1,720,980 research outputs found

    Empowering young minds: Transforming social studies education to foster digital ethics in elementary schools

    No full text
    The rapid development of digital technology demands integrating digital ethics skills into the education process, including at the elementary school level. The study explores the transformation of social science teaching in elementary schools to build students' digital ethics skills. This study uses a qualitative method as a literature study, including analysing various relevant academic sources, such as journal articles, books, and previous research reports. The focus lies on how the pedagogical approach in Social Sciences can be adjusted to instil digital ethics values, such as responsible use of technology, privacy awareness, and critical thinking skills towards digital information. The study results indicate that teaching social Sciences has excellent potential as an effective medium for introducing the concept of digital ethics to students. Students can better understand the importance of ethical behaviour in the online environment through project-based learning methods, group discussions, and case studies related to social issues in the digital world. In addition, the role of teachers as facilitators is vital in guiding students to develop a critical understanding of the information they encounter online. The transformation of social science teaching integrated with digital ethics improves students' technological literacy and forms character as responsible technology users. The study's implications are expected to be a reference for educators in designing a curriculum relevant to the needs of the digital era.</p

    Aliran alam jaringan edgeweighted communication tak berarah

    Full text link
    Jika pada jaringan komunikasi banyaknya informasi yang ditansmisikan hanya dibatasi edge-edge (medium)nya saja maka disebut jaringan Edge Weighted Communication (EWC), dan jika semua edgenya tidak berarah maka disebut jaringan EWC tak berarah. Aliran winti yang ditransmisikan- ke suatu edge eu dalam path prii kwantitasnya harus lebih kecil atau sama dengan kapasitas edge c dari e tersebut. Jika kwantitasnya kurang dari cu maka e dapat dilewati aliran tambahan W, selama W(e) Wrij 5- cu, dimana (eu) aliran total dalam eu. Aliran total wu yang ditransmisikan adalah jumlah daii Virtj yang ditransmisikan lewat path prii, r = 1,2,3, ... Aliran maksimum t.. adalah minimum dari nilai laimptirran--potiong--VIS1--Aivana S -Altran----- tambahan w. dapat ditransmisikan ke jaringan EWC tak berarah jika penugasan w.. tidak menghasilkan himpunan potong jenuh S.

    PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS: RUMAH MAKAN AYAM REMUK SAMBAL MERCON)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, Citra Merek dan harga terhadap keputusan pembelian Ayam Remuk Sambal Mercon Kecamatan Pauh, yang dilakukan pada tanggal 5 Desember – 31 Desember 2023 dengan responden sebanyak 100 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM) dengan bantuan smart-partial least square (Smart-PLS). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan Pvalue 0.025 <0.05. Brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan Pvalue 0.010< 0.05. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan Pvalue 0.000 < 0.05. Kualitas produk, citra merek dan harga berpengaruh signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Ayam Remuk Sambal Mercon

    HUBUNGAN PENGETAHUAN,SIKAP KEPALA KELURGA TENTANG RUMAH SEHAT TERHADAP PRAKTEK PENGELOLAAN RUMAH SEHAT DI DESA TUNGGUL KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN

