169 research outputs found

    De oratore : Ciceronis ad Q. fratrem, libri III / corrigente Paulo Manutio, Aldi filio

    No full text
    Owners -- Bookplates[1-4] 5-136 [i.e. 137], [1] leaves ; 16 cm. (8vo)Letterpress on handmade laid paperWoodcutsBound in 16th-17th stiffened vellum, sewn on 4 cords. Author, title and date calligraphed on spine.Signatures: A-Q[superscript 8] R[superscript 10] [$4(+R5)signed]; 138 leaves [misnumbering 135 as 134 and 137 as 136. Woodcut of Aldine anchor on t.p. and verso of leaf [138] . Includes register. Italic type Bound with: Cicero, Marcus Tullius. De claris oratoribus / corrigente Paulo Manutio. Venetiis : Apud Aldi filios, M.D.XLVI [1546] -- Cicero, Marcus Tullius. Orator / corrigente Paulo Manutio. Venetiis : Apud Aldi filios, M.D.XLVI [1546]. WaU. Bookplate of Seymour Cholmondeley, Esqr. on inside front cover; bookplate with motto "Dum spiro spero" placed upside down on inside back cover. Stamped on front free endpaper: "Samuel Serville" with date 4-18-11 written beneathBookplate on front pastedown: Seymour Cholmondeley, Esqr. Stamped on front free endpaper: Samuel Servill

    ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN INDEKS MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Perbandingan 7 Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2019-2021)

    No full text
    MUHAMAD ALDI. NIM: 1908205113. “ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA BERDASARKAN INDEKS MAQASHID SYARIAH (Studi Kasus Perbandingan 7 Bank Umum Syariah di Indonesia Periode 2019-2021)”, 2023. Bank Syariah merupakan Lembaga Keuangan yang menjalankan aktivitas operasionalnya berdasarkan prinsip hukum Islam atau Syariah, sehingga pengukuran kinerja keuangan bank syariah harus patuh dan taat terhadap prinsip�prinsip syariah, Indeks Maqashid Syariah adalah salah satu rasio untuk mengukur kinerja keuangan yang berlandaskan hukum prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia menggunakan pendekatan rasio Indeks Maqashid Syariah periode 2019-2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan objek penelitian yaitu PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI), PT. Bank Muamalat Indonesia (BMI), PT. Bank Aceh Syariah (BAS), PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah, Tbk (BTPS), PT. Bank Panin Dubai Syariah, Tbk (PNBS), PT. Bank Mega Syariah (BMS), dan PT. Bank NTB Syariah (BNS). Data yang digunakan yaitu data sekunder berupa Laporan Tahunan 2019- 2021 yang didapatkan dari website resmi masing-masing bank. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Bank Umum Syariah (BUS) yang memiliki nilai tertinggi selama periode 2019-2021 adalah Bank Muamalat Indonesia (BMI) dengan nilai 32,42% atau 0,3242, sedangkan kinerja maqashid syariah terendah adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) dengan nilai indeks 26,85% atau 0,2685. Kata Kunci : Pengukuran Kinerja, Indeks Maqashid Syariah, Bank Syariah

