1,721,122 research outputs found
PERANCANGAN BELAJAR SULING PELOG YOGYAKARTA
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pemain suling, seniman, praktisi karawitan dan mahasiswa tidak mengenal adanya ciri khas suling gaya Yogyakarta, sehingga ada kecenderungan untuk meninggalkannya. Di sisi lain instrumen suling gaya Yogyakarta mempunyai spesifikasi yang mengarah pada ciri khas khusus, baik bentuk instrumen, nada tutupan, teknik memainkan maupun lagu cengkoknya.Penulisan ini selain bertujuan untuk memberi pemahaman tentang suling Gaya Yogyakarta juga menghasilkan produk bahan ajar suling gaya Yogyakarta sebagai panduan untuk belajar. Teknik belajar suling Gaya Yogyakarta mencakup: pengetahuan tentang suling, teknik dasar, teknik menengah, dan teknik mahir. Pengetahuan tentang suling meliputi cirikhas bentuk, lubang tiup, lubang nada, nada tutupan, cengkok seleh, dan penerapan cengkok seleh suling gaya Yogyakarta. Teknik dasar meliputi posisi dalam memainkan suling, penguasaan jenis tiupan dan tutupan suling laras pelog. Teknik menengah meliputi penguasaan dasar cengkok seleh laras pelog. Teknik mahir meliputi penerapan cengkok-cengkok seleh pada gending. Kata kunci: metode, pembelajaran, suling, gaya Yogyakarta
Metode Pembelajaran Suling Laras Slendro Gaya Yogyakarta
This research is motivated by the fact that many flute players, artists, musical practitioners and students do not recognize the characteristics of the Yogyakarta style flute, so there is a tendency to abandon it. On the other hand, the Yogyakarta style flute instrument has specifications that lead to special characteristics. This study aims to provide an understanding of the Yogyakarta style flute as well as produce teaching materials for the Yogyakarta style flute as a guide for learning. This study uses two methods, namely data collection and analysis and design methods. Yogyakarta Style flute learning techniques include: knowledge of the flute, basic techniques, intermediate techniques, and advanced techniques. Knowledge of the flute includes the characteristics of the shape, blow hole, tone hole, closing tone, cengkok seleh, and the application of cengkok seleh flute Yogyakarta style. Basic techniques include mastery of blowing and closing types in finding the tone of both the slendro barrels. Intermediate techniques include basic mastery of crooked selh, slendro barrel and pelog barrel. Advanced techniques include the application of seleh bends on the gending and lagon
EKSISTENSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA PERSATUAN
Bahasa Indonesia lahir dari Bahasa Melayu yang pada zaman dulu menjadi bahasa lingua franca, yakni bagasa perdagangan antarpulau di nusantara. Kemudian dikukuhkan menjadi bahasa persatuan melalui momen Sumpah Pemuda. Bahasa Melayu menjadi dominan di kala itu dikarenakan fleksibelitasnya akan bahasa-bahasa lain. Dengan fakta tersebut, tepatnya 28 Oktober 1928, bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa persatuan dan tahun 1945 diresmikan sebagai bahasa negara.
Permasalahan yang muncul dalam eksistensi bahasa Indonesia adalah bagaimanakah cara mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia? Tidak hanya masalah eksistensi saja, tetapi sanggupkah bahasa-bahasa daerah di negeri ini memperkaya kosa kata dan istilah bahasa Indonesia? Selain itu, bagaimanakah potensi bahasa Indonesia di era globalisasi?
Eksistensi bahasa Indonesia, selain dipengaruhi kekonsistenan penggunaanya, juga didukung oleh kemampuan bahasa tersebut dalam mengungkapkan fenomena baru yang berkembang. Oleh karena itu, perkembangan bahasa Indonesia sangat tergantung pada tingkat keberhasilan menciptakan kosa kata dan istilah-istilah baru. Bahasa Indonesia sudah mulai mengglobal karena bahasa Indonesia memiliki sifat terbuka dan demokratis. Perkembangan yang terjadi sekarang dan yang datang tidak hanya menyangkut masalah struktur dan bahasa, tetapi lebih jauh mengungkapkan permasalahan manusia baru yang dialami manusia di dalam sebuah proses perubahan dalam berbagai aspek kehidupa
BUILDING A MUTUALISTIC RELATIONSHIP MARKETING TO MEDIATE BETWEEN THE COMPETENCE OF SERVICE TO THE COMPANY'S PERFORMANCE
This study develops a new theoretical approach to solve differences between customer service competence and firm performance. This new concept is called mutuality collegiate relation. Mutuality collegiate relation is established from relational interaction, belief, intimacy, and equality of power. It is then related and tested its relationship with firm performance. Variables in this research include transactional service competence, after sales service competence, and customer retention program. Empirical data is collected by distributing questionnaires to 105 active shariah micro financial institutions in East Java, Indonesia. The sampling method is a purposive sampling technique. The study shows that seven of ninehypotheses are accepted while the remaining two hypotheses are rejected. By using the structural equation modeling procedure, these results conclude that mutuality collegiate relation has significantly and positively affected firm performance
