276 research outputs found

    PEMIKIRAN HUKUM KELUARGA ISLAM KONTEMPORER MUHAMMAD HASBI ASH-SHIDDIEQY DAN KH. M. SAHAL MAHFUD

    No full text
    Islamic law, which is faced with current conditions and situations, must be able to answer it. If there is no evidence for the activities of a Muslim in the Al-Qur'an and Al-Hadith, a contemporary scholar must creatively and responsively seek answers. Fatwa as an important element in Islamic law is a media liaison to answer various problems of Muslims. Unfortunately, many of the answers to the ummah's problems that are produced are still problematic and lack solutions. Researchers offer the thoughts of moderate scholars from Indonesia, Muhammad Hasbi Ash Shidiqy and KH. M. Sahal Mahfud. These two figures who are recognized for their scientific integrity are trying to contribute their thoughts in the field of thought in Indonesian Islamic family law. They offer a new methodology for reading and understanding sacred texts. As well as breaking established traditions of thought that have existed for hundreds of years.Abstrak Setiap aktivitas seorang muslim dalam kehidupannya harus sesuai dengan petunjuk syariat. Kehidupan masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu, apalagi kini hidup di era kemajuan informasi dan tekhnologi. Hukum Islam yang dihadapkan dengan kondisi dan situasi kekinian harus mampu menjawabnya. Jika ditemukan dalam aktivitas seorang muslim tidak ada dalilnya didalam Al Qur’an dan Al Hadis seorang ulama kontemporer harus secara kreatif dan responsif mencarikan jawabannya. Fatwa sebagai elemen penting dalam hukum Islam menjadi  media penghubung untuk menjawab beragam persoalan umat Islam. Sayangnya, banyak jawaban persoalan umat yang dihasilkan masih mengandung problematis dan kurang solutif. Dalam penelitian ini, peneliti menawarkan pemikiran ulama moderat dari Indonesia, Muhammad Hasbi Ash Shidiqy dan KH. M. Sahal Mahfud. Kedua tokoh yang diakui intregritas keilmuannya ini berusaha mengeluarkan kontribusi pemikirannya dalam bidang pemikiran hukum keluarga Islam Indonesia. Mereka menawarkan metodologi yang baru untuk membaca dan memahami teks-teks suci. Serta mendobrak tradisi pemikiran yang mapan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Muhammad Hasbi Ash Shidiqy dengan Fiqh Indonesia. Ide dan gagasannya ini merupakan bentuk dari satu keyakinan akan prinsip-prinsip hukum Islam dalam memberikan ruang gerak yang lebar bagi pengembangan  atau pembaharuassn ijtihad baru. landasan hukum Islam yang lama dan  mapan, seperti ijma’, maslahah mursalah, qiyas, ‘urf, dan prinsip. Terjadinya perubahan hukum karena adanya perubahan masa dan tempat”, justru akan menemui ketidaksesuaian ketika tidak adanya pembaharuan ijtihad baru. Maka haruslah berpegang pada paradigma itu, dalam konteks pembangunan semesta sekarang ini, gerakan penutupan pintu ijtihad (insidad bab al-ijtihad) merupakan isu usang yang harus segera ditinggalkan. Sedangkan KH. M. Sahal Mahfud dengan Fikih Sosialnya mengenalkan sebuah metodologi yang proporsional untuk mencapai kontekstual dan pemahaman yang memenuhi kebutuhan realitas sosial. dengan merumuskan kerangka teoritik berfikih yang lebih produktif dan sesuai dengan perkembangan zaman penting dilakukan. Kata kunci : Ulama; Fatwa, Ulama, Moderat; Hukum Keluarga Islam Indonesia   &nbsp

    Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani

    No full text
    Muhammad Zaini Abdul Ghani seorang tokoh ulama di Kalimatan Selatan yang memiliki karisma sekaligus pengetahuan luas dan mendalam tentang ilmu agama dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam termasuk teologi dan ajaran sifat dua puluh. Muhammad Zaini Abdul Ghani mengkaitkan kajian tentang ketauhidan dengan perilaku keberagaman, sehingga mudah diterima oleh masyarakat dalam menyampaikan tentang ilmu ketauhidan. Pemahaman Muhammad Zaini Abdul Ghani dapat dimasukan sebagai ulama pengikut al-Sanusi, karena melihat pengajian dan pemahaman yang disampaikan sesuai kitab yang beliau bacakan yaitu kitab “Sifat Dua Puluh” karangan Utsman bin Abdullah (Habib Utsman Betawi). Figur Muhammad Zaini Abdul Ghani merupakan sosok ulama yang memegang kuat akidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ia mengajarkan prinsip-prinsip dasar Islam yang mengedepankan pemahaman yang moderat dan menekankan pentingnya persatuan umat. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani dan ajaran sifat dua puluh yang disampaikan Muhammad Zaini Abdul Ghani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena secara detail. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa Teologi Muhammad Zaini Abdul Ghani lebih menekankan pengesaan Allah dalam semua aspek kehidupan, termasuk af’al, asma’, sifat, dan Zat-Nya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menuntut ilmu secara mendalam. Segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah. Teologinya mengikuti Ahlusunnah Wal Jama’ah, lebih condong kepada paham Asy’ariah, dengan dasar al-Quran, hadis, dan ijma’ ulama, tercermin dalam pembelajaran tentang tauhid dan sifat dua puluh. Adapun ajaran sifat dua puluh Muhammad Zaini Abdul Ghani menekankan pemahaman mendalam tentang sifat-sifat Allah yang wajib dan mustahil. Ia mengajarkan agar jemaah selalu mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan, misalnya melalui sholat dan berdoa

    PERILAKU SUFISME PADA PENOKOHAN NOVEL KAMBING DAN HUJANKARYA MAHFUD IKHWAN

    No full text
    ABSTRAK   Panatagama, M. Syakkaruddin. 2017. Perilaku Sufisme pada penokohan Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd.   Kata kunci: sufisme, novel, kambing dan hujan   Novel Kambing dan Hujan adalah novel karya Mahfud Ikhwan yang berkisah tentang kisah cinta dua tokoh, Fauzia dan Mif. Novel ini mengambil tema kehidupan becorak Islam, dengan fokus utama perbedaan-perbedaan akidah antara Islam tradisional dengan Islam modern. Latar belakang ini membuat novel ini memiliki banyak unsur perilaku sufisme di dalamnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni 1) wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, 2) wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan, dan 3) wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan konsep sufisme, yang terdiri atas wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan, wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan, dan wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan. Data kajian ini berupa kutipan monolog, dialog, dan narasi yang mengandung perilaku sufisme yang berasal dari sumber data novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi teks berdasarkan teori profetik sastra, yakni transendensi atau sufisme, dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, serta kodifikasi data. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan proses klasifikasi data berdasarkan rumusan masalah, interpretasi data berdasarkan teori profetik sastra, dan penarikan simpulan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diidentifikasi perilaku sufisme dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Pertama, wujud pengakuan ketergantungan manusia pada Tuhan, yang terdiri atas tiga aspek yakni fakir, takwa, dan tawakal. Fakir adalah salah satu wujud ketergantungan manusia kepada Tuhan berupaperbuatan yang tidak membutuhkan apa pun selain Tuhan. Takwa adalah terpeliharanya diri untuk tetap melaksanakan perintah Tuhan serta menjauhi laranganNya. Tawakal adalah memercayakan atau menyerahkan segenap masalah dan menyandarkan penanganan berbagai masalah yang dihadapikepada Tuhan. Kedua, wujud pengakuan adanya perbedaan yang mutlak antara manusia dan Tuhan, yang terdiri atas perilaku zuhud dan sabar. Zuhud adalah sikap tidak tamak atau tidak mengutamakan kesenangan duniawi yang bisa menjauhkan diri dari Tuhan. Sabar adalah sikap tabah dan tahan menghadapi cobaan. Ketiga,  wujud pengakuan adanya norma-norma mutlak dari Tuhan, yang terdiri atas taubatan nasuha, wara’, dan rida.Taubatan nasuha adalah sadar dan menyesal akan dosa dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatan. Perilaku wara’ dapat diartikan menahan diri dengan cara menjauhi atau meninggalkan segala hal yang belum jelas halal atau haramnya. Rida adalah hasil penerimaan seseorang atas segala sesuatu yang dialami baik lahir maupun batin