    MOTIF JAYA STAMBA KABUPATEN NGANJUK UNTUK BUSANA BESKAP DAN JARIK PADA KEBAYA MILENIAL

    No full text
    Penciptaan Karya Tugas Akhir dengan judul Motif Jaya Stamba Kabupaten Nganjuk Untuk Busana Beskap dan Jarik pada kebaya Milenial (Muhamad Aldi 2023). Deskripsi kekaryaan D-4 Progam Studi Batik, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta. Tugas Akhir karya ini bertujuan untuk membuat busana beskap dan busana kebaya menjadi model terbaru agar lebih di minati generasi milenial dengan menerapkan motif Jaya Stamba kabupatan Nganjuk. Sumber ide utama yang menjadi dasar penciptaan karya ini adalah berbagai macam bentuk ornament motif Jaya Stamba dan hasil pertanian Kabupatan Nganjuk. Jaya Stamba merupakan Artefak yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, yang sekarang menjadi ciri khas dan di bangun di tengah-tengan Kota. Ruang lingkup yang ada pada motif Jaya Stamba Kabupaten Nganjuk dan hasil pertanian tersebut yang menimbulkan gagasan untuk di kembangkan lebih lanjut dalam penciptaan batik. Proses penciptaan dalam pembutan karya di mulai dari mengamati bentuk-bentuk Jaya Stamba dan berbagai hal yang berhubungan dengan kekayaan alam Kabupaten Nganjuk seperti hasil pertanian dan situs-situs peninggalan yang ada. Pengamatan melalui survei lokasi dan media cetak kemudian di tungkan dalam bentu-bentuk motif batik kemudian di tuangkan kedalam pola alternatif untuk di pilih sebagai motif batik yang akan di terapkan pada busana kebaya dan beskap. Proses diawali dengan membuat motif, pola alternatif, pola terpilih, desain, persiapan bahan dan alat, memindahkan moif kekain, mencanting yaitu nglowongi, ngisen-ngiseni, dan nemboki, pencelupan, warna, penguncian warna, proses finishing batik, membuat pola baju, menjahit, dan finishing busana. Teknik yang di gunakan dalam proses penciptaan karya adalah teknik tulis dangan tutup celup warna dan colet. Bahan yang digunakan sebagai bahan dan alat pokok adalah lilin malam, canting, warna remasol, kain primisima, kain broklat, kain satin dan payet. Hasil karya berjumlah 4 yaitu 2 busana beskap dan 2 busana kebaya. Masing-masing diberi judul sesuai dengan karakter dan penampilan serta filoasofi di dalamnya

    PENGARUH INFLUENCER MARKETING TERHADAP PURCHASE INTENTION FACIAL WASH “POND’S” (Survei Terhadap Followers Instagram @Pondsindonesia)

    No full text
    ABSTRAK Aldi Muhamad Nawawi (2106525) “Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Purchase Intention Facial Wash “POND’S” (Survei Terhadap Followers Instagram @Pondsindonesia)” di bawah bimbingan Dr.Ayu Krishna Yuliawati,S.Sos.,M.M. dan Dr. Eka Surachman, S.Si., MT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer Marketing terhadap Purchase Intention produk Facial Wash POND’S dengan objek penelitian para pengikut akun Instagram resmi @pondsindonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan skala Likert lima poin yang disebarkan kepada 190 responden yang dipilih melalui teknik purposive random sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4.1.0.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran melalui influencer dapat meningkatkan minat beli konsumen terhadap produk perawatan wajah POND’S. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur mengenai pemasaran digital serta implikasi praktis bagi perusahaan kosmetik, khususnya POND’S, dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif melalui kolaborasi dengan influencer. Kata Kunci: Influencer Marketing, Purchase Intention, POND’S, Instagram, SEM ABSTRACT Aldi Muhamad Nawawi (2106525) “The Influence Of Influencer Marketing On Purchase Intention Of Pond’s Facial Wash (A Survey of Instagram Followers of @Pondsindonesia)” under the guidance of Dr. Ayu Krishna Yuliawati, S.Sos., M.M. and Dr. Eka Surachman, S.Si., M.T. Marketing on Purchase Intention of POND’S Facial Wash products, with the research subject being followers of the official Instagram account @pondsindonesia. The research employed a quantitative approach with a causal design. Data were collected using an online questionnaire with a five-point Likert scale distributed to 190 respondents selected through purposive random sampling. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS version 4.1.0.6. The results indicate that Influencer Marketing has a positive and significant impact on Purchase Intention. These findings suggest that influencer-based marketing strategies can enhance consumer purchase intention toward POND’S facial care products. This study contributes theoretically to the development of digital marketing literature and provides practical implications for cosmetic companies, particularly POND’S, in designing more effective marketing strategies through influencer collaborations. Keywords: Influencer Marketing, Purchase Intention, POND’S, Instagram, SE

