104,998 research outputs found

    KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL EDITORIAL THE JAKARTA POST

    No full text
    berkaitan dengan kohesi pada editorial The Jakarta Post yang mempunyai tujuan mendeskripsikan kohesi gramatikal dan leksikal dalam membentuk keterpaduan wacana editorial. Penelitian ini juga bertujuan menjelaskan kegunaan kohesi gramatikal dan leksikal pada editorial The Jakarta Post. Penelitian ini membahas dua permasalahan yaitu: (1) bagaimana jenis dan penggunaan penanda kohesi gramatikal yang terdapat pada kolom editorial The Jakarta Post (2) bagaimana jenis dan penggunaan penanda kohesi leksikal yang terdapat pada kolom editorial The Jakarta Post Data penelitian ini adalah wacana dari editorial yang dimuat dalam media massa The Jakarta Post. Data yang dianalisis adalah empat editorial dari The Jakarta Post yang diambil setiap hari Senin dalam bulan Mei. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan untuk menganalisis aspek gramatikal dan leksikal wacana editorial The Jakarta Post adalah metode distribusional. Teknik yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL) dan analisis struktur mikro. Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal dan leksikal banyak digunakan dalam editorial ini sehingga wacana editorial The Jakarta Post ini adalah wacana yang padu. Dari empat editorial ini ditemukan 206 penanda kohesi baik gramatikal maupun leksikal. Hasil analisis penelitian ini juga menemukan bahwa editorial The Jakarta Post menggunakan hampir semua aspek kohesi gramatikal kecuali substitusi yang tidak selalu ada di dalam editorial. Tetapi penggunaan aspek kohesi leksikal melingkupi seluruh wacana editorial ini. Penggunaan aspek kohesi yang terbanyak adalah aspek pengacuan persona (16.01%) khususnya kata ganti orang III tunggal it dan kata ganti terikat (11.65%) yang paling sering digunakan adalah their. It berfungsi sebagai pengganti nomina atau frasa nomina. Pengacuan demonstratif muncul 13.59% dan didominasi oleh this. Dalam hal ini, this lebih banyak berfungsi sebagai penjelas. Pengacuan komparatif (6.79%) selalu muncul dalam setiap editorial dalam wujud yang berbeda-beda tetapi menunjukkan adanya suatu perbandingan. Substitusi (1.94 %) jarang digunakan tetapi ellipsis (8,25%) selalu digunakan. Konjungsi sebesar (16.50%). Hasil ini membuktikan bahwa wacana editorial The Jakarta Post adalah padu. Kohesi leksikal dalam editorial ini wujud satuan lingualnya tidak dapat ditentukan tetapi satuan-satuan lingual itu bergantung kepada lingkup topik yang sedang dibicarakan. Reiterasi (16.99%) adalah kohesi leksikal yang paling banyak ditemukan sedangkan hiponimi (1.94%), kata umum (1.94%), dan kolokasi (4.37%) juga ditemukan walaupun tidak banyak digunakan

    KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)

    No full text
    Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable. Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable

    Laporan Mei 2019 Perpustakaan Universitas Medan Area

    No full text
    66 HalamanPuji syukur kepada Allah SWT, karena atas Karunia dan Rahmat-Nya laporan bulanan Perpustakaan Universitas Medan Area Bulan Mei 2019 dapat tersusun dengan baik. Laporan rutin bulanan ini berisi capaian kinerja dari masing-masing bidang yang ada di dalam struktur organisasi dan juga Perpustakaan Cabang di Fakultas dan Pascasarjana. Dokumen ini melaporkan pelaksanaan kegiatan sehari-hari dan progres program kerja pada bulan Mei 2019, nantinya hasil penyusunan laporan dan evaluasi ini dapat dijadikan dasar dalam perbaikan perencanaan kegiatan pada bulan mendatang untuk mencapai visi dan misi Perpustakaan Universitas Medan Area. Kami berharap agar laporan bulanan ini dapat memenuhi harapan sebagai media pertanggung jawaban kepada pimpinan universitas dan pemicu peningkatan kinerja Perpustakaan Universitas Medan Area

    APOLOGY STRATEGIES USED IN READER’S LETTER BY COMPLAINEE ON KOMPAS DAILY CYBER-NEWS ISSUED FROM JANUARY TO SEPTEMBER 2009

    No full text
    ABSTRAK Gemar sekali para peneliti dalam bidang linguistik menganalisis strategi permintaan maaf yang berkaitan dengan perihal kesopanan namun peneliti, Ari Nuryanto, di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, tidak menemukan penelitian yang mendiskusikan penggunaan strategi permintaan maaf dengan batasan komplain. Peneliti berpendapat bahwa semakin lengkap strategi permintaan maaf yang digunakan dalam mengatasi komplain, semakin efisien dan cepat terselesaikan komplain tersebut. Melalui skripsi ini, peneliti berikhtiar untuk memetakan pola strategi permintaan maaf dalam mengatasi komplain dan menganalisis jenis kalimat yang digunakan dalam ungkapan-ungkapannya. Dengan menggunakan media Surat Pembaca pada situs web harian Kompas, peneliti berharap skripsi ini dapat digunakan sebagai referensi untuk lebih tepat menggunakan strategi permintaan maaf dalam menanggapi komplain. Pada penelitian deskriptif kualitatif ini, digunakan Metode Padan Pragmatis dalam menganalisis enam puluh startegi permintaan maaf yang sudah diperoleh. Sesuai dengan teori Anna Trosborg, strategi-strategi tersebut diklasifikasikan berdasarkan jenisnya. Hasil dari riset ini menunjukkan kecenderungan para perespon tanggapan menggunakan lebih dari satu strategi dalam menyelesaikan komplain, dengan catatan, penyelesaian komplain ini tidak selalu dengan menggunakan kata maaf karena perespon dapat saja sedikit mengelak dari tanggung jawabnya. Diperoleh juga bahwa kalimat yang digunakan dalam ungkapan-ungkapan strategi permintaan maaf tidak selalu berjenis deklaratif dan imperatif, melainkan kalimat berjenis interogatif

