1,721,239 research outputs found
Analisis kajian leksikal pada terjemahan Al-Qur'an Surh Al-Mudatsir
Latar belakang dalam penelitian ini adalah memahami konsep dari pemilik kata yang ingin diketahui maknanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan wujud kajian leksikal yang terdapat pada terjemahan Al-Qur’an Surah Al-Mudatsir. Jenis penelitian ini adalah deksriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah terjemahan Al-Qur’an Surah Al-Mudatsir. Data pada penelitian ini berupa terjemahan Al-Qur’an Surah Al-Mudatsir yang terdapat pada aplikasi terjemahan Al-Qur’an Bahasa Indonesia yang ada pada handphone android dan tafsir Qur’an. Sumber data pada penilitian ini ada dua yaitu sumber data primer yang berupa teks terjemahan Al-Qur’an Surah Al-Mudatsir dan sumber data sekunder, data yang diperoleh lewat perantara, berupa artikel dan jurnal yang didapatkan dari internet. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan (concluding drawing). Penelitian ini memaparkan gambaran mengenai hasil kajian leksikal dalam bentuk naratif. Hasil kesimpulan menunjukkan bahwa, ditemukan 48 makna langsung dan 8 makna kiasan pada terjemahan Al-Qur’an surah Al-Mudatsir
Manajemen kurikulum Pondok Pesantren Salafiyah dalam meningkatkan mutu santri: Penelitian di Pondok Pesantren Al-Mudatsir Subang
Pondok Pesantren Al-Mudatsir Subang sebagai lembaga Pendidikan Islam memiliki program kurikulum yang berbeda dengan pondok pesantren lainnya, Program Kurikulum tersebut berasal dari kiainya sendiri, atas kerja sama dengan ustadz dan ustadzah. Pondok pesantren menerima asumsi atau masukan dari orangtua santri serta dari masyarakat sekitar dalam hal program yang harus dimiliki pondok pesantren ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kurikulum pondok pesantren salafiyah dalam meningkatkan mutu santri di Pondok Pesantren Salafiyah AL-Mudatsir Subang, Desa Kasomalang Wetan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Manajemen kurikulum ini meliputi:1) Perencanaan Kurikulum; 2) Pengorganisasian Kurikulum 3) Pelaksanaan Kurikulum 4) Evaluasi kurikulum 5) faktor yang mempengaruhi; dan 6) hasil dari manajemen kurikulum.
Penelitian ini memfokuskan dari pada manajemen kurikulum Pondok Pesantren Al-Mudatsir Subang dalam meningkatkan mutu santri. Sehingga menjadi dampak terhadap proses pembelajaran santri dan hasil yang dicapai oleh pondok pesantren terhadap mutu santri. Sehingga dalam manajemen kurikulumnya harus benar-benar dirancang dan di analisis dengan benar dan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang baik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Yang menjadi subjek dipenelitian ini ialah pimpinan pondok pesntren (kiyai), Ustadz dan santri. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data tersebut diolah dengan dengan cara reduki data, penyajian data dan kesimpulan dan dilanjutkan dengan uji keabsahan data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen kurikulum yang di lakukan di Pondok Pesantren Al-Mudatsir dalam meningkatkan mutu santri yaitu: 1) Program kurikulum yang dibuat oleh kiai dan ustadz serta ustdzahnya; 2) Pengorganisasian program kurikulum dikelola oleh seluruh pengurus; 3) Pelaksanaan kurikulum disampaikan dengan menggunakan berbagai metode; 4) Evaluasi dibuat dengan mengadakan suatu acara pentas seni atau mereka menyebutnya dengan Muhadorohan; 5) Faktor yang mempengaruhi dari manajemen kurikulum tersebut terdapat fator internal dan faktor eksternal; 6) Hasil yang dicapai dari manajemen kurikulum dengan memiliki beberapa prestasi kejuaraan tingkat kabupaten dan provinsi serta prestasi lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat. Manajemen Kurikulum Pondok Pesantren Al-Mudatsir dalam Meningkatkan Mutu dapat dilihat dari Kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelakasanaan, evaluasi dapat menghasilkan output yang berkualitas dan bermutu
STUDI MANAJEMEN KESISWAAN DI MAN 2 KOTA MAKASSAR
