1,720,971 research outputs found
PENINGKATAN PEMILIKAN KOSAKATA MELALUI MEMBACA DENGAN MENGGUNAKAN KAMUS BERGAMBAR PADA MURID TUNARUNGU KELAS DASAR IV DI SLB B YPPLB MAKASSAR
MERI ANDANI . 2011. Peningkatan Pemilikan Kosakata Melalui Membaca Menggunakan Kamus Bergambar Pada Murid Tunarungu Kelas Dasar IV di SLB B YPPLB Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Bapak Drs. M. Shodiq AM, M.Pd dan Bapak Dr. Triyanto Pristiwaluyo, M.Pd. Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar.
Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemilikan kosakata murid tunarungu kelas dasar IV di SLB B YPPLB Makassar sebelum dan setelah menggunakan kamus bergambar.
Adapun tujuan diadakannya penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pemilikan kosakata setelah melalui kegiatan membaca menggunakan kamus bergambar pada murid tunarungu kelas IV di SLB B YPPLB Makassar.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yaitu memberikan kamus bergambar pada pembelajaran bahasa Indonesia untuk mengetahui kepemilikan kosakata pada murid tunarungu kelas dasar IV di SLB B YPPLB Makassar
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya kepemilikan kosakata murid tunarungu kelas dasar IV di SLB B YPPLB Makassar sebelum menggunakan kamus bergambar. Adapun jumlah pemilikan kosakata murid tunarungu sebelum menggunakan kamus bergambar pada A.M sebanyak 17 kosakata dan A sebanyak15 kosakata. Sedangkan setelah penggunaan kamus bergambar melalui bacaan dapat meningkatkan kepemilikan kosakata pada murid tunarungu di SLB B YPPLB Makassar. Adapun jumlah kosakata murid tunarungu setelah menggunakan kamus bergambar pada A.M sebanyak 23 dan A sebanyak 20 kosakata. Hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kamus bergambar melalui bacaan dapat meningkatkan pemilikan kosakata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia murid tunarungu kelas dasar IV di SLB B YPPLB Makassar
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR PEMBUATAN POLA BLUS DI SMK NEGERI 1 PANDAK
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR PEMBUATAN POLA BLUS DI SMK NEGERI 1 PANDAK
Oleh:
Meri Andani
NIM. 11513249001
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini dirancang untuk: (1) mengetahui kemandirian belajar siswa kelas XI tata busana di SMK Negeri 1 Pandak, (2) mengetahui prestasi belajar pembuatan pola blus siswa kelas XI tata busana di SMK N 1 Pandak, dan (3) membuktikan adanya hubungan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar pembuatan pola blus siswa kelas XI tata busana di SMK N 1 Pandak.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Busana di SMK Negeri 3 Klaten yang menempuh pelajaran pembuatan pola blus sebanyak 63 orang. Ukuran sampel penelitian sebanyak 55 orang ditentukan dengan rumus tabel Isaac dan Michael, selanjutnya sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan observasi untuk memperoleh informasi tentang keadaan/ situasi yang ada dalam lingkungan sekolah, dan untuk mengetahui permasalahan pelaksanaan pembelajaran pada pembuatan pola blus, angket untuk mengukur kemandirian belajar siswa, dokumentasi dari guru untuk prestasi belajar. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemandirian belajar siswa 7,3% termasuk dalam kategori kurang, 56,3% termasuk dalam kategori cukup, 36,4% termasuk dalam kategori tinggi, (2) prestasi pembuatan pola blus dengan skor 76-78 sebesar 12,7%, skor 79-81 sebesar 25,5%, skor 82-84 sebesar 18,2%, skor 85-87 sebesar 9,1%, skor 88-90 sebesar 18,1 %, skor 91-93 sebesar 16,4%, (3) terdapat hubungan positif antara kemandirian belajar (x) dengan prestasi belajar pembuatan pola blus (y) di SMK Negeri 1 Pandak, pada taraf signifikansi 5% diperoleh r hitung ( 0,783) > r tabel (0,266) sehingga koefisien korelasi X terhadap Y adalah signifikan, hasil analisis korelasi kemandirian belajar (x) terhadap prestasi belajar pembuatan pola blus (y) memiliki bentuk hubungan linier diibuktikan dengan f hitung (1,789) < dari f tabel (4,02) dan indeks tuntutan asumsi signifikan sebesar 0,073.
