71 research outputs found

    Manajemen pelayanan biro perjalanan haji dan umrah di Sultan Agung Tour & Travel Semarang

    No full text
    Nama: Muhammad Anggit, NIM: 1401036077. Judul Skripsi: Manajemen Pelayanan Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Sultan Agung Tour & Travel Semarang. Skripsi ini fokus terhadap Bagaimana manajemen pelayanan Haji & Umrah di Biro Tour & Travel Sultan Agung Semarang dan faktor yang mendukung dan menghambat dalam pelayanan Haji dan umrah di Biro Tour & Travel Sultan Agung Semarang. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui dua persoalan pokok. (1)untuk mengetahui bagaimana upaya Sultan Agung Tour & Travel dalam memberikan pelayanan haji dan umrah. (2), seperti apa faktor yang mendukung dan yang menghambat dalam melaksanakan pelayanan untuk ibadah haji dan umrah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan mengambil lokasi penelitian di Sultan Agung Tour & Travel Semarang. Data-data dalam penelitian berupa data-data kualitatif yang berupa data primer dan sekunder. Data-data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teknik induktif untuk mengetahui jawaban atas pokok permasalahan yang telah dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1).perusahaan merespon keinginan para pelanggannya dengan memberikan pelayanan yang baik dan profesional agar jama’ah haji bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar, tertib, aman, dan nyaman. Sultan Agung Tour & Travel Semarang mempunyai kemauan yang kuat dan terus menerus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu pelayanan dengan peningkatan kinerja karyawan dengan pelatihan-pelatihan, menanyakan keluhan kepada jama’ahnya langsung, menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan pelanggan dan instansi terkait, adanya komunikasi antara pimpinan dan karyawan, serta perbaikan sarana prasarana yang ada di perusahaan Dengan adanya usaha –usaha tersebut diharapkan bisa memberikan pelayanan yang baik dan profesional serta bisa memenuhi kepuasan para pelanggannya.(2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelayanan biro perjalanan haji dan umrah di sultan agung tour & travel semarang dilakukan dengan menggunakan empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan. Perencanaan pelayanan meliputi perencanaan jadwal/ program, lokasi, alokasi biaya, pembimbing, dan perencanaaan materi haji dan umrah. Pengorganisasian pelayanan dilakukan mendasarkan struktur kerja SA Tour & Travel yang dilakukan secara koordinatif dan fasilitatif. Pengawasan pelayanan dilakukan dari awal kegiatan sampai selesai dengan Menggunakan teknik pengawasan secara langsung dan pengawasan tidak langsung (2) Respon jamaah Terhadap manajemen pelayanan haji dan umrah menyatakan sangat puas sebanyak 40%, puas sebanyak 42%, cukup puas 14%, kurang puas 4%, dalam kualitas pelayanan terdapat lima aspek pengukur kepuasan yaitu (tangible) kualitas pelayanan yang meliputi fasilitas fisik,(reliability) Ketepataan waktu dalam pelaksanaan bimbingan manasik, (responsiveness) kualitas pelayanan yang berupa kemampuan SA Tour & Travel dalam memberikan pembimbingan masalah ibadah haji dan umrah dan hal-hal yang terkait dengannya., (assurance) kualitas pelayanan yang mencakup kemampuan dan kesopanan dari pengurus dan pembimbing, (Empathy) kualitas pelayanan yang terkait dengan hubungan komunikasi yang baik antara pengurus SA Tour & Travel, pembimbing dan calon jamaah

    Speech Styles Performed by the Hosts of “Masterchef Indonesia Season 3” Cooking Talent Show