Mudatsir. 2018. Studi Manajemen Kesiswaan pada MAN 2 Kota Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Dra. Nirmala, S.Pd., M.Si. dan Dra. Sitti Habibah, M.Si. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Studi ini menelaah manajemen kesiswaan di MAN 2 Kota Makassar. Adapun fokus penelitian yang dikaji ialah bagaimana gambaran manjemen kesiswaan di MAN 2 Kota Makassar. Berdasarkan fokus penelitian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen kesiswaan di MAN 2 Kota Makassar. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus (case study) pada MAN 2 Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan interpretasi data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil yang diperoleh yaitu pelaksanaan penerimaan siswa dimana kepala sekolah tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan wakamad kesiswaan dan wakamad kurikulum serta koordinasi dengan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional. Pengelompokan siswa di MAN 2 Kota Makassar yaitu dengan cara pengelompokan berdasarkan potensi akademik, hasil psikotest dan pengelompokan berdasarkan bidang studi. Dalam proses seleksi wakamad kurikulum ikut andil dalam pengelompokan siswa, sehingga dalam proses seleksi sampai penempatan berjalan dengan lancar. Pelaksanaan pembinaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa, di MAN 2 Kota Makassar telah menggunakan teknik external control, yang kedua teknik inner control serta yang ketiga adalah teknik cooperative control
Akhlak Guru Pendidikan Agama Islam (Kajian Tafsir Surat Al-Mudatsir Ayat 1-7)
Perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu mengenai akhlak guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terkandung di dalam surat Al-Mudatsir ayat 1-7. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja akhlak yang harus dimiliki dan disiapkan oleh seorang guru Pendidikan Agama Islam yang terkandung di dalam surat Al-Mudatsir ayat 1-7. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis library research (penelitian kepustakaan) dengan tekhnik analisis deskriptif kualitatif, dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan lain yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permasalahanya, yang diambil dari sumber-sumber kepustakaaan, kemudian dianalisi dengan metode perbadingan tetap tafsir bil moqorron, dan menggunakan metode tahlili yaitu metode tafsir yang menjelaskan kandungan ayat Al-Qur?an dari seluruh aspeknya. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan dokumentasi, yakni dengan mengumpulkan dokumen-dokumen primer seperti dari kitab tafsir para ulama baik yang salaf seperti kitab tafsir Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir dan kitab tafsir kontemporer seperti kitab Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan kitab tafsir Al-Misbah karya M,Qurais Shihab, juga dokumen sekunder seperti buku-buku akhlak , pendidikan dan buku-buku lainya yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam Al-Qur?an surat Al-Mudatsir ayat 1-7 terkandung tentang akhlak apa saja yang diperlukan oleh seorang guru pendidikan Agama Islam, baik sebelum masuk ke dalam kelas seperti menjaga semangat dalam mengajar, mempersiapkan ruhiyah yang kuat dengan ibadah kepada Allah dan menjauhi perbuatan maksiat, mempersiapakan penampilan yang terbaik, saat ada di dalam kelas seperti bersabar dalam mengahadapi kesulitan mengajar senantiasa ikhlas dalam mengajar, ataupun setelah mengajar di kelas seperti tidak mengharapkan imbalan duniawi semata dan menjaga keikhlasan
Konsep Pendidikan Adab Syaikh Ahmad Nawawi Dalam Kitab Jawahirul Adab (Perspektif K. Mudatsir Karanganyar Demak)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja adab yang harus dimiliki peserta didik dalam kitab Jawahirul Adab Syaikh Ahmad Nawawi Perspektif K. Mudatsir Karanganyar Demak serta relevansinya didalam dunia pendidikan Islam saat ini.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (Library Research) yaitu dengan mempelajari literatur yang memiliki kaitan erat dengan permasalahan yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Content Analysis yang mencerminkan isi dari suatu teks (nadzam kitab Jawahirul Adab). Kitab ini terdiri atas 36 Nadzam. Terdapat 27 nadzam yang berisi tentang pendidikan adab untuk peserta didik. Peneliti kemudian menelusuri isi dan terjemahan kitab jawahirul adab, melakukan wawancara dengan keluarga Syaikh Ahmad Nawawi dan dengan salah satu penerjemah ahli yaitu K. Mudatsir serta melakukan analisis data yang dilakukan secara tekstual maupun kontekstual.