    Pemikiran Mohammad Mahfud MD tentang Politik Hukum Islam di Indonesia

    No full text
    This paper explains the problem of the journey of Islamic law towards positive law in Indonesia in the perspective of legal politics Mahfud MD with the aim of actualizing Islamic law in the present in the Indonesian context. With a normative legal approach, analytical descriptive, this paper concludes that the actualization of Islamic legal politics in the thinking of Mahfud MD can be done through two approaches. The first is the cultural approach that massively Islamic law directly interacts with the culture and traditions that apply and develop in certain societies. Through acculturation of culture, Islamic law can adjust adaptation and dialogue with various social societies with a variety of traditions dynamically without losing theirauthenticity as humanitarian teachings. Both substantive approaches prioritize the spirit of Islamic universalism by not formalizing Islamic law positively both in law, local regulations and so on. Thus the actualization of Islamic law politics Mahfud MD is an offer to the formulation of Islamic law with the positivation of Islamic law in Indonesia through an elaborative approach combining cultural approaches and substantive approaches to real Indonesian law. Keywords: Actualization, Islamic Law, Political Law, Mahfud MD

    Teknik Argumentasi Prof. Mahfud MD dalam Video Ceramah yang Berjudul "Khazanah Islam: Khilafah di Negara Pancasila" | Argumentation Technique of Prof Mahfud MD in the Video Entitled "Khazanah Islam: Khilafah di Negara Pancasila"| Argumentation Technique of Prof Mahfud MD in the Video Entitled "Khazanah Islam: Khilafah di Negara Pancasila"

    No full text
    Abstrak: Tulisan ini menjelaskan teknik argumentasi yang digunakan oleh Mahfud MD dalam salah satu ceramahnya melalui medium televisi. Dengan mengetahui penerapan teknik argumentasi pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang implementasi teknik argumentasi dalam komunikasi dakwah. Disamping itu, teknik argumentasi yang disajikan oleh Mahfud MD dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan pola komunikasi dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis berdasarkan teori teknik-teknik argumentasi menurut Gorys Keraf. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dengan cara mengamati dokumentasi teknik argumentasi dalam ceramah Mahfud MD. dalam salah satu tema yang disampaikan di Metro TV. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara umum Mahfud MD menerapkan beberapa teknik argumentasi dalam ceramahnya yaitu: teknik kesaksian dan autoritas, teknik Sebab dan Akibat, teknik keadaan, teknik persamaan, teknik definisi, teknik pertentangan, serta teknik perbandingan.Abstrak: Tulisan ini menjelaskan teknik argumentasi yang digunakan oleh Mahfud MD dalam salah satu ceramahnya melalui medium televisi. Dengan mengetahui penerapan teknik argumentasi pada salah satu topik pembahasan, diharapkan akan memperoleh gambaran tentang implementasi teknik argumentasi dalam komunikasi dakwah. Disamping itu, teknik argumentasi yang disajikan oleh Mahfud MD dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan bagi pengembangan pola komunikasi dakwah untuk para pendakwah pemula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis berdasarkan teori teknik-teknik argumentasi menurut Gorys Keraf. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan dokumentasi. Observasi dengan cara mengamati dokumentasi teknik argumentasi dalam ceramah Mahfud MD. dalam salah satu tema yang disampaikan di Metro TV. Hasil riset ini menunjukkan bahwa secara umum Mahfud MD menerapkan beberapa teknik argumentasi dalam ceramahnya yaitu: teknik kesaksian dan autoritas, teknik Sebab dan Akibat, teknik keadaan, teknik persamaan, teknik definisi, teknik pertentangan, serta teknik perbandingan. Abstract: This paper describes the argumentation techniques used by Mahfud MD in one of his lectures on television. By knowing the application of argumentation techniques on one of the topics of discussion, it is hope that you will get an overview of the implementation of argumentation techniques in da’wah communication. In addition, the argumentation techniques presented by Mahfud MD can used as a comparison material for the development of dakwah communication patterns for novice preachers. The method used in this research is a qualitative method with analysis based on the theory of argumentation techniques according to Gorys Keraf. The data collection techniques are through observation and documentation. Observation by observing documentation of argumentation techniques in Mahfud MD's lecture. In one of the themes presented on Metro TV. The results of this research indicate that in general Mahfud MD applies several techniques of argumentation in his lecture, namely: testimony and authority techniques, cause and effect techniques, state techniques, equation techniques, definition techniques, contradiction techniques, and comparison techniques

    Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Antropologi Sastra)

    No full text
    Objek kajian dalam penelitian ini adalah novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sensitif mengenai perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pada tahun 1960-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter, alur, dan latar serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan dengan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan antropologi sastra. Hasil dari penelitian yang berjudul "Aspek Religius dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan" ini adalah ditemukannya 4 komponen religi menurut Emile Durkheim, yaitu(1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek agama dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali. Kata kunci: Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kambing dan Hujan, Mahfud Ikhwa

    Problem kewenangan Mahkamah Konstitusi memutus perselisihan hasil Pilkada (studi pemikiran Prof. Dr. Moh. Mahfud MD)

    No full text
    Semula pilkada masuk dalam rezim pemerintah otonomi daerah, sehingga penyelesaian sengketa pilkada berada pada kewenangan Mahkamah Agung. Namun kemudian para pembuat undang-undang memasukkan pilkada ke dalam rezim pemilu dan membentuk Undang-Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah yang dalam Pasal 236C menyatakan bahwa penyelesaian perselisihan tentang hasil pilkada dialihkan dan diselesaikan di Mahkamah Konstitusi. Ketika MA berwenang mengadili sengketa pilkada, demi menegakkan keadilan MA berani membuat putusan di luar ketentuan UU, dan Prof. Dr. Moh Mahfud MD menilai putusan MA tersebut justru bisa dipandang sebagai kemajuan dalam pembangunan hukum kita karena UUD memang mengamanahkan untuk menegakkan keadilan. Tetapi ketika kewenangan tersebut dialihkan ke MK, sebagai amanah UU No. 12 tahun 2008 Prof. Dr. Moh Mahfud MD yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK menerimanya dengan menandatangani MoU tentang pengalihan wewenang memutus sengketa pilkada dari MA ke MK. Jauh sesudah itu, setelah Prof. Dr. Moh Mahfud MD tidak lagi menjabat sebagai Ketua MK, pada 19 Mei 2014 MK mengabulkan pengujian Pasal 236 C UU No. 12 Tahun 2008 terkait kewenangan MK memutus perselisihan tentang hasil pilkada, sebab MK menilai pasal tersebut bertentangan dengan UUD 1945 (inkonstitusional). Oleh sebab itu, pada penelitian ini penulis mencoba mencari informasi dan mencoba memahami kewenangan MK dalam memutus perselisihan tentang hasil pilkada menurut pemikiran Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, dan juga menurut perspektif hukum Islam untuk kemudian memadukan dengan konsep-konsep yang digunakan. Sebab, dalam perspektif hukum Islam ketika terjadi pemilihan kepala daerah yang kemudian menimbulkan perselisihan tentang siapa calon pemimpin yang sah dan lebih berhak menerima bai’at, maka harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi-saksi dan bukti-bukti. Untuk itu, maka harus diketahui terlebih dahulu tentang siapa pihak yang paling berwenang untuk menyelesaikan persoalan tersebut

