95 research outputs found

    Sosiologi Agama

    Get PDF
    Buku ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan pada mahasiswa tentang isu-isu dalam Sosiologi Agama. Untuk tujuan tersebut pembahasan mengenai bentukbentuk elementer dari agama di antara yang dibahas pada awal buku ini. Kemudian buku ini pun menggali perdebatan dalam pengetahuan keagamaan dari perspektif sosial. Di dalam isu agama dan masyarakat itu banyak hal yang mesti dibahas, sehingga banyak teori sosial yang dibicarakan buku ini. Terakhir, penerapan Sosiologi Agama pada konteks Indonesia dipertunjukkan buku ini sebagai ciri khas dari buku ini

    Partai Politik di Indonesia

    Get PDF
    Buku ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan pada mahasiswa tentang partai-partai yang ada di Indonesia. Untuk tujuan tersebut pembahasan mengenai perkembangan partai-partai pada masa Kolonial dan Orde Lama adalah pembahasan yang pertama dan kedua. Kemudian buku ini pun menggali perkembangan partai politik Indonesia pada masa Orde Baru. Perkembangan partai politik pada Era Reformasi, baik awal Reformasi maupun masa terakhir yang bersifat pemilihan langsung adalah pembahasan yang terakhir. Akhir sekali adalah pembahasan tentang kemungkinan-kemungkinan partai politik di masa depan

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SMA NEGERI 1 SEYEGAN

    Get PDF
    Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang ditujukan kepada mahasiswa kependidikan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa kependidikan sebagai calon guru atau pendidik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Keluaran dari program ini, diharapkan mahasiswa dapat masuk kriteria calon guru profesional. Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa. PPL UNY tahun 2015 dimulai tanggal 10 Agustus-12 September 2015. Penulis menjalankan program ini di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Seyegan. Penulis mendapatkan kelas X MIIA3 dan XI IIS2 untuk praktik mengajar. jumlah jam pelajaran pada kelas XI ialah 3 jam pelajaran sedangkan kelas XI 4 jam pelajaran, jadi secara keseluruhan memperoleh 7 jam per minggu. Tugas yang telah dilaksanakan penulis ialah membuat Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP), praktik mengajar, jaga perpustakaan dan jaga piket kegiatan pembelajaran

    Akidah Islam / Zaky Mubarok Latif ...[et. al]

    No full text

    KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1989 TENTANG VASEKTOMI PERSPEKTIF METODE INSTINBAT HUKUM ISLAM

    No full text
    Abstract: This study focuses to answer two main problems. First, how is the decision of NU’s (the renaissance of the Muslim scholars) congress in 1989 about vasectomy? Second, how is the methodological analysis of the legal reasoning against the decision of NU’s congress in 1989 about vasectomy? This is a qualitative-bibliographical research on the decision of NU’s congress in 1989. Then, the source is compiled with descriptive analysis. In this case, the author understands a legal adjustment of vasectomy case from the sociological and medical development today according to the decision of the Nahdlatul Ulama’s Conference in 1989. First we need to understand the decision of the Nahdlatul Ulama’s Conference which states that regulating the scarcity of the number of mortality through any means can not be allowed if it reaches a limit to switch off the absolute thoroughbred function. Therefore, sterilization might be allowed is the one which can be restored the ability to reproduce and not to damage or remove parts of the functioning body. The second is the distinction of  medicines that prevent permanently and those that prevent temporarily. If the medicine can prevent pregnancy permanently, it is absolutely forbidden. In making decision, NU tends to use the qauly method. It is taking textually from the book to determine the validity of vasectomy.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keputusan hasil muktamar Nahdlatul Ulama tahun 1989 tentang vasektomi? 2) Bagaimana analisis metode instinbat hukum terhadap keputusan muktamar Nahdlatul Ulama 1989 tentang vasektomi? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis berupa kajian kepustakaan (library research) dari sumber buku yaitu hasil keputusan Muktamar Nahdatul Ulama tahun 1989. Kemudian sumber tersebut disusun dengan deskriptis analisis untuk menemukan hasil sebuah analisis baru dari penjelasan sumber yang ada. Dalam kasus ini penulis memahami adanya penyesuaian hukum tentang kasus vasektomi dari sisi sosiologis dan perkembangan medis  di zaman sekarang menurut keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama pada tahun 1989. Pertama perlu kita pahami mengenai keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama yang menyatakan bahwa mengatur kelangkaan jumlah kelahiran melalui cara apapun tidak dapat diperkenankan jika mencapai batas mematikan fungsi berketurunan secara mutlak. Karenanya, sterilisasi yang dapat diperkenankan hanyalah yang bersifat dapat dipulihkan kembali kemampuan berketurunan dan tidak sampai merusak atau menghilangkan bagian tubuh yang berfungsi. Kedua pembedaan obat seperti obat yang mencegah secara total dan obat yang mencegah sementara waktu, haram apabila obat yang mencegah secara total tidak akan kembali hamil, mubah hukumnya sama dengan ‘azl (apabila mengeluarkan sperma diluar vagina). Dalam pengambilan keputusan tersebut, Nahdlatul Ulama menggunakan metode qauly yakni mengambil hukum secara langsung dari kitab, untuk menentukan keabsahan tindakan vasektomi

