1,041 research outputs found
Pelaksanaan Pembelajaran Kriya Gerabah pada Siswa Kelas XI MA-PK Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kabupaten Bantaeng
ABSTRAK
Ardiansyah, 2017. Pelaksanaan Pembelajaran Kriya Gerabah pada Siswa Kelas XI MA-PK Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kabupaten Bantaeng. Skripsi.
Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat tentang
pelaksanaan pembelajaran kriya gerabah pada siswa kelas XI MA-PK Syekh
Muhammad Ja’far Banyorang Kabupaten Bantaeng. Manfaat yang diperoleh
diharapkan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi para peneliti sendiri
maupun bagi yang lainnya, dapat mengetahui dengan jelas sistem kerja dari objek
yang menjadi sampel penelitian. Dalam penelitian ini metode yang digunakan
adalah metode kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAPK
Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kabupaten Bantaeng dan sampelnya
adalah siswa kelas XI MA-PK Syekh Muhammad Ja’far Banyorang Kabupaten
Bantaeng yang berjumlah 20 orang siswa. Instrument yang digunakan format
observasi dan format penilaian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
observasi dan dokumentasi, teknik analisis data menggunakan teknik analisis data
kualitatif-kuantitatif. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan atau 4 kali
pertemuan pada tanggal 28 Januari 2017 sampai dengan 18 Februari 2017. Hasil
yang telah dicapai, dari hasil pelaksanaan pembelajaran terhadap guru dan siswa
dinyatakan sesuai. Dan adapun hasil karya yang diperoleh dari 19 siswa yang
hadir mendapatkan predikat B= sedang dengan rentang skor 65-79
An Analysis of Figurative Language Elements upon An American Short Story, The Monkey’s Paw
Ini merupakan hasil cek plagiasi dari artikel berjudul An Analysis of Figurative Language Elements upon An American Short Story, The Monkey’s Paw yang ditulis oleh Nur Muhammad Ardiansyah, dan Vidya Mandarani, M.Hum, dipublikasikan di Jurnal JEES (Journal of English Educators Society) di URL : http://ojs.umsida.ac.id/index.php/jees/article/view/132
A Cooperative Principle: Gricean Maxim Analysis Upon A Japanese Light Novel ‘Shūmatsu Nani Shitemasu Ka? Isogashii Desu Ka? Sukutte Moratte II Desu Ka?’
Ini merupakan hasil cek plagiasi dari artikel berjudul A Cooperative Principle: Gricean Maxim Analysis Upon A Japanese Light Novel ‘Shūmatsu Nani Shitemasu Ka? Isogashii Desu Ka? Sukutte Moratte II Desu Ka?’ yang ditulis oleh Vidya Mandarani, M.Hum, dan Nur Muhammad Ardiansyah, dipublikasikan di Jurnal Leksika di URL : http://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/LEKSIKA/article/view/230
Spatiotemporal trends of forest cover change in Southeast Asia
© 2010, Springer-Verlag Berlin Heidelberg. The current state of tropical forest cover and its change have been identified as key variables in modelling and measuring the consequences of human action on ecosystems. The conversion of tropical forest cover to any other land cover (deforestation) directly contributes to the two main environmental threats of the recent past: 1) the alteration of the global climate by the emission of carbon to the atmosphere and 2) the decline in tropical biodiversity by land use intensification and habitat conversion. The sub-continent of Southeast Asia exhibits one of the highest rates of forest loss and comprises one of the regions with the highest amount and diversity of flora and fauna species, worldwide. The knowledge of the spatial and temporal trends in the variation of forest cover in tropical regions is a prerequisite for the development and establishment of mitigation strategies from the global to the regional level. However, there is considerable disagreement in recent estimates of tropical forest cover change ranging from continuing and intensified decline in forest loss to a distinct decrease in deforestation rates and up to stagnation in other cases. Against this background, the present study aims at a review and comparison of recently available global forest cover estimates for the region of Southeast Asia. In a case study, the results at the national level will be compared to an analysis at the regional level for the island of Sulawesi, Indonesia. The outcome of the study provides recommendations for future remote sensing based forest assessments in tropical regions
