15 research outputs found
HUBUNGAN PARAMETER HEMATOLOGI DENGAN HASIL SWAB PCR PASIEN COVID-19
The gold standard for diagnosing COVID-19 is PCR examination, but it is difficult to implement. The earliest routine laboratory examinations requested by clinicians were hematology including hemoglobin, leukocytes, platelets, ALC and NLR. This examination is inexpensive and easy to obtain. This study aims to evaluate the relationship between hematological parameters and PCR results in patients with suspected COVID-19. The study had a cross-sectional design by conducting hematological examinations on suspected Covid-19 patients undergoing PCR swabs. The study used two specimens; first, naso/oropharyngeal swab for PCR examination; second, venous blood with EDTA anticoagulant for examination of hemoglobin, leukocytes, platelets, NLR and ALC using an automated hematology equipment. Univariate analysis was performed to determine the mean and standard deviation. Independent variable data were tested by Kolmogorov-Smirnov which were then analyzed bivariately by independent t test. The mean age of the research subjects was 48.94 years. Most of the subjects who underwent PCR swab examination were women (63%) with positive PCR swab results of 88%. The mean NLR parameter was higher in patients with positive PCR than in patients with negative PCR with p value =0.025 (p<0.05). The NLR parameter was significantly higher in patients with positive PCR so that it can be used as a guideline for clinicians in the initial evaluation of patients with suspected Covid-19.Baku emas untuk menegakkan diagnosis COVID-19 adalah pemeriksaan PCR namun sulit dilakukan. Pemeriksaan laboratorium rutin yang paling awal diminta klinisi adalah hematologi meliputi hemoglobin, leukosit, trombosit, ALC dan NLR. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang murah dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan parameter hematologi dengan hasil PCR pasien suspek COVID-19. Penelitian memiliki rancangan potong lintang dengan melakukan pemeriksaan hematologi pada pasien suspek Covid-19 yang menjalani swab PCR. Penelitian menggunakan dua spesimen; pertama, swab naso/orofaring untuk pemeriksaan PCR; kedua, darah vena dengan antikoagulan EDTA untuk pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, NLR dan ALC menggunakan alat hematologi otomatis. Analisis univariat dilakukan untuk menentukan rerata serta standar deviasi. Data variabel bebas diuji dengan Kolmogorov-Smirnov yang selanjutnya dianalisis bivariat dengan uji t bebas. Rerata usia subjek penelitian adalah 48,94 tahun. Sebagian besar subjek yang menjalani pemeriksaan swab PCR adalah wanita (63%) dengan hasil swab PCR positif sebanyak 88%. Rerata parameter NLR lebih tinggi pada pasien hasil swab PCR positif dibandingkan PCR negatif dengan nilai p=0,025 (p<0,05). Parameter NLR lebih tinggi secara bermakna pada pasien dengan hasil pemeriksaan PCR positif sehingga dapat dijadikan pedoman bagi klinisi dalam evaluasi awal pasien suspek Covid-19.
