7,924 research outputs found
PERAN AGAMA DALAM PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT
Abstrak: Peranan agama sangat penting dalam suatu kehidupan manusia di muka bumi ini atau didunia, untuk mencapai kebahagian didunia dan menuju kebahagian diakhirat kelak. agama dalam kehidupan manusia berfungsi penyelaras kehidupan dan sebagai pedoman hidup, didalam suatu perubahan sosial yang terjadi dan dialami oleh masyarakat, agama memiliki fungsi untuk membentengi dari suatu yang jahat dan mengarahkan ke suatu yang lebih baik. agama memiliki ajaran yang berpengaruh besar dalam menyatukan pandangan dalam kehidupan masyarakat. agama hadir didalam kehidupan manusia secara fungsional sebagai perekat sosial, menumbuhkan rasa solidaritas, mempererat siaturahmi atau kekeluargaan, menciptakan perdamaian, control sosial, mengubah kehidupan manusia agar lebih baik sehingga mendapatkan keselamatan didunia maupun diakhirat dan seperangkat peranan yang kesemuanya hal ini dalam menjaga kestabilan sosial didalam masyarakat.Kata Kunci: Agama, Perubahan Sosial Masyaraka
Pioneers of Library Movement in Pakistan
The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders
DAKWAH ISLAM PASCA WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW
Pasca Nabi Muhammad SAW wafat status sebagai Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, akan tetapi kedudukan Rasulullah SAW. Sebagai pemimpin kaum muslimin harus tergantikan. Peradaban Islam Periode Al-Khulafa’ Al-Rasyidin. Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar. Terdapat perbedaan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak
The Complete Muhammad Ali
Including material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Intro -- DEDICATION -- INTRODUCTION -- The Curious History of an Icon -- CHAPTER 1 -- CHAPTER 2 -- CHAPTER 3 -- CHAPTER 4 -- CHAPTER 5 -- CHAPTER 6 -- CHAPTER 7 -- Did the Secret Government Fear a U.S. Muslim/Overseas Muslim Alliance? -- CHAPTER 8 -- CHAPTER 9 -- The Break Between the Prophet and his Disciple -- CHAPTER 10 -- CHAPTER 11 -- CHAPTER 12 -- The GOAT (Greatest Of All Time): Ali or Louis? -- CHAPTER 13 -- The Nation of Islam, the Mob, Showdowns in Canada and Sonny Liston -- CHAPTER 14 -- CHAPTER 15 -- The Taunts: Marketing or Racism? -- CHAPTER 16 -- CHAPTER 17 -- CHAPTER 18 -- CHAPTER 19 -- Boxing and the Brain -- CHAPTER 20 -- Ali's Feet -- CHAPTER 21 -- Mr. Dick -- CHAPTER 22 -- CHAPTER 23 -- The Opening Ceremonies, November 2005 -- CHAPTER 24 -- December 2005, Las Vegas -- CHAPTER 25 -- CHAPTER 26 -- June 16, 2004 -- CHAPTER 27 -- CHAPTER 28 -- CHAPTER 29 -- Aix-en-Provence -- CHAPTER 30 -- Ali as a Black Nationalist -- San Francisco, January 2004 Black Liberation Book Fair -- CHAPTER 31 -- January 31, 2004 -- CHAPTER 32 -- October 2005, Chicago -- CHAPTER 33 -- Why Ali remained with Elijah instead of following Malcolm -- CHAPTER 34 -- CHAPTER 35 -- February 4, 2006, Oakland, California -- CHAPTER 36 -- Like Zeus Descending from Mount Olympus -- CHAPTER 37 -- CHAPTER 38 -- Tuesday, February 28, 2006, New York -- CHAPTER 39 -- Bigger Than Boxing -- CHAPTER 40 -- Tribes Gallery, New York, April 2006 -- CHAPTER 41 -- June 2006, Louisville, Kentucky -- CHAPTER 42 -- CHAPTER 43 -- CHAPTER 45 -- Bad Company -- CHAPTER 46 -- Coxson, A Very Charming Rogue -- CHAPTER 47 -- Ali and the largest embezzlement scheme in Wells Fargo history -- CHAPTER 48 -- CHAPTER 49 -- "Lonnie is a stabilizing force."-Harry Belafonte -- October 29, 2006 -- CHAPTER 50 -- Abdul Rahman -- CHAPTER 51 -- CHAPTER 52 -- CHAPTER 53How Will Ali Be Remembered? New York, January 8, 2005 -- CHAPTER 54 -- CONCLUSION -- AFTERWORD -- Boxers' Rights? -- BIBLIOGRAPHY -- MUHAMMAD ALI -- ISLAM AND NATION OF ISLAM -- BOXING -- RELATED SUBJECTS -- ALSO AVAILABLE FROM BARAKA BOOKSIncluding material and photographs not included in most of the 100 other books about the champion, Ishmael Reed's The Complete Muhammad Ali is more than just a biography-it is a fascinating portrait of the 20th century and the beginning of the 21st. An honest, balanced