27 research outputs found
Hubungan Antara Beban Kerja Fisik dan Beban Kerja Mental Berbasis Ergonomi terhadap Tingkat Kejenuhan Kerja pada Karyawan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya Gempol
ABSTRAK Rizqiansyah, Moch. Zulfiqar Afifuddin. 2016. Hubungan Antara Beban Kerja Fisik dan Beban Kerja Mental Berbasis Ergonomi terhadap Tingkat Kejenuhan Kerja pada Karyawan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Surabaya Gempol. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : beban kerja fisik, beban kerja mental, ergonomi, kejenuhan kerja (burnout) Kejenuhan kerja (burnout) dapat diketahui oleh adanya kelelahan fisik, mental, dan emosional, serta rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Salah satu indikator penyebab timbulnya kejenuhan kerja (burnout) adalah beban kerja fisik maupun beban kerja mental. Beban kerja fisik maupun beban kerja mental sangat erat kaitannya dengan kajian ergonomi. Dari sudut pandang ergonomi, beban kerja fisik masuk dalam dimensi ergonomi fisik sedangkan beban kerja mental masuk dalam dimensi ergonomi kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas yaitu Beban Kerja Fisik berbasis ergonomi (X1) dan Beban Kerja Mental berbasis ergonomi (X2) dengan variabel terikat yaitu Kejenuhan Kerja (Burnout) (Y). Populasi penelitian adalah 70 karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol sebanyak 30 orang. Pengumpulan data penelitian untuk variabel beban kerja fisik berbasis ergonomi menggunakan perhitungan cardiovasculair load (%CVL) dengan metode 10 denyut, sedangkan untuk variabel beban kerja mental berbasis ergonomi menggunakan kuesioner NASA TLX dan variabel kejenuhan kerja (burnout) menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-General Survey (MBI-GS). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik korelasional dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh koefisien korelasi tidak signifikan sehingga hipotesis penelitian ditolak, dengan uraian sebagai berikut: (1) signifikansi antara X1 dan Y sebesar 0,896; (2) signifikansi antara X2 dan Y sebesar -0,130; dan (3) signifikansi regresi antara X1, X2, dan Y sebesar 0,728. Kesimpulan hasil penelitian yaitu beban kerja fisik dan beban kerja tidak cukup kuat untuk memprediksi terjadinya kejenuhan kerja (burnout) pada karyawan sehingga dimungkinkan banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya kejenuhan kerja (burnout)
Tourism infrastructure development prioritization in Sabang Island using analytic network process methods
Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Kota, Icor, Investasi terhadap Perekonomian Daerah Kota Tebing Tinggi
This study aims to determine the relationship among the regional economic of Tebing Tinggi City with interest rate, wage rate, government’s development expenditure, investment, routine expenditure, ICOR and employment. The method of analysis used was path analysis with using secondary data time series which source from Central Statistics Agency, the Regional Development Planning Board of Tebing Tinggi City and other sources. Research shows that growth of interest rate, wage rate, government’s development expenditure, investment, routine expenditure, ICOR and employment simultaneously significant effect the regional economic of Tebing Tinggi City and partially growth of interest rate positive but not significant, wage rate positive and significant, government’s development expenditure positive but not significant, investment positive and significant, routine expenditure negative and significant, ICOR negative but not significant, employment positive and significant effect on the regional economic of Tebing Tinggi City.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Perekonomian Daerah Kota Tebing Tinggi dengan Tingkat Bunga, Tingkat Upah, Pengeluaran Pembangunan, Investasi, Pengeluaran Rutin, ICOR, dan Kesempatan Kerja. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur, menggunakan data sekunder berupa data time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tebing Tinggi, dan sumber-sumber lainnya. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan Tingkat Bunga, Tingkat Upah, Pengeluaran Pembangunan, Investasi, Pengeluaran Rutin, ICOR, dan Kesempatan Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Perekonomian Daerah Kota Tebing Tinggi dan secara parsial pertumbuhan Tingkat Bunga berpengaruh positif namun tidak signifikan, Tingkat Upah berpengaruh positif dan signifikan, Pengeluaran Pembangunan berpengaruh positif namun tidak signifikan, Investasi berpengaruh positif dan signifikan, Pengeluaran Rutin berpengaruh negatif dan signifikan, ICOR berpengaruh negatif namun tidak signifikan, dan Kesempatan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perekonomian Daerah Kota Tebing Tinggi.123 Halama
PESAN DAKWAH DALAM QOSIDAH MUKTAMAR KE-34 NU KARYA DR. (H.C.) KH. AFIFUDDIN MUHAJIR
The Qosidah of the 34th Congress is a syi\u27iran written by DR. (H.C) KH. Afifudin Muhajir\u27s
intention was none other than Mahabbah\u27s love for Nahdlatul Ulama, with the hope that it would
be a means of gaining the approval of Al
lah SWT. Therefore, the author\u27s aim in conducting this
research is to describe the da\u27wah message contained in the muktamar qosidah by DR. (H.C) KH.
