1,722,406 research outputs found
KOMPARASI KONSEP DAKWAH MUHAMMAD AHMAD SAHAL MAHFUDH DAN NURCHOLISH MADJID
Tokoh intelektual Muhammad Ahmad Sahal dan Nurcholish Madjid telah memkonsepsikan sikap keberagaman yang menghormati agama lain dengan tidak mengesampingkan pesan dakwah, kedua tokoh tersebut mampu mengisi kekosongan dari paradigma itu dengan usaha yang mereka lakukan dalam menjembatani dialog umat beragama di Indonesia, dengan menggunakan konsep dakwah masing - masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep dakwah yang dikembangkan ke dua tokoh intelektual dan mengenalisa komparasi konsep dakwah keduanya. Peneltian ini sepenuhnya merupakan penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif analisis komparatif. Analisis data yang digunakan merupakan analisis isi atau kajian isi. Berdasarkan hasil penelitian yangtelah dilakukan dapat diketahui letak kesamaan konsep dakwah Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh dan Nurcholish Madjid, adalah sama-sama memberikan perhatian yang serius terhadap dinamika umat dewasa ini, terutama mencakup wilayah ekonomi. Adapaun letak perbedaan konsep dakwah kedua tokoh tersebut adalah pada penjabaran konsep dakwah itu sendiri. Nurcholish Madjid hanya memaparkan konsepnya dalam suatu perumusan yang global karena wilayah dakwah yang ingin dicapai sangat luas, sedangkan Muhammad Ahmad Sabal Mal1fudh konsep dakwahnya didapati secara rinci yaitu, dengan; menentukan, mempelajari dan mencoba memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi kelompok sasaran dakwahnya
"Come Pilato nel Credo"? Muhammad Ahmad Khalafallah pioniere di una narratologia coranica
The pioneer of studies on narrative in the Quran: Muhammad Ahmad Khalafalla
al- Ḥaraka at-taʿāwunīya fi 'l-Yaman wa-qaḍīyat at-tanmiya al-iqlīmīya
Professors World Peace Academy - Middle East. Muhammad Ahmad Al-Saidi (ed.)al-Ḥaraka at-taʿāwunīya fi 'l-Yaman wa-qaḍīyat at-tanmiya al-iqlīmīyaZsfassung in Arabisch. - Teilw. in arab. Schr., arab
Al-Usthurah fi-l-Qishah Al-Qur’aniyah ‘Inda Muhammad Ahmad Khalafullah
This article examines the story on Qur'an which is one of the greatest elements in the Qur'an. It shows that a story has become an easy intermediary for delivering messages and lessons. Muhammad Ahmad Khalafullah is a contemporary Islamic intellectual Faculty of Art and Literatures, Cairo University, in 1939, offered his thoughts in his dissertation about reading Qur'anic story. It aimed to make the Qur'an reader and researchers are able to take full existence from stories in Qur'an. Through its comprehension of story style in Qur'an One of his seemingly contradictory thoughts is the existence of an element of mythology in the story of the Qur'an. The methodology in this discussion is the method of analysis of the thoughts of Muhammad Ahmad Khalafullah along with the criticisms with the foundations of the arguments and arguments of scientist Qur'an. it is understood that the story in the Qur'an Muhammad Khalafullah is an opinion that makes misunderstanding over the Qur'an itself
Implementasi paradigma Fiqih sosial KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz dalam pembangunan dan perkembangan Hukum Islam di Indonesia
KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz telah menempatkan fiqh sebagaimana posisi semula, bukan semata-mata sebagai produk hukum atau alat rekayasa sosial sesuai prinsip the law as a tool to the social engineering. Lebih dari itu, fiqh memiliki potensi sebagai sarana pembebasan dan emansipasi sosial. Fiqh sosial menjadi penengah antara autentisitas dan orisinalitas teks sakral vis a vis dinamika rasio progresif dan produktif. Turning point fikih sosial bertumpu pada realisasi kemaslahatan publik, sehingga, hasil dari pemikiran Fiqh Sosial Sahal Mahfudz telah tebukti memiliki korelasi dengan pembangunan dan pengembangan hukum Islam di Indonesia.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis : 1) Tema-tema pemikiran fiqh sosial KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz dalam membangun dan mengembangkan hukum Islam di Indonesia, 2) Metode fiqh sosial hukum Islam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz, 3) Transformasi pemikiran fiqh sosial hukum Islam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz dalam sistem hukum nasional di Indonesia. Teori yang melandasi penelitian ini adalah teori mashlahah sebagai grand theory, teori pembangunan hukum Islam sebagai middle theory, dan teori istinbath sebagai applied theory.