Penerapan Model Konstruktivistik dengan Media File Gambar 3D untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Hasil Belajar
The objective of this study was to improve the students’ motivation and achievement in the subject of Budget Plan through the implementation of the constructivist learning model with three-dimensional image media at the Department of Wood Construction Engineering of SMK Negeri 2 Pengasih. This study was a classroom action research conducted in two cycles. The subjects of this study were 28 students of class III of Wood Construction Engineering, SMK Negeri 2 Pengasih in the second semester of the academic year of 2014/ 2015. The data of the student's motivation was obtained using questionnaires adapted from the model of John Keller, namely; Action, Relevance, Confidence and Satisfaction (ARCS). While the data of the students’ achievement was obtained using tests. The results revealed the application of the constructivist learning model increases the students’ motivation and achievement. It’s indicated by the improvement of the students’ motivation from the first cycle to the second cycle that was 28.52%. While the improvement of the students’ achievement, learning absorption and mastery were 7.34%, 7.34%, and 75.01% respectively.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi hasil belajar siswa pada pembelajaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) melalui model konstruktivistik dengan media file gambar 3 dimensi pada siswa kelas III Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 2 Pengasih. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian adalah siswa kelas III Teknik Konstruksi Kayu SMK Negeri 2 Pengasih semester genap tahun pelajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 28 siswa. Data tentang motivasi siswa diperoleh dengan metode angket model dari John Keller yaitu; Action, Relevance, Confidence, dan Satisfaction (ARCS), sedangkan prestasi hasil belajar diperoleh dengan metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model konstrukrivistik dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Peningkatan motivasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 28,52%. Sedangkan pada aspek lain dari siklus I ke siklus II yaitu terdapat peningkatan prestasi hasil belajar rata-rata skor 7,34%, daya serap 7,34%, dan ketuntasan belajar 75,01%
Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Insentif Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada Pt. Kota Jati Furindo Jepara
Pt. Kota Jatifurindojeparadalamupayameningkatkankinerjakaryawanperlumemperhatikansikapkaryawan Yang Berkaitandengankeselamatandankesehatankerja, Insentifdanlingkungankerjaseluruhkaryawan, Sehinggakaryawanmemberikanumpanbalik Yang Positifbagiperusahaan.
Berdasarkanhaltersebutmakadirumuskanpermasalahanpenelitiansebagaiberikut: Adapuntujuan Yang Hendakdicapaidalampenelitianadalah :Adakahpengaruhpositifdansignifikanantaradengankeselamatandankesehatankerja, Insentifdanlingkungankerjapadakinerjakaryawansecaraparsialmaupunberganda.
Metodepenelitian Yang Digunakanyaitu Variable Dalampenelitiananatarlainvariabelindependenkeselamatandankesehatankerja(X1), Insentif(X2), Lingkungankerja(X3). Variabeldependenkinerjakaryawan(Y), Jenis Data Menggunakan Data Kuantitatifdankualitatifdansumber Data Menggunakan Data Primer Dan Data Sekunderdenganmengambilsampelsabanyak 122 Responden, Pengumpulandatanyamenggunakankuesionerdandokumentasi, Pengolahandatanyameliputi :Coding, Scoring, Editing, Tabulating. Analisisdatanyadenganmenggunakanujivaliditasdanrealibilitas, Analisisnyaregresidananalisisadjusted R Square.
Denganmenggunakananalisistersebut Di Atasdiperolahhasilpenelitiansebagaiberikut :
1. Variabelkeselamatandankesehatankerja, Insentifdanlingkungankerjamasing-Masingmempengaruhisecaraparsialterhadapvariabelproduktivitaskerjakaryawanpada Pt. Kota Jatifurindojepara, Halinidapatdibuktikandarihasiluji T Hitungmasing-Masingvariabelsebesar4,383, 4,010, 2,745 Yang Menunjukkanbahwanilai T Hitungsetiapvariabeltersebutnilainyalebihbesarjikadibandingkandengannilai T Tabel = 1,983
2. Variabelkeselamatandankesehatankerja, Insentifdanlingkungankerjamasing-Masingmempengaruhi Yang Positifdansignifikansecarabergandaterhadapvariabelproduktivitaskerjakaryawanpada Pt. Kota Jatifurindojepara. Hal Inidapatdibuktikandariuji F, Dimananilai F Hitungyaitu 14,067 Lebihbesarjikadibandingkandengannilai F Tabel = 2,68, Sehinggaketigavariabeltersebutterbuktisecarasignifikanmemilikipengaruhsecarabergandaterhadapproduktivitaskerjakaryawa
JATI DIRI BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI TEKNOLOGI INFORMASI