    The politics of fashion: perceptions of power in female clothing and ornamentation as reflected in the sixteenth-century Chinese novel Jin Ping Mei

    No full text
    This thesis examines issues of female power and influence in sixteenth-century China focusing on how women and their roles were perceived in the changing social environment of the mid-late Ming dynasty. Using aspects of a New Historicist approach, information from contemporary literary and historical sources are analysed alongside each other. With its emphasis on the lives of women and preoccupation with the description of material objects, the late Ming novel Jin Ping Mei forms an important element in the thesis. China in the sixteenth century saw expanding urbanisation, the emergence of a new wealthy merchant class, increasing visibility of women and a questioning of traditional morality. Fashion consciousness, as one of the most conspicuous aspects of the new material culture, is a possible indicator of these trends. Traditional Western theories contend that fashion began in the particular context of Renaissance Europe. However, this study argues that a similar fashion awareness existed in China too, and was manifested in a competitive striving for social status, in this case specifically among women. In contrast to previous studies which downplayed the impact women had on defining traditional Chinese culture, this thesis demonstrates how women and their sartorial choices began to redefine the boundaries of material culture, influencing literati discourse which, in turn, re- influenced female behaviour

    Gambuh Sebagai Inspirator Seni Pertunjukan Bali

    No full text
    Pendahuluan Satu diantara dramatari klasik Bali yang dianggap bermutu tinggi oleh para budayawan asing adalah Gambuh. Kesenian ini mengingatkan akan kebangkitan kerajaan Bali masa lampau dan merupakan warisan budaya yang paling indah dari semua teater Bali. Di atas segalanya Gambuh adalah tarian luar biasa, terkadang lucu dan keras, terkadang kasar dan sengit, terkadang dilakonkan oleh penari lanjut usia dengan keanggunan yang menghanyutkan, namun terkendali. Pada jaman kerajaan, peranan puri / raja dalam kehidupan seni budaya sangat besar. Raja merupakan pengayom, pembina, dan pemelihara kehidupan seni budaya, termasuk tari pada khususnya. Sebagai teater istana, hampir setiap puri memiliki bangunan yang disebut Bale Pegambuhan. Namun kini kesenian Gambuh telah menjadi milik desa yang tetap dipertahankan untuk kepentingan upacara

    Title: The Engagement of Small to Medium Enterprises for Managing Waste in Building Retrofit Projects

    No full text
    This is the author’s version of a work that was submitted/accepted for pub-lication in the following source: Li, Mei & Yang, Jay (2013) The engagement of small to medium enter-prises for managing waste in building retrofit projects. In Zheng, Dawe

    Assessing Ageing Condition of Mineral Oil-Paper Insulation by Polarization/Depolarization Current

    No full text
    Accurately assessing the ageing status of oil-paper insulation in transformer is essential and important. Polarization and Depolarization Current (PDC) technique is effective in assessing the condition of oil-paper insulation system. Though the PDC behaviour of mineral oil-paper insulation has been widely investigated, there is no report about how to make the quantitative analysis of mineral oil-paper insulation ageing condition by PDC. The PDC characteristics of mineral oil-paper insulation samples were investigated over the ageing period at 110°C. A new method for assessing the ageing condition of mineral oil-paper insulation by calculating the depolarization charge quantity was proposed. Results show that the depolarization charge quantity of mineral oil-paper insulation sample is very sensitive to its ageing condition. The stable depolarization charge quantity could be used to predict the ageing condition of mineral oil-paper insulation

    Upaya gerakan masyarakat anti kekerasan terhadap perempuan (maktp) dalam kasus kekerasan seksual tragedi mei 1998 di jakarta

    No full text
    Studi ini melihat kasus kekerasan seksual tragedi Mei 1998 berawal dari tragedi Trisakti menimbulkan kerusuhan yang menyebar di seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya. Disamping kerusuhan ini, ada juga kasus kekerasan seksual pada perempuan etnis tionghoa maupun pribumi rumusan masalah skripsi ini mencakup upaya masyarakat anti kekerasan terhadap perempuan (maktp) dalam kasus kekerasan seksual tragedi mei 1998 penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam penelitian untuk analisisdigunakanpendekatan sosiologidengan menggunakan teori gerakan sosial .ix,71 hl

    Upaya gerakan masyarakat anti kekerasan terhadap perempuan (maktp) dalam kasus kekerasan seksual tragedi mei 1998 di jakarta

    No full text
    Studi ini melihat kasus kekerasan seksual tragedi Mei 1998 berawal dari tragedi Trisakti menimbulkan kerusuhan yang menyebar di seluruh kawasan Jakarta dan sekitarnya. Disamping kerusuhan ini, ada juga kasus kekerasan seksual pada perempuan etnis tionghoa maupun pribumi rumusan masalah skripsi ini mencakup upaya masyarakat anti kekerasan terhadap perempuan (maktp) dalam kasus kekerasan seksual tragedi mei 1998 penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam penelitian untuk analisisdigunakanpendekatan sosiologidengan menggunakan teori gerakan sosial .ix,71 hl
    corecore