36 research outputs found

    BERPIKIR PROFETIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SD/MI

    Full text link
    Dalam dunia pendidikan para siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi dapat mengalami penurunan minat belajarnya. Salah satu contoh dalam pembelajaran matematika. Jika mereka diajarkan oleh guru dengan cara yang membosankan dan monoton, maka siswa akan cepat bosan dalam menerima pembelajaran tersebut di kelas. Sebaiknya, siswa yang mempunyai motivasi rendah, dapat mengalami peningkatan minat belajar jika dibimbing oleh seorang guru yang mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dan berpikir secara baik kepada siswanya. Berpikir profetik adalah berpikir sesuai dengan yang Nabi ajarkan atau lakukan. Pendidikan dengan perspektif profetik berarti mengkaji pendidikan sebagai program besar bangsa yang memiliki kekuatan prediktif ke masa depan yang lebih gemilang yang dilakukan oleh seseorang yang disebut nabi, yaitu orang yang berbicara awal atau pioner yang memproklamasikan diri dan berbicara masa depan. Dalam mengajarkan pelajaran matematika yang merupakan pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh siswa sebagai bekal dia menjalani kehidupan di masyarakat kelak. Belum lagi paradaban bangsa kita saat ini yang sangat terpuruk, sehingga kita seolah-olah telah hilang jati diri sebagai bangsa yang bermartabat, sehingga dibutuhkan kembali tingkat berpikir sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang sering kita sebut berpikir Profetik, yang sesungguhnya itu sudah diajarkan oleh orang tua masing-masing sebelum masuk SD. Kata Kunci: Berpikir Profetik, Pembelajaran, Matematika SD ABSTRACT In the world of education, students who have a high learning interest can experience a decrease in interest in learning. One example in mathematics learning. If they are taught by the teacher in a tedious and cheery way, then the students will get bored quickly in accepting the learning in class. Preferably, students who have low motivation, can experience increased interest in learning if guided by a teacher who knows how to communicate and think well to the students. Prophetic thinking is thinking according to what the prophet teaches or does. Education with prophetic perspective means studying education as a great nation program that has a predictive power to a more brilliant future conducted by someone called a prophet who is an early speech or pioneer who proclaims himself and speaks the future. In teaching Mathematics lesson which is a lesson that is needed by the students as their provision to live life in society later. Not to mention the paradaban of our nation at this time so badly, so we seem to have lost identity as a dignified nation, so it is necessary to return the level of thinking as taught by the Nabi Muhammad SAW that we often call Profetic thinking, which actually was already taught by parents each before entering elementary school. Keywords: Profetical Thinking, Learning, Elementary Mathematic

    Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia

    No full text
    Cyber crime could reasonably include a wide variety of criminal offences. There are many Cyber crime havi the same character with the conventional offences. The main difference, Cyber crime was known as a crime committed using a computer as a tool and it involves direct contact between the criminal and the computer. The offences committed to secret, integrity, computer data and system availability were need a special attention, because it has a difference of charater with the conventionai offences.150 HalamanTesis Magiste

    PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATEMATIKA BERBASIS LITERASI MATEMATIKA MELALUI ETNOMATEMATIKA DI CANDI BOROBUDUR UNTUK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

