13 research outputs found

    Catmosphere cafe / Shaiful Muhammad Arash Shaiful Johan ...[et al.]

    No full text
    Catmosphere is a distinctive cat cafe that merges a cozy cafe atmosphere with the therapeutic benefits of spending time with cats. Our mission is to create a relaxing space for cat-lovers to unwind, enjoy meals and beverages, and build connections with our feline friends. Catmosphere offers a unique and enriching experience with its key features. We provide a dedicated space for customers to enjoy their foods and drinks in the company of playful cats, fostering a stress-free environment for relaxation and connection. Complementing the joy of feline companionship, Catmosphere ensures a delightful culinary experience with a diverse menu of premium coffees, teas, and snacks. Moreover, the establishment takes community engagement to the next level by creating a dynamic space for cat lovers to come together, learn, and celebrate their shared passion while furthering awareness about responsible pet care. Catmosphere thus combines the pleasures of a quality cafe experience with the unique and heartwarming aspect of cat companionship, making it a haven for both coffee enthusiasts and cat lovers alike. Catmosphere strategically aligns itself with the burgeoning global trend of cat cafes, recognizing the increasing popularity and appeal of such establishments worldwide. By doing so, Catmosphere positions itself to capitalize on this trend and emerge as a local hotspot within its community. The cafe aims to draw in cat lovers who are not just seeking a typical coffee experience but are actively searching for unique and experiential ventures. Catmosphere distinguishes itself by providing a distinct blend of premium beverages and a relaxing atmosphere, enriched by the presence of playful cats. The focus on customer experience is central to its approach, ensuring that patrons not only enjoy quality drinks but also find joy, relaxation, and a sense of community through their interactions with the feline residents. In essence, Catmosphere taps into the broader movement of experiential dining and leisure while catering specifically to the niche audience of cat enthusiasts, creating a space that offers a delightful and unforgettable blend of coffee and feline companionship. Next, we have assembled a strong management team. This team is led by Nurul Nadira Abd Rani. Then, we have Muhammad Naufal Alif bin Husin as a marketing manager, Shaiful Muhammad Arash bin Shaiful Johan as financial manager, Sheikh Adib Hakim bin Sh. Mokhsin as an operational manager. In addition, the employees hired all have their experience in accordance with the position set within the company

    English as Global Language

    No full text
    Final Test Poster "English as Global Language" for History of English Language Group 1 : NAUFAL DZAKI A. (03010321027) ULFASIYAH (03010321037) NISSA AZ-ZAHRA (03020321076) MUHAMMAD ALIF R. (03020321071) SALVIA SALSABILA (03040321120) RIZKY FAUZIAH (03040321127

    Teknik Pembenihan Ikan Mas Merah Najawa (Cyprinus carpio L.) Di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    No full text
    "Ikan mas merah najawa (Cyprinus carpio L.) merupakan hasil pengembangan strain ikan mas yang dilakukan oleh Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karakteristik utama ikan mas merah najawa yaitu memiliki warna tubuh merah menyala yang berbeda dengan jenis ikan mas umumnya yang beredar di daerah lainnya. Kesediaan benih ikan mas merah najawa ini menjadi fokus utama di BPTPB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta karena jumlah peminat ikan ini cukup tinggi. Maka dari itu, upaya – upaya peningkatan produksi benih ikan mas merah najawa terus dilakukan untuk menjaga sustainability usaha budidaya ikan mas merah najawa di daerah Yogyakarta maupun daerah lain. Pembenihan ikan mas merah najawa menggunakan metode pemijahan alami dimana metode ini baik untuk diterapkan dalam budidaya agar memperoleh benih unggul. Tujuan dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) adalah untuk mengetahui secara langsung tentang teknik pembenihan ikan mas merah najawa (C. carpio L.) di BPTPB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Cangkringan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu melalui pengambilan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Data sekunder diperoleh dari literatur, dokumen, dan data-data dari BPTPB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pembenihan ikan mas merah najawa (C. carpio L.) di BPTPB Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di UKBAT Cangkringan dimulai dari pemeliharaan induk, pemijahan, pemeliharaan telur dan larva, kontrol kualitas air hingga pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pemeliharaan induk meliputi persiapan kolam induk, seleksi induk, dan pemeliharaan induk. Kegiatan pemijahan meliputi persiapan kolam pemijahan, pemasangan kakaban, dan proses memijah. Kegiatan pemeliharaan telur dan larva meliputi penanganan telur, grading, pendederan I, pendederan II, dan pendederan III. Pengamatan dan kontrol kualitas air dilakukan dengan mengukur suhu, pH, dan DO yang hasilnya menunjukkan masih dalam kisaran optimal. Sementara pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan berbagai upaya khusus dan disesuaikan dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang ikan mas merah najawa di berbagai fase.

