103 research outputs found
Studi e progetti esecutivi per interventi di attivazione di parchi e riserve naturali già esistenti
Recommended from our members
Platform Sling-Back Sandals
Pair of platform sling-back sandals of gold metallic leather. Set on a thick platform, the uppers are formed of 6 bands crossing the instep, with a seventh band extending across the bands at center point. A thicker strap begins at mid-arch of foot, and extends back behind heel, securing with a small buckle. The chunky heel is covered in the same leather as the upper and platform.
Designer's label: "Creazioni / de / Antonio / Marsini / Milano / Italia"
Written inside: "75M 4810 3J / 02-860
..(JADIKAN 1 FILE PDF, PELAJARI PANDUAN DI WEBSITE PERPUSTAKAAN, UPLOAD ULANG)..Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader dan Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Ploso Pacitan
Marsini. 2018. Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader dan Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pascasarjana, Institut Agama Islam (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Mambaul Ngadhimah, M.Ag
Kata kunci: Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader, Motivator,Kinerja guru
Kepemimpinan sebagai salah satu komponen manajemen merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sangat diharapkan agar para guru dalam mengajar lebih cakap, terarah dan profesional, sehingga lebih mudah dalam menangkap, mencerna dan kemudian merealisasikan dalam tugas sehari hari. Kepala madrasah memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan manajemen sekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan kebutuhan zaman khususnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni.pentingnya kepemimpinan kepala madrasah ini perlu lebih ditekankan lagi terutama dalam kaitannya dengan kebijakan otonomi daerah dan disentralisasi pendidikan. Peran adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatu maksud dan tujuan tertentu.
Penelitian ini bertujuan: (1)Untuk mendeskripsikan tentang peran kepala madrasah sebagai pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan; (2) Untuk mendeskripsikan tentang peran Kepala Madrasah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan.
. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman.
Model penelitian kami menggunakan tehnik kuantitatif.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan: pertama; Peran kepala madrasah di Madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan sebagai pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru:(1).A) Untuk meningkatkan kepribadian: a) Menjadi taulaadan dalam hal kedisiplinan dan riligius ,b) B) Pengembangan profesi: mengikutsertakan guru untuk KKG,Diklat, dan perlengkapan sarana prasarana (C)Kemampuan mengajar: Membimbing untuk menyusun perangkat pembelajaran, pengembangan media, metode dan strategi pembelajaran.(d) Hubungan dengan masyarakat:Dalam mensukseskan kegiatan belajar mengajar.
. Kedua; Peran kepala madrasah Ibtidaiyah al-Huda Ploso Pacitan sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja guru: a) Untuk meningkatkan kepribadian,: Mengadakan penilaian kepada guru atas kesiapan kegiatan belajar mengajar, b) Pengembangan Profesi: Mengikutkan diklat maple,workshop,pelatihan-pelatihan dan seminar, c) Kemampuan mengajar : Komunikasi secara harmonis melalui rapat dan kegiatan non formal lainnya, d) Hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan social seperti takziyah,bantuan bencana, dan kerja sama dengan komite madrasah dalam membuat kebijakan madrasah
..(1. Tambahkan stempel di lembar pengesahan 2. Tambahkan lembar pernyataan persetujuan publikasi ethesis dgn ttd asli bukan scan(form bisa download di web perpus pd menu panduan) 3. Perlu ditambahkan watermark full s/d daftr pustaka, upload ulang)...PERAN MADRASAH SEBAGAI LEADER DAN MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH AL - HUDA PLOSO, PACITAN KABUPATEN PACITAN
ABSTRAK
Marsini. 2018. Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader Dan Motivator Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Madrasah Ibtidaiyah Al-Huda Ploso Pacitan. Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Program Pascasarjana, Institut Agama Islam (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. Mambaul Ngadhimah, M.Ag
Kata kunci: Peran Kepala Madrasah Sebagai Leader Dan Motivator.
Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja guru sangat di harapkan agar para guru dalam mengajar lebih cakap, terarah dan profesional, sehingga lebih mudah dalam menangkap, mencerna dan kemudian merealisasikan dalam tugas sehari hari. Kepala Madrasah memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan menejemen sekolah agar dapat berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan kebutuhan jaman khususnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, dan seni. Pentingnya kepemimpinan kepala madrasah ini perlu lebih di tekankan lagi terutama dalam kaitanya dengan kebijakan otonomi daerah dan disentralisasi pendidikan. Peran adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan
tertentu.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan menjelaskan tentang: (1)Untuk mendiskripsikan tentang peran Kepala Madrasah sebagai pemimpin dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al- Huda Ploso Pacitan; (2) Untuk mendiskripsikan tentang peran Kepala Madrasah sebagai Motivator dalam meningkatkan kerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Al- Huda Ploso Pacitan.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman.