    No full text
    Pratiwi, Anggit. 2013. Speech Styles Performed by the Hosts of Masterchef Indonesia Season 3 Cooking Talent Show. Study Program of English, Universitas Brawijaya. Supervisor: Emy Sudarwati; Co-supervisor: Muhammad Rozin.Keywords: Speech style, Hosts, Masterchef Indonesia season 3 Cooking Talent Show.This study investigates the speech styles performed by the hosts of Masterchef Indonesia season 3 Cooking Talent Show when they talk to the participants of the show. In this study, the writer conducts two problems of the study which are: (1) What types of speech styles that are used by the hosts in “Masterchef Indonesia Season 3”? (2) What type of speech style that is mostly used in the show? The main theory to answer the problems of the study is the theory of speech style by Martin Joos (1967, cited in Broderick 1976) and also supporting theories of standard and non-standard of Bahasa Indonesia by Kridalaksana (1989) and Chaer and Agustina (2004) as the data of this study are in the form of Bahasa Indonesia. This study uses qualitative document analysis since the data of this study are in the form of words rather than numbers, and uses the transcription of the hosts' utterances to be analyzed. The data of this study are the hosts' utterances in Masterchef Indonesia season 3 the first episode containing speech styles. Of the 5 (five) types of speech styles based on Martin Joos theory (frozen style, formal style, consultative style, casual style, and intimate style), the writer only found 3 (three) of them. They are formal style, consultative style, and casual style. The type of speech styles that were mostly used by the hosts consultative style in 95 (ninety three) utterances or 66%, followed by casual style in 31 (thirty one) utterances or 21,5%, and the last is formal style in 18 (eighteen) utterances or 12,5%. The findings showed that the hosts preferred not to use frozen style since this show was more semi-formal show and also did not use intimate style since the relationship between the hosts and the participants was not extremely close. Finally, the writer suggests the next researchers to investigate the further study of speech style in the real society since there are so many objects in the surrounding society that can be conducted. The writer also suggests the next researchers to explore more theories and the newest theory of speech styles to gain more understanding for the further research about speech style

    Perancangan tata warna untuk Memvisualisasikan emosi pada film animasi “tarman: dendam kesumat”

    No full text
    Color is one of the most important basic elements in animated film. Color can provide a certain mood to the audience so that the message to be conveyed by the film can be delivered properly. The text convered explains the seacrh and exploration process of color for an emotion of tension, sadness and peace. The author also discusses the theory used to achieve the desired color in the film

    Outsiders d'Indonésie au musée de la création Franche à Bègles

    No full text
    OUTSIDERS D'INDONESIE :  Jusqu'au 6 septembre 2015, le musée de la création Franche propose une nouvelle exposition consacrée à l’art brut en Indonésie : Noviadi ANGKASAPURA // Erna KD // Yofii MOZHA //Muhammad NASIR // Ricky (Rixon NUMBERI) // Endru Sil (Hendro Susilo) // Tri OKTAFIYANI // Anggit  WICAKSONO // Shony WIJAYA : 9 créateurs dont 8 inédits en France. Le site du musée

