591 research outputs found
Identitas politikus selebritas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil
Instagram has become a new public space in politics used to influence and attract public sympathy by a politician, one of whom is Ridwan Kamil. This article aims to explain the process of building and maintaining the identity of celebrity politician Ridwan Kamil on the Instagram account @ridwankamil as a way of carrying out a hegemony project. Mixed methods are used in this article through a corpus-based digital humanities approach, a theoretical framework of critical discourse analysis, hegemony, celebrity politicians, and self-presentation. The research results show two findings. First, Ridwan Kamil built the identity of a celebrity politician through his Instagram account by using visual images to show his physical characteristics. Second, Ridwan Kamil often uses the words "Bandung" and "West Java" as nodal points which refer to the area of political power he has, then uses the words "I" and "us" as well as three self-presentation techniques, namely self-branding, life streaming, and micro-celebrity to maintain the identity of celebrity politicians. This article argues that the identity of celebrity politicians is a hegemonic project because the chains of equality and the illusion of closeness created by celebrity politicians obscure power relations, but on the other hand, show themselves as rulers.Instagram menjadi ruang publik baru di dunia politik yang digunakan untuk memberikan pengaruh dan menarik simpati publik oleh seorang politikus, salah satunya Ridwan Kamil. Artikel ini bertujuan menjelaskan proses membangun dan mempertahankan identitas politikus selebritas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil sebagai cara melakukan proyek hegemoni. Metode campuran digunakan dalam artikel ini melalui pendekatan humaniora digital berbasis korpus, kerangka teori analisis wacana kritis, hegemoni, politikus selebritas, dan presentasi diri. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan. Pertama, Ridwan Kamil membangun identitas politikus selebritas melalui akun Instagram melalui citra visual untuk menunjukkan ciri fisik dirinya. Kedua, Ridwan Kamil kerap menggunakan kata “Bandung” dan “Jawa Barat” sebagai titik nodal yang mengacu pada wilayah kekuasaan politik yang dimilikinya, lalu menggunakan kata “saya” dan “kita” serta tiga teknik presentasi diri, yakni self-branding, life streaming, dan micro-celebrity untuk mempertahankan identitas politikus selebritas. Artikel ini berargumen bahwa identitas politikus selebritas merupakan proyek hegemoni karena rantai kesetaraan dan ilusi kedekatan yang diciptakan politikus selebritas mengaburkan relasi kuasa, tetapi di sisi lain menunjukkan dirinya sebagai penguasa
Retorika Ridwan Kamil dalam menyampaikan pesan dakwah analisis video youtube “Ceramah Tarawih 4 Ramadan 1443 H ~ Dr. (H.C) Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.”
Pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh komunikan jika menggunakan prosedur dan pendekatan yang baik dan benar. Bagi seorang da'i, retorika menjadi langkah krusial dalam proses dakwah karena merupakan ilmu yang mempelajari seni bertutur kata. Setiap da'i tentunya memiliki gaya dan kepribadian yang unik, serta manfaat yang unik. Dakwah masih terus berkembang hingga saat ini, mulai dari sarana dan media yang digunakan untuk itu. Salah satunya adalah dakwah dengan menggunakan media YouTube. Seperti yang dilakukan Ridwan Kamil, ceramahnya di unggah oleh channel media YouTube Masjid Kampus UGM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana retorika Ridwan Kamil memanfaatkan Ethos, Pathos, dan loghos dalam menyampaikan pesan keagamaan.
Kajian ini menggunakan teori retorika Aristoteles yang berpendapat bahwa terdapat tiga pendekatan yang menjadi inti pemikiran retoris, yaitu ethos sebagai ukuran kredibilkitas seorang da'i, pathos sebagai ukuran pemahaman seorang da'i terhadap karakter seorang mad'u dan keadaan emosional, dan loghos sebagai ukuran masuk akal atau cerna pesan secara penggunaan bahasa.
Teknik yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah analisis isi content analysis, yang meliputi pemeriksaan dan pengolahan secara metodis isi pesan atau data informasi, baik yang disajikan di media cetak maupun media elektronik. Dalam hal ini, video ceramah Ridwan Kamil di YouTube dianalisis untuk menentukan jenis retorika yang penting untuk komunikasi atau isi komunikasi. Melalui studi literatur dan metodologi observasi, penulis berupaya mengumpulkan bukti-bukti untuk mendukung penelitian ini.
Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Ridwan Kamil memiliki tingkat dominasi lohgos yang lebih besar. Karena banyak sekali argument yang disampaikan merupakan sebuah pengalaman pribadi tentang perjalanan sebagai seorang pemimpin. Personalnya adalah pribadi yang kritis, berwibawa, dan berpendidikan, sehingga seorang da'i dengan personal ini akan memiliki ethos yang positif
POLITIK MASKULIITAS DAN BAHASA SEKSIS: BAPAKISME RIDWAN KAMIL DALAM AKUN INSTAGRAM @RIDWANKAMIL
The New Order's masculinity politics, which perpetuates hegemonic masculinity through the concept of bapakism, is still influential after the reform. The implications can be seen from the dominance of the "father" image often displayed by politicians via social media, one of whom is Ridwan Kamil. This article aims to explain Ridwan Kamil's construction of masculinity in the Instagram account @ridwankamil using mixed methods by combining a corpus-based digital humanities theoretical framework and concepts of the politics of masculinity and bapakisme. The results of the research show that, Ridwan Kamil predominantly displays hegemonic masculinity through caption language on his Instagram by often positioning himself as "father" and society as "children" and subordinating women using sexist language. This article argues that politicians use political masculinity as rhetoric and ideology to strengthen their position of power and gain support from society, which is also still heteronormative.Politik maskulinitas Orde Baru yang melanggengkan maskulinitas hegemonik melalui konsep bapakisme masih berpengaruh setelah reformasi. Implikasinya dapat dilihat dari dominasi citra “bapak” yang kerap ditampilkan oleh seorang politikus melalui media sosial, salah satunya Ridwan Kamil. Artikel ini bertujuan menjelaskan konstruksi maskulinitas Ridwan Kamil dalam akun Instagram @ridwankamil menggunakan metode campuran dengan menggabungkan kerangka teori humaniora digital berbasis korpus dan konsep tentang politik maskulinitas serta bapakisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ridwan Kamil dominan menampilkan maskulinitas hegemonik melalui bahasa takarir di Instagramnya dengan kerap memosisikan dirinya sebagai “bapak” dan masyarakat sebagai “anak” serta mensubordinasi perempuan menggunakan bahasa yang seksis. Artikel ini berargumen bahwa politik maskulinitas digunakan oleh politikus sebagai retorika dan ideologi yang hegemonik untuk mengukuhkan posisi kuasanya serta memperoleh dukungan dari masyarakat yang juga masih heteronormatif
PERBANDINGAN KONSEP PERWALIAN MENURUT HUKUM PERDATA BARAT DAN HUKUM PERDATA ISLAM
MUHAMAD RIDWAN
Perbandingan Konsep Perwalian menurut Hukum Perdata Barat
dan Hukum Perdata Islam
Perwalian adalah salah satu permasalahan yang penting di kalangan
masyarakat Indonesia yang bertumpu pada hukum yang mengatur hubungan antara
perorangan yang disebut dengan hukum perdata, dengan melihat pertumbuhan kasus�kasus penemuan bayi yang tidak memiliki orang tua, tentunya hukum yang berkaitan
dan mengatur hal-hal tersebut harus tersusun dengan rapi agar dapat menyelesaikan
hal-hal tersebut, walaupun di negara Indonesia sudah ada aturan tersendiri, namun
penulis merasa masih perlu diadakan penelitian hukum dengan membandingkan
aturan yang baru dengan aturan yang lama, agar penulis dapat mengetahui apakah
aturan yang berlaku sekarang memiliki nilai tambah dari aturan sebelumnya atau
sebaliknya.
Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan pendekatan
yuridis normatif, yakni melihat obyek yang dibahas dari sudut pandang peraturan
perundang-undangan dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini tergolong library
research, data dikumpulkan dengan mengutip, menyadur dan menganalisis beberapa
literatur yang memiliki relevansi dengan masalah yang dibahas serta
menyesuaikannya dengan dasar-dasar hukum perwalian yang terdapat dalam alQuran
dan dan Hadist dalam sebuah perbandingan.
