1,722,316 research outputs found
STUDI KAWASAN ISLAM (Studi Kasus di Istana Maimun Kota Medan)
Abstract : The Deli Sultanate was a Malay Islamic sultanate which was founded in 1632 by Tuanku Panglima Gocah Pahlawan in an area called Tanah Deli (now Medan City and Deli Serdang Regency). Judging from its historical heritage, the Malay Sultanate in Sumatra had a very big influence in developing Islam. One of them is the establishment of a magnificent palace in the middle of the city of Medan, namely the Maimun Palace. This palace is proof of the study that Medan City became an Islamic area that stood under the government of the Islamic Sultanate. This study aims to reveal the facts in the field related to proving that the Maimun Palace is a historical relic of the government of the Islamic region. This research method uses descriptive qualitative, which is in the type of ethnographic study so that it can reveal the actual reality and can understand cultural phenomena that reflect knowledge and meaning systems that guide the life of cultural groups. This study reveals the relationship between the Maimun Palace was built with Islam. This finding further makes it clear that several relics were found with the pattern of an Islamic empire or sultanate. Keywords: Islam, Maimun Palace, Deli Sultanate Abstrak : Kesultanan Deli merupakan sebuah kesultanan Islam Melayu yang didirikan pada tahun 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan di wilayah bernama Tanah Deli (kini Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang). Dilihat dari peninggalan sejarahnya, Kesultanan Melayu di tanah Sumatera ini memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mengembangkan Islam. Salah satunya yaitu berdirinya istana megah ditengah Kota Medan yaitu Istana Maimun. Istana ini menjadi bukti studi bahwasanya Kota Medan menjadi kawasan Islam yang berdiri dibawah pemerintahan Kesultanan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fakta - fakta dilapangan terkait dengan pembuktian bahwa Istana Maimun menjadi peninggalan sejarah pemerintahan kawasan Islam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang berjenis studi etnografi sehingga dapat mengungkap realitas yang sebenarnya dan dapat memahami fenomena budaya yang mencerminkan pengetahuan dan sistem makna yang membimbing kehidupan kelompok budaya. Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan Istana Maimun dibangun dengan Islam. Temuan ini semakinmemperjelas bahwa ditemukannya beberapa peninggalan - peninggalan yang bercorak kerajaan Islam atau kesultanan. Kata kunci : Islam, Istana Maimun, Kesultanan Del
Strategi Komunikasi pemerintah Kota Medan dalam Pengembangan Pariwisata Istana Maimun
Kota Medan terkenal dengan wisata peninggalan sejarahnya, salah satunya adalah objek wisata Istana Maimun. Istana Maimun menjadi satu dari sepuluh wisata menarik di Indonesia. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Strategi Komunikasi yang digunakan Pemerintah dalam pengembangan wisata Istana Maimun dan Pemanfaatn Ekonomi di daerah Istana Maimun. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Pemerintah dalam staregi komuniaksi wisata Istana Maimun adalah dengan bekerja sama kepada ahli waris Istana Maimun dengan mengikuti pelatihan dan sosialsisasi wisata ke Istana Maimun. Sedangkan pada pemanfaatan ekonomi bagi para pelaku UMKM adalah belum cukup efektif dalam hal keuntungan bisnis, lebih pada mencukupin kebutuhan sehari-hari
AKTIVISME K.H. MAIMUN ZUBAIR DI INDONESIA (PERSPEKTIF NEO-SUFISME)
Neo-Sufisme muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mengitegrasikan nilai-nilai sufistik tradisional dengan tantangan modernitas. Problematika yang dihadapi adalah bagaimana nilai-nilai spiritual sufistik dapat diterapkan dalam konteks sosial dan budaya yang terus mengalami perubahan. Beberapa tokoh di Indonesia seperti Hamka, Nurcholish Madjid dan Ali Masyhuri mempunyai fokus terhadap kajian tersebut. Pemikiran tersebut kemudian diikuti oleh Maimun Zubair. Pemikiran Neo-Sufisme Maimun Zubair masih berserak dan belum terkonseptualisasikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan praktik Neo-Sufisme dalam pemikiran Maimun Zubair serta implikasinya terhadap pemikiran tasawuf modern di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur atas karya-karya dan ceramah Maimun Zubair, serta mengamati terhadap praktik keagamaan yang berkembang dalam lingkungan pesantrennya. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menelaah pemikiran Maimun Zubair yang mencerminkan prinsip-prinsip Neo-Sufisme serta relevansinya dalam menjawab tantangan kehidupan kontemporer.