    Trade Union, Managerial and Employee Perceptions of Organisational Participation and Democracy at Work

    No full text
    This synoptic paper accompanies refereed articles, chapters in books and books published between 1977 and 2001 by the author on the theme of trade union, managerial, and employee perceptions of organisational participation and democracy at work and is submitted for a PhD by Publication. It shows how these eleven publications represent a "substantial, continuous and coherentb ody of work" on the theme and demonstratesh ow they, both individually and collectively, have made an original contribution to knowledge in this specific field. The author distinguishes between direct participation and indirect or representative forms of organisational participation and claims to have made a contribution to both. During the period spanned by these twelve publications, perceptions of trade unions, management and employees about organisational participation and democracy at work have undergone great changes. In the 1970s, trade union perceptions of organisational participation and democracy at work led the TUC among others to campaign for worker directors as a form of industrial democracy to influence boardroom decisions outside the scope of collective bargaining. The Labour government of the day supported the TUC initiative with the Committee of Inquiry on Industrial Democracy chaired by Lord Bullock. The author contributed to the national debate on worker directors with the publication of his book on the British Steel Worker Directors. He also researched direct forms of employee participation such as job enrichment, job enlargement, and autonomous working groups internationally, arguing for their incorporation in industry. When the Conservative Party came to power, the worker director avenue to indirect employee participation at boardroom level was effectively blocked. The author then turned his research attention to management-led forms of direct employee participation, namely Quality Circles and Total Quality Management with their forms of employee empowerment. His publications also foster participation for leavers and survivors in corporate downsizing

    PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMP RADEN FATAH CIMANGGU KABUPATEN CILACAP

    No full text
    This article discusses a curriculum concept that focuses on developing student potential. P5 Merdeka Curriculum is the Pancasila Student Profile Strengthening Project, a curriculum concept that focuses on developing student potential holistically and centered on students. P5 aims to strengthen student character and develop competencies in accordance with the Pancasila Student Profile. This article aims to determine the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in the schools studied. This article uses library research from various books, articles and research results to obtain the information being studied. The results obtained by the author are the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project in one academic year, namely the 2024-2025 academic year in one of the schools in Cilacap Regency, namely Raden Fatah Cimanggu Middle School. Based on the results of the analysis and conclusions in the discussion chapter, the author proposes the following suggestions: teachers must be able to identify the Pancasila Student Profile Strengthening Project, teachers must be able to implement the Pancasila Student Profile Strengthening Project according to the level of education of students, teachers must be able to become facilitators who help students develop their potential and character, especially in the Pancasila Student Profile Strengthening Project that is in accordance with the needs of students and schools.&nbsp

    Perancangan Cutting Utensil Untuk Pengguna Tunanetra

    No full text
    Kegiatan memasak menjadi salah satu hal yang penting dalam kehidupan seorang individu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memotong dan mengupas bahan segar yang hendak dimasak pada sebagian besar dapur rumah tangga. Penggunaan cutting utensil menjadi hal yang cukup krusial untuk digunakan pada kegiatan tersebut. Namun, lain halnya dengan pengguna tunanetra di Indonesia yang mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan cutting utensil yang ada di pasaran oleh karena rancangan produk yang ada masih memberikan rasa takut dan canggung ketika dipakai. Perancangan cutting utensil yang baru untuk pengguna tunanetra menggunakan metode design thinking yang melibatkan pengguna tunanetra secara langsung untuk membantu perancang dalam proses pengembangannya. Dengan mengedepankan tactical cues dan juga bentuk serta fitur keamanan pada konstruksi cutting utensil, diharapkan dapat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman ketika melakukan kegiatan memotong dan mengupas bahan makanan bagi individu tunanetra

    PENDAFTARAN TANAH BEKAS SERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN AKTA PERALIHAN HAK YANG DIBUAT OLEH NOTARIS PADA BADAN PERTANAHAN NASIONAL DI KOTA PEKANBARU