    Full text link
    Rumah salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya. Berdasarkan persyaratan jamban sehat menurut Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembangunan jga dan SPAL Inpres Kesehatan tahun 1984/1985 adalah mempunyai tempat penampungan kotoran/septic tank yang berjarak minimal 15 meter dengan sumber air. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan metode surveydan wawancara menggunakan quetioner dengan pendekatan cross sectionalyang diperoleh di Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Tehnik sampling menggunakan proporsional random sampling. Dari 2471 populasi rumah diambil 100 rumah sebagai sampel. Pada Penelitian ini skala yang ditemukan adalah nominal dan ordinal, dengan uji Chi Square. Untuk dapat membuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, maka harga Chi kuadrat tersebut perlu dibandingkan dengan chi kuadrat tabel dengan dk dan taraf kesalahan tertentu. Analisa data diolah dengan menggunakan program SPSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap kepala keluarga tentang rumah sehat terhadap praktek pengelolaan rumah sehat di Desa Tunggul,Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Dari jumlah rumah yang ada di Desa Tunggul Kecamatan Gondang,kabupaten Sragen Tahun 2003yaitu 2471 rumah, yang mempunyai jamban ada 322 rumah (5,7%), yang mempunyai tempat sampah ada 298 rumah (5,1%), yang mempunyai pengelolaan air limbah ada 398 rumah (6,9%), dan yang mempunyai persediaan air bersih sejumlah 322 rumah (5,6%). Dari hasil uji hubungan antara pengetahuan dengan sikap kepala keluarga terhadap praktek pengelolaan rumah sehat dengan uji Chi Square maka pada a=0,05 maka diperoleh nilai x2=4,046 dan p=0,044 untuk pengetahuan, diperoleh nilai x24,422 dan p=0,035 untuk sikap. Karena nilai p Kata Kunci: pengetahuan, sikap, kepala keluarga dan rumah sehat, sragen THE RELATIONSHIP ABOUT KNOWLEDGE,BEHAVIOUR OF HEAD FAMILY OF HEALTH HOUSE TO CARING THE SANITARIAN HOUSE AT TUNGGUL, KECAMATAN GONDANG,KABUPATEN SRAGEN House is human primary need to protect and take a rest of family member after all day's duty and to developing the family.According to the Technical advice of application and developing family Jaga and President Intruction SPAL of year 1984\1985,the health toilet must have a septic tank in distance of 15 m from the water resources. This research is a descriptic analytic method using survey, interview and questuionnaire, conducted in Tanggul,Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen. Sampling technic is using random sampling method.From the 2471 members of the house population, The researcher takes 100 house as samples. The researcher found nominal and ordinal scale in this research, which Chi-Square test. To make a decision wheter the hypotesa is accepted or denided,the chi quadrate value must be considerated to the value of table chi square which certain dk and errer rate. If the chi duadrate value is lower than table, the hypotesa is accepted and if hingher or equal,the hypotesa is denided, the data analysis is proccesed by SPSS program. The iam of this research is to know the relationship between knowledge, and behavior the family head about the healty house to the application of caring healthy house in Tunggul,Kecamatan Gondang Kabupaten Sragen. From the 2471 house in tunggul,322 house (5,6%) have toilet,298 house (5,1%) have the trash bin,398 house waste proccesor, and 322 house (5,6%) have health water resources. From the tes of the relationship, the research found that from the a.=0,05 is obtained x2value=4,056 and p=0,044. In order of the value of p24,422 and p=0,035 for behaviour.It means that the nul hypothesa is denided and alternative hypothesa is accepted.It means that there is a significant relationship between the knowledge, behaviour the application of healthy house caring. After doing the research, the researcher suggets to the Head of Healthy Departement, the officer of healthy departement and the head family to improve the knowledge about caring the healthy house. Keyword: knowledge,behaviour ,head family and healthy house, Srage

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI CERITA BERGAMBAR PADA KELAS I DI SD NEGERI 2 METRO BARAT TAHUN AJARAN 2010/2011

    Full text link
    The background of this research is the low activity of learning and speaking skills of students, its approximately about 3 to 4 students (15% to 21%), and the speech was halting, inaccurate and not coherent. Moreover, with the result of reflection and consultation with colleagues eventually we concluded that the need to immediately look for alternative solutions in an effort to develop and improve the ability to speak another language skill. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques used by observation, documentation, and testing. The collected data was then analyzed using qualitative and quantitative analysis. The results showed that the students were able to pronounce vocabulary through picture books, children who reach the percentage is very high gain values ​​from 0% to 11% the first cycle and the second cycle reaches the percentage of very high gain values ​​from 0% to 78%, could tell the story with pictures provided, children who reached a very high percentage of getting value from 0% to 83%, retelling the stories that have been told, a child who reaches a very high percentage of getting value from 05 to 5.5% the first cycle to the second cycle reaches a very high percentage gain value from 0% to 67% &nbsp; Keywords: Activity learning, speaking skill

    Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di SDN Kraton VI Maospati

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan pembelajaran pada beberapa siswa di SDN Kraton VI Maospati yang ditunjukkan dengan rendahnya hasil belajar para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk motivasi siswa kelas IV dan V terhadap pembelajaran IPS di SDN Kraton VI Maospati tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV dan V di SDN Kraton VI Maospati tahun ajaran 2022/2023, yang berjumlah 49 siswa, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu tes angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa kelas IV dan V terhadap pembelajaran IPS di SDN Kraton VI Maospati tahun ajaran 2022/2023 berada pada kategori sangat rendah sebesar 4,08% (2 siswa), kategori rendah sebesar 16,33% (8 siswa), kategori cukup sebesar 24,49% (12 siswa), kategori tinggi sebesar 40,82% (20 siswa), dan kategori sangat tinggi sebesar 14,29% (7 siswa). kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar siswa di SDN Kraton VI Maospati memiliki kategori tinggi

    Model Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Statistik Siswa

    Full text link
    Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan aktivitas matematika dan hasil belajar pada materi statistika, dengan menggunakan model pembelajaran STAD pada siswa kelas XII.MIPA 7 SMA 2 Kudus semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Dan untuk mendeskripsikan perubahan kegiatan pembelajaran matematika dan materi statistika, setelah diterapkan model pembelajaran STAD pada siswa kelas XII.MIPA 7 SMA 2 Kudus semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 3 siklus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan tes. Teknik Analisis Data dengan teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada siklus I ke siklus II untuk tingkat keaktifan mencapai 42,86% dan ketuntasan hasil belajar mencapai 55,53%. Lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Statistika dengan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan aktivitas dan kualitas hasil belajar siswa serta dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan statistika. This class action research aims to determine the magnitude of the increase in mathematics activity and learning outcomes in statistical material, using the STAD learning model in class XII.MIPA 7 students of SMA 2 Kudus for semester 1 of 2018/2019 academic year. And to Describe the changes in mathematics learning activities and statistics material, after applying the STAD learning model to students of XII.MIPA 7 SMA 2 Kudus semester 1 of 2018/2019 academic year. The research method uses Classroom Action Research with 3 cycles. Data collection techniques through observation, questionnaire, and test. Data Analysis Techniques with comparative descriptive techniques and interactive analysis techniques. The results showed an increase in cycle I to cycle II for the level of activity reaching 42.86% and completeness of learning outcomes reached 55.53%. Furthermore, it can be concluded that Statistics learning with STAD learning models can improve student activity and quality of learning outcomes and can improve students' abilities in completing statistics

    UPAYA MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR IPS MATERI KERAGAMAN KENAMPAKAN ALAM DAN SUKU BANGSA SERTA BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MODEL TGT PADA SISWA KELAS V SD NEGERI PABEAN II KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Tujaun penelitiann ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS materi keragaman Kenampakan alam dan suku bangsa serta Budaya Indonesia dengan menggunakan pembelajaran Cooperative Learning Model TGT pada siswa  kelas VI SD Negeri Pabean II  Kecamatan Sedati  Kabupaten Sidoarjo tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian dilaksanakan pada semester I  mulai bulan Agustus – Nopermber 2015. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Pabean II  Kecamatan Sedati  Kabupaten Sidoarjo dengan subjek penelitiannya adalah siswa kelas V berjumlah 18 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dibuktikan dengan adanya siklus. Adapun dalam penelitian ini terdiri atas 2 siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pembelajaran Cooperative Learning model TGT dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS materi keragaman kenampakan alam dan suku bangsa dan budaya Indonesia pada siswa  kelas V semester I SD Negeri Pabean II  Kecamatan Sedati  Kabupaten Sidoarjo tahun pelajaran 2015/2016. Pada akhir siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 61,11% (11 anak) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 38,89% (7 anak). Sedangkan pada akhir siklus II, sebanyak 88,89% (16 anak) dan sebanyak 11,11% (2 anak) belum mencapai ketuntasan belajar. Dengan nilai rata-rata kelas siklus I 6,67 dan rata-rata kelas siklus II 7,66. Hasil non tes pengamatan proses belajar menunjukkan perubahan siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Secara keseluruhan rata-rata kelas mencapai kenaikan sebesar 58,59% dan ketuntasan belajar siswa secara keseluruhan mencapai peningkatan  sebesar 55,3%