    Iringan Tari Beksan Wanara Pada Mataya Flashmob KHP Kridhomardowo Keraton Yogyakarta: Tinjauan Bentuk dan Garap

    Get PDF
    Tari Beksan Wanara merupakan tari klasik gaya Yogyakarta dengan ragam gerak kethek. Ragam gerak kethek merupakan ilustrasi dari gerombolan kera-kera pada tari Beksan Wanara. Fenomena viralnya tari Beksan Wanara di media sosial dan banyaknya masyarakat yang mengikutinya menjadi daya tarik bagi penulis. Viralnya tari Beksan Wanara dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah peran media sosial di masyarakat, garap iringan yang dapat menarik perhatian para pendengar, dan ragam gerak tari yang unik dan mudah untuk dipelajari serta ditiru bagi masyarakat awam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk iringan tari Beksan Wanara dan hubungan iringan dengan gerak tari Beksan Wanara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penyajian data deskriptif analisis melalui pendekatan musikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seni karawitan sebagai iringan tari memiliki tata hubungan yang kompleks dengan objek yang diiringinya. Pada suatu sajian tari, terjadi saling sinergi antara iringan dan gerak tari dalam mewujudkan dan merepresentasikan suatu ekspresi, penokohan, kisah, ataupun pesan. Pada tari Beksan Wanara hubungan tersebut dapat dilihat dari pola garap iringan yang dapat membantu mengilustrasikan ekspresi gerak tari Beksan Wanara

    Rusunawa Pekerja Industri Di Kawasan Industri Terboyo Semarang Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologia

    Get PDF
    Pertumbuhan sektor industri di Kota Semarang, khususnya di Kawasan  Industri Terboyo, meningkat pesat seiring dengan bertambahnya jumlah tenaga  kerja. Namun, peningkatan ini menghadirkan risiko lingkungan, terutama  munculnya permukiman kumuh akibat tingginya kepadatan penduduk. Masalah ini  semakin diperburuk oleh banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut. Untuk  mengatasi tantangan ini, diperlukan perancangan rumah susun sederhana sewa  (rusunawa) yang efektif dan berkelanjutan sebagai solusi untuk mengurangi  perkembangan permukiman kumuh. Pembahasan ini bertujuan merumuskan  landasan konseptual perancangan rusunawa di Kawasan Industri Terboyo. Metode  yang digunakan mencakup pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi  lapangan, serta dokumentasi berupa gambar dan foto dari lokasi. Pendekatan  arsitektur ekologi dipilih karena mampu merespons tantangan lingkungan sekaligus  memanfaatkan potensi alam secara optimal. Konsep ini menekankan pada  penggunaan elemen alam dalam desain hunian, seperti pencahayaan alami, ventilasi  yang baik, serta ruang hijau. Elemen-elemen ini tidak hanya meningkatkan  kenyamanan penghuni tetapi juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup  pekerja. Desain rusunawa harus mencerminkan biaya sewa yang terjangkau bagi  pekerja industri sekaligus responsif terhadap potensi dan permasalahan lingkungan,  seperti banjir rob. Selain itu, penting untuk menyediakan ruang komunal yang  memadai sebagai tempat interaksi sosial, mengingat mayoritas pekerja di kawasan  ini berstatus lajang. Dengan pendekatan ini, rusunawa tidak hanya menjadi solusi  permasalahan permukiman kumuh tetapi juga mendukung kehidupan yang lebih  baik bagi para pekerja industri
    corecore