Pengembangan Sistem Informasi Akademik Menggunakan Php dan Codeigniter di SMA Negeri 1 Gondang Tulungagung
ABSTRAK Ardiansyah, Muhammad Farouq. 2014. PengembanganSistemInformasiAkademikMenggunakan PHP danCodeigniter di SMA Negeri 1 GondangTulungagung,Skripsi., JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing : (I) TriyannaWidiyaningtyas, S.T., M.T. (II) M. ZainalArifinS.Si, M.Kom. Kata Kunci :sisteminformasi, akademik, siswa, sekolah, web . SMAN 1 GondangTulungagungtelahmenerapkanKurikulum 2013 yang ditetapkanKementerianPendidikandanKebudayaan RI padatahun 2013. SMAN 1 GondangTulungagungmerupakansalahsatusekolah yang menggunakansistemkomputerisasitetapidalamrealisasinyamasihterdapatbeberapakendalaantara lain kebutuhanlayananinformasibagimanajemanmaupunpenggunayakni guru dansiswamasihsangat minim.Kendala lain dalam proses pengolahannilairapor, rekap data siswa, seringmengalamikesalahandan proses pengolahan yang lama. Serta darisegitatausaha yang ada di sekolahtersebutmasihdikatakan minim karyawansehinggadalam proses pengolahan data – data tersebutmembutuhkanwaktu yang lama.Tujuandalampenelitianiniadalahmerancangdanmengembangkansisteminformasiberbasis web di SMAN 1 GondangTulungagungdanmelakukanpengujianterhadapsisteminformasitersebut di SMAN 1 GondangTulungagung.Denganadanyasisteminformasi yang baikdiharapkandapatmembantu proses pengolahan data sekolah Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodepenelitianpengembangan yang merujukkepengembanganmenggunakanmetodeprototipe.Langkah yang dilakukandalampengembanganperangkatlunakmenggunakanmetodeprototipeadalahdenganmelakukan (1) komunikasi, (2) pemodelansistem / prototipe, (3) pembentukanprototipedan (4) penyerahansistemkepihakpengguna.Metodepengujian yang digunakanadalahmetodeblack – box yang mengujifungsionalitassistem yang dikembangkan. Jenis data yang diambiladalah data kuantitatifdan data kualitatifdengan proses pengumpulan data menggunakankuisioner. Hasildaripenelitiandanpengembanganiniadalahsebuahsisteminformasiakademik di SMA Negeri 1 GondangTulungagung. Sistem yang dikembangkaninimampumembantu guru dalammengelolapenilaianakademiksiswa yang menggunakanpedomanpenilaianKurikulum 2013. Selainitu proses penilaian yang membutuhkanwaktu yang lama dapatdilaksanakandenganefektifdanefisien. Hasilujicobakelayakansistem yang diperolehdarisubjekujicoba (ahlisisteminformasidanpengguna) sebesar 100% sehinggadapatdisimpulkanbahwasisteminformasi yang dikembangkansudah valid sertadapatdigunakansesuaifungsionalitasnya
Metodologi Fatwa K.H. Muhammad Syaf’i Hadzami
Fatwa is one of the heavy mandates on the shoulders of Moslem scholars. There are some conditions that must be fulflled before the fatwa could be used to solve the problems of the people. Basically, the fatwa replaces the task of the Prophet in conveying the shari’a law, then the scholars did not dare to be reckless in declaring any fatwa. Therefore, being a mufti is not only required by reading the translation of al-Qur’an or Hadith, or by searching on the google, or by copying broadcasts in social media. According to al-Shirazi, the intellectual condition that must be required to be a mufti is deep understanding toward al-Qur’an and Hadith, also understanding sources of speech such as ḥaqîqah-majâz, ‘âmm-khâṣṣ, Arabic language, nâsikh-mansûkh, ijmâ’, ikhtilaf, and tartîb al-adillah. While the moral requirements to be a mufti according to Imam Ahmad bin Hanbal are having pure intention, having broad knowledge, patience, and soul, having strong mentality to fulfl the task, having suffciency of life to avoid being influenced by others, and understanding the condition of society. This paper attempts to examine the fatwas of a mufti from Betawi who had lived in the modern era known as Mu’allim Syaf’i Hadzami. The fatwas were collected in a work entitled Tawḍîḥ al-Adillah. In this article, the author has concluded that Mu’allim uses eight complementary and relevant fatwa methodologies to solve today’s problem
Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan dalam Perspektif Perkembangan Wilayah dan Pengelolaan Taman Nasional Kepulauan Togean
Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) ditunjuk pada tahun 2004 dengan fungsi utama sebagai area perlindungan sistem penyangga kehidupan, mempertahankan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa endemik, pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sekaligus mendukung perekonomian wilayah. Pesatnya pertumbuhan penduduk, tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya alam dan meningkatnya aktivitas perekonomian memberikan tekanan terhadap kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perubahan penutupan/penggunaan lahan, 2) menganalisis hirarki perkembangan wilayah, 3) menganalisis tingkat tekanan penduduk, 4) menganalisis kesesuaian penutupan/penggunaan lahan dengan zonasi TNKT, dan 5) menyusun arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan. Penelitian dilakukan dengan teknik interpretasi citra, analisis skalogram, analisis indeks tekanan penduduk, dan tumpang susun peta. Hasil interpretasi menunjukkan 9 (sembilan) jenis penutupan/penggunaan lahan. Dalam periode tahun 2003-2017, penyusutan luas terbesar dialami hutan primer yaitu sebesar 6.157 ha (62,61%), sementara perkebunan mengalami peningkatan luas yang signifikan yaitu 5.497 ha (30,74%). Dalam perspektif perkembangan wilayah, luas perubahan penutupan/penggunaan lahan terbesar terjadi pada wilayah hirarki III. Hasil analisis tingkat tekanan penduduk menunjukkan 15 desa di daerah penyangga TNKT dengan tekanan penduduk tinggi. Terdapat ketidaksesuaian penutupan/penggunaan lahan eksisting dengan zonasi TNKT. Arahan pengendalian perubahan penutupan/penggunaan lahan antara lain melalui: 1) model desa konservasi, 2) revisi zonasi, dan 3) pemulihan ekosistem
KONSEP SUNNAH DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD SYAHRUR Suatu Pembacaan Baru Dalam Kritik Hadis
Abstract: The Concept of Sunna in the Pespective of Muhammad Syahrur: A New Reading on Hadith Critism. The development of hadits critisism dircourses has been an interesting issue in Islamic studies. Since the early period of Islam, scholars was constructed and developed methodology that would become the standard for qualification of hadith applicable in the succeeding generation. However, in this contemporary period, studies on Hadith is very contrast to the early period like what Muhammad Syahrur, a prominent Syirians scholar has done. According to Syahrur, the Prophet’s saying and deeds are the product of history rather than revelation. He claimed that whatever hadiths that are contradictory to al-Qur’an must be rejected, although related to religious observance or moral conduct. In this article, the author attemps to explore the controversial thought of Muhammad Syahrur.Kata Kunci: kritik, hadi
Kandungan Qur’ani dalam Lirik Lagu “Sangu Batulak” Karya Anang Ardiansyah
Penelitian ini berangkat dari fakta bahwa perkembangan musik daerah di
masa sekarang sangat populer dan digemari masyarakat, termasuk lagu “Sangu
Batulak” karya Anang Ardiansyah yang populer di kalangan masyarakat lokal
hingga nasional. Lagu ini mengandung lirik kata-kata indah yang menyentuh hati
dan mengandung nilai-nilai Qur‟ani. Nilai-nilai ini menjadi sesuatu yang langka
dalam sebuah lagu, apalagi di zaman modern ini. Oleh karena itu perlu dilakukan
kajian mendalam melalui penelitian ini. Adapun masalah yang diangkat dalam
penelitian ini adalah: Pertama, Apa sajakah kandungan Qur‟ani dalam lirik lagu
“Sangu Batulak” karya Anang Ardiansyah. Kedua, Bagaimanakah kaitan
kandungan Qur‟ani dalam lirik lagu “Sangu Batulak” karya Anang Ardiansyah
dengan ayat-ayat al-Qur‟an dan tafsirnya.
