5,660 research outputs found

    Nur Muhammad Dalam Kitab Insân Kamîl Karya Abdul Karim Al-Jîlî Dan Kitab Al-Durr Al-Nafis Karya Muhammad Nafis Al-Banjari

    No full text
    Penelitian ini bertolak dari berkembangnya pengajian-pengajian yang bertemakan tasawuf, baik itu amali maupun falsafi. Tasawuf falsafi adalah ajaran tasawuf yang telah berbaur dengan ajaran filsafat. Salah satu tema pokok dalam kajian tasawuf falsafi adalah tentang Nur Muhammad. Para sufi dengan menggunakan konsep Nur Muhammad ini ingin menjelaskan bagaimana hubungan Tuhan dengan alam dan manusia. Salah satu pengembang konsep ini pada masa awal adalah ‘Abdul Karim al-Jîlî dari Jailan, dan terus berkembang sampai ke Kalimantan Selatan yang dikembangkan oleh Muhammad Nafis al-Banjari. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dalam kitab Insân Kamîl dan Muhammad Nafis al-Banjari dalam kitab al-Durr al-Nafis dan Bagaimana perbedaan dan persamaan konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dan Muhammad Nafis al-Banjari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dalam kitab Insân Kamîl dan Muhammad Nafis al-Banjari dalam kitab al-Durr al-Nafis dan mengetahui Perbedaan dan persamaan, serta mengkomparasikan konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dan Muhammad Nafis al-Banjari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library Research). dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam memaparkan serta membandingkan konsep Nur Muhammad ‘Abdul Karim al-Jîlî dan Muhammad Nafis. Subjek penelitian adalah kitab Insân Kamîl dan Kitab al-Durr al-Nafis. Teknik yang digunakan dalam memperoleh data yaitu studi teks. Hasil data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif komparatif. Dari analisis diperoleh bahwa, konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dalam kitab Insân Kamîl dan Muhammad Nafis al-Banjari dalam kitab al-Durr al-Nafis sebagai wasilah (penghubung) antara Tuhan dengan alam dan manusia. Perbedaan konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dan Muhammad Nafis al-Banjari bisa dilihat dari bagaimana al-Jîlî berpendapat bahwa Nur Muhammad memiliki ragam wajah sedangkan Muhammad Nafis berpendapat hanya Huwiyat al-‘alam. Persamaan konsep Nur Muhammad Abdul Karim al-Jîlî dan Muhammad Nafis al-Banjari bisa dilihat dari bagaimana al-Jîlî dan Muhammad Nafis berpendapat bahwa Nur Muhammad yang secara aktual berad

    Metode dakwah bil lisan Habib Muhammad bin Farid Al Mutohhar pada jamaah pengajian KARIM (Kajian Remaja Islam Mingguan) di Masjid Agung Jawa Tengah

    No full text
    Penelitian ini ditulis oleh Muhammad Sadam Husen (1601036039) dengan judul “Metode Dakwah Bil Lisan Habib Muhammad bin Farid Al Mutohhar Pada Jamaah Pengajian KARIM (Kajian Remaja Islam Mingguan) Di Masjid Agung Jawa Tengah ” merupakan upaya penulis untuk mengetahui bagaimana metode dakwah Bil Lisan Habib Muhammad bin Farid Al Mutohhar Pada Jamaah Pengajian KARIM (Kajian Remaja Islam Mingguan) Di Masjid Agung Jawa Tengah yang berfokus pada proses pelaksanaan dakwah Bil Lisan oleh Habib Muhammad bin Farid Al Mutohhar dalam meningkatkan pemahaman agama serta tanggapan Jamaah Pengajian KARIM (KBajian Remaja Islam Mingguan) Di Masjid Agung Jawa Tengah. Beragamnya bentuk dan metode dalam menyampaikan ajaran agama Islam saat ini, melatar belakangi peneliti untuk melaksanakan penelitian yang bersifat kualitatif studi tokoh dengan penyajian naratif diskriptif. Peneliti melakukan penelitiannya dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi yang diproleh di lapangan. Data yang digunakan merupakan data primer dan sekunder yang melalui tahaapan pengumpulan, reduksi, penyajian dan verifikasi sehingga dapat menghasilkan kesimpulan. Pada penelitian ini menunjukan hasil bahwa Penerapan metode metode dakwah Bil Lisan Habib Muhammad bin Farid Al Mutohhar pada Jamaah Pengajian KARIM (Kajian Remaja Islam Mingguan) Di Masjid Agung Jawa Tengah secara umum sudah baik, karena penerapan gaya bahasa dalam penyampaian dakwah berdasarkan Al-Quran serta pengaplikasian prinsip-prinsip dalam dakwah bil lisan yang meliputi bil hikmah (dengan hikmah), bil mau’idzah hasanah (dengan pelajaran yang baik) dan mujaddalah (mendebat dengan baik)