Kata kunci: kemandirian belajar, prestasi belajar, pembuatan pola blu
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMK N 1 PENGASIH
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu upaya yang
dilakukan oleh Universitas Negeri Yogyakarta sebagai suatu wahana
pembentukan calon guru atau tenaga kependidikan yang profesional. Kegiatan ini
bertujuan untuk (1) memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam bidang
pembelajaran dan manajerial di sekolah atau lembaga, dalam rangka melatih dan
mengembangkan kompetensi keguruan atau kependidikan. (2) Memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal, mempelajari, dan menghayati
permasalahan sekolah atau lembaga, baik yang terkait atau dengan proses
pembelajaran maupun kegiatan manajerial kelembagaan. (3) meningkatkan
kemampuan mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang telah dikuasai secara interdisipliner ke dalam kehidupan nyata di sekolah,
atau lembaga pendidikan. (4) memacu pengembangan sekolah atau lembaga
dengan cara menumbuhkan motivasi atas dasar kekuatan sendiri. (5)
meningkatkan hubungan kemitraan antara UNY dengan pemerintah daerah,
sekolah atau lembaga pendidikan terkait.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam PPL dilakukan secara bertahap yaitu
dimulai dari tahap observasi sampai dengan pelaksanaan. Secara umum kegiatan
ini mempunyai tujuan agar mahasiswa dapat mengembangkan serta meningkatkan
kualitas pembelajaran sekolah dengan memaksimalkan penggunaan media
pembelajaran maupun fasilitas-fasilitas yang ada di sekolah. Kegiatan yang
dilakukan dalam PPL adalah praktik mengajar pada program keahlian Busana
Butik (kelas X Busana Butik 1,2 dan Kelas XI Busana Butik ) Sebagai bekal
untuk persiapan menghadapi dunia pendidikan di sekolah sebagai seorang tenaga
pendidik. Pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode Ceramah dan
Diskusi dengan tambahan penggunaan media yang relevan dengan materi. Hasil
kegiatan ini adalah terlaksananya program kerja PPL yang telah direncanakan.
Kesimpulan dari kegiatan PPL ini adalah (1) PPL adalah suatu sarana bagi
mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta untuk dapat menerapkan langsung
ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah dengan program studi atau konsentrasi
masing-masing. (2) PPL adalah sarana untuk menimba ilmu dan pengalaman yang
tidak diperoleh di bangku kuliah. Dengan terjun ke lapangan maka kita akan
berhadapan langsung kepada masalah yang berkaitan dengan proses belajar
mengajar di sekolah, baik itu mengenai manajemen pendidikan dan akan menuju
proses pencarian jati diri mahasiswa yang melaksanakan PPL tersebut. (3) PPL
akan menjadikan mahasiswa untuk dapat mendalami proses belajar mengajar
secara langsung, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan profesionalisme yang
tinggi sebagai calon pendidik dan pengajar. (4) PPL menjadikan mahasiswa lebih
mengetahui kedudukan, fungsi, peran, tugas, dan tanggung jawab sekolah secara
nyata. Semua itu mempunyai tujuan yang sama meskipun mempunyai bidang
kerja atau gerk yang berbeda. Tujuan yang dimaksud adalah berhasilnya proses
belajar mengajar yang ditentukan sebelumnya. (5) Keberhasilan proses belajar
mengajar tergantung kepada unsur utama yaitu guru dan murid yang ditunjang
dengan sarana dan prasarana pendukung
PENGARUH OFFICE CHANNELING, DANA PIHAK KETIGA (DPK) DAN PEMBIAYAAN TERHADAP ASSET UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2017-2021
ABSTRAK
Perkembangan aset unit usaha syariah terus menunjukan
perkembangan dalam kurun waktu 5 tahun terkahir, bahkan aset unit
usaha syariah tetap menunjukan peningkatan walaupun terdampak
covid-19. Hal ini berbanding terbalik dengan perkembangan aset
sebelum terdampak covid dimana aset unit usaha syariah mengalami
peningkatan yang lebih sedikit dibandingkan saat terdampak covid-19.
