi 9 hari (63,3%), sedangkan perlakuan D (kontrol) tanpa penambahan probiotik primago (63,3%). Dari data tersebut dilakukan uji ANOVA yang menyatakan bahwa Fhitung = 3,00 < FTabel 5% = 4,76, dapat diasumsikan penambahan probotik primago dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap kelulus hidup ikan nila (Oreochomis Niloticus)
Energy harvesting from tropical biomasses in Wallacea region: scenarios, technologies, and perspectives
Wallacea attracts much attention from researchers because it is a meeting point between Asia and Australia with rich biodiversity. Therefore, bioenergy source identification in this region is crucial to better understanding biomass potential and utilization. On the other hand, national bioenergy development usually refers to government policies, including granting permits to use forest land, especially on unproductive land. Thus, balanced utilization of tropical forests as an energy source is required. It must consider several aspects comprehensively, including its function in protecting the surrounding landscape, contributing to food security, and creating economic opportunities for communities around forest areas. This paper addresses biomass utilization in the Wallacea region aligned with Indonesian policy targets for bioenergy generation to achieve the net zero emission target by 2060. The study is carried out by limiting the scope of the area and relying on international databases and the nation’s potential targeting biomass research. In addition, the recent development of conversion technologies is adjusted based on available biomass types, including geographic information systems for potential biomass analysis. The analysis and data synchronization are presented in charts, graphs, and tables. In the early section, the potential of biomass in the Wallacea is explained. The following section discusses several scenarios, routes, and utilization technology options for biomass utilization. Various studies that have been conducted are presented in this section, including machine learning adoptions to model and optimize biomass conversion processes. Furthermore, challenges and opportunities are discussed by looking at various factors, such as accessibility, socio-economics, life cycle assessment, and environmental issues.</p
Divine Constitution Perspective On the Reactualization of Allah’s Law
The main question of this study is how divine constitution perspective on the reactualization of Allah's law. The background of the problem is the inequality between the law at the ideal and factual levels. Ideally, the degree of law is within the corridors and the degree of Allah's law, but the facts show that the nuances of the law are more oriented towards the product of man alone. The research position is very interesting with the variety of legal concepts. Questions are discussed with normative legal studies with qualitatively analyzed. The main result is the position of Allah’s law is the single best law and has the highest degree for a sure person. Allah’s law is a system of laws that contains the maslahat of the world and the hereafter. Allah’s law is fixed and some is changing whose content material is comprehensive and accordance with the needs of the times, places, circumstances, intentions and traditions. Allah commissioned the apostles, bringing down the books and the suhuf-suhuf as the basic benchmark and the main reference of the law. The last treatise was received by the Muhammad SAW with the guidance of the Qur'an and the sunnah.. Allah's law must be obeyed, and the disobedient are obeyed. Taqwa is the noblest level in the application of the law of Allah. Allah guarantees a successful life and goes to heaven for people who obey Allah's laws
Pemanfaatan Enzim Bonggol Nanas Dalam Pakan Komersil Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) Terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik, Tingkat Kelulushidupan, Konversi Pakan, dan Efisiensi Pakan.
Ikan bawal air tawar merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis untuk dibudidayakan (Taufiq, 2016). Keunggulan ikan bawal air tawar yaitu memiliki rasa daging yang gurih, cukup mudah dibudidayakan, pertumbuhan cepat, nafsu makan baik, dan relatif tahan terhadap penyakit (Santoso dan Agusmansyah, 2011). Produksi perikanan budidaya termasuk diantaranya ikan bawal air tawar terus mengalami peningkatan. Kerja enzim bromelin dalam meningkatkan laju pertumbuhan didasarkan pada peran enzim bromelin yang dapat menghidrolisis protein menjadi asam amino. Asam amino dapat diserap oleh sistem pencernaan ikan dan diubah menjadi energi dalam bentuk ATP. Energi yang terserap akan digunakan untuk proses metabolisme tubuh (Wuryanti, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan enzim bromelin dalam pakan komersil dapat meningkatkan laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelulushidupan, efisiensi pakan, dan menurunkan konversi pakan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan enzim bromelin pada pakan komersial ikan Bawal dengan dosis yang berbeda. Jumlah Dosisi yang ditambahkan pada pakan komersial sebagai berikut : P0 : Pakan komersil 100% + enzim bonggol nanas 0%, P1 : Pakan komersil 100% + enzim bonggol nanas 0,75%, P2 : Pakan komersil 100% + enzim bonggol nanas 1,5%, P3 : Pakan komersil 100% + enzim bonggol nanas 2,25%, P4 : Pakan komersil 100% + enzim bonggol nanas 3%. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Analyze of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan, jika terdapat hasil yang signifikan maka perhitungan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan’s Multiple Range Test) (Al-Arif, 2016). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim bonggol nanas pada pakan komersial ikan bawal (Colossoma macropomum) selama 30 hari pemeliharaan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p0,05). Nilai laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 3,207-4,752%, nilai tingkat kelulushidupan berkisar antara 80-90%, nilai konversi pakan berkisar antara 1,159-1,538, dan nilai efisiensi pakan berkisar antara 65,085-86,380%
