1,721,645 research outputs found

    Analisis pesan dakwah KH. Muhammad Fuad Riyadi dalam buku Lidah Kyai Kampung: Islam itu gampang karya KH. Muhammad Fuad Riyadi

    Full text link
    Skripsi ini adalah penelitian yang mengkaji pesan dakwah KH. Muhammad Fuad Riyadi dalam buku " Lidah Kyai kampung; Islam itu gampang", Peneliti berangkat dari sebuah Rumusan Masalah bagaimana analisis wacana Pesan dakwah hila di tinjau dari model Teun A. Van Djik? Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis dan pendekatan penelitian kualitatif berdasarkan perspektif analisis wacana Van Djik menggunakan struktur makro dengan enam elemen pendekatan yaitu Tematik yaitu Didalam Islam tingkat ketakwaan seorang manusia merupakan dari kualitas keimannya seseorang di mata Allah. Skematik dengan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah secara niscaya kualitas keimanan kita pun akan semakin meningkat, Semantik Sebagai landasan seseorang hams berpegang leguh pada Al-Qur' an dan hadis.Sintaksis, KH. Muhammad Fuad Riyadi menyampaikan pesan bahwasanya kualitas keislaman seseorang dapat ditinjau dari segi dan zaman,termasuk logika dan estetika, Stilistik, kualitas atau yang terbaik di sini sesuai dengan tinjauan semua segi dan zaman, Retoris, kualitas iman yang terbaik adalah Nabi Muhammad SAW yang bisa di jadikan sebagai 1andasan. Dari basil penelitian ini, setelah menganalisis isi yang terdapat dalam pesan dakwah KH. Muhammad Fuad Riyadi dalam buku " Lidah kyai kampung; Islam itu gampang " sesuai dengan metode Analisis wacana Teun A. Van Djik dapat di ambil kesimpulan bahwa 4alam isi pesan dakwah K.H. Muhammad Fuad Riyadi mengandung tentang Islam soal kualitas, yang mengutamakan keimanan dan ketaqwaan sesorang untuk mencapai tempat yang hakiki. Harapan kedepan, setelah penelitian ini dilakukan dan dilaporkan adalah adanya penelitian lain yang berminat untuk lebih jauh meneliti isi pesan Dakwah KH. Muhammad Fuad Riyadi dengan menggunakan model pendekatan penelitian selain analisis wacana .Teun Van Djik. Sehingga kedepannya kajian ilmu khususnya ilmu media cetak dapat lebih berkembang dan luas jika di bandingkanpada saat ini

    ARMA: rocking chair / Muhammad Fuad Abdul Rahman

    Full text link
    ARMA is a comfortable and durable rocking chair designed with a combination of modular system, and embedded with living animals and living plants. This bench designed for users to socialised while being accompany by natural living elements. The purpose of the aquarium or a terrarium is as starting topic for making conversation. Users can talk about what kind of fish, sharing their knowledge and many more. The aims of this design allow users to communicate and interact with other people. For introverts, the natural living elements can encourage a connection between them (but it still depends on their preferences towards the living things, as Introverts can be biophobic as well). Based on researches humans tend to experience, reflect and bond with nature physically and mentally, and recent studies have proven the benefits of nature in the built environment for people's health and avoid wellbeing nearby natural elements can promote relaxation, depression and make people behave, emotionally and mentall

    MAKNA MUSIK BAGI KIAI: STUDI AKTIVITAS MUSIKAL KIAI MUHAMMAD FUAD RIYADI DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL FATIHAH PLERET, BANTUL, YOGYAKARTA