    Modifikasi Permainan Olahraga Anak SD/MI Pemicu Gerak Motorik Aktif

    No full text
    Penulis: Muhammad Restu Wicaksono, Isna Sofia Zahrotul I, Layla Yusyi K. R, Lailatul Masuroh, Latifah Nikmah, Lia Hamidatus S, Lutfi Cholifatul R, Maila Fatiha, Meliyanti Agustina, Mohammad Saifudin, Muhammad Faizul M, Nabila Zakiyah S, Natasya Eka M, Niken Nur A, Nila Khoirun N, Nindy Mei S., Niswatul Qonita, Nur Khofifatuz Z, Lailatul Fitri, Mayada Mariyatul Q., Meike Dwi M, Tutus Hafidah, Muhammad Asfarulghofilin, Muhammad Hanif, Mutimatul Fadilah, Nabilah Qotrun N, Naurah Salsabila, Neha Anjeli P, Niha Ni’matus S, Nur Fauzi R, Putri Alya C, Rahma Alif Ash Shiddieqy, Riska Dwi K, Risma Amilia F., Salsabil Kyoka, Sa’adatin Nisa’, Sintia Dwi N, Siti Ma’rufah, Sovia Dwi I, Galuh Miftakulrohmah, Iga Zulfa I, Karisma Ayu S, Lana Khairani P, Moch. Ikmal Ardiansyah, M. Qoyyum Bilhaq, Nanda Misbakus S, Naufal Irfaana Hafizh, Novita Mar’atus S., Nur ‘Azizatul H. Editor: Dr. Adi Wijayanto, S.Or., S.Kom., M.Pd., AIFO Buku ini merupakan karya anak bangsa, yang ditulis sebagai bentuk alternatif permainan bagi anak usia SD/MI. Proses belajar pendidikan olahraga harus didisain sedemikian rupa, menarik untuk diikuti atau didalami siswa. banyak siswa yang bosan dengan ragam permainan yang monoton. Buku ini hadir tentunya untuk menjadi salah satu referensi bagaimana para guru dapat menghadirkan permainan yang asik dan menyenangkan bagi para siswanya agar dalam pembelajaran dapat tercipta berbagai variasi agar siswa tidak bosan. Permainan yang dihadirkan harus memenuhi tiga domain yaitu kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan atau penguasaan gerak keahlian) dan afektif (perubahan sikap atau perilaku atau kharakter). Dengan adanya nilai-nilai tiga domain tadi diharapkan tujuan pembelajaran terhadap siswa dapat tersampaikan