Afifuddin Muhajir. The research method used in this research is library research or what is usually
called
the Hermeneutics method. This method focuses on the activity of interpreting or meaning
the text contained in the research object being studied. The conclusion and results of this research
are that the da\u27wah messages studied by researchers are that there
are three categories of da\u27wah
messages, namely creed messages, sharia messages and moral messages. Of the three messages
that researchers can express in the qosidah congress, there are three types of aqidah messages,
namely faith in Allah, Allah\u27s Messen
ger and faith in the qodlo and qadar of Allah SWT.
Meanwhile, there are two sharia messages contained in the qosidah, namely the sharia message in
the form of worship, namely prayer and the sharia message in the form of deliberation. Finally, the
moral mes
sage contained in the qosidah is morals towards Allah, the Messenger of Allah and
morals towards humans which are divided into three, namely morals towards oneself, towards
family and towards other people
Development of fragility curve based on incremental dynamic analysis curve using ground motion Aceh earthquake
History records that Aceh has been hit by earthquakes several times, including the largest recorded, on December 26, 2004 with a magnitude of 9.3 SR. In connection with the history of disasters that have occurred, there is a need for safety and disaster preparedness. It is very important to conduct a feasibility study of the existing public buildings used in disaster preparedness for vulnerability against earthquakes. The type of building damage caused can predicted by referring to the fragility curve. This research conducted on evaluating the seismic performance of existing buildings in Banda Aceh City by developing a fragility curve based on Incremental Dynamic Analysis (IDA). The existing buildings that are the main focus of this study include the Tsunami Vertical Evacuation (TVE) of Lambung, TVE Alu Deah Teungoh, TVE TDMRC, SDN 48 Banda Aceh, SMPN 11 Banda Aceh, Baiturrahim Ulee Lheu Mosque, and the Subulussalam Punge Mosque. The IDA method is applied to predict and estimate the performance of the structure using several ground motions. The resulting set of IDA curves were further analyzed to form the fragility curve. The fragility curve becomes the basis for assessing the seismic performance of building structures rationally
Development of fragility curve due to the effect of tsunami force on existing building in Banda Aceh city
Aceh is located on the Indian Ocean Coast which is very prone to Tsunamis, this is due to frequent large earthquakes due to Megatrust faults, such as those that occurred during the earthquake on December 26, 2004. Based on the 2012 Aceh earthquake, the Acehnese prefer horizontal evacuation to vertical evacuation [1]. In this case, many people in Banda Aceh do not believe in the strength of TVE buildings (distrust building). From this research, it it is possible for the Acehnese will do the same thing in the future when the tsunami occurs. Horizontal evacuation puts them at risk of traffic accidents so that they cannot reach a safe area in a short time, whereas through vertical evacuation they can reach the TVE of a building in a short time due to its proximity to settlements. When the earthquake and tsunami occured Banda Aceh in 2004, many buildings were destroyed due to the earthquake load and also the Tsunami load. For this problem, a vulnerability analysis of buildings that can be used as TVE buildings can be carried out. If an earthquake magnitude more than 7.0 Mw can cause a tsunami, the TVE building should be counted on the structural strength caused by the Tsunami waves. In this research, a hydrodynamic analysis will be carried out due to air pressure and collision which is a function of velocity and depth of flow and also the influence of drag and drift variables on the building
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DAN BEBAN KERJA MENTAL BERBASIS ERGONOMI TERHADAP TINGKAT KEJENUHAN KERJA PADA KARYAWAN PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk CABANG SURABAYA GEMPOL
Kejenuhan kerja (burnout) dapat diketahui dari adanya kelelahan fisik, mental, dan emosional, serta rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri. Salah satu indikator penyebab timbulnya kejenuhan kerja (burnout) adalah beban kerja fisik maupun beban kerja mental. Beban kerja fisik maupun beban kerja mental sangat erat kaitannya dengan kajian ergonomi. Dari sudut pandang ergonomi, beban kerja fisik masuk dalam dimensi ergonomi fisik sedangkan beban kerja mental masuk dalam dimensi ergonomi kognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel bebas yaitu Beban Kerja Fisik berbasis ergonomi (X1) dan Beban Kerja Mental berbasis ergonomi (X2) dengan variabel terikat yaitu Kejenuhan Kerja (Burnout) (Y). Populasi penelitian adalah 70 karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel karyawan staf non operasional PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Surabaya Gempol sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh koefisien korelasi tidak signifikan sehingga hipotesis penelitian ditolak, dengan uraian sebagai berikut: (1) signifikansi antara X1 dan Y sebesar 0,896; (2) signifikansi antara X2 dan Y sebesar -0,130; dan (3) signifikansi regresi antara X1, X2, dan Y sebesar 0,728. Kesimpulan hasil penelitian yaitu beban kerja fisik dan beban kerja tidak DAPAT memprediksi terjadinya kejenuhan kerja (burnout) pada karyawan sehingga dimungkinkan banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya kejenuhan kerja (burnout).