 
PENGGUNAAN SCIATIC FUNCTIONAL INDEX (SFI) DAN TIBIAL FUNCTIONAL INDEX (TFI) DALAM PENILAIAN REGENERASI MOTORIS SARAF TEPI
Regenerasi motorik saraf tepi dapat dinilai dengan menggunakan Sciatic Function Index (SFI) dan Tibial Function Index (TFI). Namun, studi komprehensif mengenai aspek anatomi dan metodologis pengukuran belum memadai. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan TFI dan SFI dalam menilai pemulihan fungsi motorik saraf tepi. Penelitian ini menggunakan desain posttest only with control group. Delapan belas tikus Wistar jantan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok I, nervus ischiadicus dicederai 5mm proksimal terhadapat bifurkasi nervus ischiadicus kaki belakang kanan. Kelompok II, nervus tibialis dicederai 5mm proksimal dari tempat bercabang nervus cutaneous surae medialis kaki belakang kanan dan kelompok III sebagai kontrol negatif. SFI dan TFI diamati pada minggu II, IV, VI, dan VIII dan dianalisis. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai varians SFI dan TFI pada pengamatan minggu III, IV, dan VI (p-value < 0,05). Penggunaan TFI sebagai metode penilaian regenerasi motorik saraf tepi lebih baik dari pada penggunaan SFI yang ditunjukkan oleh nilai varians yang lebih kecil
PENGARUH EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KEMANGI (OCIMUM AMERICANUM L) TERHADAP BERAT TESTIS DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NOVERGICUS)
Kejadian infertilitas pria merupakan 36% dari seluruh kejadian infertilitas di dunia. Sebanyak 27,8% merupakan infertilitas idiopatik yang salah satu penyebabnya adalah reactive oxygen species (ROS). Ekstrak etanol 96% daun kemangi (Ocimum americanum L.) diduga mampu memperbaiki masalah fertilitas karena aktivitas zat yang dikandungnya, yaitu: flavonoid (orientin dan vicenin), zink, boron, dan arginin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol 96% kemangi terhadap berat testis dan konsentrasi spermatozoa tikus putih jantan.
Dua puluh empat ekor tikus jantan dibagi secara acak menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 6 tikus. Kelompok A, B, C akan diberikan ekstrak kemangi oral setiap hari selama 20 hari dengan dosis 50 mg/kgBB/hari, 100 mg/kgBB/hari, dan 200 mg/kgBB/hari, sedangkan kelompok D adalah kontrol. Semua kelompok diberikan makan dan minum ad libitium selama 20 hari. Tepat pada hari ke-21 dilakukan pengangkatan testis dan pemeriksaan berat testis dan konsentrasi spermatozoa. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif dengan one way anova.
Terdapat perbedaan bermakna rata-rata berat testis di dalam dan antar kelompok, tetapi tidak ditemukan perbedaan signifikan antar kelompok kontrol dan kelompok A dan B. Terdapat perbedaan bermakna rata-rata konsentrasi spermatozoa di dalam dan antar kelompok perlakuan, kecuali pada antara kelompok kontrol dengan kelompok A dan kelompok A dengan kelompok B. Penulis menyimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol 96% kemangi dapat meningkatkan berat testis dan konsentrasi spermatozoa.The incidence of male infertility constitutes 36% of all infertility events in the world. It is 27.8% are idiopathic infertility, one of it’s cause is reactive oxygen species. Ocimum americanum leaves extract is thought to be able to improve fertility problems through flavonoid (orientin and vicenin), zinc, boron, and arginine. This study aimed to analyze the effect of 96% ethanol extract Ocimum americanum on testicular weight and spermatozoa concentration in male white rats.
Twenty four male rats were divided randomly into 4 groups, each consisting of 6 rats. Group A, B, C will be given oral Ocimum americanum extract every day for 20 days at a dose of 50 mg/Kg/day, 100 mg/Kg/day, and 200 mg/Kg/day, while group D was control. All groups were given food and drink ad libitium for 20 days. On the 21st day, the testis will be removed and the testicular weight and spermatozoa concentration will be examined. The data obtained analyzed quantitatively with one way anova.
There were significant differences in the mean weight of the testes in and between groups, but there were no significant differences between the control groups and groups A and B. There were significant differences in the mean concentration of spermatozoa within and between treatment groups, except between control groups and groups. A and group A with group B. The authors concluded that giving 96% ethanol extract to safety can increase the weight of the testes and the concentration of spermatozoa.