Hasil temuan menunjukkan bahwa Maimun Zubair berhasil mengembangkan bentuk Neo-Sufisme yang menekankan pada aktivisme intelektual dan sosial yang meliputi aktif dalam politik kebangsaan, berkontribusi dalam kehidupan masyarakat dan mengembangkan lembaga pendidikan. Melalui pengajaran dan teladan pribadinya, ia berhasil membawa sufisme tetap relavan dalam konteks sosio-kultural saat ini. Pemikiran Neo-Sufisme Maimun Zubair juga terbukti berimplikasi dalam memberikan solusi terhadap masalah-masalah kontemporer seperti Nasionalisme Ketuhanan, Moderasi Beragama dan Integrasi Syariat dan Tasawuf. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Neo-Sufisme Maimun Zubair dapat menjadi model pengembangan spiritualitas yang kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman
IDENTIFIKASI GAYA PILAR DAN PELENGKUNG ISTANA MAIMUN
Maimun Palace is one of cultural heritage buildings in Medan that is interesting to study, because this building showed a mix style between traditional Malay and foreign architectural style. This research focuses on building as a representation of a cultural process, where the study is centered on the influence of foreign culture on the pillars and arches of the Maimun palace. This research use descriptive method and continued with contextual analysis. The conclusion of this study is that the pillars and arches of the Maimun Palace gained influence from the Moorish architectural style originating from the Ummayah dynasty in Spain (Andalusia) and also traditional Malay, but this influence was not a direct influence, because of the time context between the end of the Ummayah dynasty and the construction of the Maimun Palace it is not in accordance with. The influence of this style is assumed to be arised due to the use of European architect in the construction process
Sejarah pemikiran K.H Maimun Zubair dalam konstrukti media sosial
Kiai Maimun Zubair namanya sering dikaitkan dengan nasihat politik karena ia sudah aktif menjadi politisi sejak bergabung di PPP sekitar tahun 1970-an . Pengalaman sosialnya pada ranah politik menjadikan Kiai Maimun Zubair tampil sebagai tokoh masyarakat yang menjadi panutan dan pemberi saran atau nasehat baik persoalan agama ataupu politik. Peran ganda yang dimiliki Kiai Maimun menjadi sangat menarik untuk diteliti. Pada skripsi ini Peneliti akan membahasnya melalui tiga rumusan masalah. Adapun rumusan masalah tersebut yaitu ; 1) Bagaimana Biografi KH. Maimun Zubair, 2) Bagaimana Sejarah Pemikiran Politik K.H Maimun Zubair, 3) Bagaimana konstruksi Media Sosial terhadap Pemikiran K.H Maimun Zubair. Penelitian ini menggunakan metode sejarah melalui beberapa langkah yaitu :heuristik, kritik atau verifikasi, interpretasi data, dan historiografi. Pendekatakan yang peneliti gunakan adalah perspektif kontruksi media sosial. Penelitian ini juga menggunakan teori sosiologi pengetahuan Ibnu Kholdun dan teori kharismatik dari Marx Weber. Menurut Ibnu Khaldun ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang tersistem dan