Kata kunci : beban kerja fisik, beban kerja mental, ergonomi, kejenuhan kerja (burnout)
Doi : um023v6i12017p03
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PRAJURIT DI BATALYON KAVALERI 4/KIJANG CAKTI
Abstrak - Yonkav 4/Kijang Cakti memiliki tugas pokok melaksanakan pertempuran darat yang bersifat offensive dengan menggunakan lindung lapis baja serta melaksanakan tugas lain yang ditentukan oleh Komando Atas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja prajurit di Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dilaksanakan pada 78 personel dari Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti yang terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama. Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 25. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian survey dengan Teknik pengujian kualitas data yang meliputi uji validitas dan uji reliabilitas dengan tujuan untuk mengukur apakah pertanyaan yang digunakan betul-betul dapat mengukur apa yang hendak diukur serta konsisten dari setiap pengukuran yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan uji signifikansi dan linieritas regresi serta analisis jalur yang merupakan perluasan dari analisis regresi linier dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis penelitian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,246 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 24.6% dari Kepemimpinan terhadap Kinerja. Kedua, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,164 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang positif dan signifikan sebesar 16.4% dari Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Ketiga, diperoleh koefisien jalur sebesar 0,247 dimana hal ini menunjukkan adanya pengaruh bersama-sama yang positif dan signifikan sebesar 24.7% dari Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja. Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisiensi jalur positif. Mendasari hal tersebut, maka disarankan agar Danyonkav-4/KC dapat menerapkan pola kepemimpinan yang dapat meningkatkan kemampuan Prajurit disamping itu unsur pimpinan perlu memperhatikan kondisi Batalyon pada skala prioritas sehingga dapat menunjang kinerja prajurit di Batalyon Kavaleri 4/Kijang Cakti.Kata Kunci: Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Kinerja Prajuri
OPTIMALISASI PERSONEL JASMANI KOPASSUS GUNA MENDUKUNG KESIAPAN OPERASI DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOK SATUAN KOPASSUS
Abstrak -- Terbitnya Perkasad nomor 38 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tugas Kopassus, sebagai legitimasi jabatan personel jasmani menunjukan bahwa personel jasmani merupakan suatu kebutuhan bagi satuan. Dalam organisasi tersebut telah terdapat jabatan personel jasmani Kopassus dalam menjalankan tugas-tugas bidang perencanaan program kerja dan latihan. Namun jabatan tersebut tidak optimal dengan kesiapan operasi satuan Kopassus ,sehingga tentunya membutuhkan upaya Optimalisasi personel jasmani Kopassus mulai dari tahap pengadaan (rekrutmen), pengembangan (development), pendidikan dan pelatihan, serta penempatan, sehingga diperoleh personel jasmani Kopassus yang berkompeten .Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis bagaimana persepsi dari personel jasmani Kopassus terhadap kebutuhan Kasi/Pasi dan Bintara Jasmani dikaitkan dengan proses pengadaan (rekrutmen), pengembangan (development), pendidikan dan pelatihan, serta penempatan dalam satuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode kualitatif karena dilakukan pada kondisi ilmiah (natural setting). peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data pada Observasi partisipatif pasif atau observasi langsung, wawancara mendalam (in depth interview) dan studi dokumentasi. Sumber data primer, Sedangkan sumber data sekunder, yakni dokumentasi, Lokasi penelitian di Jasmani Kopassus dan di Makopassus, yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2018.Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa kondisi personel jasmani yang tersedia di Kopassus masih belum dapat berjalan optimal sehingga perlu revitalisasi jabatan yang tingkatannya lebih tinggi.Kata Kunci: Optimalisasi, pengadaan (rekrutmen), pengembangan (development), pendidikan dan pelatihan, jasmaniAbsract -- The Regulation of the Armay Chief of Staff publication of number 38 in 2015 on the Organization and Duties of Kopassus, as the legitimacy of the fitness personil commission. Shows that the fitness personil is a requirement for the unit. However, faced with the current condition fitness personil Special Forces in carrying out tasks in planning the program and exercise. But, the places of fitness personil is not optimal with support operational