    ENT 530 Social Media Portfolio: Golden Brownies / Muhammad Saiful Abdul Karim

    No full text
    Golden Brownies is an online dessert shop with a delivery service to send the product to the customer. The brownies are sold at an affordable price and with a few types of orders desired by the customers. Our target audiences are dessert lovers and those who want brownies to be served as a dessert for an event. Golden Brownies commenced the business on 1st December 2020 with the Grand Opening Sale to attract public awareness about our existence as an online dessert shop. Our services area is around a 10km radius from the area of Alam Megah and Putra Heights. All the transaction of ordering and payment will be done online without face to face except the one that chooses a deposit option. Golden Brownies is owned by Muhammad Saiful bin Abdul Karim with the help of parttime staff to run the business. We use Facebook Page as a medium to advertise our product to get the attention of the public. We use a variety of marketing strategies on the Facebook Page to gain the customer's attention with teaser posts, hard-sell posts, and soft sell. There are also a few occasion sales are offered to the customer such as Grand Opening Sale, 12.12 Sale, Christmas Sale, and 2021 New Sale. There are also a few recipes of brownies that are shared on the page to give some idea to the public how to serve brownies in a diverse way. There is also customer feedback on the brownies they purchase before and the open order for the customers to make the order for the brownies

    Analisis makna ibadah dalam tafsir khawatir Haula Quran al-Karim karya Muhammad Mutawalli Al-Syarawi

    No full text
    Agama Islam merupakan satu-satunya jalan yang dapat memberikan petunjuk dan pedoman hidup kepada umat manusia agar senantiasa melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Fenomena manusia dalam mensikapi perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju masa kini juga sangat mempengaruhi dalam memahami suatu penafsiran. ibadah di dalam al-Qur’ān disebut dengan istilah ibadah dengan spesifikasi yang beragam. Seperti halnya dalam Q.S. az-Zariyat (51): 56, disebutkan bahwa illaa liya’budu tidak hanya sekedar beribadah namun, illaa liya’rifun yakni mengenal Allah, sadar serta menyakini secara murni. Untuk itu, diperlukan penafsiran dan penjelasan lebih lanjut mengenai makna ibadah di dalam al-Qur’ān untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Sehingga penulis menetapkan Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi dalam menafsirkan ayat-ayat tentang ibadah dalam tafsir Khawatir Ḥaula Qur’ān al-Karim karena tafsir ini merupakan tafsir kontemporer yang mudah dipahami dan berpedoman pada teknik penulisan ilmiah. Sedangkan pokok permasalah yang diangkat penulis yakni : Bagaiamana makna ibadah dalam tafsir Khawatir Ḥaula Qur’ān al-Karim karya Muhammad Mutawali Al-Sya’rawi. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis makna ibadah dalam tafsir Khawatir Ḥaula Qur’ān al-Karim karya Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi. Penelitian ini juga berusaha untuk mengetahui makna ibadah dalam setiap ayat-ayatnya melalui penafsiran Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif content analysis yang bertujuan untuk menjelaskan bidang tertentu secara cermat dengan cara disusun, dijelaskan dan dianalisis. Jenis penelitiannya kualitatif dengan melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam al-Qur’ān tersebar sebanyak 84 ayat yang dimuat dalam 33 surat. Selanjutnya, penulis membatasi kajian agar tidak meluas lebih jauh, sehingga mangambil 6 ayat dan surat. Maka penulis membagi dua kategori, yaitu: pertama, kategori umum pada Qs. al-Baqarah [2]: 21 dan Qs. az-Zariyat [51: 56, dari ayat menjelaskan pada seluruh umat manusia untuk mengajak berpegang teguh pada kalimat tauhid serta beribadah kepada-Nya secara murni tanpa ada unsur yang lainnya. Kedua, kategori khusus pada Qs. al-Fatihah [1]: 5, Qs. al-‘Araf [7]: 29, Qs. al-Ankabut [30]: 56, dan Qs. al-Bayyinah [98}: 5, beberapa ayat tersebut, menjelasakan secara terperinci terkait mengenai makna ibadah. Al-Sya’rawi menegaskan lebih dulu tehadap Allah swt yang memiliki dzatullah, sifatullah, asma’ullah dan af’alullah