Penelitian ini menghasilkan dua temuan: pertama, Peran adalah kemampuan dan kesiapan yang dimiliki seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mangajak, mamantau dan kalau perlu memaksa orang lain agar menerima pengaruh itu. Selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu pencapaian suatau maksud dan tujuan tertentu.
Kedua, Peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi kondusif, perilaku kepala madrasah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Perilaku pemimpin yang positif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotifasi individu untuk bekerja sama dengan kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan lembaga pendidikan
PENGARUH EDUKASI DENGAN MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KETUBAN PECAH DINI DI PMB MARSINI KARNI KOTA PONTIANAK
Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah pada masa kehamilan yang mengakibatkan komplikasi bahkan kematian ibu dan bayi. Insidensi ketuban pecah dini terjadi 8- 10%, kehamilan preterm insidensinya 2% pada semua kehamilan. 30-40% persalinan prematur didahului oleh pecah ketuban dini. Data PMB Marsini Karni, kejadian KPD tahun 2021 terdapat 202 kasus. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kejadian KPD menggunakan penyuluhan kesehatan dengan mengubah perilaku responden pada aspek kognitif. Tujuan: mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi dengan booklet tentang ketuban pecah dini. Metode: Desain kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest and posttest one group design. Pemberian edukasi dengan booklet tentang Ketuban Pecah Dini. Populasi adalah seluruh ibu hamil di PMB Marsini Karni dan sampel berjumlah 30 responden, diambil secara purposive sampling, instrumen dengan lembar quesioner dan analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dengan booklet tentang KPD (nilai p 0,000) nilai sebelum min 20 dan sesudah edukasi dengan booklet KPD 73 dan nilai maximal sebelum 80 dan sesudah edukasi 100. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi kesehatan dengan booklet tentang KP
PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG KOLOSTRUM Di BPM TITIK dan BPM MARSINI Kec. Ngariboyo Kab. Magetan
Kolostrum hanya sebagai makanan pertama buah hati yang baru lahir. Biasanya ibu primigravida yang baru pertama kali hamil belum mengetahui pengetahuan yang baik tentang pentingnya dan manfaat kolostrum, Kolostrum. Tujuan dari penelitian ini adalah mampu berperan melindungi tubuhnya dari serangan bakteri dan infeksi mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang kolostrum di Bpm (Bidan Praktek Mandiri) “Titik” dan Bpm “Marsini” kecamatan Ngariboyo kabupaten Magetan.
Desain penelitian ini menggunakan metode Deskiptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di Bpm “Titik” dan “Marsini” Ngariboyo sejumlah 23 responden. Tehnik pengambilan data adalah Consecutive sampling. Jadi jumlah sampel pada penelitian ini adalah 23 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk selanjutnya dianalisa menggunakan tabel distribusi frekuensi dan dengan analisa prosentase.
Hasil penelitian didapatkan 14 responden (60,9%) mempunyai pengetahuan cukup tentang Kolostrum dan Sebesar 9 responden (39,1%) mempunyai pengetahuan kurang tentang Kolostrum.
Berdasarkan dari hasil penelitian ini hendaknya dilakukan penyuluhan tentang kolostrum secara rutin kepada ibu primigravida dari pihak tenaga kesehatan langsung agar informasi yang didapat ibu primigravida benar-benar akurat, hal ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan serta informasi khususnya bagi ibu primigravida tentang kolostrum.
Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Primigravida, Kolostro
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU BERBASIS SEKOLAH ( MPMBS) DI SMA N 1 SUKOHARJO
Sri Marsini. IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU
BERBASIS SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 SUKOHARJO. Skripsi, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Februari
2013.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Manajemen
Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah di SMA Negeri 1 Sukoharjo, faktor-faktor
pendukung dan penghambat pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis
Sekolah. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang
dilakukan sekolah untuk memaksimalkan faktor pendukung dan upaya untuk
mengatasi faktor penghambat pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu
Berbasis Sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Sukoharjo.
Sumber data berasal dari informan, tempat atau lokasi, dokumen, dan arsip.
Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, obervasi, dan dokumentasi.
Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Analisis data menggunakan analisis interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fungsi dalam Manajemen
Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah telah digarap sekolah meliputi manajemen
kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, humas, pendanaan, dan proses
belajar mengajar.