    LEGIBILITY ANALYSIS ELEMEN PEMBENTUK CITRA KOTA DI KAWASAN PASAR SUDIMAMPIR KOTA BANJARMASIN

    No full text
    Sudimampir Market is in the Central Business District (CBD) area of ​​Banjarmasin City, South Kalimantan Province, which was initiated by a Dutch architect, Ir. Thomas Karsten in 1937. Around the 1960s this market began to grow rapidly because many foreign traders started trading around the area. The Sudimampir Market area is one of the oldest service trading areas in Banjarmasin City but does not show any distinct image physically that represents it as an old town area that can increase the number of visitors and can add value ​​to an area. The problem raised in this study is what are the characteristics of the five elements of city image in the Sudimampir Market Area that contribute to the image formation of the area as a whole. This study used Legibility Analysis to see the characteristics and legibility of the five elements of the city's image in the Sudimampir Market Area. The results showed that there were 3 path elements with characteristics that need to be improved and 3 path elements with invisible characteristics, 1 edge element, 1 district element, 9 intersection nodes elements and 3 activity nodes elements, and 1 landmark element. City image elements that describe the Sudimampir Market Area as the Old Town Area are the path and the district, while other elements do not enough describe the Sudimampir Market Area as the Old City Area of Banjarmasin.Pasar Sudimampir adalah pasar yang terletak pada wilayah Central Business District (CBD) Kota Banjarmasin, yang digagas oleh arsitek Belanda yaitu Ir. Thomas Karsten pada tahun 1937. Sekitar tahun 1960 an pasar ini mulai berkembang pesat karena banyak pedagang asing mulai berdagang di sekitar area tersebut. Kawasan Pasar Sudimampir merupakan salah satu kawasan perdagangan jasa tertua di Kota Banjarmasin, tetapi tidak menampilkan karakteristik spesifik secara fisik sebagai Kawasan Kota Lama, yang sebenarnya dapat meningkatkan minat pengunjung untuk berkunjung dan dapat menambah nilai pada kawasan tersebut. Permasalahan yang akan diselesaikan dalam penelitian ini adalah bagaimana Karakteristik Lima Elemen Citra Kota di Kawasan Pasar Sudimampir yang dapat berkontribusi pada citra kawasan secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan Legibility Analysis untuk dapat melihat karakteristik dan keterbacaan dari lima elemen citra kota yang ada pada Kawasan Pasar Sudimampir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 elemen path dengan karakteristik perlu ditingkatkan dan 3 elemen path dengan karakteristik tidak terlihat, terdapat 1 elemen edge, 1 elemen district, dengan 9 elemen nodes persimpangan dan 3 elemen nodes aktivitas dan 1 elemen landmark. Identitas elemen citra kota yang menggambarkan Kawasan Pasar Sudimampir sebagai Kawasan Kota Lama adalah elemen path dan elemen district, sedangkan elemen lainnya belum menggambarkan Kawasan Pasar Sudimampir sebagai Kawasan Kota Lama Kota Banjarmasi

    Catoe Rimueng: Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak dan Remaja melalui Seni Bertutur di Panti Asuhan Media Kasih

    No full text
    Self confidence is considered very important for the development of adolescents and children’s as it is one of the standard criteria for achiving individual social and emotional development. Adolescents and children’s  who possess self-confidence will have a positive self-image and self-concept. On the other hand, adolescents and children with low self confidence will show doubtful behavior when  completing tasks, do not dare to speak in a group activities without support, tend to withdraw and avoid participating in discussion, isolate themselves from their environment, and tend to be aggressive. Through catoe rimueng training and the art of speech activities, children’s in orphanage can enhance their self confidence. The objective of this community service is to boost the self confidence of the children at Media Kasih Orphanage in Banda Aceh City. The observation instrument used before and after the implementation of this community service is The Lautser Self Confidence Scale (2012). Based on the observation, there is an increase in children’s self confidence before and after the implementation. Thus, there is potential for program sustainability with defined product prototypes.Kepercayaan diri dinilai sangat penting terhadap perkembangan anak dan remaja. karena menjadi salah satu kriteria standar pencapaian perkembangan sosial dan emosional individu. Anak dan remaja yang memiliki kepercayaan diri akan memiliki gambaran dan konsep diri yang positif. Di sisi lain, anak dan remaja dengan kepercayaan diri yang kurang akan menunjukkan perilaku keraguan dalam menyelesaikan tugas,  tidak berani berbicara pada suatu aktivitas kelompok jika tidak mendapatkan dukungan, cenderung menutup diri, menghindari aktivitas diskusi, menarik diri dari lingkungan, dan cenderung menjadi agresif. Melalui permainan catoe rimueng dan kegiatan seni bertutur, anak-anak di panti asuhan dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri anak-anak Panti Asuhan Media Kasih di Kota Banda Aceh. Instrumen yang digunakan dalam pengamatan sebelum dan sesudah pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah Skala Kepercayaan Diri Lautser (2012). Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat peningkatan kepercayaan diri anak sebelum dan sesudah pelaksanaan. Dengan demikian, terdapat potensi keberlanjutan program dengan prototipe produk yang ditetapkan