portrayal of Ali, the book includes voices that have been omitted from other books. It charts Ali's evolution from Black Nationalism to a universalism, but does not discount the Nation of Islam and Black Nationalism's important influence on his intellectual development. Filipino American author Emil Guillermo speaks about how "The Thrilla' In Manila" brought the Philippines into the 20th century. Fans of Muhammad Ali, boxing fans, and those interested in modern African American history and the Nation of Islam will be fascinated by this biography by an accomplished American author.Description based on publisher supplied metadata and other sources.Electronic reproduction. Ann Arbor, Michigan : ProQuest Ebook Central, YYYY. Available via World Wide Web. Access may be limited to ProQuest Ebook Central affiliated libraries
Pengaruh Pemasangan X Power Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda motor Vega ZR
ABSTRAK Pengaruh Pemasangan X Power Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda motor Vega ZR Maskur, Muhammad. 2016. Pengaruh Pemasangan X Power terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Vega ZR. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Paryono, S.T.,M.T (2) Ir. Drs. Eko Edi Purwanto,SE.,M.Pd.,M.M. Kata kunci: X Power, Konsumsi Bahan Bakar, Emisi Gas Buang Seiring dengan perkembangan teknologi, peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya juga akan berpengaruh pada jumlah konsumsi bahan bakar yang digunakan. Sedangkan cadangan minyak bumi dunia semakin tahun akan semakin berkurang karena dihasilkan dari fosil yang memiliki keterbatasan produksi dan akhirnya akan habis, karena bahan bakar tersebut tidak dapat diperbarui. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan akan mengakibatkan emisi gas buang sisa kendaraan bermotor akan meningkat. Emisi gas buang ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan disekitarnya karena mengandung gas-gas yang berbahaya. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut perlu adanya upaya untuk menyempurnakan proses pembakaran pada kendaraan bermotor, yaitu salah satunya dengan pemasangan x power. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan x power terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Vega ZR, dan diperoleh alternative yang mengurangi konsumsi bahan bakar pada motor bensin sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat dan menurunkan kadar emisi gas buang. Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, pada tanggal 24-25 mei 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji beda Paired Sample Test. Hasil yang didapat pada penelitian ini ialah selisih konsumsi bahan bakar antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (3,2 detik/10ml ). Selisih kadar emisi gas buang CO antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (0,4368 %) dan selisih kadar emisi gas buang HC antara penggunaan x power dan tanpa penggunaan x power sebesar (14,74 ppm) . Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilalukan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power dan dengan pemasangan x power terhadap komsumsi bahan bakar. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power pada kadar emisi gas buang CO, dan ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan x power dengan pemasangan x power terhadap kadar emisi gas buang HC. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jenis kendaraan yang berbeda, missal kendaraan yang sudah menggunakan sistem EFI , baik pada motor tipe matik maupun tipe bebek
EFEKTIFITAS TA’ZIR DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SANTRI DI PONDOK PESANTREN MA’HADUL ILMI WAL AMAL (MIA) DESA MOYOKETEN KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Efektifitas Ta’zir Dalam Meningkatkan Disiplin Santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) Desa Moyoketen Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Muhammad Ali Maskur NIM. 2811133173, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negri (IAIN) Tulungagung, dibimbing oleh Fathul Mujib, M.Ag.