    KEARIFAN LOKAL DALAM NOVEL DAWUK KARYA MAHFUD IKHWAN SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk karya Mahfud Ikhwan; dan (2) relevansi novel Dawuk karya Mahfud Ihkwan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Pendekatan antropologi sastra digunakan untuk menganalisis bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis isi atau dokumen dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) bentuk kearifan lokal dalam novel Dawuk meliputi peralatan kehidupan, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, sistem bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, dan sistem religi; dan (2) Novel Dawuk karya Mahfud Ikhwan relevan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA untuk kelas XII dengan kompetensi dasar (KD) antara lain: (a) menafsir pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca; dan (b) menganalisis isi dan kebahasaan novel. Novel Dawuk juga relevan karena telah memenuhi tiga kriteria pemilihan novel, yaitu bahasa, psikologi siswa, dan latar belakang budaya siswa

    Aspek Religi Dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud IKhwan (Kajian Antropologi Sastra)

    No full text
    Objek kajian dalam penelitian ini adalah Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Novel ini dipilih karena mengangkat topik yang sangat sensitif, yaitu tentang perbedaan afiliasi organisasi sosial antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di tahun 60-an. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar, serta mengkaji aspek religiusitas dalam novel Kambing dan Hujan menggunakan kajian antropologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan menggunakan pendekatan antropologi sastra. Hasil dari penelitian yang berjudul “Aspek Religi dalam Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan” adalah ditemukannya 4 komponen agama menurut Emile Durkheim, yaitu (1) emosi keagamaan, (2) sistem kepercayaan supranatural, (3) sistem ritus atau upacara religi, dan (4) kelompok-kelompok religius. Aspek religiusitas dalam novel ini dapat dilihat dari gagasan, jalan cerita, narasi dan dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam novel ini, khususnya Muhammad Fauzan, Iskandar, Miftahul Abrar, Nurul Fauzia, Pakde Anwar dan Cak Ali

    Hubungan Islam dan Negara dalam Negara Hukum: Analisis Pemikiran Moh. Mahfud MD

    No full text
    The battle between Islam and the state is well-known, as it began during the process of establishing the Indonesian state, resulting in the division of the country into two groups: Islamic nationalists and secular nationalists. Pancasila, according to Mahfud MD, is a collection of factors aimed at resolving divisions. The purpose of this study is to describe how Moh. Mahfud MD views the link between Islam and the state, what his background is, and how the relationship between Islam and the state functions in a state of law. The author compares the viewpoints of many figures on this subject using a qualitative method with a normative approach. According to the study\u27s findings, Moh. Mahfud MD believes that while religion does not rule the state, the state\u27s structure is a creation rather than a product of political science. The reason for Moh. Mahfud MD\u27s ideas is that they bear a resemblance to Nahdatul Ulama, as Mahfud is involved in alumni activities and was formerly a member. Islam and the state in a state of law share a shared goal: both maintain the democratic system in order to protect human rights.Keywords: Islam; State; State of Law; Pancasila AbstrakPerdebatan Islam dan negara sudah tidak asing lagi, mengingat konflik ini dimulai ketika menentukan dasar negara Indonesia yang mengakibatkan perpecahan menjadi dua golongan antara nasionalis Islam dan nasionalis sekuler. Mahfud MD menyatakan bahwa Pancasila merupakan gabungan aspek yang bertujuan untuk mendamaikan perpecahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan Moh. Mahfud MD tentang hubungan Islam dan negara, apa yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD, serta bagaimana hubungan Islam dan negara dalam negara hukum? Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif untuk membandingkan pendapat para tokoh terkait hal ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Moh. Mahfud MD memandang agama tidak mengatur negara akan tetapi bentuk negara merupakan ciptaan daripada ilmu politik. Hal yang melatar belakangi pemikiran Moh. Mahfud MD yaitu adanya kemiripan dengan Nahdatul Ulama dikarenakan Mahfud aktif dalam kegiatan alumni sekaligus pernah menjadi anggotanya. Adapun hubungan Islam dan negara dalam negara hukum mempunyai persamaan yaitu sama-sama menjunjung tinggi sistem demokrasi guna menjunjung tinggi hak asasi manusia.Kata Kunci: Islam, Negara, Negara Hukum, Pancasila
    corecore