    perkembangan batik gajah oling banyuwangi 1980-2013

    No full text
    ABSTRAK   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Perkembangan Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M. Hum.   Kata Kunci: Batik Gajah Oling, Perkembangan, Banyuwangi Batik Banyuwangi merupakan salah satu batik pesisiran yang banyak mengambil motif flora dan fauna sebagai ungkapan simbolis daerah setempat. Batik Banyuwangi mampu menunjukan kemajuannya di industri batik dengan ciri khas batiknya sendiri, meskipun Banyuwangi bukan daerah penghasil batik yang besar seperti Pekalongan, Jogja dan Solo. Industri batik di Banyuwangi terus berkembang sejak diketahui keberadaannya pada 1980. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut, seperti peran dari pengrajin itu sendiri dan juga tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah. Batik yang menjadi andalan dari Kabupaten Banyuwangi adalah batik Gajah Oling yang memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Banyuwangi, namun ada banyak versi yang berkembang terkait dasar filosofi yang terkandung dalam batik Gajah Oling, dan sampai saat ini masih belum ada kesepakatan final mengenai dasar filosofi batik Gajah Oling tersebut. Hal inilah yang menyebabkan dari masing-masing pengusaha batik maupun budayawan memiliki keyakinan sendiri-sendiri tentang keberadaan trade mark batik Banyuwangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap filosofi yang terkandung di dalam Batik Gajah Oling Banyuwangi, mengetahui bagaimana perkembangan yang terjadi pada Batik Gajah Oling Banyuwangi di tahun 1980 hingga 2013, dan seberapa jauh dampak dari perkembangan batik Gajah Oling Banyuwangi pada bidang ekonomi dan sosial bagi pembatik di Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik mendapatkan sumber penulis lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.  Berdasarkan pada eviden dan hasil analisis penulis peroleh, bahwa setiap motif batik mempunyai makna filosofi masing-masing. Makna-makna tersebut menunjukkan kedalaman pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan sampai sekarang nilai-nilai tersebut masih bertahan. Begitu pula dengan batik Gajah Oling Banyuwangi, yang memiliki dasar filosofi yang tidak lepas dari latar belakang sejarah Kerajaan Blambangan pada masa Raja Tawangalun. Batik Gajah Oling memiliki kisah yang panjang bagi masyarakat Banyuwangi. Nama Gajah Oling memiliki arti dan karakteristik tersendiri yang dapat dijadikan contoh dalam berkehidupan. Ketika kita memakai batik Gajah Oling didalamnya terdapat pesan yang tinggi bagi pemakainya yaitu layaknya seekor Gajah yang memiliki kekuatan yang besar untuk melawan kebatilan dan kesemena-menaan dan seperti seekor Oling yang memiliki kegigihan dan keuletan agar kita tidak pantang menyerah dalam menghadapi keadaan apapun. Pada penelitian ini juga diperoleh kesimpulan bahwa perkembangan batik Gajah Oling sejak 1980 hingga 2013 tidak lepas dari peran pengrajin yang terus melakukan inovasi dari segi desain maupun teknik membatik. Pemerintah pun juga turut andil dalam kemajuan batik Banyuwangi dengan mengeluarkan beberapa kebijakan khusus untuk meninggkatkan daya jual batik Banyuwangi, seperti melakukan pelatihan untuk pembatik yang diadakan satu tahun sekali, pengadaan event-event khusus batik seperti Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang diadakan pada 2013 dan juga pengeluaran himbauan atas usulan dari pembatik yang berisi himbauan kepada seluruh pegawai pemerintahan untuk menggunakan batik Banyuwangi di hari kerja yaitu pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Jadi, jika diamati pada penelitian batik Gajah Oling Banyuwangi ini terjadi kerjasama yang harmonis antara pengusaha batik dengan pemerintah daerah dalam upaya memajukan industri batik Gajah Oling Banyuwangi dari yang awalnya bersifat komersil personal menjadi industri sehingga timbul ekspansi penjualan batik yang bisa diterima pasar nasional bahkan internasional. Kondisi ini juga membawa dampak pada bidang ekonomi dan sosial. Berkembangnya batik Banyuwangi juga mempengaruhi jumlah tenaga kerja wanita yang bekerja di industri batik. Melalui tangan para pembatik, maka batik masih ada sampai saat ini dan dikenal para penerus budaya.   ABSTRACT   Sasmita, Anggit Gita. 2014. Development of Batik Gajah Oling Banyuwangi 1980-2013. Thesis, Programme of Study History Education, History Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: (1) Drs. Irawan, M.Hum. (2) Drs. Mashuri, M.Hum   Key Words: Batik Gajah Oling, Development, Banyuwangi Batik Banyuwangi is a coastal batik taking motives of fauna and flora as local symbolic language. However Banyuwangi is not a centre area of batik as like Pekalongan, Jogja, and Solo but it influences batik industry in general. It develops around 1980 and there are a lot of factors constructing its development. Those are the role of craftsman and the local government policy. Batik Gajah Oling as a main commodity of Banyuwangi has meaning and values for Banyuwangi society. Philosophically, there are some interpretations behind batik Gajah Oling; nevertheless there is no convention between entrepreneur and cultural observer on the philosophy of batik Gajah Oling. Therefore, they believe by themselves on the batik trade mark. This study aims to reveal the philosophy of batik Gajah Oling Banyuwangi; to know how batik Gajah Oling develops between 1980 and 2013; and how batik Gajah Oling influences social-economy aspect of Banyuwangi society. Historical method used for this study consisting of heuristic, critics, interpretation, and historiography. Moreover, the author compiles the sources from observation, interview, enumeration, and library research. Accordance with evidence and the author analysis result, that every batik has a motif and every motif has a philosophy itself. The meaning shows understanding of local value and that value still exist. Batik Gajah Oling Banyuwangi has a philosophy that according to historical background of kingdom of Blambangan in King Tawangalun period. Batik Gajah Oling has a long story for Banyuwangi society. The name of Gajah Oling has a special meaning and characteristic that as role for human race. When we are wearing batik Gajah Oling, there is a message for usage that like an elephant has a big power against a wickedness and a yoke and  also Oling has persistence and tenacity  so that we never give up to face a any situation. This study concludes that the development of batik Gajah Oling from 1980 to 2013 depends on the role of innovative craftsman not only on the design or the batik work. In addition, the government issues some specific policy to support batik Banyuwangi development, for instance training of doing batik work once a year, organizing batik events or Banyuwangi batik festival in 2013, and proposing all civil servants to wear batik Banyuwangi in work days between Thursday and Friday. It could be clearly seen that there is a good cooperation between government and entrepreneur to develop industry of batik Gajah Oling Banyuwangi from hold house industry to national and international industry. This influences social-economic aspect. Batik industry needs many workers especially women to do batik work. They are really known as a conservationist