    Penggunaan Metode Proyek Pada Mata Pelajaran IPS di SDN Ngujung 2 Kabupaten Magetan Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dengan menggunakan metode proyek terhadap prestasi belajar siswa. Proses belajar mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah umumnya dianggap tidak menarik, akibatnya banyak anak-anak sekolah yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Untuk mengkaji permasalahan tersebut lebih mendalam, maka digunakan Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen kuasi (quasi experiment). Lokasi penelitian ini adalah SDN Ngujung 2, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan pendekatan-pendekatan dan metode-metode pembelajaran yang tepat, sesuai dengan tingkat kematangan kejiwaan peserta didik. Pendekatan yang dianjurkan dalam KTSP dan K13 adalah pendekatan kontekstual termasuk dalam metode pembelajarannya. Salah satu metode pembelajaran yang bisa digunakan adalah metode proyek. Dari pelaksanaan penelitian ternyata pengaruhnya sangat menonjol, guru-guru pun tertarik untuk menggunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS.

    ..(JADIKAN 1 FILE PDF, PELAJARI PANDUAN DI WEBSITE PERPUSTAKAAN, UPLOAD ULANG)..Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader dan Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Ploso Pacitan

    No full text
    Marsini. 2018. Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader dan Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pascasarjana, Institut Agama Islam (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Mambaul Ngadhimah, M.Ag Kata kunci: Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader, Motivator,Kinerja guru Kepemimpinan sebagai salah satu komponen manajemen merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sangat diharapkan agar para guru dalam mengajar lebih cakap, terarah dan profesional, sehingga lebih mudah dalam menangkap, mencerna dan kemudian merealisasikan dalam tugas sehari hari. Kepala madrasah memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan manajemen sekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan kebutuhan zaman khususnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni.pentingnya kepemimpinan kepala madrasah ini perlu lebih ditekankan lagi terutama dalam kaitannya dengan kebijakan otonomi daerah dan disentralisasi pendidikan. Peran adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan: (1)Untuk mendeskripsikan tentang peran kepala madrasah sebagai pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan; (2) Untuk mendeskripsikan tentang peran Kepala Madrasah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan. . Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman. Model penelitian kami menggunakan tehnik kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan dua temuan: pertama; Peran kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan sebagai pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru:(1).A) Untuk meningkatkan kepribadian: a) Menjadi taulaadan dalam hal kedisiplinan dan riligius ,b) B) Pengembangan profesi: mengikutsertakan guru untuk KKG,Diklat, dan perlengkapan sarana prasarana (C)Kemampuan mengajar: Membimbing untuk menyusun perangkat pembelajaran, pengembangan media, metode dan strategi pembelajaran.(d) Hubungan dengan masyarakat:Dalam mensukseskan kegiatan belajar mengajar. . Kedua; Peran kepala madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru: a) Untuk meningkatkan kepribadian,: Mengadakan penilaian kepada guru atas kesiapan kegiatan belajar mengajar, b) Pengembangan Profesi: Mengikutkan diklat maple,workshop,pelatihan-pelatihan dan seminar, c) Kemampuan mengajar : Komunikasi secara harmonis melalui rapat dan kegiatan non formal lainnya, d) Hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan social seperti takziyah,bantuan bencana, dan kerja sama dengan komite madrasah dalam membuat kebijakan madrasah
    corecore