    PENGARUH PEMIKIRAN ABDUL KARIM AL-JILLI (1365-1422 M) TERHADAP INSAN KAMIL SYEKH MUHAMMAD NAFIS AL-BANJARI (1735-1812 M)

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pengaruh pemikiran Abdul Karim al-Jilli terhadap insan kamil Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Namun, belum adanya kajian yang signifikan terhadap pengaruh yang diterima Syekh Muhamad Nafis al-Banjari dari sosok Abdul Karim al-Jilli terkhusus di Indonesia, sehingga perlu dilakukan penelitian secara signifikan tentang permasalahan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analisis untuk mengkaji dua permasalahan, yaitu konsep insan kamil Abdul Karim al-Jilli (Tajalli Ilahi, Martabat Tujuh dan Nur Muhammad) dan Syekh Muhammad Nafis al-Banjari (Tauhid al-Ma’rifah, Martabat Tujuh dan Nur Muhamad ) serta pengaruh Abdul Karim al-Jilli terhadap insan kamil Syekh Muhammad Nafis al-Banjari. Pengkajian terhadap sumber-sumber yang ada, baik berasal dari karya-karya Abdul Karim al-Jilli dan Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, maupun dari tulisan-tulisan yang serupa dengan kajian ini. Insan kamil yang telah dipaparkan oleh Syekh Muhamad Nafis al-Banjari tentang Tauhid al-Ma’rifah, Martabat Tujuh dan Nur Muhamad, tidak terlepas dari pengaruh yang Abdul Karim al-Jilli yang juga membahas mengenai kajian konsep insan kamil. Kata Kunci: Abdul Karim al-Jilli, Syekh Muhammad Nafis al-Banjari, Insan Kamil, pengaruh

    An analysis of disbursement of Waqf funds and their potential in Bangladesh

    No full text
    Muhammad Fazlul Karim and Md. Wahid Mura

    Benjamin Karim: Remembering Malcolm

    No full text
    Benjamin Karim (July 14, 1932 - August 2, 2005) was an African American Muslim minister, author, and orator. He was born Benjamin Goodman, in Suffolk, VA., the son of Wilbur Bryant and Mary Goodman. Young Goodman was a U.S. Air Force veteran of the Korean War. After serving in the military, Goodman worked as a recording engineer with a record company when he first heard Malcolm X speak in 1957, and his experience caused him to convert to the Nation of Islam (NOI), cease many secular activities, change his diet, and become sober. A dedicated student of African and African American history, Karim re-educated himself and over the next seven years, adopted the name Benjamin 2X, and became one of the closest aides to Malcolm X. He supervised an educational program at the NOI temple in Harlem, and stood in for Malcolm X at some events held around the United States

    K.H. NUR MUHAMMAD BUSTHAMIL KARIM DAN PENGEMBANGAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH DI CILACAP TAHUN 1920-1978 M