Kajian skripsi ini merupakan kajian pustaka dengan teknik pengumpulan
studi dokumenter (documentary study), yaitu suatu metode pengumpulan data
dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik tertulis, maupun
elektronik. Metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis isi atau dokumen (content or document analysis).
Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan berikut ini. Pertama, lirik
lagu “Sangu Batulak” karya Anang Ardiansyah ini terdapat beberapa kandungan
Qur‟ani, yaitu: Iman dan harapan kepada Tuhan, Doa dan harapan kepada Tuhan,
Beribadah memohon ampun kepada Allah Swt, Kesempatan beramal di dunia
hanya sementara, Ingat terhadap kehidupan yang abadi ada di akhirat, Berbuat
baik selama di dunia dengan nilai-nilai Islami, Tawakal mohon pertolongan dan
keberkahan, Kepasrahan kepada Allah sang pencipta, dan Bekal untuk kehidupan
akhirat. Kedua, kandungan Qur‟ani lirik lagu “Sangu Batulak” karya Anang
Ardiansyah ini memiliki kaitan dengan al-Qur‟an, yaitu: dalam Q.S al-Baqarah/2:
285, Q.S al-Baqarah/2: 25, Q.S al-Baqarah/2: 186, Q.S Ghȃfir/40: 60, Q.S adhDhariyat/51: 56, Q.S at-Tahrim/66: 8, Q.S Muhammad/47: 36, Q.S Ghafir/40: 39,
Q.S al-Ankabȗt/29: 64, Q.S al-An‟am/6: 32, Q.S al-Baqarah/2: 148, Q.S alMȃidah/5: 2, Q.S at-Thalaq/65: 2-3, Q.S an-Najm/53: 39-42, Q.S al-Baqarah/2:
112, Q.S Ghȃfir/40: 44, Q.S al-Hasyr/59: 18 dan Q.S al-Qashash/28: 77
KAJIAN KEANEKARAGAMAN OPISTHOBRANCHIA BERDASARKAN ZONASI SUBSTRAT DI PANTAI BAMA, TAMAN NASIONAL BALURAN
ABSTRAK Ardiansyah, Muhammad. 2014. Kajian Keanekaragaman Ophisthobranchia Berdasarkan Zonasi Substrat di Pantai Bama, Taman Nasional Baluran. Skripsi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ibrohim, M.Si. (II) Drs. Agus Dharmawan, M.Si. Kata Kunci:Opisthobranchia, Pola Distribusi, Keanekaragaman, TN Baluran. Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur. Salah satu kawasan pantai di TN Baluran yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah pantai Bama. Pantai Bama selain dikembangkan sebagai objek penelitian juga sebagai objek wisata. Hal ini dikarenakan di Pantai Bama memiliki keragaman invertebrata laut yang beragam.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan pola distribusi serta mengetahui hubungan indeks keanekaragaman dengan parameter lingkungan. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dan dilakukan pada bulan Februari 2014. Survei dan pengumpulan data di kawasan pantai Bama, TN Baluran dilakukan selama 3 hari. Lokasi pengamatan dipusatkan pada pantai Bama. Data diambil dengan metode jelajah bebas dan total samping dengan melakukan snorkeling. Mengambil titik menggunakan GPS pada setiap kawasan yang dijumpai Opisthobrancia. Lalu membuat plot dangan ukuran 10 x 10 meter dan menyisir luasan tersebut untuk mengambil data jumlah individu, faktor abiotik dan persen(%) penutupan substrat. Sebanyak total 2 ordo, 6 genus, dan 11 spesies Opisthobranchia yang ditemukan di pantai Bama TN Baluran yang didominasi oleh ordo Nudibranchia. analisis data nilai Indeks keanekaragaman memberikan hasil yang berbeda namun ketiganya termasuk dalam kategori sedang, pola distribusi didominasi oleh pola persebaran acak. Hasil analisis regresi menunjukan adanya hubungan nilai Indeks Keanekaragaman dengan parameter lingkungan (Faktor abiotik dan persen (%) penutupan substrat
- …