    No full text
    PENDAFTARAN TANAH BEKAS SERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN AKTA PERALIHAN HAK YANG DIBUAT OLEH NOTARIS PADA BADAN PERTANAHAN NASIONAL DI KOTA PEKANBARU (Aldi Rijaldi, 1820123005, Fakultas Hukum Unand, 2018, 110 Halaman) Pembimbing : Prof. Dr. Yulia Mirwati, SH., CN.,MH dan Dr. Jean Elvardi, SH., MH ABSTRAK Ruang lingkup pendaftaran tanah merupakan dalam rangka mewujudkan kepastian hukum atas seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia, terdapat satu kasus yang menarik dimana dalam proses terjadinya peralihan hak atas tanah melibatkan akta Notaris dalam peralihannya dan bagaimana proses pendaftaran tanah tersebut pada Badan Pertanahan Nasional, karena dari data yang penulis peroleh alas hak yang dialihkan merupakan Bekas Serifikat HGB yang sudah melampaui batas waktu. Permasalahan yang menjadi objek penelitian diantaranya : 1) Bagaimana status tanah bekas hak guna bangunan yang telah berakhir jangka waktunya jika dialihkan dengan menggunakan akta peralihan hak yang dibuat oleh notaris? 2) Bagaimana proses pendaftaran tanah bekas sertifikat HGB yang menggunakan akta peralihan hak yang dibuat oleh notaris pada BPN di Kota Pekanbaru?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa status atas tanah berdasarkan hak yang diberikan yaitu HGB yang telah berakhir jangka waktunya adalah kembali kepada negara dalam hal ini Pemerintah Kota Pekanbaru, HGB yang telah berakhir jangka waktunya, dapat dialihkan haknya kepada pihak lain dengan perbuatan hukum jual beli yang dibuat di hadapan Notaris sesuai dengan kewenangan notaris yang termuat dalam Pasal 15 ayat (2) huruf f UUJN sekaligus dengan permohonan hak baru yang menjadikan akta otentik tersebut yakni akta peralihan hak sebagai dasar permohonannya. Kata Kunci: Pendaftaran Tanah, Akta Peralihan Hak dan Sertipikat Hak Guna Bangunan   REGISTRATION OF USED LAND CERTIFICATE OF BUILDING RIGHTS USING TRANSFER OF RIGHTS MADE BY NOTARY AT NATIONAL LAND AGENCY IN PEKANBARU CITY (Aldi Rijaldi, 1820123005, Faculty of Law Unand, 2018, 110 pages) Advisor: Prof. Dr. Yulia Mirwati, SH., CN., MH and Dr. Jean Elvardi, SH., MH ABSTRACT The scope of land registration is in the context of realizing legal certainty over all land parcels in the territory of Indonesia, there is one interesting case where the process of transferring land rights involves a Notary deed in its transfer and how is the land registration process at the National Land Agency, because of the data the author who receives the rights that has been transferred is the former HGB certificate which has passed the time limit. The problems that become the object of the research include: 1) What is the status of the land of ex-building rights that has expired if its term has been transferred by using a deed of transfer of rights made by a notary? 2) What is the process of registering land for ex-HGB certificates using the deed of transfer of rights made by a notary at the BPN in Pekanbaru City? The method used in this research is empirical juridical method. Data were collected through interviews and document study, then analyzed qualitatively. Based on the results of the research, it can be concluded that the status of land based on the rights granted, namely HGB which has expired is returned to the state, in this case the Pekanbaru City Government, the HGB which has expired, can be transferred to another party by means of a legal act of sale and purchase made before a notary in accordance with the authority of the notary as contained in Article 15 paragraph (2) letter f of the UUJN together with a new right application which makes the authentic deed, namely the deed of transfer of rights as the basis of the application. Keywords: Land Registration, Transfer of Rights Deed and Building Use Rights Certifica

    KOMUNIKASI TERAUPETIK ANTARA PERAWAT DENGAN PASIEN DALAM PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT DAERAH RAGAB BEGAWE CARAM KECAMATAN TANJUNG RAYA KABUPATEN MESUJI