Jati diri bahasa, selain dipengaruhi kemasifan penggunaanya, juga didukung oleh kemampuan bahasa dalam mengungkapkan fenomena baru yang berkembang. Bahasa secara filosofis adalah pengungkapan manusia atas realitas melalui simbol-simbol. Berarti, eksistensi bahasa Indonesia sangat tergantung pada tingkat keberhasilan mengembangkan bahasa, misalnya menciptakan kosa kata dan istilah-istilah baru, baik penyerapan kosa kata bahasa daerah maupun asing semakin digiatkan. Bahasa Indonesia harus mampu menjadi bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengingat saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era global, terutama teknologi informasi sangat cepat. Suatu upaya yang sangat logis apabila bahasa Indonesia diberdayakan guna memenuhi kebutuhan alat komunikasi dalam arus globalisasi dengan melakukan pengembangan bahasa Indonesia di bidang apapun. Penyerapan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia merupakan keadaan yang tak dapat dielakkan di era global. Namun, satu hal yang perlu dicatat, jangan sampai situasi ini mengakibatkan alienasi keberadaan bahasa Indonesia. Sebagai langkah alternatif, menurut penulis sudah saatnya membangkitkan sikap rasa bangga pemilik dan pemakai bahasa Indoesia. Rasa bangga ini sebagai salah satu wujud sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia selain terjadi penguatan persatuan nasional, jati diri bangsa Indonesia akan terwujud dan pada akhirnya bahasa Indonesia bisa eksis di era globalisasi teknologi informasi
PENGARUH MOBILITAS PENDUDUK TERHADAP BUDAYA POP DAN REMITAN MASYARAKAT DESA
Terjadinya mobilitas penduduk masyarakat desa berkaitan dengan tujuan masyarakat untuk memperbaiki kesejahteraan mereka. Terjadinya mobilitas ke arah perkotaan berkaitan dengan kondisi pedesaan yang dipandang tidak mampu menopang kehidupan masyarakatnya. Selain itu kota dipandang sebagai pusat kemajuan dan pembangunan sehingga menurut mereka lebih menjanjikan dalam meningkatkan kehidupan. Selain alasan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi, alasan lain penduduk desa bermigrasi ke kota adalah karena untuk melanjutkan pendidikan, mengikuti suami/istri, mengikuti orang tua, atau karena diajak atau melihat teman-teman mereka yang dipandang telah berhasil di kota. Dampak-dampak dari mobilitas penduduk ini tampak dari perilaku sosial mereka, seperti budaya popular yang mereka adopsi sebagai gaya hidup dari kehidupan perkotaan, selain itu muncul budaya remitan yang memiliki dampak yang signifikan bagi kehidupan di pedesaan</jats:p
BUILDING A MUTUALISTIC RELATIONSHIP MARKETING TO MEDIATE BETWEEN THE COMPETENCE OF SERVICE TO THE COMPANY'S PERFORMANCE
This study develops a new theoretical approach to solve differences between customer service competence and firm performance. This new concept is called mutuality collegiate relation. Mutuality collegiate relation is established from relational interaction, belief, intimacy, and equality of power. It is then related and tested its relationship with firm performance. Variables in this research include transactional service competence, after sales service competence, and customer retention program. Empirical data is collected by distributing questionnaires to 105 active shariah micro financial institutions in East Java, Indonesia. The sampling method is a purposive sampling technique. The study shows that seven of ninehypotheses are accepted while the remaining two hypotheses are rejected. By using the structural equation modeling procedure, these results conclude that mutuality collegiate relation has significantly and positively affected firm performance
PRODUKSI BIOGAS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA MENGATASI KRISIS ENERGI DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN
Abstrak: Limbah rumah tangga merupakan komponen yang cukup berbahaya jika dibuang begitu saja karena akan menimbulkan bau busuk, penyakit dan mencemari air terutama air tanah yang banyak dipakai sebagai air minum. Untuk itu perlu diolah sebagai energi alternative biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produksi dan karaktristik proses fermentasi limbah, berapa banyak biogas yang dapat dihasilkan, berapa lama waktu permentasi. Metode penelitiannya yaitu pembuatan alat reaktor dan pengujian dengan memasukkan limbah rumah tangga yang dicampur kotoran ternak dan air ke dalam reaktor lalu mencatat hasilnya kemudian menguji biogasnya. Reaktor biogas dengan volume 120 liter terdiri dari tampungan utama limbah dan tampungan biogas. saluran masuk dan saluran keluar limbah, juga saluran keluar biogas. Proses fermentasi berlangsung pada kondisi tanpa oksigen. Prinsip Kerja Reaktor Biogas yaitu limbah cair tahu dimasukkan ke dalam reaktor yang kedap udara, memanfaatkan proses pencernaan yang dilakukan oleh bakteri methanogen yang produknya berupa gas methana (CH4). Proses fermentasi berlangsung selama 50 hari dengan hasil-hasil sebagai berikut dari 100 liter limbah rumah tangga, kotoran ternak dan air yang diproses fermentasi maka didapat biogas sejumlah 0,55432 m3 atau 554,32 liter biogas. Dengan tekanan tertinggi 106,5 kN/m2. Temperatur yang terjadi di dalam reaktor 29 - 31sesuai dengan batas aman yang diisaratkan untuk permentasi yaitu 25 - 40Kata kunci : Limbah, Biogas, Energi</jats:p
- …