Setelah mengadakan penelitian terhadap konsep perwalian dalam perspektif
hukum perdata barat yaitu KUH Perdata (BW) dan hukum perdata Islam yaitu
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan
Kompilasi Hukum Islam dapat ditarik kesimpulan yang menunjukkan bahwa hukum
perdata barat lebih luas mengatur ketentuan tentang perwalian jika dibandingkan
dengan hukum perdata Islam akan tetapi Undang-undang Republik Indonesia Nomor
1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang dalam penulisan tesis ini dikategorikan
sebagai hukum perdata Islam lebih sesuai dengan ideologi negara Indonesia yakni
Pancasila, yang memuat ketentuan untuk menghormati agama dan kepercayaan anak
yang berada dalam perwaliannya serta Kompilasi Hukum Islam yang memuat
ketentuan bahwa wali tidak hanya memberikan pendidikan melainkan juga bimbingan
agama yang mencerminkan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa
yang kemudian perbedaan konsep kedua hukum tersebut penulis bedakan ke dalam
enam bagian, yakni 1) mengenai ketentuan umur, 2) pengangkatan wali, 3) kewajiban
wali terhadap diri anak, 4) kewajiban wali terhadap harta anak, 5) ketentuan
perwalian terhadap anak yang lahir di luar perkawinan, dan 6) ketentuan tentang
perwalian pengawas, perwalian oleh perkumpulan, yayasan dan lembaga sosial, 7)
wali nikah
Peranan KH Zainal Abidin dalam mengembangkan pendidikan agama islam di Pesantren Ar-Ridwan Jatiluhur Bekasi
Peranan dalam pengembangan pendidikan Islam amatlah penting dalam usaha mencetak peserta didik yang kamil (sempurna), baik itu kamil dalam hubungannya dengan manusia, maupun hubungannya dengan Allah SWT, sang Khalik, maka dari itu amat penting peran pesantren yang notabene sebagai markas pendidikan Islam, untuk lebih mengembangkan pendidikan Islamnya, agar para peserta didik dapat menjadi insan kamil yang telah disebutkan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan KH. Zainal Abidin dalam mengembangkan pendidikan Islam di pesantren Ar-Ridwan dan menggambarkan bentuk peranan yang dilakukan oleh kyai tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan menggambarkan sesuatu hal seperti keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan yang dilakukan oleh KH. Zainal Abidin dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan Islam di pesantren Ar-Ridwan. Dalam penelitian ini, peranan KH. Zainal Abidin yang diteliti adalah pengembangan pendidikan Islam di pondok pesantren Ar-Ridwan baik dari segi bidang kelembagaannya maupun bidang ide dan gagasan beliau yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan Islam. Proses analisa data, berasal dari telaah data yang didapat dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang berada di lapangan penelitian, kemudian data dicatat, dipelajari dan dideskripsikan sebagai suatu hasil kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa dalam bidang kelembagaan, KH. Zainal Abidin mendirikan lembaga formal dan non formal. Selanjutnya dalam bidang ide gagasan, KH. Zainal Abidin memiliki banyak ide gagasan agar pendidikan Islam dapat berkembang, diantaranya sebagai berikut: 1. membuat program kesenian; 2. membentuk organisasi santri; 3. membentuk koperasi; 4. memberikan beasiswa dan keringanan; 5. mengusahakan legalitas Ijazah Salafi; 6. memberikan latihan mubaligh. Dari hasil tersebut bahwa peranan terbesar yang dilakukan oleh KH. Zainal Abidin adalah dengan mendirikan lembaga pendidikan, baik itu yang bersifat formal maupun non formal, dengan adanya lembaga tersebut, serta didorong oleh sifat keihlasan mendidiklillahi ta?alamaka dapat berkembanglah pendidikan Islam baik di pondok pesantren Ar-Ridwan sendiri, maupun disebagian masyarakat Bekasi hingga dapat melahirkan generasi-generasi ulama yang produktif
DAMPAK AUDIOBOOK MANUSKRIP CARITA PARAHIYANGAN DALAM YOUTUBE SINTA RIDWAN TERHADAP LITERASI BUDAYA SUNDA DI KALANGAN SUBSCRIBER AKTIF
Penelitian ini membahas Dampak Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan dalam YouTube Sinta Ridwan terhadap Literasi Budaya Sunda di Kalangan Subscriber Aktif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manajemen dan tahapan produksi Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan, serta dampak dari adanya Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan pada literasi budaya Sunda di kalangan subscriber aktif Sinta Ridwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Eli M Noam berupa organizational structure, risk reduction dan product development, serta teori cultur lagh dari Ogburn berupa invention, accumulation, diffusion, dan adaptation. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik tringulasi sumber dan tringulasi teknik serta menggunakan uji kredibilitas dengan member check. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian ini menemukan 1) Manajemen produksi Audiobook Manuskrip Carita Parahiyangan pada konsep pertama, organizational structure masih belum ada struktur organisasi yang jelas, namun produksinya dilakukan Sinta Ridwan bersama tim. Konsep kedua pada proses risk reduction atau pengurangan resiko yaitu sudah menyesuaikan target penonton dan melakukan diversifikasi melalui media Instagram. Terakhir pada konsep product development dilakukan dengan menyiapkan konsep, melakukan tahapan produksi. 2) Tahapan produksi dilakukan dengan tahap a) pra-produksi yaitu menyiapkan foto-foto Manuskrip Carita Parahiyangan oleh Sinta Ridwan, b) produksi yaitu berupa penyuntingan teks dan perekaman pembacaan Manuskrip Carita Parahiyangan oleh tim, c) pra-produksi yaitu editing konten dan editing cover. 3) Dampak pada literasi budaya sunda yaitu adanya pengalaman baru dalam pencarian dan belajar Manuskrip Carita Parahiyangan melalui audiobook dalam YouTube Sinta Ridwan. Belajar manuskrip melalui audiobook, menghasilkan pemahaman dari banyaknya kosakata bahasa Sunda kuno seperti kata sia, manèh, aing dan kata èwe. Pengalaman baru ini, dalam kacamata Ogburn dapat terjadi setelah melewati empat elemen yaitu, a) invention, b) accumulation, c) diffusion, d) adaptation
Strategi partai keadilan sejahtera dalam pemenangan pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial dalam pilwalkot Bandung tahun 2013
Kemunculan Partai Keadilan Sejahtera dapat dilihat pertama kali di Indonesia pada pemilihan umum tahun 1999, yang pada saat itu masih bernama Partai Keadilan (PK) yang didirikan pada tanggal 20 Juli 1998. Dalam perkembangannya, adanya ketentuan UU No. 12 tahun 2003 tentang Partai Politik, berkaitan dengan Electoral Threshold (ET), Partai Keadilan tidak dapat mengikuti Pemilu 2004 karena hasil Pemilu 1999, Partai Keadilan memperoleh suara yang kecil.
Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dipilih langsung oleh rakyat merupakan konsekuensi logis dari amandemen UUD 1945 yang membuka secara lebar hak politik rakyat dalam menggunakan hak politiknya. Masyarakat didorong ke arah pemilikan kesadaran, kegairahan serta memiliki kapasitas untuk menentukan pilihannya secara rasional, memberikan bekal yang cukup untuk secara cerdas mampu memilih pemimpin daerah yang dikehendakinya secara langsung tanpa diwakilkan. Salah satu pemilukada yang diselenggarakan adalah pemilukada kota Bandung tahun 2013 yang dimenangkan oleh pasangan calon Ridwan Kamil dan Oded M. Danial yang diusung beberapa partai politik, salah satunya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kemenangan ini di luar prediksi para pengamat politik sehingga menjadi menarik untuk diteliti bagaimana strategi PKS dalam memenangkan pasangan calon yang diusung.
Peranan PKS dalam Pemilukada kota Bandung 2013 dilakukan sejak tahun 2012 dengan menggelar Pemilihan Umum Internal untuk menentukan bakal calon walikota-wakil walikota Bandung. Setelah melalui proses yang panjang, tanggal 15 Maret 2013 menetapkan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial sebagai pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung Periode 2013-2018. Dalam kampanye politiknya, DPD PKS kota Bandung melakukan program yang bersifat penguatan internal, yaitu konsolidasi kader PKS, membentuk tim kampanye dan tim pemenangan. PKS kota Bandung juga memiliki strategi pemenangan, diantaranya direct selling, menyusun track record kandidat, memetakan visi Kota Bandung, meningkatkan popularitas dan elektabilitas, mengetuk hati tokoh dan warga, optimalisasi kader dan jaringan, melakukan kampanye karaos, kampanye media massa dan media sosial serta tim pemenangan di tingkat TPS. Tanggal 23 Juni 2013, dilaksanakan pemungutan suara untuk memilih walikota dan wakil walikota Bandung periode 2013-2018. Pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial (RIDO) memperoleh kemenangan mutlak dengan 45,24% suara
POLA PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT AL-HABIB ABDULLAH BIN ALAWI AL-HADDAD DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPRIBADIAN SANTRI (Studi di Pondok Pesantren at-Taqwa Alawiyah, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta)
MUHAMAD RIDWAN. Pola Pendidikan Akhlak Menurut al-Habib
Abdullah bin Alawi al-Haddad dan Implikasinya Terhadap Kepribadian
Santri (Studi di Pondok Pesantren at-Taqwa Alawiyah, Maguwoharjo,
Sleman, Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan
Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas
Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2019.
Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya pendidikan akhlak
dalam kehidupan umat manusia sehingga menempati kedudukan yang
vital. Berbekal dengan pendidikan akhlak, manusia bisa menjadi
berakhlāqul karīmah dan memiliki moral yang tinggi. Pondok pesantren
sebagai salah satu lembaga pendidikan agama yang menawarkan solusi
membina manusia untuk menjadi insan muttaqīn, cerdas, berakhlak mulia
dan memiliki keterampilan yang dapat memberikan kemaslahatan bagi
umat manusia. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian bagaimana pola
pendidikan akhlak menurut al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang
dianut dan ditanamkan dalam kepribadian santri di Pondok Pesantren at-
Taqwa Alawiyah.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian field research. Adapun
pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif,
kehadiran peneliti di lapangan sangat penting. Peneliti bertindak langsung
sebagai instrumen dan sebagai pengumpul data hasil observasi yang
mendalam serta terlibat aktif dalam penelitian. Data yang berbentuk katakata
diperoleh dari para informan, sedangkan data tambahan berupa
dokumen. Analisa data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada,
lalu melakukan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan
x
tahap akhir dari analisa data ini mengadakan keabsahan data dengan
menggunakan ketekunan pengamatan triangulasi.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola pendidikan
akhlak menurut al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad dikelompokkan
menjadi dua pola pembahasan yaitu akhlak Ilahiyah (Pendidikan akhlak
yang berhubungan dengan Allah Swt.) dan akhlak Insaniyah (Pendidikan
akhlak yang berhubungan dengan manusia), (2) Implementasinya melalui
berbagai upaya atau cara yaitu dengan pembiasaan, peneladanan,
penanaman kesadaran, pengintensifan pelajaran akhlak dan internalisasi
ilmu yang diperoleh, (3) Implikasinya terhadap kepribadian santri yaitu
tertanamnya akhlāqul karīmah pada diri santri, sadar akan tanggungjawab,
tekun, berbuat kebajikan, dan takzim (adanya penghormatan santri
terhadap ustaz), (4) Faktor pendukung yaitu Asātiẓ berkompetensi, sarana
prasarana cukup memadai, dan lingkungan pesantren yang nyaman. Faktor
penghambat yaitu kurangnya kesadaran santri, munculnya rasa malas pada
diri santri, dan masih kurang dalam pemberian teladan baik
FIGUR RIDWAN KAMIL DALAM EKSPRESI GARIS DAN WARNA
Ridwan Kamil merupakan sosok pemimpin baru dewasa ini, beliau adalah Walikota
Bandung periode 2013-2018. Pemimpin dengan karakter yang ramah, kreatif, dan
berprestasi. Banyak perubahan yang telah dibawanya selama menjadi pemimpin di
kota Bandung, terutama pembangungan di bidang infrastuktur. Hal ini didasari dari
pendidikan dan pekerjaan sebelum menjadi walikota, yaitu sebagai seorang arsitek.
Sebagai bentuk apresiasi penulis terhadap kontribusi dan kinerjanya sebagai walikota
Bandung, muncul sebuah gagasan untuk mengapresiasi figur Ridwan Kamil dalam
sebuah karya seni lukis. Pada karya seni lukis yang dibuat akan menitikberatkan pada
kepribadian dan keseharian Ridwan Kamil yang menjadi hal yang melekat dalam
pikiran masyarakat sebagai konsep dalam lukisan yang mengambil aliran
ekspresionisme. Dalam lukisan dengan teknik ekspresionisme ini, penulis
menonjolkan potret ekspresi, garis, dan warna-warna yang mewakili sosok Ridwan
Kamil dalam kesehariannya sebagai pemimpin di pemerintahan dan pemimpin di
keluarga dan masyarakat terdekatnya. Lukisan yang dibuat oleh penulis mengadaptasi
karya-karya seni lukis ekspresionisme yang sebelumnya telah dibuat oleh seniman
besar seperti Affandi dan Voka. Dalam proses penciptaan karya seni lukis ini,
beberapa tahapan yang dilakukan setelah penemuan ide adalah melakukan
kontemplasi dan stimulasi agar karya yang dibuat sesuai dengan apa yang diharapkan.