Office Channeling dimaksudkan untuk meningkatkan akses sekaligus
menarik minat masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan
syariah. Semakin banyak masyarakat menggunakan layanan syariah
(office channeling) maka akan berpengaruh postif petumbuhan aset
unit usaha syariah. Pertumbuhan aset juga di sebabkan oleh beberapa
faktor yaitu dana pihak ketiga dan pembiayaan, semakin dana pihak
ketiga dan pembiayaan mengalami kenaikan maka akan semakin
tinggi juga pertumbuhan asetnya. Adapun rumusan masalah pada
penelitian ini yaiu: Apakah Office Channeling, Dana Pihak Ketiga dan
Pembiayaan secara parsial berpengaruh terhadap Aset Unit Usaha
Syariah di Indonesia 2017-2021? , dan Apakah Office Channeling,
Dana Pihak Ketiga dan Pembiayaan secara simultan berpengaruh
terhadap Aset Unit Usaha Syariah di Indonesia 2017-2021?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif . Sampel
dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling data
yang diolah adalah data sekunder laporan keuangan keuangan
pertahun unit usaha syariah 2017-2021 yang di ambil dari website
masing-masing bank unit usaha syariah.
Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu
menunjukan bahwa secara parsial terdapat pengaruh Office
Channeling,dana pihak ketiga dan pembiayaan terhadap Aset Unit
Usaha Syariah. Secara simultan Office Channeling, Dana Pihak
Ketiga dan Pembiayaan secara simultan berpengaruh terhadap Aset
Unit Usaha Syariah di Indonesia periode 2017-2021.
Kata Kunci : Office Channeling, Dana Pihak Ketiga, Pembiayaan
dan Aset
iii
ABSTRACT
The development of sharia business unit assets has
continued to show progress in the last 5 years, even sharia business
unit assets have continued to show an increase despite being affected
by Covid-19. This is inversely proportional to the development of
assets before being affected by Covid where the assets of the sharia
business unit experienced a smaller increase compared to when they
were affected by Covid-19. Office Channeling is intended to increase
access as well as attract public interest in using Islamic banking
services. The more people use sharia services (office channeling), the
more positive the growth of sharia business unit assets will be. Asset
growth is also caused by several factors, namely third party funds and
financing, the more third party funds and financing increase, the
higher the asset growth will also be. The formulation of the problem
in this research is: Do Office Channeling, Third Party Funds and
Financing partially affect the Assets of Islamic Business Units in
Indonesia 2017-2021? and Do Office Channeling, Third Party Funds
and Financing simultaneously affect the Assets of Sharia Business
Units in Indonesia 2017-2021?
This research is a type of quantitative research. The sample
in this study uses a purposive sampling technique. The data that is
processed is secondary data on the annual financial reports of the
sharia business units for 2017-2021 which are taken from the website
of each bank of the sharia business unit.
The research results obtained in this study show that
partially there is the influence of Office Channeling, third party funds
and financing of Islamic Business Unit Assets. Simultaneously Office
Channeling, Third Party Funds and Financing simultaneously affect
Sharia Business Unit Assets in Indonesia for the 2017-2021 period.
Keywords: Office Channeling, Third Party Funds, Financing and
Asset
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
KAJIAN REGIMEN DOSIS PENGGUNAAN OBAT ASMA PADA PASIEN PEDIATRI RAWAT INAP DI BANGSAL ANAK RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG
Telah dilakukanlah penelitian tentang kajian regimen dosis penggunaan
obat asma pada pasien pediatri rawat inap di bangsal anak RSUP. DR. M. Djamil
Padang yang bertujuan untuk membandingkan kesesuaian regimen dosis obat
asma yang diberikan dengan regimen dosis pada literatur. Penelitian ini dilakukan
secara retrospektif dengan teknik konsekutif sampling. Sampel diperoleh dari data
rekam medik pasien selama tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Prednison, Combivent
®
dan Ambroxol memenuhi tepat dosis pemberian 100%,
Deksametason 7,14%, Salbutamol 75%, dan pemberian teofilin tidak ada yang
tepat dosis. Untuk kriteria rute pemberian 100% dinyatakan tepat untuk semua
obat. Sedangkan untuk kriteria interval pemberian, Deksametason, Prednison,
Salbutamol, Teofilin, dan Ambroxol dinilai 100% tepat interval, namun
Combivent
®
hanya 95,24%. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dosis dan
interval pemberian obat asma belum sepenuhnya sesuai dengan literatur,
sedangkan untuk rute pemberian dinilai sudah sesuai dengan literatur.