 
EFEKTIVITAS BERBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANATOMI (TEKS, VIDEO DAN KOMBINASI VIDEO-TEKS) PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
Durasi pembelajaran anatomi telah berkurang sejak Kurikulum Berbasis Kompetensi diterapkan. Padahal anatomi adalah dasar ilmu kedokteran yang diperlukan untuk memahami ilmu kedokteran lainnya dan memahami lebih lanjut masalah klinis. Hal ini menghadirkan tantangan untuk meningkatkan pembelajaran dengan mengembangkan media sehingga mahasiswa memiliki waktu lebih untuk belajar mandiri. Oleh karena itu, peneliti ingin membandingkan efektivitas berbagai media pembelajaran seperti teks, video dan kombinasi video-teks. Penelitian ini dilakukan dengan metode quasi eksperimental post test dengan membandingkan retensi mahasiswa sebelum praktikum anatomi antar kelompok intervensi. Penelitian melibatkan 60 mahasiswa yang dibagi secara acak menjadi 3 kelompok, teks (buku panduan), audiovisual (video) dan kombinasi teks-video. Video dan teks disiapkan oleh Departemen Anatomi. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata adalah 35,1 (grup teks), 58,1 (grup video) dan 85,2 (grup kombinasi teks-video). Analisis statistik menggunakan Mann Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dalam retensi pengetahuan antara kelompok teks dan kelompok video serta antara kelompok video dan kelompok kombinasi teks-video. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan multimedia dapat meningkatkan retensi pengetahuan pada materi anatomi
PERUBAHAN HISTOPATOLOGI AORTA AKIBAT PAPARAN ASAP KEBAKARAN BIOMASSA GAMBUT PADA MODEL MENCIT (Mus musculus)
Indonesia is one of the countries that often experiences large-scale forest and peatland fires. The biggest disaster after the tsunami that occurred in Indonesia has occurred since the last dozen years, especially in Riau, Kalimantan. The smoke produced from these forest fires can worsen the air which will be inhaled and entered through the lungs so that it can enter the blood vessels and circulate throughout the body. It gives a direct effect by some of the components contained in the particles, such as endothelial damage to blood vessels due to particulate matter. Short-term exposure will cause acute atherothrombosis, ischemia, regulation of the inflammatory response as well as a decrease in blood vessel diameter. Meanwhile, long-term effects will occur such as local inflammation to atherogenesis. This study aims to analyze changes in the diameter of the aortic lumen and the presence or absence of endothelial foam cells. using a true experimental study with a posttest approach with control group on 6 mice that received exposure to fire smoke, 6 mice that did not get exposure or as a control for 10 days. Based on Fisher's test, it was found that exposure to peat burning smoke for 10 days caused the formation of foam cells on the aortic wall.Indonesia menjadi salah satu Negara yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut dalam skala besar. Bencana terbesar setelah tsunami yang terjadi di Indonesia ini telah terjadi sejak belasan tahun terakhir terutama di Riau, Kalimantan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan ini dapat memperburuk udara yang nantinya akan dihirup dan masuk melalui paru-paru sehingga dapat masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh. Memberikan efek secara langsung oleh beberapa komponen yang terkandung didalam partikelnya seperti kerusakan endotel pada pembuluh darah akibat particulate matter. Pada paparan jangka pendek akan menimbulkan aterotrombosis akut, iskemik, regulasi respons inflamasi juga mengecilnya diameter pembuluh darah Sedangkan efek jangka panjang akan terjadi seperti inflamasi lokal sampai atherogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan diameter lumen aorta dan ada tidaknya foam cell endotel. menggunakan studi true eksperimentaldengan pendekatan posttest with control group terhadap 6 ekor mencit yang mendapat paparan asap kebakaran, 6 mencit yang tidak mendapat paparan atau sebagai kontrol selama 10 hari. Berdasarkan uji fisher didapatkan hasil bahwa paparan asap pembakaran gambut selama 10 hari menyebabkan pembentukan foam cells pada dinding aorta