unit Kopassus, this condition requires effort to optimalize the fitness personil from the stage of the procurement (recruitment), development, education and training, and placement, in order to obtain the officer fitness Kopassus competent .This Research tried to study and analyze how perceptions of officer fitness personil Kopassus against head section officer, second head section officer and commissioned officer fitness needs associated with procurement processes (recruitment), development, education and training, and for increasing the performance of the unit. The method used in this study, the method of qualitative or naturalistic because it is done on the condition of scientific (natural setting). Researchers are a key instrument. Data collection techniques in participatory passive observation or direct observation, in-depth interviews (in-depth interviews) and documentary studies. Sources of primary data. While secondary data sources, ie, documentation, research location officer fitness Kopassus which was implemented in Aguts 2018. This research obtained the result that the position of fitness personil Kopassus officers in Kopassus is not optimize so that need revitalization to next higher level.Keywords: Optimalization, recruitment, development, education and training, phisical f
Peran KODIM 0810/Nganjuk Dalam Perbantuan Menanggulangi Bencana Alam di Wilayah Nganjuk dan Sekitarnya Tahun 2014-2018
Abstrak -- Kodim 0810/Nganjuk menggerakan pasukan di jajarannya di tingkat Koramil serta permintaan BKO dari pasukan satuan di luar Kodim 0810/Nganjuk untuk melaksanakan tugas OMSP melalui bantuan pada proses pra bencana, tanggap bencana dan pasca bencana dengan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nganjuk. Kajian penelitian ini dibatasi pada pelaksanaan bantuan militer terhadap mengatasi potensi bencana alam di wilayah Nganjuk oleh Kodim 0810/Nganjuk.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis: 1. peran Kodim 0810/Nganjuk, 2. kesiapsiagaan Kodim 0810/Nganjuk, 3. mitigasi bencana Kodim 0810/Nganjuk dan 4. faktor yang mempengaruhi penanggulangan prabencana alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Peran Kodim 0810/Nganjuk dalam penanggulangan bencana dengan meningkatkan ketahanan masyarakat, menjadikan kearifan lokal sebagai pilar dalam penangangan bencana, dan merangkul pemuda dan masyarakat. 2. Kesiapsiagaan Kodim 0810/Nganjuk dilakukan dengan cara sosialisasi memperkenalkan dan memaparkan bagaimana cara mengantisipasi terjadinya bencana, kontinjensi yaitu tindakan setelah terdapat tanda-tanda peringatan dini akan datangnya ancaman bencana.dan Latihan Posko. 3. Mitigasi bencana dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan BPBD, memasang rambu-rambu, dll. mencakup semua langkah yang diambil untuk mengurangi skala bencana di masa mendatang 4. Faktor yang mempengaruhi tugas pokok Kodim 0810/Nganjuk meliputi sinergi dan keterbatasan alat penunjang kebencanaan.Kata Kunci : Peran, Perbantuan, Bencana alam Absract -- Kodim 0810/Nganjuk moves troops across the range in the level of demand as well as the invited BKO consists of unit outside of Kodim 0810/Nganjuk to carry out the process through the help of OMSP pre disaster, disaster response and disaster with coordinate with BPBD Nganjuk Regency. A research study is confined to the execution of military aid against addressing the potential of natural disasters in the area of the hole by Hole 0810/Kodim. The purpose of this research is to analyze: 1. the role of Kodim 0810/Nganjuk, 2. Kodim 0810/Nganjuk preparedness Nganjuk, 3. disaster mitigation Kodim 0810/Nganjuk and 4. factors that influence the response of natural prabencana. This study uses qualitative methods. The data obtained through observation, interview and the study of librarianship. Data analysis techniques used for data reduction, display the data and the conclusions of the data. Location of research in Nganjuk Regency. The results showed: 1. The role of Kodim 0810/Nganjuk in disaster tackling with improving the survival of the community , made local knowledge as the pillar in penangangan disaster , and embrace youth and the community .2. Preparedness Kodim 0810/Nganjuk done by means of socialization introduce and explained how to anticipate the incident , contingency namely the act of after signs early warning will come bencana.dan exercise post .3. Disaster mitigation carried out by coordinating with bpbd , set up the guidelines , etc . Includes all steps taken to reduce the scale of the disaster in the future 4. Factor that influences main task of Kodim 0810/Nganjuk covering synergy and limited equipment disaster supporting.Key words: role, to assist, natural disaster