Kata Kunci: Efektifitas, Ta’zir, Disiplin
Disiplin merupakan sikap pengendalian diri seseorang supaya dapat membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Sehingga dalam jangka panjang diharapkan bisa menumbuhkan perilaku yang bertanggung jawab. Sikap disiplin juga sangat dibutuhkan di berbagai lembaga pendidikan salah satunya pondok pesantren. Ta’zir menjadi salah satu bagian metode untuk mendisiplinkan santri. Disamping itu ta’zir bertujuan untuk meningkatkan kualitas kedisiplinan santri di Pondok Pesantren. Peneliti ini mengkaji keefektifitasan ta’zir dengan disiplin santri di Pondok Pesantren MIA Tulungagung.
Fokus penelitian pada skripsi ini adalah: (1) Bagaimana penerapan ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santridi Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)? (2) Bagaimanaefektivitaspenerapanta’zirdalammeningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)? (3) Faktor apa yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA)?
Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi penerapanta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri diPondokPesantrenMa’hadul Ilmi wal Amal (MIA). (2) Mendeskripsikan efektivitas penerapan ta’zirdalam meningkatkan disiplin santri di PondokPesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA). (3) Mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA).
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan perpanjangan keikut sertaan, ketekunan pengamatan, pembahasan teman sejawat serta triangulasi sumber,teknik dan waktu.
Hasil penelitian di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) Tulungagung tentang efektifitas ta’zir yakni: (1) Penerapan ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santridi Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah penerapan ta’zir yang berupa edukatif atau mendidik seperti membaca AlQur’an, Adhzan dan ta’zir fisik seperti menyapu, mengepel dan tidak ada ta’zir denda/uang. (2) Efektivitaspenerapanta’zirdalammeningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah efektif dalam meningkatkan disiplin beribadah, efektif dalam meningkatkan disipin belajar, efektif dalam meningkatkan disiplin mengatur waktu, efektif dalam meningkatkan disiplin mentaati peraturan. (3) Faktor yang mempengaruhi efektifitas ta’zir dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi wal Amal (MIA) adalah faktor individu dan faktor lingkungan
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Washaya Al-Aba’ Li Al-Abna Karya Muhammad Syakir Al-Iskandari
This research aims to identify the character education values contained in the book Washaya al-Aba' li al-Abna Muhammad Syakir and the role of his opinion on the richness of character education values. It is hoped that this research can be used as a source or reference in efforts to develop education and character as a whole, especially character education according to Islam. It can also be used as a reference to facilitate understanding of character education and as a reference for relevant research in the future. This research method is qualitative and uses a narrative biography method. By using a descriptive presentation approach, this autobiography of the character's thoughts combines the ideas of character education from his work. Library research, or library research, is a research method that involves books, articles, notes and electronic media. with primary sources from the book Washaya al Aba Li al-Abna and secondary sources from study books. In this research, data collection was carried out through the documentation method, which includes searching for data through variables such as notes, books, and articles, among others. The author used a content analysis study to analyze the data; they analyzed the data textually based on the contents of the book. The research results show that the book Washaya al Aba Li al-Abna contains 17 educational character values, divided into two categories: 10 character values fall into the moral category and 7 character values fall into the performance category. Faith and piety, love and obedience to the Messenger of Allah, respect for parents, respect for teachers, truth or honesty, nobility or self-respect, patience, sincerity and a simple life are moral characters. Performance characteristics also include trust, discipline, hard work, never giving up, love of the country, interest in reading or literacy knowledge, and concern for the environment
EFEKTIVITAS KURSUS PRA NIKAH SEBAGAI IKHTIAR DALAM MEMINIMALISASI ANGKA PERCERAIAN (Studi Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)
MUHAMMAD HASAN MASKUR, 12102173096, Efektivitas Kursus Pra Nikah Sebagai Ikhtiar Dalam Meminimalisasi Angka Perceraian (Studi Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung), Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Pembimbing: Dr. Rohmawati, M. A..