    POLA KOMUNIKASI KOMUNITAS VIRTUAL DALAM MEMBANGUN NILAI KOKREASI (STUDI NETNOGRAFI PADA KOMUNITAS WEEABOO INDONESIA)

    No full text
    Pada tujuan penelitian yang hendak diraih berkenaan pada riset penelitian ini yaitu ingin mengetahui serta menjelaskan Motivasi terbentuknya komunitas weeaboo Indonesia serta pola komunikasi komunitas dalam membangun nilai kokreasi. Guna menunjang penelitian ini peneliti menggunakan pedekatan secara kualitatif dengan metode Netnografi. Data dilapangan dikumpulkan dengan melakukan wawancara semi terstruktur terhadap enam diantaranya: admin, moderator, anggota Komunitas weeaboo Indonesia, sebagai informan kunci yang relevan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa motivasi terbentuknya komunitas weeaboo Indonesia berdasarkan: dukungan atas minat pada budaya Jepang, terhindar dari stigma sosial, sebagai wadah Informasi bagi para penggemar budaya Jepang, dan yang terakhir motivasi atas pengakuan sosial. Selain itu penelitian ini juga memberikan eksplorasi pola komunikasi dalam membangun nilai kokreasi diantaranya: berbagi identitas, Kolektivitas Informasi, dan Berbagi Pengalaman.The purpose of the research to be achieved in this research is to know and explain the motivation for the formation of the Indonesian weeaboo community and community communication patterns in building co-creation values. To support this research, researchers use a qualitative approach to the Netnography method. Data on the ground was collected by conducting semi-structured interviews with six of them: admin, moderator, and members of the Indonesian Weeaboo Community, as relevant key informants in the study. The results of this study identified that the motivation for the formation of the Indonesian weeaboo community was based on three things: support for interest in Japanese culture, avoiding social stigma, as a forum for information for fans of Japanese culture, and most recently, motivation for social recognition. In addition, this research also provides an exploration of communication patterns in building co-profit values, including identity sharing, information collectivity, and experience sharing

    PENGARUH CULTURE SHOCK DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KEPUASAN KERJA TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI HONGKONG

    No full text
    The purpose of this research is to investigate the influence of culture shock and adversity quotient to work satisfaction of Indonesian Labor Forces in Hong Kong. This quantitative research includes multiple regression analysis with 111 respondent. The sampling technique is using Nonprobability Sampling. Purposive Sampling with sample criteria: Indonesian citizen who works in Hogkong, female, working in domestic sector, has been working for a minimum of 6 months in Hongkong. Her age must be 20 years old or older, and she must have an education at least of an Elementary School level. Measurement for Culture Shock the result of the adaptation of Mumford, the measurement for Adversity Quotient the result of a modification of Rachmawati, and the measurement for work satisfaction is the result of the adaptation of Minnesota Satisfaction Questionare (MSQ) Short Form scale. According to analysis from the double regression analysis of the Anova tabl 8.837 Fb and Ft 3.08. so that F count > F table e , we got p= 0.000 ( p F tabel, dan nilai Sig. 0.000 (p<0.05) R= 0.140. Hipotesis penelitian diterima.Kata Kunci: culture ahock, adversity quotient, kepuasan kerja, TK

    Analisis Strategi Pemasaran terhadap Minat Pengunjung pada Hadi Mall Departement Store di Wilayah Indonesia Bagian Timur