Terdapat 6 buah karya dengan beberapa tema yang mewakili figur Ridwan Kamil dan
peristiwa yang telah dilaluinya, seperti karya yang berjudul “Loyalitas Tanpa Batas”
yang mengingatkan kita pada nadzar Ridwan Kamil yang akan mencukur pendek
rambutnya jika Persib juara Liga Super Indonesia 2014 atau karya dengan judul
“Sosok Pemimpin Baru” yang secara visual digambarkan dengan figur Ridwan Kamil
yang menggunakan seragam walikota. Adapun harapan dari hasil karya yang telah
dibuat oleh penulis di kemudian hari adalah adanya penyempurnaan dalam riset
terhadap tokoh dengan menambah sumber buku-buku autobiografi tokoh itu sendiri
dan melakukan wawancara langsung dengan tokoh yang bersangkutan sehingga
otentitas materi yang dirumuskan bersumber dari sumber yang terpercaya. Deformasi
bentuk dari figur menjadi bentuk yang abstrak dan penambahan elemen estetis seperti
kain, serbuk pasir, dan bahan daur ulang bisa membuat karya menjadi memiliki kesan
yang inovatif dan variatif dibandingkan karya lukis biasa yang cenderung
menggunakan bahan konvensional seperti kanvas, kuas dan cat akrilik.;--Ridwan Kamil is a new leader today, he is Mayor of Bandung period 2013-2018.
Leaders with a friendly, creative and accomplished character. Many changes that
have been brought during the leadership in the city of Bandung, especially
development in the field of infrastructure. It is based on education and work before
becoming mayor, he is an architect. As a form of appreciation of the author of his
contribution and performance as mayor of Bandung, came an idea to appreciate the
figure Ridwan Kamil in a work of painting. In the work of painting is made will focus
on the personality and daily Ridwan Kamil which became inherent in the minds of
society as a concept in painting that takes the flow of expressionism. In this painting
with this expressionism technique, the authors highlight the portraits of expressions,
lines, and colors that represent the figure of Ridwan Kamil in his daily life as a leader
in government and leaders in his immediate family and community. The paintings
created by the author are also adapted from works of expressionism paintings that had
previously been made by great artists such as Affandi and Voka. In the process of
creating this painting, several stages done after the discovery of the idea is to do
contemplation and stimulation for the work made in accordance with what is
expected. There are 6 artworks with several themes representing the figure of Ridwan
Kamil and the events he has passed, such as the work entitled "Unlimited Loyalty"
which reminds us of the promise of Ridwan Kamil who will shave her hair short if
Persib Indonesian Super League champion 2014 or work with title "The New Leader"
is visually depicted with the figure of Ridwan Kamil who uses the mayor's uniform.
the hope of the work that has been made by the author in the future is the refinement
in research on the character by adding the source autobiographical books of the
character itself and conduct direct interviews with the figures concerned so that the
authenticity of the material formulated sourced from reliable sources. The
deformation of shapes from figures into abstract shapes and the addition of aesthetic
elements such as fabrics, sand dust, and recycled materials can make the work of
having an innovative and varied impression compared to ordinary paintings that tend
to use conventional materials such as canvas, brushes and acrylic paint
ANALISA PERBAIKAN FAKTOR DAYA MENGGUNAKAN PANEL KAPASITOR BANK DI LABORATORIUM POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Laporan Akhir ini disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Listrik OLEH MUHAMAD RIDWAN 0618 3031 1309 POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG 2021
Banyak permasalahan yang dihadapai suatu sistem tenaga listrik dalam penyediaan energi listrik, salah satunya terkait dengan kualitas dan kuantitas daya listrik. Dikarenakan beberapa hal seperti sifat beban yang bersifat induktif akan berpengaruh terhadap faktor daya. Nilai faktor daya yang sudah di tetapkan oleh PLN yaitu lebih dari 0,85. Jika faktor daya kurang dari 0,85 maka akan terjadi kelebihan daya reaktif. Kelebihan daya reaktif ini dapat menyebabkan meningkatnya rugi – rugi daya, membesarnya jatuh tegangan, memburuknya faktor daya serta mengurangi kapasitas penyaluran daya. Setelah dilakukan percobaan dengan menyalakan 8 motor induksi di laboratorium Politeknik Negeri Sriwijaya maka dapat diamati bahwa jika faktor daya semakin mengalami kerusakan, maka semakin besar nilai arus yang didapat. Sedangkan pada tegangan tidak berpengaruh pada perubahan nilai cos φ tersebut. Untuk memperbaiki cos φ yang rusak, maka harus di suplai daya reaktif melalui kapasitor bank sebesar 3 KVar. Setelah cos φ diperbaiki menjadi 0,95, maka didapat nilai arus yang menjadi lebih kecil dari sebelum cos φ diperbaiki
- …
