1,840 research outputs found
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
Abdul Hamid Petta Ponggawae: profil panglima yang pantang penyerah
Abdul Hamid adalah putra Raja Bone La Pawawoi Karaeng sigeri dari hasil perkawinannya dengan I Karimbo Daeng Tamene, putri Arung Mengempang (Barru). Sebagai anak pattola bukan hanya dapat diangkat menjadi mangkau (raja) di Kerajaan Bone, tetapi juga sebagai arung (raja) di Kerajaan Barru ' Perlawanan Abdul Hamid Petta Ponggawae dalam menentang kekuasaan pemerintah Belanda, dilatari oleh akumulasi dari Pertentangan -Pertentangan antara Bone dengan Belanda. Mencapai puncaknya ketika Belanda bermaksud menguasai secara langsung Bone. Terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dan pasukan Kerajaan Bone.Pasukan Kerajaan Bone terdesak. Pasukan Belanda melakukan pengejaran terhadap raja Bone, akhirnya berhasil mengepung Raja Bone La Pawawoi Karaeng Segeri bersama pengawalnya di Pegunungan Awo (TanaToraja) padar 8 November 1go5. Pada pertempuran tersebut, Abdul Hamid Pettaponggawae gugur bersama puluhan laskar Bone. sementara raja Bone*.ditangkap kemudian diasingkan ke Bandung oleh pemerintah Belanda
KESULTANAN BIMA PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ABDUL HAMID 1767-1811
Tujuan penelitian ini adalahUntuk mengetahui (i) kondisi kesultanan Bima di bawah pimpinan Sultan Abdul Hamid; (ii) Dinamika Politik dan Kekuasaan yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang merupakandatadalambentukuraianataupenjelasan yang menekankan pada kejadian- kejadian peristiwa masa lalu yang berkaitan dengan sejarah Sultan Abdul Hamid dengan teknik pengumpulan data yang ditempuhberdasarkanmetodepeneitiansejarahyaituheuristik, kritikdanhistografi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (i) kondisi kesultanan Bima dibawa pimpinan Sultan Abdul Hamid.Sepanjang masa pemerintahan Sultan Abdul Kadim dan Sultan Abdul Hamid, hubungan Kesultanan Bima dengan Belanda masih dalam suasana tidak bersahabat.Dalam perdagangan, keduanya terus mempertahankan politik dagang bebas. (ii) dinamika politik dan kekuasaan yang terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid. Sultan Abdul Hamid sadar, bahwa rakyat serta negri yang dicintainya sedang dilanda berbagai tantangan, akibat politik de vide et empera Belanda pada masa pemerintahan ayahnya. Untuk mengatasi semua persoalan tersebut, Abdul Hamid harus berjuang keras.Hubungan dengan Makassar harus segera dipulihkan, pertahanan keamanan perlu ditingkatkan, perdagangan harus segera dibenahi seperti pada masa sebelumnya.
Kata Kunci: Masa Kesultanan Abdul Hami
Transkrip temubual bersama Encik Ismail Bin Haji Abdul Hamid tokoh pembuatan kompang mengenai pengalaman beliau dalam pembuatan kompang Ahmad Fitri Haron & Muhammad Azri Faiz Kasmani
Wawancara bersama Encik Ismail bin Haji Abdul Hamid ini dikendalikan oleh Ahmad Fitri Bin Haron dan Muhammad Azri Faiz Bin Kasmani, Pelajar Ijazah Sarjana Muda Pengurusan Maklumat, Pengurusan Rekod (IM246) semester 5 FakuIti Pengurusan Maklumat, Universiti Teknologi MARA, Kampus Segamat, Johor Bahru. Transkrip ini disediakan mengikut temubual yang telah dijalankan Bersama Encik Ismail Bin Haji Abdul Hamid mengenai pengalaman hidup sebagai seorang tokoh pembuatan kompang di Kmpung Tonjos, Mukim Jambi, Segamat, Johor. Beliau menceritakan tentang biodata diri dan keluarga, latar belakang Pendidikan, pengalaman selama membuat kompang dan harapan beliau tentang peralatan muzik tradisional. Kajian sejarah ini bukan sahaja melalui Encik Ismail bin Haji Abdul Hamid, malah ianya juga turut diperoleh dari sumber yang berbeza bagi melihat sejauh mana kesenian pembuatan kompang ini dapat dijaga untuk masa hadapan. Melalui projek sejarah lisan ini juga, diharap masyarakat luar terutamanya generasi pada masa sekarang akan dapat mengetahui lebih lanjut dan mendalam tentang kesenian pembuatan kompang
Inspired by Putrajaya International Convention Centre / Muhammad Haikal Abdul Hamid
Putrajaya International Convention Centre is Malaysia’s premier meeting and convention venue. First in exclusivity. First in the number and variety of its venues. First in access and connectivity. First in green practices
Fundamental of Entrepreneurship ENT300 : Case study on Petronas Serian / Muhammad Amin Azman ... [et al.]