    No full text
    Pendidikan di sekolah dasar (SD) diasumsikan sebagai jenjang pemerolehan keterampilan dan pengetahuan dasar bagi siswa khususnya pada muatan pembelajaran matematika. Salah satu keterampilan dan pengetahuan yang masih jarang dipelajari oleh siswa adalah literasi matematika dan Etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan literasi matematika siswa SD masih rendah, salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan buku ajar berbasis literasi matematika oleh guru SD dalam pembelajaran matematika yang masih rendah. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan buku ajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan buku ajar matematika berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika, 2) mengungkapkan keefektifan buku ajar matematika berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika, 3) mengungkapkan kepraktisan buku ajar matematika berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan prosedur Research & Development (R&D) Borg and Gall (2003) yang terdiri dari (1) research and information collecting, (2) planning, (3) develop preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) main product revision, (6) main field testing, (7) operational product revision, (8) operational field testing, (9) final product revision, (10) dissemination and implementation. Subjek penelitian adalah siswa SD kelas IV di Gugus Jend. Sudirman Kec. Majenang Kab. Cilacap. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil analisis kebutuhan, validitas buku ajar, keterlaksanaan buku ajar pada pembelajaran dan angket respon guru dan siswa. Data kualitatif didapatkan dari data wawancara analisis kebutuhan dan data keterlaksanaan buku ajar berbasis literasi matematika melalui etnomatematika. Instrumen yang digunakan adalah angket, panduan wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan inferensial (t test), dan analisis data dari hasil pre-test dan post-test. Temuan penelitian sebagai berikut: (1) buku ajar berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang terdiri atas buku ajar, buku petunjuk penggunaan bagi guru dan orangtua. Buku ajar yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan validasi ahli untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika, (2) buku ajar berbasis literasi matematika melalui etnomatematika efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika, (3) buku ajar yang dikembangkan yang dikembangkan mendapatkan kriteria praktis dalam hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Kesimpulan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa buku ajar berbasis literasi matematika melalui etnomatematika yang layak, efektif dan praktis dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Saran pada penelitian ini buku ajar dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan hasil belajar. Kata kunci

    Model Kepemimpinan Guru dalam Proses Pembelajaran Di Kelas pada Jenjang SD/MI

    Full text link
    AbstrakHakekat kepemimpinan di kelas adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran di kelas. Guru juga dapat menjadi seorang pemimpin pada saat pelaksanaan pembelajaran  berlangsung, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Tujuannya diharapkan guru dapat memimpin siswa sesuai dengan fungsi kepemimpinan yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Seorang guru juga harus memahami model-model kepemimpinan yang baik, hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang baik sal ah satunya ditentukan oleh gaya kepemimpinan yang identik dengan model kepemimpinan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Pada proses pembelajaran di kelas tingkat sekolah dasar sangat berbeda dengan tingkat menengah, terutama dalam hal menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Otomatis gaya kepememimpinan guru juga harus disesuaikan dengan keadaan siswa di tingkat sekolah dasar.Kata Kunci: kepemimpinan di kelas, model kepemimpinan, guru AbstractThe nature of classroom leadership is the ability of influencing and motivating students to achieve learning goal at school. Teachers can also be a leader during the learning process, either inside or outside the classroom. The expected goal is the teacher role in leading students should be in line with the leadership function which is related to the learning goal. A teacher should also understand good models of leadership, because good teaching and learning process is determined by the leadership style which relects the teachers’ leadership model in in-class teaching-learning process. The learning system of primary level is very different from that of secondary level, especially in the way of delivering the teaching material to students. Therefore, teachers’ leadership style should be adjusted to the condition of students at primary school.Keywords: classroom leadership, leadership style, teacher</em

    MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI STRATEGI MANAJEMEN INTERVENSI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi manajemenintervensi terhadap perilaku buruk siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan melaluikajian literatur berdasarkan dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa optimalisasimanajemen kelas memfungsikan seluruh komponen, meliputi sekolah dan orangtua sebagaikomunitas moral yang berbagi tanggung jawab dan peran untuk mencegah dan mengatasiperilaku buruk siswa yang diwujudkan berupa kedisiplinan siswa pada prosespembelajaran. Optimalisasi kolaborasi orangtua dapat menciptakan komunikasi yangterapdu dengan pendidikan di sekolah untuk menghindari kontinuitas perilaku. Kesiapanseorang guru dalam penguasaan manajemen intervensi menjadi hal penting sebagai bentukdukungan guru terhadap penindakan perilaku siswa dengan tepat sasaran danmenumbuhkan sikap disiplin siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Integrasi nilaidalam kurikulum sekolah diperlukan sebagai upaya penanggulangan perilaku buruk agarsiswa memiliki pribadi yang berkarakter bai
    corecore