    No full text
    ABSTRAK Komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien di dalam pelayanan rawat inap di rumah sakit daerah Ragab Begawe Caram Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji merupakan hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi terapeutik antara perawat dengan pasien dilakukan di Rumah Sakit Daerah Ragab Begawe Caram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien di Rumah Sakit Daerah Ragab Begawe Caram. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan atau pada responden. Penelitian ini bersifat Desrktriptif ia hanya menyajikan situasi atau peristiwa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yaitu pendekatan ini menitik pada data-data penelitian yang akan dihasilkan berupa kata-kata melalui pengamatan dan wawancara. Adapun Teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi bahwasanya, peneliti berusaha untuk menggambarkan secar jelas yang terjadi di lapangnan dan kemudian dianalisa untuk mendapatkan hasil yang sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien di Rumah Sakit Daerah Ragab Begawe Caram telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan tugas perawat. Perawat menggunakan teknik komunikasi terapeutik seperti empati, mendengarkan dengan aktif, memberikan dukungan, dan memberikan informasi yang jelas dan terperinci kepada pasien. Pasien merasa nyaman dan percaya diri dalam berkomunikasi dengan perawat. Namun, ada beberapa kendala dalam komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien di Rumah Sakit Daerah Ragab Begawe Caram. Kendala tersebut meliputi pasien lansia yang kurang koperatif, Bakurangnya waktu yang tersedia bagi perawat untuk berkomunikasi dengan pasien,kurang nya pekayanan terbaik untuk pasien, kurangnya pengetahuan perawat tentang bahasa daerah yang digunakan oleh pasien, dan kurangnya fasilitas yang memadai untuk membantu pasien dalam berkomunikasi. Sebagai kesimpulan, komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien di Rumah Sakit Daerah Ragab Begawe Caram telah dilakukan iii dengan baik. Namun, masih ditemukan beberapa kendala yang perlu diatasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menggunakan bahasa daerah yang digunakan oleh pasien serta penyediaan fasilitas yang memadai untuk membantu pasien dalam berkomunikasi. Kata kunci : Komunikasi Teraupetik, Perawat, Pasien. iv ABSTRACT Therapeutic communication between nurses and patients in inpatient services at the Ragab Begawe Caram area hospital, Tanjung Raya District, Mesuji Regency is very important in providing quality health services. This study aims to analyze how therapeutic communication between nurses and patients is carried out at Ragab Begawe Caram Regional Hospital. This research uses qualitative methods with a case study approach. The subjects of the study were nurses and patients at Ragab Begawe Caram Regional Hospital. Data was collected through interviews, observation, and documentation. This research is a field research (field research) that is research conducted in the field or on respondents. This research is descriptive, it only presents situations or events. The approach used is a qualitative approach , namely this approach focuses on research data that will be produced in the form of words through observation and interviews. As for data collection techniques through interviews, observations, documentation that, researchers try to describe clearly what happens in the field and then analyzed to get results that are in accordance with the purpose of the study. The results showed that therapeutic communication between nurses and patients at Ragab Begawe Caram Regional Hospital has been carried out well and in accordance with the duties of nurses. Nurses use therapeutic communication techniques such as empathy, active listening, providing support, and providing clear and detailed information to patients. The patient feels comfortable and confident in communicating with the nurse. However, there are some obstacles in therapeutic communication between nurses and patients at Ragab Begawe Caram Regional Hospital. These obstacles include elderly patients who are less cooperative, lack of nurse knowledge about the regional language used by patients, and lack of adequate facilities to assist patients in communicating. In conclusion, the therapeutic communication between nurses and patients at Ragab Begawe Caram Regional Hospital has been well done. However, there are still several obstacles that need to be overcome to improve the quality of health services at the hospital. It is necessary to increase the knowledge and skills of nurses in using the regional language used by patients and the provision of adequate facilities to assist patients in communicating. Keywords: Therapeutic Communication, Nurse, Patien
    corecore