A case study is an analysis of a real life situation where the problems faced by the chosen company must be solved. In our case study, we have chosen PS SERIAN to be observed. This a petrol station owned by a Sarawakian businessman named Abdul Hamid. Mr. Abdul Hamid is currently in his early 50s and has been managing this business by himself. This petrol station has been established since 2015 and it is located in Jalan Lintang, Serian. One of the reason Mr. Abdul Hamid has chosen this particular location to start his business due to this are is the at the heart of Serian and one of the developing area is Sarawak effected by the opening of the Pen Borneo Highway. There are plenty of people in serian, especially construction workers and people that live in the area that needed their tank fill. These people had made the business owner convinced that his petrol station will be a good inveatment of his business. During the process of our case study, we have doing some reserch of this particular petrol station . One of the thing that we noticed is that Mr. Abdul Hamid have made his job quite efficient that he solve all the problems that may cause his business to be bad. This is because of his 25 years of experience that make him good at his field of work. Before that he faces some problem on how to motivate the worker to be more efficient and how to attract customer
UPAYA SULTAN ABDUL HAMID II DALAM MEMINIMALISIR SEKULARISME TURKI UTSMANI
Abstract
This article examines the steps taken by Sultan Abdul Hamid II in narrowing the political influence of secularism within the Ottoman Empire. The secularism that occurred in the Ottoman Turks strengthened after the Tanzimat in 1839, this condition caused the decline of the spirit of Islam and the inclusion of westernization influences in Ottoman Turkey both from a social and political perspective. Seeing the growing secular political turmoil, Sultan Abdul Hamid initiated several ideas such as; Pan-Islamism, strengthening the supremacy of intelligence, and politics of compassion, these ideas were de-secularization movements in their era. The research method used in this study is a historical research method, with a social and political approach. The steps of the historical method are; heuristics, criticism, interpretation, and historiography with these steps make this article credible and comprehensive. There are findings in this article that the steps taken by Sultan Abdul Hamid succeeded in suppressing the rate of secularism in Ottoman Turkey so that the Ottoman Turks were able to make pro-Islamic policies and were not influenced by the West.
 
Intellectual property laws and Islam in Malaysia.
PhDThis study is undertaken on the premise that Islam and Islamic law is to be taken into
serious consideration in any future legislative reform of laws in Malaysia. Islam being
the religion of the country and the strong religious sentiment of the Muslims (who
form the majority in Malaysia) cannot be overlooked or dismissed lightly by the
legislators in Malaysia. Reformation of intellectual property laws is timely, as we are
now approaching to the dateline set by GATF-Trips agreement which aim is to
improve our standard of intellectual property protection. This study seeks to analyze
and evaluate the current legislation pertaining to intellectual property in Malaysia in
terms of the philosophy and rules governing the existence, ownership and exercise of
these rights and their consistency and inconsistency with Islam and Islamic law. The
main objective of this study is to prove that a coherent and logical conceptual
framework of ownership of intellectual property can be derived from an Islamic
perspective which not only offers the basis of rights but also defines the scope of
these rights. From the point of ownership of rights, support can be obtained from the
normative framework of property rights within the traditional classification of 'mal'
(property) and 'haqq al-milkiyyah' (ownership rights) under Islamic law. From the
point of exercise of rights, the exact scope can be defined from the analysis of
fundamental concepts which have been developed by Muslim jurists. It has been
established that Islam and Islamic law offers a sound and systematic paradigm, which
in deeper analysis, can satisfy both our current obligations under international
treatises, as well as our responsibility to practise our religion to the fullest
Hydraulic simulations to evaluate and predict design and operation of the Chashma Right Bank Canal
Irrigation systems / Irrigation canals / Flow control / Velocity / Canal regulation techniques / Hydraulics / Simulation models / Design / Operations / Crop-based irrigation / Distributary canals / Water delivery / Policy / Protective irrigation / Water allocation / Water requirements / Sedimentation / Water distribution / Equity / Water conveyance / Pakistan / Chashma Right Bank Canal
MASAGUS HAJI ABDUL HAMID (KI. MAROGAN) DAN PERJUANGANNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI PALEMBANG 1811-1901
Perkembangan Islam di Palembang tidak terlepas dari peranan Masagus Haji Abdul Hamid yang cukup signifikan. Secara faktual dapat dibuktikan dari beberapa peninggalan dan karyanya, berupa masjid dan naskah. Tareqat Sammaniyah yang dikembangkan oleh Masagus Haji Abdul Hamid, menekankan pada perilaku zuhud dan kesufian untuk memperkuat iman dan melaksanakan syari'at Islam.
Palembang pada abad ke-XIX mengalami peralihan kekuasaan dari pemerintahan Kesultanan Palembang ke tangan kolonial Belanda. Dalam hal keagamaan, Belanda membentuk kepala agama yang diresidensi (hoofdpenghulu). Kepala agama ini mengatur segala persoalan agama, sehingga Belanda dapat leluasa mengatur kebijakan masalah agama, termasuk merubah undangundang Simbur Cahaya yang pada masa Kesultanan menjadi sumber hukum. Ditinjau dari sisi struktur sosial, masyarakat Palembang secara garis besar terdiri dari dua golongan, priyai dan rakyat. Golongan priyai terdiri dari tiga tingkatan, yaitu Pangeran, raden dan masagus. Sedangkan dari golongan rakyat juga terdiri dari tiga tingkatan, yaitu kemas, kiagus, dan rakyat kebanyakan. Haji Abdul Hamid adalah seorang bangsawan dengan gelar masagus. Ia adalah seorang pengusaha saw-mill satu-satunya dari kalangan pribumi. Dalam pendidikan Masagus Haji Abdul Hamid memperoleh ilmu agama dari beberapa guru, baik dari Palembang atau dari luar Palembang, seperti di tanah suci Mekkah. Salah satunya adalah syaikh Muhammad Aqib, murid dari Syaikh Abdus Shamad al-Palimbani. Masagus Haji Abdul Hamid memiliki kepribadian yang mulia. Ia memiliki kharisma yang tinggi dan dianggap seorang yang mempunyai karomah dari Allah, sehingga dihormati dan disegani oleh masyarakat Palembang
- …
