1,721,270 research outputs found
Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Terjadi Kegagalan ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di TPMB Mudrikah Tahun 2024
ABSTRACT The Central Statistics Agency (BPS) report shows that the percentage of babies under 6 months of age in Indonesia who receive exclusive breast milk (ASI) will reach 73.9% in 2023. The percentage for five consecutive years is the percentage of breastfed babies National exclusives in the country in 2023 will increase by 2.68% compared to the previous year's 72.04%. To determine the factors that influence the failure of exclusive breastfeeding in breastfeeding mothers at TPMB Mudrikah in 2024. The independent variables in this study were age, parity, occupation, pregnancy spacing and the dependent variable was failure to exclusively breastfeed. The sample size in this study used the total side, namely breastfeeding mothers who had babies aged 3-6 months in the work area at TPMB Mudrikah. Data analysis used the chy square test. there is a relationship between parity, occupation, distance between pregnancies and failure to provide exclusive breastfeeding with a P-value 0.05 Conclusions and Suggestions: It is hoped that the results of this research can be developed with different variables so that they can be developed in future research. Keywords: Age, Occupation, Parity, Pregnancy Distance, Exclusive Breastfeeding Failure ABSTRAK Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan presentase bayi berusia di bawah usia 6 bulan di Indonesia yang mendapat air susu ibu (ASI) Ekskusif mencapai 73,9 % pada tahun 2023. Persentase selama lima tahun berturut- turut yaitu presentase bayi ASI Eksklusif nasional di dalam negri pada 2023 naik 2,68% disbanding tahun sebelumnya 72,04%. Untuk Mengetahui Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadi Kegagalan ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui di TPMB Mudrikah Tahun 2024. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia, paritas, pekerjaan, jarak kehamilan dan variabel dependennya adalah kegagalan ASI Eksklusif. Besar sampel dalam penelitian ini menggunakan total samping yaitu ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 3-6 bulan di wilayah kerja di TPMB Mudrikah, Analisa data menggunakan uji chy square. terdapat hubungan paritas, pekerjaan, jarak kehamilan dengan kegagalan pemberian ASI Eksklusif dengan P-value 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan dapat di kembangkan dengam variable yang berbeda agar dapat di kembangkan pada penelitan yang akan datang Kata Kunci: Usia, Pekerjaan, Paritas, Jarak Kehamilan, Kegagalan ASI Eksklusi
APLIKASI PENENTUAN REKOMENDASI HARGA SUSU PER LITER BERDASARKAN UNTUNG RUGI STUDI KASUS DI PETERNAKAN SAPI PERAH “MUDRIKAH” DI DESA KARAWANG BERBASIS WEB
Currently the data on management of Dairy Cattle in "Mudrikah" Dairy Farms in Karawang Village still uses data processing methods by manually recording and recording data ranging from milk income data, cattle data, data, employee data, data distribution, data agents , everything is done manually by writing in a notebook. The system that was built was "APPLICATION FOR DETERMINING MILK PRICE RECOMMENDATIONS BASED ON PROFIT AND LOSS CASE STUDY AT “MUDRIKAH” DAIRY FARM IN KARAWANG VILLAGE WEBBASED" with research methods using qualitative and SDLC (Systems Development Life Cycle) concepts. Testing uses Blackbox Testing. The results of this thesis research are the formation of a new one to facilitate the "Mudrikah" dairy farm in Desa-Karawang in managing livestock data and determining prices based on profit and loss. The system created can accommodate decisions that are in the "Mudrikah" dairy cattle breeding in Desa-Karawang
MANAJEMEN STRATEGI PENINGKATAN MINAT MASYARAKAT UNTUK MENJADI MUZAKKI DI LAZISMU BANYUMAS MUDRIKAH
Era globalisasi telah menuntut perubahan besar di semua sektor, termasuk sektor lembaga zakat infak dan shodaqoh (ZIS).Persaingan di mana-mana semakin ketat, dibutuhkan kepribadian yang kuat dan sumber daya manusia yang berkualitas untuk menghadapinya.Implikasinya masyarakat menginginkan dari berbagai lembaga zakat dan lain sebagainya memiliki sumber daya yang dapat diandalkan. Tak sedikit diantara mereka yang rela mengorbankan banyak materi dan tenaga demi harta mereka, agar harta tersebut suci dengan cara mereka menyumbangkan atau mendonaturkan sebagian hartanya dan mereka memilih lembaga zakat yang berkualitas.
Manajemen strategis mencoba menjawab permasalahan tersebut. Manajemen strategis menekankan dan mengutamakan pengamatan dan evaluasi mengenai peluang (opportunities) dan ancaman (threats) lingkungan eksternal perusahaan dengan melihat kekuatan (strengths) dan kelemahan (waeakness) dalam lingkungan internal perusahaan. Sementara itu, proses manajemen strategik meliputi empat elemen dasar yaitu: pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi serta kontrol.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (fieldresearch) dengan metode penelitian deskriptif kualitatif serta penyajian analisis data non statistik.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknis analisis Miles dan Huberman yang meliputi analisis sebelum lapangan dan analisis setelah di lapangan yaitu Reduksi data (Data Reduction), penyajian data (Data Display), dan Verifikasi (ClonclutionDrawing).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan strategi yang telah diterapkan oleh LAZISMU Banyumas yang meliputi: (1) Analisis lingkungan internal dan eksternal dengan melihat peluang dan ancaman, kekuatan dan kelemahan. (2) Perumusan strategi dari hasil analisis lingkungan, maka LAZISMU Banyumas mengambil keputusan dengan melakukan program-program yang bersifat permanen, peningkatan minat masyarakat, keagamaan dan mengingkatkan pelayanan yang sebaik mungkin. (3) Implementasi strategi pelaksana dalam kegiatan program yang telah dirumuskan yaitu dengan memanfaatkan SDM yang ada. (4) Evaluasi dan kontrol kegiatan ini dilakukan manajer atau direktur LAZIS selaku manajer puncak dengan melakukan pengawasan dan evaluasi yang dilakukan pada rapat bulanan.