    Policy Implications of Farmer Household Strategies in Karehkel Village: Responding to Neoliberal Agricultural Shifts

    No full text
    Karehkel Village is recognized for its vast agricultural potential, with most residents relying on farming. However, the government’s neoliberal policies, such as infrastructure development and investment enhancement, have significantly affected Karehkel’s agrarian structure. Research was conducted using a qualitative approach, with in-depth interviews exploring the history of Karehkel’s agrarian system as a symbol of identity and culture. Farming is seen as an ancestral heritage to be preserved. In response to neoliberal policieswhich are adaptive and solution-oriented, such as storing rice for personal consumption, selling to middlemen at high prices, and limiting land sale activities, have been able to overcome the challenges of neoliberal policies at least until now.. The agrarian structure’s transformation has led to challenges and barriers, including the repurposing of traditional farmland for property investments or businesses, a decline in local land ownership with most lands transferring to investors, and a decrease in farmers’ socio-economic independence in food provision. The government’s lack of effective solutions to maintain agricultural land sustainability has resulted in reduced agricultural production, increased dependence on external parties, migration and social changes, and diminished interest in agriculture among the youth. Keywords: agrarian structure, farming households, neoliberal policies, strategie

    Sistem Informasi Pengelolaan Barang Pada CV Z3 Indonesia Solusi Jakarta

    No full text
    Di era teknologi saat ini, penggunaan perangkat lunak sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis. CV Z3 Indonesia Solusi masih menggunakan metode manual berbasis kertas untuk mencatat persediaan dan penjualan, yang menyebabkan kesulitan dalam integrasi data dan penyusunan laporan. Penerapan sistem informasi berbasis web dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan dan akurasi pengolahan data. Sistem ini memungkinkan integrasi data penjualan dan pembelian, pemantauan persediaan barang secara real- time, serta mengurangi kesalahan pencatatan manual. Penggunaan sistem yang terkomputerisasi juga akan menghasilkan informasi yang lebih akurat dan efisien. Penelitian ini mengusulkan perancangan sistem berbasis web untuk menggantikan pencatatan manual, memastikan data selalu terbarui, dan memudahkan pengelolaan persediaan. Dengan metode Rapid Application Development (RAD), perangkat lunak ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memudahkan pemantauan persediaan, dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar yang kompetitif

    EVALUASI DAMPAK IMPLEMENTASI ERP TERHADAP EFISIENSI RANTAI PASOK DI INDUSTRI MANUFAKTUR

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi yang pesat mendorong perusahaan manufaktur untuk mengadopsi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi ERP terhadap efisiensi rantai pasok di industri manufaktur dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur terhadap berbagai studi kasus di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ERP secara signifikan meningkatkan efisiensi rantai pasok melalui integrasi data real-time, optimasi manajemen persediaan, percepatan proses produksi, dan peningkatan visibilitas seluruh tahap rantai pasok. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan manajemen, dan pemilihan sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan manufaktur untuk memperkuat pelatihan karyawan, pemutakhiran sistem, dan strategi integrasi ERP-SCM yang berkelanjutan
    corecore