    No full text
    Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) di Cilacap tahun 1920-1978 M, tidak bisa dilepaskan dari peran seorang mursyid yang bernama K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim. Ia adalah sosok seorang kiai yang menjadi panutan masyarakat. Perjalanan dakwahnya diawali dengan membangun masjid dan pondok pesantren sebagai sentral kegiatan. Dalam perkembangannya, berdatangan santri dari berbagai daerah misalnya dari Ciamis dan Pangandaran, Jawa Barat untuk bai‟at tarekat ke Cilacap. Selama kepemimpinannya, Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah merupakan salah satu tarekat yang paling berkembang di Cilacap. Pengikut TQN bukan hanya dari kalangan orang tua saja, tetapi juga banyak dari kalangan pemuda. Terdapat latar masalah yang ditulis dalam skripsi ini, yang meliputi: 1) Bagaimana Latar Belakang Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Cilacap. 2) Bagaimana Biografi K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim. 3) Bagaimana peran K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim dalam Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Cilacap. Penelitian ini menggunakan pendekatan biografi dan sosiologi. Pendekatan biografi ini digunakan untuk mengetahui sosok dan kehidupan K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim. Selanjutnya pendekatan sosiologi ini digunakan untuk mengkaji lingkungan sosial masyarakat Cilacap dan peran K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim sebagai mursyid. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peranan sosial oleh Erving Goffman dan teori kepemimpinan kharismatik oleh Max Weber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi empat langkah yaitu: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, latar belakang kondisi masyarakat Cilacap yang masih tergolong Islam abangan, sehingga para ulama Tasawuf datang ke Cilacap untuk menyebarkan ajaran tarekatnya. Kedua, K.H. Nur Muhammad Busthamil Karim merupakan mursyid TQN di Cilacap yang mempunyai peran cukup besar, sehingga TQN di Cilacap cukup berkembang pesat. Ketiga, peranan tasawufnya tidak jauh berbeda dengan para pendahulunya dalam struktural Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Hal ini ditandai dengan beberapa dakwahnya melalui pendekatan individu dan pendekatan kolektif. Selain itu, ia mengembangkan tarekat dengan cara-cara modern, misalnya mendirikan beberapa masjid dan pesantren sehingga perkembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah semakin berkembang pesat

    Metal matrix composites reinforced with SiC long fibers and carbon nanomaterials produced by electrodeposition

    No full text
    The research work of this PhD thesis was done on the study, production and characterization of two types of metal matrix composites: 1) fiber reinforced metal matrix composites and, 2) carbon nanomaterials reinforced metal matrix composites. In fiber reinforced metal matrix composites, a metal or an alloy is reinforced with continuous or discontinuous fibers in order to improve the specific strength and stiffness at high temperatures. For example superalloys are the typical materials for the hot parts of aeronautic engines. They are very important in the aerospace field as they offer high temperature mechanical strength together with a good resistance to oxidation and corrosion. But due to high temperatures involved in the service conditions, buckling of the material may occur. In order to avoid this high temperature buckling phenomena, a reinforcement of the superalloy could be needed to maintain the mechanical properties. For this reason it was thought to investigate the possibility of realizing continuous fibers reinforced metal matrix composites over the superalloys that can further improve the high temperature properties. Due to its simplicity and viability, electrochemical deposition was chosen as the production technique to produce this kind of composite materials. The selected substrate for electrodepositing the nickel matrix composite was nickel based superalloy Inconel-718, and monofilament continuous silicon carbide fibers were chosen as reinforcement. First of all chemical compatibility was studied between the nickel matrix, superalloy and silicon carbide fibers, both in the uncoated form, and coated with carbon or carbon/titanium diboride. Both theoretical calculations and experiments were conducted, suggesting the use of a carbon coating over fibers and a buffer layer of nickel to increase the interface quality as well as to avoid unwanted reactions between substrate and silicon carbide fibers. After studying the chemical feasibility of all the related components, electrodeposition of the composites was performed in order to demonstrate the practical feasibility of the process. Then final composites were deposited on the dog-bone shaped specimens of Inconel-718. The produced composites were subjected to mechanical tests in order to evaluate the mechanical properties at room temperature and at high temperatures (400 °C and 600 °C). Evaluation of the results shows improvement in the yield strength of the produced composites with respect to the superalloy alone at room temperature. There is a decrease in the yield strength at high temperatures due to the failure of the interface between the superalloy and the composite layer but it is demonstrated that if a hot pressing treatment is done, then the interface strength is retained at high temperature and thus yield strength values will also increase. Fracture analysis and EDS analysis were also performed on the fractured surfaces of the samples with the help of field emission scanning electron microscope in order to study the fracture mechanisms involved and the composition of the interface after their testing at high temperatures. The fracture mechanisms in Ni/SiC composite layer was of debonding and pull out type which is typical characteristic of the fiber reinforced composites. The superalloy fractures with ductile behavior at room temperature. At temperatures of 400 °C and 600 °C, the superalloy fails with more ductile character after extensive amount of plastic deformation before its fracture. Carbon nanomaterials are widely being used to reinforce the metallic materials in order to improve their electrical, thermal, corrosion, wear and friction resistance for particular applications. In this part of the research work, graphene nanoplatelets (GNPs) and graphene oxide (GO) were chosen as nano reinforcements to produce nickel matrix nanocomposites with the intention to evaluate their wear and friction behavior. Gr