Kata Kunci: Efektivitas, Kursus Pra Nikah, Perceraian
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pelaksanaan kursus pra nikah di KUA Kecamatan Kedungwaru yang dijadikan solusi karena tingginya angka perceraian dan permasalahan rumah tangga yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Kedungwaru disebabkan karena kurangnya pemahaman bagi calon pengantin yang akan menikah, Kursus Pra Nikah ini telah di atur pada Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kursus pra nikah yang telah di perbarui pada Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 373 Tahun 2017 Tentang petunjuk teknis bimbingan perkawinan bagi calon pengantin.
Rumusan masalah: 1) Bagaimana pelaksanaan kursus pra nikah di KUA Kedungwaru Tulungagung. 2) Bagaimana efektivitas pelaksanaan kursus pra nikah dalam meminimalisasi angka perceraian di wilayah kecamaran Kedungwaru Tulungagung. Adapun yang menjadu tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk lebih memahami tentang pelaksanaan kursus pra nikah yang dilaksanakan di KUA Kecamatan Kedungwaru Tulungagung. 2) Untuk mengetahui dampak yang di timbulkan dari pelaksanaan kursus pra nikah terhadap angka perceraian di wilayah kecamatan Kedungwaru Tulungagung.
Adapun metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian kualitatif dan jenis penelitianya adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang dipakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian berupa wawancara yang mendalam, observasi, dokumentas dan analisis data. Sedangkan pengecekan keabsahan data, peneliti menggunakan keakuratan, transferabilitas, dependabilitas, konfirmabilitas
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : 1) pelaksanaan kursus pra nikah di KUA Kecamatan Kedungwaru dilaksanakan dengan 2 metode, pada metode yang pertama sesuai intruksi dari Kemenag dan dibiayai oleh pemerintah yang hanya 3 angkatan dalam 1 tahunya dan setiap angkatan terdapat 15 pasangan, kursus pra nikah tidak menjadi kewajiban dari pasangan pengantin yang akan melaksanakan pernikahan di KUA Kecamatan Kedungwaru yang dikarenakan minimnya kuota yang di sediakan. Pada model kedua pelaksanaan kursus pra nikah dilakukan pada saat setelah proses rapa’an atau penelitian dengan memberikan motifasi kepada calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan dengan singkat. Pelaksanaan kursus pra nikah sendiri telah di atur dalam Peraturan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/542 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan kursus pra nikah yang telah di perbarui pada Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 373 Tahun 2017 Tentang petunjuk teknis bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. 2) Pelaksanaan kursus pra nikah di KUA Kecamatan Kedungwaru telah berjalan secara efektiv akan tetapi kurang maksimal dalam pelaksanaanya dan harus terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan sehingga tujuan dari pelaksanaan kursus pra nikah dapat terwujud
Catur Warna dalam Perspektif Penganut Agama Hindu di Banjarmasin
Muhammad Maskur. “Catur Warna dalam Perspektif Penganut Agama Hindu di Banjarmasin”. Skripsi, Jurusan Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin, Pembimbing : Rahmadi, S. Ag., M. Pd. I dan Ahmad S. Ag., M. Fi. I.
Kata kunci : Catur Warna, Kasta dan Stratifikasi Sosial
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pandangan yang telah beredar luas di masyarakat, mereka menyatakan bahwa Kasta merupakan ajaran pokok dalam agama Hindu, namun yang ada dalam agama Hindu adalah Catur Warna.