Jenis penelitian dalam desertasi ini berupa kualitatif, dengan metode penelitian analiss deskrfiptif dan pendekatan yuridis normatif untuk mengalisis implementasi paradigma fiqh sosial KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz dalam pembangunan dan perkembangan Hukum Islam di Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Pertama, Tema-tema pemikiran Fiqh Sosial Hukum Islam Sahal Mahfudz terdiri dari: a) bidang mu’amalah, b) bidang Hukum Keluarga Islam dan c) pengelolaan zakat. Ketiga bidang tersebut dapat mewakili paradigma Fiqh Sosial Sahal Mahfudz yaitu pola pemikiran progresif sebagai respon atas stagnasi (jumud) yang dialami oleh Fiqh Konvensional, khususnya dalam masyarakat pesantren tradisional. Kedua, Metode Fiqh Sosial Hukum Islam Sahal Mahfudz ialah mempergunakan metode kontruksi ijtihād tat̟bîqî yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu : a) pengembangan masālik al-‘illāh, Kiai Sahal dalam mengembangkan teori masālik al-‘illāh dengan menggabungkan pemahaman qiyāsi murni dengan maqās̟id syāriāh (lima tujuan aplikasi syariah). Dengan demikian, lapangan ijtihād akan terfokus pada wilayah pengembangan masâlikul ‘illat saja sehingga fiqh relevan dengan kemaslahatan umum (mas̟lah̟ah ‘ammah), b) keterbukaan pada metode ijtihād madzhab lain. Ketiga, Transformasi pemikiran Fiqh Sosial Hukum Islam Sahal Mahfudz dalam sistem hukum nasional di Indoensia memiliki korelasi dengan pembangunan dan pengembangan hukum Islam
STUDI NASKAH PEMIKIRAN DAKWAH (Muhammad Ahmad Al-Adawy)
This article is focused on the concept of preaching Muhammad Ahmad Al-adawy in the book Da\u27watur rusul ila Allahi Ta\u27ala. This article is in the form of a literature review whose data is obtained from a literature study. Then the data obtained is then processed and analyzed using a socio-historical approach with a historical-elective-elimative method using a descriptive analytic model. The results of this study indicate that the concept of preaching al-Adawy does not see things about; First, be consistent to reveal the Purpose of the Stories of the Qur\u27an. Second, consistency in colonial thinking, this is due to the times passed by when Egypt was under the influence of British colonialism. Third, be consistent in revealing the historical roots of the stories of the Qur\u27an by consolidating verses with verses that talk about the history. Fifth, consistently pay attention to issues that are close to his time, such as problems with temples and graves
Kritik atas pemikiran Muhammad Ahmad khalafullah terhadap ayat-ayat tentang kisah mitos dalam al-Qur'an: kajian terhadap kitab al-Fann al-Qasasi fi al-Qur'an al-Karim
Bagi umat Islam, otentisitas Alquran sebagai kitab suci tentu saja tidak menyisakan ruang untuk diperdebatkan. Karena sebagai “teks Samawi”, Alquran mustahil diselipi kesalahan yang akan menjatuhkan dan mencederai statusnya. Tetapi, bagaimana jika kisah dalam Alquran dikaitkan dengan mitos? Karena skala kebohongan mitos lebih besar dibandingkan kebenarannya. Apalagi, jika kisah mitos tadi kemudian disematkan ke dalam Alquran, tentu yang akan menjadi tanda tanya besar adalah apakah kisah mitos tersebut tidak akan mengurangi keotentikan Alquran? Sehingga, perlu adanya penggalian lebih mendalam terhadap pemikiran yang menganggap adanya kisah mitos dalam Alquran. Untuk melakukan pembacaan pada pemikiran kisah mitos tersebut, penulis mengacu pada karya Khalafullah, al-Fann al-Qasasi Fi al-Qur’an al-Karim, dengan rumusan masalah yang akan dipecahkan bagaimana pandangan Muhammad Ahmad Khalafullah tentang adanya kisah mitos dalam Alquran? Bagaimana interpretasi Muhammad Ahmad Khalafullah terhadap kisah mitos dalam Alquran? Bagaimana kritik atas pemikiran Muhammad Ahmad Khalafullah terhadap ayat-ayat tentang kisah mitos dalam Alquran. Untuk menelitinya, penulis menggunakan penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan untuk menganalisa data yang telah terkumpul dan terklasifikasikan, penulis akan menggunakan metode deskriptif-analisis. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang cukup berarti bagi khazanah keilmuan Islam, terutama di bidang kajian tafsir Alquran. Setelah penulis melakukan deskripsi dan analisis terhadap pemikiran Khalafullah tentang kisah mitos dalam Alquran, maka penulis mendapatkan kesimpulan bahwa kisah mitos merupakan bagian dari kisah sastra yang terdapat dalam Alquran. Jasad kisah bukan maksud yang dituju oleh Alquran. Akan tetapi, maksud sebenarnya adalah berbagai bimbingan dan petunjuk keagamaan serta moral. Bagi Khalafullah, Alquran tidak pernah mengingkari akan keberadaan unsur-unsur mitos di dalamnya. Yang diingkari Alquran adalah bila keberadaan unsur mitos tadi dijadikan bukti akan kebenaran Alquran sebagai karya Muhammad saw. dan tidak diturunkan dari langit. Kritik atas pemikiran Khalafullah adalah bahwa asatir bukan berasal dari Nabi Muhammad terletak pada QS. al-Furqan/25:4 bukan ayat 5-6. Adapun untuk redaksi pada ayat 5-6 menunjukkan bahwa Alquran memang menafikan keberadaan asatir dalam kandungan Alquran secara keseluruhan
- …