    URGENSI PERKAWINAN MENURUT HAJI ABDUL MALIK KARIM AMRULLAH (1908-1981) DAN MUHAMMAD QURAISH SHIHAB (1944-Sekarang) (Kajian Tematik)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengertian keluarga.2. Untuk mengetahui seperti apa pandangan Haji Abdul Malik Karim Amrullah (19081981) dan Muhammad Quraish Shihab (1944) tentang urgensi keluarga didalam AlQur’an. Tinjauan pustaka dalam penelitian ini menjelaskan tentang pengertian AlQur’an, sejarah turunnya Al-Qur’an, munasabah serta pengertian keluraga, lafadzlafadz keluarga, dan membentuk keluarga. Sedangkan Metode penelitian ini menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan pendapat Haji Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) dengan Muhammad Quraish Shihab (1944) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut pemahaman Haji Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) mengenai tentang urgensi keluarga didalam Alqur’an ada empat yaitu: 1.Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia. 2.Untuk membentengi akhlak yang luhur. 3.Untuk ketenangan jiwa. 4.Untuk memenuhi tuntutan keturunan. Sementara menurut Muhammad Quraish Shihab (1944) urgensi keluarga itu adalah meraih sakinah dengan mengembangkan potensi mawaddah dan rahmat, terdapat didalam surat Ar-Rum ayat 21.sedangkan urgensi akhirnya adalah melaksanakn tugas khalifah dipermukaan bumi dalam pengabdian kepada Allah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwasanya tujuan keluarga menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) lebih menerangkan secara rinci urgensi dari keluarga tersebut dibandingkan dengan Muhammad Quraish Shihab (1944) yang menjelaskan urgensi dari keluarga tersebut.Menurut Haji Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) urgensi dari kelurga itu adalah: 1.Untuk memenuhi tuntutan naluri manusia. 2.Untuk membentengi akhlak yang luhur. 3.Untuk ketenangan jiwa. 4.Untuk memenuhi tuntutan keturunan. Sementara menurut Muhammad Quraish Shihab (1944-sekarang) urgensi keluarga itu adalah meraih sakinah dengan mengembangkan potensi mawaddah dan rahmat, terdapat didalam surat Ar-Rum ayat 21.sedangkan uregensi akhirnya adalah melaksanakn tugas khalifah dipermukaan bumi dalam pengabdian kepada Allah . Melalui tulisan ini tentu juga memiliki kekurangan, oleh sebab itu untuk lebih baik lagi kedepannya diharapkan saran dan masukan dari para ahli dan para guru suapaya lebih baik kedepannya
    corecore