Kata Kunci : Asma, Pediatri, Regimen Dosi
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA PEKANBARU NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DI KELURAHAN MUARA FAJAR KECAMATAN RUMBAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Peraturan
Daerah Kota Pekanbaru nomor 12 tahun 2002 tentang Rukun Tetangga dan
Rukun Warga di Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai.serta untuk
mengetahui apa saja hambatan-hambatan Implementasi Peraturan Daerah Kota
Pekanbaru nomor 12 tahun 2002 tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga di
Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai. Dalam penelitian ini indikator yang
digunakan adalah Peraturan Daerah Kota Pekanbaru no 12 tahun 2002 tentang
Rukun Tetangga dan Rukun Warga. Penulis menggunakan keyinforman di
lapangan adalah sebanyak 8 orang yang terdiri dari 1 Lurah, 2 Ketua RW, 2
Ketua RT, dan 3 Masyarakat. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi,
wawancara dan dokumentasi. Kesemua data yang diperolehakan di analisis
dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan penelitian ini maka dapat
diketahui bahwa Implementasi Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 12
tahun 2002 tentang Rukun Tetangga dan Rukun Warga di Kelurahan Muara
Fajar Kecamatan Rumbai belum terlaksana. Kendala yang dihadapi di
Kelurahan Muara Fajar kurangnya Informasi yang diterima oleh Ketua RT dan
RW, Kurang jelas isi dari Kebijakan Publik sehingga susah dipahami, kurangnya
dukungan dari pihak pelaksana peraturan daerah tersebut.
Kata Kunci : Peraturan Daerah Kota Pekanbaru nomor 12 tahun 2002 tentang
Maksud, tujuan dan pembentukan Rukun Tetangga dan Rukun Warga, Ketentuan
jumlah Kepala Keluarga per Rukun Tetangga, Rukun Tetangga per Rukun Warg
MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN APLIKASI SISTEM INFORMASI LAPORAN HARIAN PKS & PPKO ONLINE PADA PTPN V MENGGUNAKAN METODE NIST SP 800-30
Pengukuran risiko terhadap keamanan sistem informasi laporan produksi harian PKS & PKKO
online dengan menggunakan metode NIST SP 800-30 pada PT.Perkebunan Nusantara V
Pekanbaru. Pada saat ini PTPN V belum ada melakukan pengukuran risiko terhadap keamanan
system informasi laporan harian PKS & PPKO online sedangkan pengukuran itu sangat penting
untuk menunjang penerapan teknologi informasi yang ada pada PTPN V. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi terhadap risiko-risiko yang terjadi pada aplikasi
sistem informasi laporan produksi harian PKS PKKO online, untuk mengetahui besarnya risiko
yang terjadi pada aplikasi sistem informasi laporan produksi harian PKS & PKKO online dan
memberikan rekomendasi pengendalian keamanan. Karakeristik system menyediakan informasi
seperti daftar hardware, daftar aplikasi, daftra system operasi dan topologi jarigan serta devisi
yang bertanggung jawab penting untuk menentukan risiko. Hasil dari penelitian ini adalah
memeberikan rekomendasi-rekomendasi yang diharapkan dapat mengatasi dan memperbaiki
kekurangan maupun permasalahan yang terjadi pada system informasi laporan harian PKS &
PPKO online Dapat disumpulkan risiko-risiko yang terjadi dan sudah teridentifikasi yaitu
kebakaran, virus, human eror, hacking, dan kegagalan jaringan. Dan dapat dikategorikan risiko
yang berlevel tinggi ialah hacker dan human eror, sedangkan yang ber level sedang adalah virus, kebakaran dan kegagalan jaringan
Kata Kunci : Level Risiko, Manajemen Risiko, NIST SP 800-30, Sistem informasi laporan harian
PKS & PPKO Online
- …