PENGARUH TEPUNG BUAH PISANG RAJA TERHADAP KONSENTRASI SPERMATOZOA TIKUS WISTAR JANTAN YANG TERPAPAR NIKOTIN
Kandungan quarcetin buah pisang raja sangat tiggi bila dibanding buah lain dan memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat. Stres oksidatif ditengarai menjadi penyebab dari kondisi infertilitas idiopatik pada pria. Nikotin merupakan sumber radikal bebas eksogen bagi pria perokok yang dapat mengakibatkan stres oksidatif padatestis dan epididimis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tepung buah pisang raja terhadap konsentrasi spermatozoa tikus wistar jantan yang terpapar nikotin. Dua puluh empat ekor tikus wistar jantan dibagi menjadi 4 kelompok (3 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol). Semua kelompok diberi nikotin 1,0 mg/KgBB peroral selama 30 hari. Kelompok 1, 2, dan 3 masing-masing diberikan tepung buah pisang dengan dosis 125 mg/KgBB, 250 mg/KgBB, dan 500 mg/KgBB, sedangkan kelompok 4 diberi placebo (kontrol negatif) selama 30 hari. Pada hari ke-31 akan dilakukan pengangkatan testis dan epididimis dan dilakukan penghitungan konsentrasi spermatozoa. Analisis one way anova terhadapa data konsentrasi spermatozoa menunjukkan adanya perbedaan bermakna di dalam dan antar kelompok (p<0,05). Uji post hoc bonferroni memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara semua kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol untuk data konsentrasi spermatozoa (p<0,05) tetapi tidak memperlihatakan perbedaan bermakna diantara kelompok perlakuan. Peneliti menyimpulkan bahwa tepung buah pisang raja mempunyai efek positif terhadap peningkatan konsentrasi spermatozoa.
SISTEM PAKAR ANALISIS MONITORING PELAKSANAAN DAN KEBERHASILAN MBKM UNIVERSITAS
Kurikulum adalah program pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan perkembangan zaman, kebutuhan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni. Permendikbud No.3 Tahun 2020 tentang SN-DIKTI pasal 5, ayat (1), terdapat standar kopetensi lulusan. Kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pada sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Kurikulum yang dikeluarkan oleh kementri dengan nama MBKM yang memiliki 8 program utama. Mengontrol ketepatan implementasi dari peraturan tersebut, Perlu sistem Pakar Analisis Monitoring Pelaksanaan dan Keberhasilan MBKM. Untuk itu perlu ada suatu sistem implementasi kegiatan MBKM tersebut menggunakan teknologi informasi secara tersistem dan real time, sehingga informasi yang didapatkan sudah terbaru dan berada dalam database untuk mendukung kebijakan tersebut. Metode yang digunakan adalah rumusan dari pakar terkait dengan MBKM dengan implementasi dalam bentuk komputerisasi data dan informasi terbuka. Hasil yang didapat setelah melaksanakan penelitian adalah sebuah sistem Pakar Analisis Monitoring Pelaksanaan dan Keberhasilan MBKM Universitas online dan informasi real time. Penelitian ini rangkaian dampak program MBKM secara keseluruhan di Unversitas. Pengukuran akan dilakukan dengan self report demografi, skala kepuasan, dan skala kualitas pembelajaran, kompetensi dan soft-skill yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas. Parameter kompetensi yang diukur meliputi pengetahuan bidang ilmu, pengetahuan umum, keterampilan teknologi, keterapilan bahasa, kemampuan komunikasi, kemampuan manajerial, kemampuan kerja sama tim, dan kemampuan negosiasi
KORELASI ANION GAP CALCULATED DENGAN STRONG ION GAP DALAM EVALUASI KEADAAN ASIDOSIS METABOLIK PADA PASIEN CRITICALLY ILL