Adapun permaslahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep Catur Warna dalam perspektif penganut agama Hindu di Banjarmasin, apakah persamaan dan perbedaan Catur Warna dengan Kasta, serta apakah status ekonomi, profesi dan pendidikan seseorang dalam agama Hindu bisa mengubah posisi Catur Warnanya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep Catur Warna dalam perspektif penganut agama Hindu di Banjarmasin, secara khusus untuk mengetahui pandangan mereka mengenai persamaan dan perbedaan Catur Warna dengan Kasta, serta untuk mengetahui kemungkinan adanya perubahan status ekonomi, profesi, dan pendidikan dalam Catur Warna.
Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan penelitian, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dalam menggali data dengan mengunakan metode wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Adapun untuk menentukan siapa yang dipilih sebagai subjek yaitu, (a) Pemeluk agama Hindu yang merupakan tokoh agama Hindu seperti Pandita, Pinandita, Pemuka Agama, Guru-guru agama, Pamangku dan lain sebagainya, dan (b) mereka yang bisa dimintai informasi mengenai penelitian ini. Teknik pemilihan subjek penelitian ini mengunakan metode Purposive Sampling. Adapun kriteria yang menjadi subjek adalah penganut agama Hindu yang berdomisili di Banjarmasin dan menguasai pesoalan-persoalan dalam agama Hindu terutama mengenai konsep Catur Warna dan Kasta. Dalam menganalisisnya dengan mengunakan metode pendekatan normatif dan sosiologis.
Dengan mengunakan metode tersebut, penulis dapat mengetahui bagaimana pendapat, pandangan penganut agama Hindu yang berdomisili di Banjarmasin mengenai konsep Catur Warna. Catur Warna menurut penganut agama Hindu merupakan ajaran pokok dalam agama dan terdapat di dalam Weda serta harus dilestarikan dan merupakan spesialis kerja, atau pembagian tugas kerja dalam masing-masing Warna. Catur Warna itu adalah Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra dan tidak ada yang kelima. Sedangkan Kasta menurut mereka (penganut agama Hindu) adalah produk portugis dan terikat oleh status kelahiran, sehingga setiap orang tidak dapat berpindah ke Kasta yang lainnya. Kasta ada empat yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra serta ada golongan yang kelima yaitu Paria.
Dalam Catur Warna setiap orang bisa berpindah posisi ke Warna mana saja sesuai Guna Karmanya (bakat dan profesi) yang lebih dominan di masyarakat. Di dalam kitab Manawa Dharma Sastra dinyatakan “Demikian seorang Sudra bisa menjadi Brahmana, demikian Brahmana bisa menjadi Sudra (karena Guna Karmanya). Demikian pula halnya dengan Ksatria dan Waisya”. Catur Warna dapat dikatakan sebagai stratifikasi sosial terbuka (open sosial stratification), sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk pindah posisi ke Warna apa saja tanpa adanya ikatan yang pasti seperti jumlah kekayaan, kepandaian dll.
Adapun Kasta merupakan stratifikasi sosial tertutup (closed sosial stratification) serta terikat oleh status kelahiran, sehingga membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan kelapisan yang lain, baik yang gerak ke atas atau ke bawah. Satu-satunya yang menjadi jalan untuk menjadi anggota dalam lapisan sosial adalah kelahiran
Biography of Muhammad Baba
Ce manuscrit est une biographie du savant islamique Muhammad Baba du village de Doumga, au Sénégal. Elle fait partie d'une série de biographies que l'auteur a écrites sur les dirigeants islamiques en Afrique de l'Ouest.This manuscript is a biography of Islamic scholarMuhammad Baba of the village of Doumga, in Senegal. It is one of a series of biographies that the author has written about Islamic leaders in West Africa
- …