independen atau artinya ilmu pengetahuan itu berasal dari kondisi sosial pada suatu tempat dan waktu tertentu.Sedangkan kekkharismatikan seseorang mengacu pada manusia yang dianggap suci, pahlawan, dan memiliki peran besar di masyarakat. Penelitian ini melahirkan kesimpulan, pertama K.H Maimun Zubair lahir di Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai Maimun merupakan putra dari pasangan K.H. Zubair Dahlan dan Nyai Mahmuda yang selama hidupnya bergelut dengan pesantren serta aktif dalam kancah perpolitikan mulai level daerah sampai nasional. Kedua, jika ditelusuri secara historis keilmuan K.H Maimun Zubair memiliki sanad keilmuan pada ulama-ulama syafi’iyah. Dia juga menjadikan pengalaman sosialnya sebagai landasan pemikiran politiknya, sehingga ia termasuk ulama yang memiliki pemikiran moderat. Media sosial mengkonstruksi pemikiran K.H Maimun Zubair sebagai pemikiran yang terbuka atau inklusif. Hal ini dilihat pengakuan para tokoh elit politik dan pernyataan-pernyataannya sendiri di media sosial. Media juga mengkosntruksi K.H Maimun Zubair sebagai tokoh agama sekaligus politik yang menjadi simbol toleransi dan persatuan di Indonesia
EKSISTENSI BUDAYA MELAYU DELI DI ISTANA MAIMUN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS: Studi Deskriptif Kualitatif Budaya Melayu Deli di Istana Maimun Kota Medan Sumatera Utara
Penelitian ini membahas budaya Melayu Deli di Istana Maimun sebagai sumber belajar IPS. Guru dapat memanfaatkan budaya yang merupakan bagian dari kearifan lokal yang berada di lingkungan dekat dengan peserta didik sebagai sumber belajar IPS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana eksistensi dan kelestarian budaya Melayu Deli di Istana Maimun dengan mengidentifikasi pemanfaatan budaya Melayu Deli di Istana Maimun dan menganalisis budaya Melayu Deli di Istana Maimun yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana budaya Melayu Deli di Istana Maimun dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan studi deksriptif kualitatif yang dilaksanakan di Istana Maimun Kota Medan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Budaya Melayu di Istana Maimun masih tetap terjaga eksistensi dan kelestariannya yang dapat dilihat melalui adat dan tradisi budaya Melayu Deli serta koleksi peninggalan Kesultanan Deli yang masih ada dan dilestarikan di Istana Maimun, 2) Pemanfaatan budaya Melayu Deli di Istana Maimun dapat diimplementasikan pada materi IPS di jenjang kelas VII, VIII dan IX yang berkaitan dengan materi Keragaman Sosial Budaya dan Interaksi Budaya pada Masa Kerajaan Islam dan Kearifan Lokal, 3) Kendala yang ditemukan dalam pemanfaatan budaya Melayu Deli di Istana Maimun sebagai sumber belajar IPS berkaitan dengan koleksi, informasi, waktu, antusias peserta didik dan pertunjukan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa budaya Melayu Deli di Istana Maimun harus tetap dilestarikan karena bermanfaat dan sangat penting untuk dijadikan sebagai contoh dalam pembelajaran IPS untuk menjaga kearifan lokal.