Asidosis metabolik merupakan gangguan asam basa paling sering pada pasien critically ill dengan penyebab umum berupa peningkatan anion yang tidak terukur. Penilaian adanya anion tidak terukur dapat dilakukan dengan tradisional (AGcalculated ) dan alternatif (SIG). Strong ion gap paling umum digunakan namun membutuhkan sejumlah besar komponen dalam perhitungannya dibandingkan dengan AGcalculated.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara AGcalculated dengan SIG dalam evaluasi keadaan asidosis metabolik pada pasien critically ill. Penelitian dilakukan terhadap 84 pasien critically ill yang dirawat di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang. Analisis gas darah, elektrolit, dan albumin diukur dengan metode potensiometri, amperometri dan spektrofotometri. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman untuk mengetahui korelasi antara kadar AGcalculated dengan SIG yang dinyatakan bermakna jika nilai p < 0,05. Rerata nilai pH, pO2, pCO2, Ca ion, HCO3-, BE, Na, K, Cl, dan albumin berturut-turut adalah 7,26(0,1); 193,71(90,26); 36,62(7,77); 0,62(0,16); 17,39(4,36); -9,1(5,11); 134(6,64); 4,19(0,97); 107(5,7); dan 2,43(0,78). Nilai tengah (median) AGcalculated dan SIG adalah 18,52(3,14) dan 7,76(3,31). Uji Spearman menunjukkan korelasi AGcalculated dan SIG memberikan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang bermakna antara AGcalculated dan SIG serta nilai r sebesar 0,997 yang berarti korelasinya sangat kuat, sehingga AGcalculated dapat digunakan untuk menentukan adanya anion yang tidak terukur sebagai penyebab asidosis metabolik di tempat dengan fasilitas pemeriksaan yang terbatas. Kata kunci: asidosis metabolik, AGcalculated, critically ill, korelasi, SIG
Studi Kualitatif Pengaruh Faktor Individu Terhadap Kelulusan Computer Based Test Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter
Penyelenggaraan uji kompetensi merupakan salah satu upaya penjaminan mutu lulusan dokter yang dihasilkan institusi pendidikan dokter. Ujian ini dilaksanakan dalam bentuk computer based test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Kelulusan CBT selalu lebih rendah dibandingkan kelulusan OSCE. Pada periode November 2019 tercatat kelulusan CBT nasional hanya mencapai 59%, sedangkan OSCE mencapai 93%. Angka kelulusan CBT firsttaker dari Universitas Abdurrab hanya 54% pada periode yang sama. Pada penelitian dilakukan eksplorasi pengaruh faktor individu terhadap kelulusan CBT. Data penelitian merupakan data kualitatif yang diperoleh dengan focus group discussion (FGD). Mahasiswa yang dilibatkan antara lain lulusan firsttaker, lulusan retaker dan mahasiswa yang masih belum lulus UKMPPD. Selain itu juga dilakukan wawancara dosen serta studi dokumen terkait riwayat akademik mahasiswa. Hasil yang diperoleh yaitu beberapa faktor individu yang berpengaruh antara lain motivasi, kepercayaan diri, fokus pada tujuan, manajemen waktu, strategi belajar, sikap positif dan penguasaan materi. Dibutuhkan  sinergi antar faktor individu untuk hasil maksimal.Â
Electrocardiogram signals classification using random forest method for web-based smart healthcare
<p>Coronary heart is the highest cause of death in Indonesia reaching 26%. Therefore, to prevent the high mortality rate of coronary heart disease (CHD), early detection of CHD can be carried out. One way is to examine the electrocardiogram/electrocardiograph (ECG) recording. ECG hardware has been made in previous studies to record ECG signals. ECG research is an important study because it can detect cardiovascular disease. Cardiovascular diseases can be classified as arrhythmic diseases. Arrhythmia is a disorder that occurs in the heart rhythm. The method used to recognize and classify ECG signal patterns is the R-R interval (RRI) method. In this study, the ECG signal is classified as normal and abnormal. Abnormal means that a person has a heart rhythm disorder. The classification method used is random forest. The advantage of the random forest classifier is that it can handle noise and missing values and can handle large amounts of data. The accuracy of the ECG signal classification using the Random forest method is 96%. The contribution of this research is that early detection of heart rhythm disorders using an ECG can be monitored through the smart healthcare web.</p>