    Full text link
    Makna musik memiliki arti yang luas bagi setiap orang terlebih bagi penciptanya. Musik atau lagu merupakan sebuah simbol yang di dalamnya terdapat makna. Penelitian ini hendak mengungkap makna musik Rofa Band bagi seorang kiai. Selama ini kajian tentang makna musik jarang tersentuh dalam kajian Sosiologi Agama, hal ini dapat dilacak dalam skrpisi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiologi Agama untuk mengungkap sebuah fenomena mengenai Makna Musik Rofa Band bagi K.H. Muhammad Fuad Riyadi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitataif deskriptif dengan menggunakan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pihak yang terkait dan dokumentasi guna mengungkap aktivitas musik yang terdapat di pondok serta makna musik Rofa Band bagi K.H. Muhammad Fuad Riyadi. Dalam mengungkap makna musik penulis menggunakan teori Agama dan Kebudayaan milik Clifford Geertz yang kaitanya dengan simbol dan makna. Makan dibentuk dari relasi sistem pengetahuan dengan sistem nilai yang hanya dapat dipahami melalui simbol. Sistem simbol membawa dan menyampaikan ide pada orang lain. Simbol sendiri dapat berupa kata, prilaku, benda, musik, lirik, gambar, logo dan sebagainya. Simbol mengandung makna dan intepretatif Sementara makna musik merupakan perpaduan antara pengetahuan dan nilai yang melahirkan simbol berupa lirik lagu serta memiliki makna dibaliknya. Berdasarakan hasil penelitian yang telah penulis lakukan terdapat beberapa temuan sebagai berikut: Pertama, Musik Rofa Band dibentuk sebagai respon atas paham-paham radikalisme, ekstrimisme, dan Islam puritan yang berkembang dikalangan musisi. Para musisi yang terpapar doktrin Wahabi mereka rata-rata alergi dengan musik dan alat musik, bahkan terdapat salah satu musisi yang sampai membakar alat musiknya. Kedua, terdapat aktivitas musik yang ada di dalam Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah seperti musik Hadroh, musik Rofa Band, dan Jagongan bareng Pemusik. Ketiga, pemaknaan musik Rofa Band oleh K.H. Muhammad Fuad Riyadi yaitu sebagai bentuk ekspresi rasa cintanya pada Rasulullah dan melalui syair lagunya ia ingin mengungkapkan kecintaanya tersebut. Dengan demikian makna musik bagi K.H. Muhammad Fuad Riyadi sebagai respon atas paham radikalisme dan disisi lain sebagai ungkapan ekspresi cintanya pada Rasulullah

    PCW-01 WALLET: post COVID wallet / Muhammad Fuad Abdul Rahman

    Full text link
    After the Covid-19 pandemic, basic activities are back to normal with few restrictions and all citizen must follow standard operation procedures (SOP) that has been provided by the government. One of the activities is money transaction, even with the rise of digital payment it still comes with its drawbacks. Physical money transaction also comes with drawbacks such as the risk of being infected being higher. PCW-01 is a wallet that reduces the user being infected by the virus. The main function of this product is one hand operation paper money dispenser. Additional functions are refillable hand sanitiser spray, cards and coins compartments. This product used no electronic components, just simple mechanisms which can be easily replaced or repaired. The user can easily identify the moveable parts visibly and feel by using high colour contrast and hemisphere texture. The objectives of PCW-01 are (1) to dispense paper money using one hand only (2) to reduce the risk of being infected by the virus, (3) able to hold cards and coins in the wallet and (4) has a refillable sanitiser spray. An online survey with 20 questions is given to 31 participants virtually. This is used to acquire relevant information from the respondents regarding their behaviour before, during and after making money transactions physically, their view on digital payment and its drawback and their opinion on a wallet. Based on the online survey, it is shown that most of the respondent has a problem while using digital payment, the most frequent are slow Wi-Fi or data connection, the app unable or slow to respond and the phone or electronic device is unable to scan the QR code. Furthermore, their main payment method in a physical store and sometimes sanitize their hands after paying to the cashier. Hopefully, this product can reduce the risk of being infected while making physical money transactions in a physical store. PCW-01 may not replace the traditional wallet but in our current issue, it provides an alternative option to people

    Perunding Sinar Teguh Sdn Bhd / Muhammad Fuad Mohd Azhari

    Full text link
    Industrial Training is a compulsory requirement for students in certain programs at all level of higher education in Institutions of Higher Learning. It is also to satisfy the Engineering Technician Education Programme Accreditation Standard (ETAC) accreditation objective for Continual Quality Improvement (CQI) and to set a tool of benchmark for all diploma graduate holder. In this industrial training session, student got many new knowledge and experience that can only be achieved through the experience sharing by the industrial player and task that they already provided. It is very helpful in order for student to make sure that they are ready and competent enough to be in this challenge industry through up and down. Time and mental management are two of the crucial things that need to be managed in best possible way in order to avoid any possible mental health crisis and unnecessary work load. Networking and negotiating are two of the new things that can required through meeting and discussion with all parties that involve in this challenge industry is an important skill that need to be learned and mastere

    Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial

    Full text link
    MUHAMMAD FUAD ARIEF, E2A018010 Program Studi Pascasarjana Magister Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Penegakan Hukum Pidana Terhadap Tindak Pidana Ujaran Kebencian di Media Sosial, Komisi Pembimbing: Ketua Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H., Anggota Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum, S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana ujaran kebencian melalui media sosial serta hambatan-hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum dalam penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana ujaran kebencian di media sosial. Metode pendekatan menggunakan pendekatan yuridis empiris. Tipe penelitian adalah kualitatif dalam paparan deskriptif dengan mengambil lokasi di Kabupaten Banjarnegara. Pengumpulan data primer dengan wawancara, dan data sekunder melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana ujaran kebencian dilaksanakan melalui Sistem Peradilan Pidana (SPP) sebagai upaya terakhir penerapan sanksi pidana (ultimum remedium). Penegakan hukum ujaran kebencian dilakukan melalui proses pembuktian unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016. Bahwa ketentuan yang mengatur tentang hak kebebasan berpendapat dalam UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dapat dibatasi meskipun telah dijamin oleh ketentuan Pasal 28E ayat (3) UUD Tahun 1945. Hambatan-hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: faktor hukum itu sendiri, faktor penegak hukum, faktor sarana, faktor masyarakat dan faktor budaya

    Tahap kemiskinan masyarakat Orang Asli melalui pendekatan model kemiskinan multidimensi di Malaysia: Kajian kes di Terengganu / Muhammad Fuad Abdullah

    Full text link
    Kemiskinan dan ketidakseimbangan sosioekonomi merupakan suatu fenomena global yang perlu ditangani dalam menjadikan Malaysia sebagai sebuah negara maju. Namun begitu, pengukuran kemiskinan unidimensi (pendapatan atau perbelanjaan) melalui purata pendapatan garis kemiskinan (PGK) digunakan di Malaysia tidak menggambarkan kekurangan dan taraf hidup sebenar masyarakat. Pendekatan pengukuran kemiskinan multidimensi yang diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) merupakan metode yang lebih sesuai digunakan dalam mengukur kemiskinan sebenar masyarakat kerana ia melibatkan pelbagai dimensi dan indikator. Oleh yang demikian, kajian ini telah mengaplikasikan kaedah pengukuran kemiskinan multidimensi menggunakan empat dimensi dengan 17 indikator terhadap masyarakat Orang Asli di Terengganu, Malaysia. Objektif kajian ini adalah 1. Untuk mengkaji hubungan antara pemboleh ubah sosioekonomi dengan PGK bagi masyarakat Orang Asli di Terengganu; 2. Untuk mengenal pasti dimensi dan indikator kemiskinan yang menyebabkan kemiskinan masyarakat Orang Asli di Terengganu; dan 3. Untuk menentukan indeks kemiskinan menggunakan IKM bagi perkampungan masyarakat Orang Asli di Terengganu. Hasil kajian mendapati hanya terdapat tiga pemboleh ubah sosioekonomi yang mempunyai hubungan signifikan dengan PGK iaitu pendidikan, jenis pekerjaan dan dividen FELCRA. Menerusi pengukuran kemiskinan multidimensi, kekurangan tertinggi adalah dalam dimensi kekayaan diikuti pendidikan dan taraf hidup. Kajian ini juga mendapati, kekurangan tertinggi adalah dalam indikator ternakan komersial diikuti pengurusan sampah, tahun tamat persekolahan dan pendapatan. Selain itu, indeks kemiskinan IKM paling tinggi adalah di Kampung Sungai Pergam, Kemaman (3.9%) pada garis pemisah k=9 berbanding kampung-kampung lain. Oleh yang demikian, pendekatan kemiskinan multidimensi merupakan suatu kaedah pengukuran kemiskinan yang bersifat komprehensif dan mampu menunjukkan tahap kemiskinan sebenar kelompok masyarakat yang dikaji berbanding menggunakan kaedah pengukuran unidimensi. Hasil kajian ini membuktikan masyarakat Orang Asli khususnya di Terengganu masih lagi miskin walaupun matlamat pembangunan lestari menunjukkan tahap kesejahteraan hidup di Malaysia adalah baik. Kajian ini adalah penting kepada kerajaan khususnya JAKOA dan pembuat polisi dalam memberikan bantuan serta melaksanakan program pembasmian kemiskinan yang efektif kepada Orang Asli