The study discusses using the Malay culture of Maimun Palace in Deli as a source for social science learning. It emphasizes the importance of incorporating local culture, such as the Deli Malay culture at Maimun Palace in Medan, into education to connect students with their heritage. The repembrch aims to explore how the Deli Malay culture is sustained at Maimun Palace, how it is utilized as a source of social studies learning, and the challenges faced in using it for educational purposes. The study was conducted through qualitative descriptive methods at Maimun Palace in Medan City, using observation, interviews, documentation, and literature research. The findings indicate that 1) The Deli Malay culture in Maimun Palace continues to maintain its existence and resilience, which can be seen through the customs and traditions of the Malay culture of Deli and the collection of relics of the Deli Sultanate that continue there is and are saved. In Maimun Palace, 2) The Deli Malay culture in Maimun Palace can be applied in social studies material of grade VII, VIII and IX related to material socio-cultural diversity socio-cultural diversity and Islamic influences, 3) However, obstacles such as limitations in resources, time constraints, and student engagement need to be addressed to effectively utilize the Deli Malay culture for educational purposes. In conclusion, preserving the Malay Deli culture at Maimun Palace is crucial as it serves as a valuable resource for social science education and teaches students about the importance of upholding local traditions
Analisis Peran Pemuda Terhadap Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan Maimun
Kecamatan Medan Maimun terdiri dari penduduk yang heterogen, terbukti
dengan banyaknya suku/etnis yang hidup dan tinggal di wilayah Kecamatan
Medan Maimun. Dalam keberanekaan disadari adanya dua potensi yang dapat
muncul. Potensi pertama bersifat positif, karena keberagaman dapat dimanfaatkan
sebagai kekuatan bersama jika semua potensi disatukan. Potensi kedua bersifat
negatif, jika masing-masing etnik menonjolkan kelebihan masing-masing dan
merendahkan kelompok etnik yang lain. Melihat kenyataan tersebut, sudah
sepantasnya pemuda Indonesia saat ini memahami apa itu pluralitas pada bangsa
Indonesia. Sudah saatnya pemuda Indonesia memandang eksistensi pluralitas
sebagai alat pemersatu, bukan pemecah kaum seperti pendapat mayoritas orang di
dunia. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Medan Maimun Kota Medan tentang
Analisis Peran Pemuda terhadap Pengembangan Wilayah di Kecamatan Medan
Maimun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian diperoleh bahwa peran
pemuda dalam pembangunan di Kecamatan Medan Maimun Kota Medan cukup
tinggi dalam perannya sebagai dinamisator, katalisator, motivator, inovator dan
evaluator, dengan rata-rata di atas 60%. Peran pemuda secara simultan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan wilayah Kecamatan
Medan Kota Medan. Secara parsial peran pemuda menunjukkan organisasi dan
suku berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan wilayah
Kecamatan Medan Kota Medan, sedangkan usia berpengaruh positif tetapi tidak
signifikan terhadap pengembangan wilayah Kecamatan Medan Kota MedanTesis Magiste
Analisis Analisis 4A ( Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Dan Ancilary ) Dalam Objek Wisata Istana Maimun: Analisis 4A ( Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Dan Ancilary ) Dalam Objek Wisata Istana Maimun
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ancilliary pada Objek Wisata Istana Maimun yang terletak di jln. Brigjend Katamso no 370, Sei Mati, Kec. Medan Maimun, Kota Medan . Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitianini adalah data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Istana Maimun masih harus memiliki beberapa perbaikan, terutama Accebility, dimana seharusnya dipasang rambu – rambu petunjuk yang memudahkan pengunjung untuk mengakses budaya dan juga keindahan yang ada pada objek wisata Istana Maimun. Selain itu juga perlunya peningkatan dan kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya yang sudah ada sejak dahulu, untuk mengembangkan daya tarik pengunjung untuk memeperkenalkan budaya yang ada di Istana Maimun
Pengembangan Fasilitas Rest Area Istana Maimun untuk Meningkatkan Pelayanan Bagi Wisatawan
Pengembangan fasilitas serta peningkatan kualitas pelayanan di Istana Maimun perlu dilakukan agar dapat meningkatkan wisatawan yang datang ke kota Medan terutama ke Istana Maimun dan harus di barengi dengan kerjasama antara pengelola Istana Maimun dengan pemerintah. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian yaitu untuk mengetahui fasilitas yang dimiliki Istana Maimun untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan, dan untuk mengetahui pengembangan fasilitas rest area di istana maimun untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Rest area di istana maimun harus dibangun sesuai dengan kebutuhan bagi para wisatawan yang berkunjung. Kelebihan rest area dapat terbagi dua yaitu rest area dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan bagi wisatawan. Karena dengan adanya fasilitas yang lengkap dapat memudahkan pelayanan, dan rest area sendiri juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawanNamun rest area sendiri memiliki kekurangan. Rest area tidak mendapatkan perhatian dari pihak pengelola sehingga fasilitas rest area yang ada menjadi rusak dan tidak terawat. Rest area dimanfaatkan oleh orang orang yang mencari keuntungan.Kertas Karya Diplom
- …
