16 research outputs found

    Eksistensi Zooplankton di Perairan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih dan Faktor Fisika dan Kimia Perairan

    Full text link
    Dalam operasionalnya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih mengasilkan air bahang yang diduga akan memberikan berpengaruh pada perubahan faktor lingkungan seperti fisik, kimia dan biologi laut, salah satu yang terkena dampaknya adalah zooplankton. Tujuan penelitian untuk mengamati struktur komunitas zooplankton di perairan yang terkena dampak air panas PLTU Teluk Sirih. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 dengan empat stasiun sampel yaitu Outfall, Inlet, Jetty dan tengah laut sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur komunitas zooplankton yaitu ditemukan 18 jenis zooplankton dan indeks keragaman (H’) yang tergolong baik berkisar antara 2,094-2,453. Indeks Rata (E) 0,793-0,906 dan Indeks Dominasi (C) 0,100-0,192. Nilai E dan C menunjukkan fitoplankton tersebar merata dan tidak ada genera yang mendominasi di perairan PLTU Teluk Sirih. Faktor fisika dan kimia air semuanya sesuai dengan baku mutu berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup (KEPMENLH) No. 51 Tahun 2004 dengan suhu berkisar antara 29-320C, pH 7-8, kecerahan >3m, Salinitas 31,4-32,2 ‰. DO 5 mg/L,. Dapat disimpulkan kondisi perairan baik dan eksistensi zooplankton di perairan PLTU Teluk Sirih juga dalam kondisi bai

    “Komunitas Fitoplankton dan Kaitannya Terhadap Produktivitas Primer Serta Serapan Karbon Dioksida Di Perairan Pesisir Sumatera Barat”

    Full text link
    Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan April - Oktober 2015 di Teluk Sungai Pisang (Kota Padang) dan Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode porposive sampling. Masing-masing lokasi dipilih 3 stasiun sampling, yaitu di Teluk Sungai Pisang di Pulau Setan, Ujung dan Pulau Pasumpahan dan Kota Pariaman di Pulau Kasiak, Pulau Angso Duo dan Pulau Tangah. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil 127 jenis fitoplankton yang tergolong kedalam empat divisi yaitu Crysophyta, Chlorophyta, Cyanophyta dan Pyrrophyta. Dari divisi Chrysophyta jenis fitoplankton yang banyak ditemukan dari kelas Bacillariophyceae, selanjutnya diikuti oleh Divisi Pyrrophyta yang didominasi oleh kelas Dinophyceae. Kepadatan fitoplankton di pesisir Sumatera Barat rata-rata berkisar antara 1364,69-1567,817 ind/l. Kepadatan fitoplankton terendah yaitu 1364,69 ind/l berada pada perairan Kota Pariaman, sedangkan kepadatan fitoplankton tertinggi berada di perairan Kota Padang yaitu 1567,817 ind/l. Produktivitas primer di perairan pesisir Sumatera Barat rata-rata berkisar antara 98,21-119,26 mg C/m3/4jam dan nilai klorofil-a pesisir Sumatera Barat rata-rata berkisar antara 0,019-0,035 mg/m3. Perairan pesisir Sumatera Barat dapat menyerap CO2 dengan nilai flux (aliran) CO2 dari atmosfer ke laut rata-rata di perairan Kota Padang yaitu-176.262,42 mol CO2/m2 /yr , dan perairan Kota Pariaman -108.633,061 mol CO2/m2 /yr. Kata kunci : Komunitas fitoplankton, Karbon dioksida dan Produktivitas prime

    Komposisi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Danau Maninjau Sumatera Barat

    Full text link
    A study on composition and structure of phytoplankton community at Maninjau lake was conducted from April to July 2013. The planktons were sampled purposively at 11 stastions using vertically towed of plankton net. This study found a total 94 species of phytoplankton that mostly belong to Chlorophyceae. Density of phytoplankton varied significantly between sampling stations ranged from 1,083 to 5,119 ind/l. The highest density was found at Station where agriculture plant dominated the vegetations around the edge of the lake, while the lowest density found at station located near the centre of the lake. Those phytoplanktons with relative density higher than 5% were Synedra ulna, Cosmarium compressus, Cosmarium decoratum, Sturastrum playfairi, Chroococcus disperses, Chroococcus limneticus and Glenodinium quadridens. Diversity indiches of phytoplankton (H`) was ranged from 1,96-2,80 with highest diversity at Galapuang (near garbages disposal area and fish farms) and the lowest was at Pakan Rabaa (water inlet). Equitability indiches (E) ranged from 0.65 to 0.81. The Index of Similarity phytoplankton was range from 28.12-70.00%. The result of this study might suggest that composition of the phytoplankton in the lake was relatively high although the structure reflected some influencees of human activities.Key word :phytoplankton, community, diversity, and Maninjau Lake