    No full text
    Artikel ini berisi tentang penerapan strategi pemasaran oleh hadi mall dalam menghadapi persaingan bisnis  di  bidang  Departement Store  terhadap minat pengunjung yang  berada di  wilayah Indonesia bagian timur. Karena yang terjadi dalam perkembangan usaha di masa sekarang ini yaitu terjadinya  peningkatan  jumlah  usaha  yang  menjual  produk  dengan  jenis  yang  sama  mengalami persaingan usaha yang semakin ketat dimana suatu perusahaan harus dapat melihat peluang bisnis dengan cermat di suatu wilayah yang kurang daya saingnya. Maka untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat tersebut perusahaan dituntut untuk cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan. agar usaha yang didirikannya dapat berkembang dengan baik. Dalam artikel ini jenis penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan penelitian kualitatif dengan kajian literatur, sudut pandang penulis dan juga data-data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan beberapa informan sebelumnya guna untuk mengetahui strategi apa saja yang harus dilakukan untuk menghadapi persaingan bisnis D e p a r te m e n t  S to r e  terhadap minat pengunjung yang berada di wilayah Indonesia bagian timur saat ini, yang  pada  akhirnya  pemeriksaan keabsahan  data  yang  digunakan  adalah  triangulasi  dan  bahasan referensiKeywords:  Pemasaran, Persaingan Bisnis, Strategi Pemasaran, Departement Stor

    Penelusuran Informasi Keagamaan Melalui Blog

    No full text
    Syaiful Nasrullah, 2015. Penelusuran Informasi Keagamaan Melalui Blog, Skripsi Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Pembimbing I: Drs. Ahmad Rijali, M.Pd, Pembiming II: Armiah, S.IP. ,M.Si Kata kunci: Informasi, Sistem Informasi, Informasi Keagamaan, Blog Orang yang menyebarkan agama melalui internet (Blogger) dapat berbagi informasi keagamaan jauh dari paham radikal sehingga dapat disebut seorang dai karena berdakwah via blog. Adapun masalah yang diteliti ialah blog apa saja yang memuat informasi keagamaan, siapa saja yang mengakses blog tersebut, dan apa saja manfaat informasi keagamaan bagi pengakses. Untuk mencapai tujuan diatas maka dalam skripsi ini dipakai sebuah metedologi analisis isi (content analisis) kualitatif, dengan membuat katagorisasi informasi yang berupa pesan aqidah, syariah dan akhlak, terdapat pada blog yang informasinya diposting dari April 2015 sampai Oktober 2015. Penelitian ini telah menemukan: Pertama, Blog yang memuat informasi keagamaan tersebut bersifat pribadi karena dilihat dari domainya. Kedua, Yang mengakses blog tersebut dapat dilihat dari kolom komentar berikut para pengakses, a). Maha Penyayang, b). Astari zaina ulfah, c).Maulidop, d). Nadya margaretha, e). Febby shadzmina, f). Karel, g). Sapto, h). Abu mughits, i). Jared jamaitun, j). Ibnu abi iffat, k). Riyan ariffandi, l). Andi nur gustiana, m). Endra mondja indiyanto, n). Ummu malik, o). Anggit sawastika, p). Afi rullikati, q). Agrippin L pinnigan, r). Muhammad abduh, s). Muhammad nur tonronge, t). Mata malaikat, u). Ara rabila. Ketiga Manfaat informasi bagi pengakses adalah. a). Untuk diamalkan, b). Kedua sebagai motivasi untuk diri sendiri, c). Menyebarkan kepada orang lain

    Tinjauan Kriminologis terhadap Kenakalan Anak di Wilayah Hukum Polres Tegal Kota

    No full text
    Anak merupakan amanah sekaligus karunia tuhan yang maha esa yang senantiasa harus jaga karena dalam dirinya melekat harkat martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. kenakalan anak (juvenile delinquency) remaja adalah perilaku jahat (dursila) atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda antara lain pencurian, perkelahian, kekerasan seksual, ancaman, dan jambret. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan anak di wilayah hukum polres tegal kota dan upaya yang dilakukan oleh polres tegal kota untuk menanggulangi kenakalan anak di Kota Tegal. Metode penulisan yang digunakan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian adalah desktiptif, sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi kepustakaan dan metode analisis data menggunakan kualitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian ini faktor penyebab terjadinya kenakalan anak adalah faktor ekonomi dan keluarga, lingkungan, teknologi. Upaya penanggulangan kenakalan anak dengan upaya pre-emtif, preventif dan represif
    corecore