Peneliti berhasil memperoleh beberapa penemuan yaitu pertama, menurut K. Mudatsir konsep pendidikan adab dalam kitab Jawahirul Adab memiliki 4 pokok bahasan yaitu Adab sebelum menuntut ilmu, yakni berdoa Memuji Allah dan Bershalawat atas Nabi serta menata niat belajar untuk menghilangkan kebodohan dan mengetahui hukum-hukumnya Allah, Adab kepada guru, yakni patuh kepada guru, memuliakan guru, sopan santun saat berada disamping guru, mendengarkan penjelasan guru serta tidak menanyakan hal yang tidak perlu ditanyakan, Adab berteman yakni dengan berkumpul dan memilih teman yang baik serta memperioritaskan kepentingan umum daripada kepentingan golongan. Adab kepada buku dan pelajaran yakni dengan mensucikan diri dan tempat dari hadas dan najis, rajin belajar dengan mencatat pelajaran, mengulang pelajaran yang disampaikan guru dan banyak membaca refrensi. Kedua, Relevansi adab dalam dunia pendidikan Islam sudah sangat relevan untuk diterapkan saat ini yang diharapkan dapat menjadi standarisasi ukuran atau pedoman bagi peserta didik di zaman Millenia
Karakteristik Pendidik dalam Al-Qur’an Surat Al-Mudatsir Ayat 2-7 Menurut Tafsir Ibn Katsir (Analisis Ilmu Pendidikan Islam)
Pada dasarnya tujuan pendidikan tidak hanya pengembangan aspek individualitas dan sosialitas, melainkan juga mengarahkan perkembangan kemampuan dasar tersebut kepada pola hidup yang dibutuhkan manusia dalam bidang keduniawian dalam bidang fisik (material) dan mental (spiritual) yang harmonis atau dalam istilah lain “insan kamil” Untuk mewujudkan semua itu tentunya diperlukan mediator yang dalam pendidikan disebut pendidik yang mempunyai kepribadian sempurna pula, yaitu yang dapat menempatkan sebagai panutan, teladan, serta orang yang mempengaruhi secara positif terhadap anak didiknya. Namun akhir-akhir ini banyak sekali kelakuan oknum pendidik yang meyimpang dari kodrat seorang pendidik, sehingga mencemarkan wibawa dan citra pendidik. Mengingat sosok pendidik adalah contoh tauladan bagi peserta didik dan masyarakat. Untuk itu dipilihlah pokok permasalahan tentang karakteristik pendidik dalam al-Qur’an surat al-Mudatsir ayat 2-7 menurut Tafsir Ibn Katsir
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain (1) untuk untuk mengetahui karakteristik pendidik menurut Ilmu Pendidikan Islam, (2) untuk mengetahui penafsiran Ibn Katsir terhadap al-Quran surat al-Mudatsir ayat 2-7, (3) untuk mengetahui analisis karakteristik pendidik yang tekandung dalam al-Qur’an surat al-Mudatsir ayat 2-7 menurut tafsir Ibn Katsir.
Karakteristik pendidik sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan peserta didik. Kepribadian yang mantap dari seorang pendidik akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik, sehingga pendidik akan tampil sebagai sosok yang patut untuk ditaati segala nasehat, ucapan dan perintahnya, dan patut untuk dicontoh sikap dan prilakunya, dengan kata lain guru pantas untuk “digugu” dan “ditiru”.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif mengenai karakteristik pendidik dalam Al-Qur’an surat Al-Mudatsir ayat 2- 7 menurut tafsir Ibn Katsir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka dari tafsir Ibn Katsir dan buku-buku ilmu pendidikan Islam. Kemudian analisis datanya menggunakan proses satuan, kategorisasi, penafsiran, serta menarik simpulan.
Berdasarkan hasil analisis pada Al-Qur’an surat Al-Mudatsir ayat 2-7, bahwa karakteristik pendidik menurut Ibn Katsir adalah : senantiasa beriman kepada Allah, ikhlas,bekerja keras, membersihkan hati dan pakaian, meninggalkan perbuatan dosa dan sabar. Hal ini diharapkan dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan proses pembelajaran serta menjadikan salah satu faktor untuk mencapai pendidikan yang ideal
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Napak tilas pengabdian Idham Chalid : tanggung jawab politik NU dalam sejarah/ Edit.: Arief Mudatsir Mandan
xxii, 466 hal.: ill.; 23 cm
Napak tilas pengabdian Idham Chalid : tanggung jawab politik NU dalam sejarah/ Edit.: Arief Mudatsir Mandan
- …