    Komposisi Dan Struktur Komunitas Fitoplankton Di Perairan Teluk Sungai Pisang Kota Padang Sumatera Barat pada Musim Kemarau

    Full text link
    AbstractSungai Pisang Bay is located south of Padang City, at this location there are various activities including Pasumpahan Island water tourism, fishing, and settlement activities. This is expected to pollute the sea and have an impact on marine biota, especially phytoplankton. The purpose of this study was to examine the quality of seawater based on the composition and structure of the phytoplankton community in the Sungai Pisang Bay, Padang City. The research was conducted using survey methods and field sampling using plankton net at three sample stations on Pasumpahan Island, Ujung and Setan Island. The result is conducted 100 species of phytoplankton were found consisting of 4 classes, namely Bacillariphyceae 66 species, Chlorophycaeae 1 species, Cyanophyceae 3 species and Dinophyceae 30 species. The phytoplankton diversity index in April ranged from 2.056-3.165 and in Mei 2.644-2.977. The phytoplankton equitability index in April ranged from 0.565-0.836 and in Mei 0.727-0.809. The phytoplankton dominance index in April ranged from 0.054-0.087 and in Mei 0.096-0.131. Physical Chemistry in good condition base on KEPMEN LH No 51/2004. It can be concluded that the condition of Sungai Pisang Bay waters is based on the presence of phytoplankton in dry conditions is good

    ANALISA PENCEMARAN ORGANIK SUNGAI MASANG KECIL DI KABUPATEN PASAMAN BARAT BERDASARKAN KOMUNITAS DAN INDEKS BIOLOGI MAKROZOOBENTOS

    Full text link
    Bentos merupakan hewan yang hidup di dasar perairan dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu: mikrobenthos, meiobenthos dan makrobenthos. Adapun peran benthos diantaranya mampu mendaur ulang bahan organik, membantu proses mineralisasi, menduduki posisi penting dalam rantai makanan  dan indikator pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesehatan lingkungan berdasarkan Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Masang Kecil di sekitar kawasan PT AAI Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan tiga titik sampling yaitu hulu dan 2 titik di hilir setelah kegiatan IPAL dan setelah pertemuan anak sungai. Hasil identifikasi jenis organisme Bentos secara keseluruhan teridentifikasi sebanyak 45 spesies. Spesies terbanyak dijumpai pada Kelas Insecta. Nilai keanekaragaman dikategorikan tinggi yaitu H’di Hulu= 2,35, Di hilir setelah IPAL H’=2,26 dan setelah pertemuan anak sungai H’= 2,23. Kepadatan bentos berturut-turut adalah 318,49 ind/m2, 951,76 ind/m2 dan 155,54 ind/m2. Kepadatan tertinggi berada Dapat disimpulkan kondisi bentos berada dalam kondisi baik skala 4

    EKSISTENSI MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN KAWASAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) TELUK SIRIH : Makrozoobentos

    No full text
    Operasional dari PLTU ini akan memberikan dampak terhadap kualitas air disekitarnya. Salah satunya gangguan biota air. Dengan adanya pembongkaran batu bara di laut sebagai bahan bakar dan juga adanya pembuangan air bahang ke laut, kegiatan ini tentunya berdampak terhadap makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas air berdasarkan eksistensi komunitas makrozoobentos dan menganalisa factor fisika kimia air. Penelitian ini menggunakan metode survey dan pengkoleksian langsung. Lokasi pengambilan sampel terdiri dari 2 titik sampel yaitu di inlet dan outlet PLTU Teluk Sirih dengan 3 kali ulangan pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian ditemukan makrozoobentos sebanyak 16 jenis terdiri dari jenis Bivalvia, 7 jenis Gastropoda, 2 jenis Malacostraca, dan 6 jenis masuk dari kelas Polychaeta. Kepadatan populasi bentos pada outlet adalah 429 ind/m2 sedangkan kepadatan pada inlet adalah 528 ind/m2. Indeks keanekaragaman pada titik outlet yaitu 2,815 dan inlet adalah 2,727. Berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobentos, maka kondisi perairan Teluk Sirih dalam kondisi baik dan stabil. Berdasrkan indeks kemerataan menunjukan makrozoobentos tersebar merata dengan nilai mendekati 1, dan indeks dominansi mendekati nol, artinya tidak ada makrozoobentos yang mendominasi. Kualitas air seperti kecerahan dan Total suspense Solid (TSS) menunjukan kualitas air bersih dan jernih, suhu didapatkan 24,6 dan 24,7oC, pH berkisar dari 7,76-8,18, Salinitas 19,2 ‰ dan Total Organik Karbon (TOK) 62,5-62,6 mg/L