Simpulan penelitian ini adalah implementasi manajemen peningkatan
mutu bersasis sekolah di SMA N 1 Sukoharjo telah dilaksanakan dengan baik.
Faktor pendukung pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah
adalah SDM yang bagus dalam melaksanakan tugas masing-masing yaitu kepala
sekolah, wakasek, guru, karyawan, dan siswa. Selain itu didukung oleh sarana dan
prasarana yang memadai untuk KBM. Faktor penghambatnya adalah
terbabatasnya pendanaan untuk pengembangan sekolah serta kurangnya peran
komite sekolah. Upaya untuk memaksimalkan faktor pendukung adalah dengan
peningkatan mutu. Upaya untuk mengatasi faktor penghambat adalah dengan
pengajuan dana untuk pengembangan sekolah, meningkatkan kesadaran orang tua
untuk ikut memberikan bantuan dana pengembangan sekolah, dan meningkatkan
peran komite sekolah
SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN PEMBELIAN TUNAI PADA PETERNAKAN BEBEK PETELUR IBU MARSINI
Penjualan dan pembelian tunai adalah proses jual beli di mana pembayaran dilakukan secara langsung pada saat transaksi terjadi. Artinya, pelanggan atau perusahaan membayar langsung dengan uang tunai, kartu kredit, dan metode pembayaran lainnya pada saat barang diberikan atau dibeli. Penjualan dan pembelian tunai dapat berpengaruh terhadap arus kas, likuiditas, efisiensi operasional, dan persediaan dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, suatu usaha membutuhkan sebuah sistem informasi akuntansi untuk mencatat transaksi penjualan dan pembelian tunai agar lebih efektif dan akuntabel.
Pencatatan penjualan dan pembelian tunai pada Peternakan Bebek Petelur Ibu Marsini masih sering terjadi kesalahan terutama pada laporan yang dihasilkan. Biasanya sering terjadi perbedaan antara jumlah pendapatan yang diterima dengan jumlah transaksi yang ada. Hal ini dikarenakan pencatatan tersebut dilakukan secara manual. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan sebuah sistem informasi penjualan dan pembelian tunai berbasis web untuk mencatat transaksi sehingga lebih optimal dan meminimalisir kesalahan pencatatan serta meningkatkan kinerja perusahaan.
Kata Kunci: Akuntabel, Arus Kas, Likuiditas, Operasional, Penjualan Tunai, Pembelian Tunai, Persediaan, Sistem Informasi Akuntansi
Empowering young minds: Transforming social studies education to foster digital ethics in elementary schools
The rapid development of digital technology demands integrating digital ethics skills into the education process, including at the elementary school level. The study explores the transformation of social science teaching in elementary schools to build students' digital ethics skills. This study uses a qualitative method as a literature study, including analysing various relevant academic sources, such as journal articles, books, and previous research reports. The focus lies on how the pedagogical approach in Social Sciences can be adjusted to instil digital ethics values, such as responsible use of technology, privacy awareness, and critical thinking skills towards digital information. The study results indicate that teaching social Sciences has excellent potential as an effective medium for introducing the concept of digital ethics to students. Students can better understand the importance of ethical behaviour in the online environment through project-based learning methods, group discussions, and case studies related to social issues in the digital world. In addition, the role of teachers as facilitators is vital in guiding students to develop a critical understanding of the information they encounter online. The transformation of social science teaching integrated with digital ethics improves students' technological literacy and forms character as responsible technology users. The study's implications are expected to be a reference for educators in designing a curriculum relevant to the needs of the digital era.</p
Aliran alam jaringan edgeweighted communication tak berarah
Jika pada jaringan komunikasi banyaknya
informasi yang ditansmisikan hanya dibatasi edge-edge (medium)nya saja maka disebut jaringan Edge Weighted Communication (EWC), dan jika semua edgenya tidak berarah maka disebut jaringan EWC tak berarah.
Aliran winti yang ditransmisikan- ke suatu edge eu dalam path prii kwantitasnya harus lebih kecil atau sama dengan kapasitas edge c dari e tersebut. Jika kwantitasnya kurang dari cu maka e dapat dilewati aliran tambahan W, selama W(e) Wrij 5- cu, dimana (eu)
aliran total dalam eu. Aliran total wu yang
ditransmisikan adalah jumlah daii
Virtj yang
ditransmisikan lewat path prii, r = 1,2,3, ...
Aliran maksimum t.. adalah minimum dari nilai
laimptirran--potiong--VIS1--Aivana S -Altran-----
tambahan w. dapat ditransmisikan ke jaringan EWC tak berarah jika penugasan w.. tidak menghasilkan himpunan potong jenuh S.
- …