Kata Kunci: Manajemen Strategis dan Minat Masyaraka
Technology Entrepreneurship Project (ENT 600) : Steel Recon Industries Sdn. Bhd. / Mudrikah Ab Mahadi
Smoke detectors will alert you to a fire even if you are sleeping, distracted, or in another part of the house than where the fire is. When you are awake, they give you extra alert time, and if you are sleeping, they will wake you up. Many people believe that if there is a fire in their house, they can smell smoke and wake up, but this is not true. Many fires emit odourless gasses that are highly poisonous. Sleeping people can be overwhelmed by these gasses without ever waking up. Smoke detectors include life-saving alerts, allowing you to escape before being trapped by fire or smoke. Smoke alarms, also known as smoke detectors, operate by continuously scanning the air for signs of gasses and smoke particles created by a fire
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MEMBUAT HIASAN BUSANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 6 YOGYAKARTA
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MEMBUAT HIASAN
BUSANA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE JIGSAW DI SMK NEGERI 6 YOGYAKARTA
Mudrikah
NIM. 07513241007
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap dan menganalisis 1) pelaksanaan
model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan motivasi belajar siswa
dalam membuat hiasan busana di SMK N 6 Yogyakarta; 2) motivasi belajar siswa
dalam membuat hiasan busana melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di
SMK N 6 Yogyakarta; 3) peningkatan motivasi belajar siswa dalam membuat hiasan
busana melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di SMK N 6 Yogyakarta; 4)
pendapat siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran membuat hiasan pada busana
dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di SMK N 6 Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan desain model
Kemmis dan Taggart dengan empat tahapan yang meliputi (1) Perencanaan, (2)
Tindakan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 6
Yogyakarta dengan subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive
sampling. Kelas yang terpilih adalah XI Busana Butik 2 yang berjumlah 30 siswa.
Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan angket. Uji
validitas berdasarkan kepada judgement expert dan uji reliabilitas dengan antar rater.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam membuat hiasan busana yang
dilaksanakan dengan langkah-langkah: (a) menyampaikan tujuan dan memotivasi
siswa (b) menyajikan informasi, (c) mengorganisasikan siswa dalam kelompok
kooperatif , (d) diskusi kelompok, (e) evaluasi dan (f) memberikan penghargaan; 2)
Motivasi belajar siswa dalam membuat hiasan busana melalui pembelajaran kooperatif
tipe jigsaw termasuk kategori sangat tinggi yaitu terdapat 19 siswa (63,3%) tergolong
sangat tinggi dan 11 siswa (36,7%) tergolong tinggi; 3) Motivasi belajar siswa dalam
membuat hiasan busana melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw mengalami
peningkatan sebesar 19,35%, terbukti dari nilai rata-rata yang dicapai siklus I 41,5 dan
meningkat menjadi 49,3 pada siklus II; 4) Menurut pendapat siswa pelaksanaaan
pembelajaran membuat hiasan busana dengan model pembelajaran kooperatif tipe
jigsaw sangat menyenangkan,terbukti terdapat 26 siswa (86,7%) tergolong sangat
senang dan 4 siswa (13,3%) tergolong senang. Dengan demikian hipotesis yang
diajukan yaitu motivasi belajar siswa dalam membuat hiasan busana meningkat
melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti. Artinya melalui model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa menunjukkan minat, perhatian dan
semangat yang tinggi, besarnya usaha belajar siswa serta ketepatan penyelesaian tugas
yang diberikan oleh guru.
Kata Kunci : Motivasi belajar, membuat hiasan busana, model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw
viii
KATA PENGANTA
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
INTERAKSI SIMBOLIK KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SMKN 1 PURWOSARI
Mudrikah, programstudi Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan, 2020, Interaksi Simbolik Kepala Sekolah Dan Guru Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMK negeri 1 Purwosari. Skripsi, Pembimbing Faris. S.sos,. M.Med.Kom. Penelitian ini membahas tentang interaksi simbolik kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Purwosari. Pentingnya mamemahami konsep diri menjadi latar belakang dalam penelitian. Dalam penelitian ini penulis mengangkat rumusan masalah yakni, bagaimana interaksi simbolik kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kedisplinan siswa di SMK Negeri 1 Purwosari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi simbolik kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kedisiplinan siwa di SMK Negeri 1Purwosari. Penelitian Ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode dalam pengumpulan data yaitu wawancara terstruktur. Dengan menggunakan teori interaksi simbolik. Berdasarkan hasil penelitian, interaksi simbolik kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di SMK Negeri 1 Purwosari yaitu Kepala sekolah dan guru memberikan pengajaran kepada murid yang efisien yatu berupa tindakan bahasa secara verbal maupun non verbal. Adanya peraturan tentang kedisiplinan sekolah yaitu dengan penekanan adanya sanksi-sanksi setiap pelanggaran yang siswa lakukan. Kemudian konsep diri bagi kepala sekolah, guru dan murid sedikit berbeda namun dengan adanya peraturan tentang kedisiplinan haruslah mematuhi peraturan tersebut, dan dengan adnaya peraturan tersebut guru dan murid bisa berjalan dengan baik dan saling menghargai
- …