    TRANSFER TEKNOLOGI PRODUKSI PESTISIDA NABATI PLUS ORGANIK ADJUVAN PADA KELOMPOK TANI JAYA DI DESA ROSOWOSARI

    Full text link
    Rowosari Village is one of Jember University\u27s fostered communities. Jember University has provided assistance with conventional, semi-organic, and organic farming systems from the LeSOS institution. Organic rice is the superior agricultural commodity. Geographically, Rowosari settlement serves as a buffer settlement for Mount Raung. Rowosari Village is known for its fertile soil and clean water. Farmers confront primary pest attacks, such as rice stem borers and brown planthoppers. Meanwhile, farmers are not allowed to use synthetic pesticides. The partnership service program ran from July to November 2024. The Jaya II Farmer Group serves as this program\u27s partner. The stages of activity begin with organic farming advice, followed by the mass production of botanical pesticides and organic adjuvants, and application aid on agricultural land. The outcomes of community service demonstrate that farmers are excited to participate in the program. Farmers can independently synthesize botanical pesticides and organic adjuvants. Additionally, growers can directly apply the product to their organic rice crops. Farmers can also determine the level of pest infestation through simple experiments including botanical insecticides and organic adjuvants. Farmers have also recognized the need of regular monitoring and recording the application\u27s results for future evaluation. The overall goal of this community service initiative is to help farmers enhance their ability and independence in managing organic farming methods. The end result is an appropriate technology that has the potential to significantly improve organic farming and food security.   ---   Desa Rowosari adalah salah satu desa binaan dari Universitas Jember. Universitas Jember telah mendampingi dari sistem pertanian konvensional, semi organik, dan organik dari lembaga LeSOS. Komoditas unggulan yang dibudidayakan adalah padi organik. Secara geografi, Desa Rowosari terletak sebagai desa penyangga dari Gunung Raung. Desa Rowosari memiliki karakteristik tanah yang subur dan air bebas bahan pencemar. Namun, kendala yang dihadapi oleh petani adalah serangan hama utama yaitu penggerek batang padi, walang sangit, dan wereng batang coklat. Sementara itu, petani dilarang untuk menggunakan pestisida sintetis. Program pengabdian kemitraan dilaksanakan dari Bulan Juli-November 2024. Mitra pada program ini yaitu Kelompok Tani Jaya II. Tahapan kegiatan dimulai dengan penyuluhan pertanian organik, proses produksi massal pestisida nabati plus organik adjuvan, serta pendampingan aplikasi pada lahan budidaya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa petani memiliki antusias untuk mengikuti program. Petani dapat memproduksi pestisida nabati plus organik adjuvan secara mandiri. Selain itu, petani dapat mengaplikasikan secara langsung produk tersebut pada lahan padi organiknya. Petani juga mampu membedakan tingkat serangan hama melalui percobaan sederhana menggunakan pestisida nabati plus organik adjuvan. Petani juga telah memahami pentingnya pemantauan rutin dan mencatat hasil aplikasi untuk evaluasi lebih lanjut. Program pengabdian kepada masyarakat ini secara keseluruhan membantu petani dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani dalam mengelola praktik pertanian organik. Produk yang dihasilkan tersebut merupakan Teknologi Tepat Guna yang berpotensi besar untuk memperkuat pertanian organik dan ketahanan pangan

    Organoleptic Test and Proximate Test of Feed For Panulirus Homarus Using Canavalia Ensiformis As A Substitute of Soy Flour

    Full text link
    One type of legume that is very suitable as a source of raw material for making lobster feed is Canavalia ensiformis. Soybeans, which are a source of vegetable protein, can now be replaced with Canavalia ensiformis. The purpose of this Research was to examine the quality of artificial feed using Canavalia ensiformis as a substitute for soybean flour for Panulirus homarusfeed. The method used is the experimental method with RAL using 4 treatments and 3 replications. The treatments in this Research were A (artificial feed without Canavalia ensiformis (control), B (2.5% Canavalia ensiformis in 1 kg of artificial feed), C (3% Canavalia ensiformis in 1 kg of artificial feed), and D (3.5% Canavalia ensiformis in 1 kg of artificial feed). The research data were analyzed using the non-parametric statistical test Kruskal Wallis and were described. The test animal used was Panulirus homaruswith a size of 8-10 cm with an average weight of 200-300 grams. The results of the physical tests showed that The parameters of speed of breaking (crushing), level of hardness, level of homogeneity (uniformity) and allure were significantly different from the use of Canavalia ensiformis flour while the parameters of sinking speed and delicacy were not significantly different.The proximate chemical test results of feed using Canavalia ensiformis flour were the best on feed B, which contains 9.34% water content, 11.87% ash content, 29.98% crude protein (N x 6.25), 6.84% crude fat , Carbohydrates 41.92% and Crude Fiber 5.00%
    corecore