    Expression of pluripotency markers on rat C-kit positive amniotic fluid cells from full-term pregnancy / Muhammad Fuad Aris

    Full text link
    The discovery of amniotic fluid stem (AFS) cells initiated a new and very promising field in stem cell research. AFS cells from full-term pregnancy serves a better alternative to AFS cells of mid-term gestation as it promises more safety to the patients, less adverse effect and more accessible. Previous study reported that the c-kit positive AF cells demonstrate the expression of pluripotency markers, Oct-4. Although the cells have been successfully expanded in a long period of time, it is still unknown whether the cells maintain its pluripotency in high passage number of cells, in vitro. Here we aim to characterize the expression of these markers on full term c-kit positive amniotic fluid (AF) cells at high passage number at molecular level, using Reverse Transription PCR (RT-PCR). Upon culturing, the c-kit positive cells exhibit heterogenous population of cells, with fibroblastic to epithelial-like morphology. The RNA of the cells were then extracted and subjected to RT-PCR. RT-PCR result demonstrates the absence of Oct-4 and Sox-2 expression in the c-kit positive cells. These data suggest that the passage number influence the potency of the c-kit positive cells. The study also suggests that the c-kit positive cells are able to survive in passage 70 (P 70) and beyond

    Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Terhadap Corporate Social Disclosure

    Full text link
    ABSTRAK PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP CORPORATE SOCIAL DISCLOSURE (Studi Empiris pada Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia) MUHAMMAD FUAD ZULFIANTO NIM. F0311080 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mekanisme corporate governance yang direpresentasikan dengan kepemilikan manajerial, kepemilikan publik, kepemilikan asing, ukuran dewan komisaris, dan ukuran komite audit terhadap corporate social disclosure pada perusahaan perbankan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan ukuran perusahaan dan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Pengungkapan sosial oleh perusahaan diukur menggunakan GRI 4.0. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2012 sampai tahun 2014. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 91 perusahaan perbankan. Sampel dipilih dengan menggunakan kriteria tertentu (puposive sampling). Pengujian dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan ukuran komite audit berpengaruh positif terhadap corporate social disclosure. Sedangkan kepemilikan manajerial, kepemilikan publik, dan kepemilikan asing tidak memiliki pengaruh terhadap corporate social disclosure. Kata kunci: corporate social disclosure, mekanisme corporate governance, kepemilikan manajerial, kepemilikan publik, kepemilikan asing, ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, ukuran perusahaan, profitabilitas, GRI

    Gold price forecasting by using ARIMA / Muhammad Fuad Hamzah, Fuad Hamzah and Khairul Nizam

    Full text link
    Gold is the most popular investment in the world because it has shown to be the most effective safe haven in a lot of countries. It is difficult to use method such as technical analysis to predict the gold value. Many prediction problems that contain a time component require time series forecasting, which is an important topic of machine learning. This is a study of gold rate that will predict the gold price by using one of the time series methods which is Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). In order to solve the problem, a dataset of gold collected from World Gold Council website. The main feature of the system is to create one stop centre of gold investment which can predict the gold price and other feature that can help investors. The predicted value visualized in a line chart graph that have two timeframe which are weekly and monthly. Then, admin able to customize the duration of the prediction which make the visualization graph become dynamic. The system also provide other features such as latest gold news, gold investment calculator and google map location of gold branch around Malaysia. The model of the prediction also done with accuracy testing by using Mean Square Error (MSE) and Root Mean Square Error (RMSE). As the results, the system got MSE of 0.0005 for weekly timeframe and 0.0013 for monthly timeframe. While the result of RMSE were 0.0223 for weekly timeframe and 0.0363 for monthly timeframe
    corecore