1,720,968 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Analisis Sentimen Masyarakat Mengenai Aplikasi Shopeefood Menggunakan Chi Square Dan Metode Naive Bayes Classifier

    Full text link
    Pada bulan April 2020, Shopee meluncurkan layanan pesan antar yang dikenal dengan nama ShopeeFood. Layanan ini telah tumbuh menjadi platform layanan besar yang diminati oleh berbagai kelompok usia. Terkait dengan fenomena ShopeeFood, masyarakat memberikan feedback dalam bentuk rating dan opini di berbagai media sosial, salah satunya mediaTwitter.Langkah yang dilakukan untukmemahami persepsi atau sentimen masyarakat terhadap ShopeeFood, data dikumpulkan melalui media umum dan dianalisis menggunakan metode Naive Bayes Classifier dengan fitur Chi Square. Data tweet diambil melalui Twitter API dengan menggunakan istilah kunci terkait ShopeeFood. Dataset berisi 1050 data yang dibagi menjadi tiga kelas sentimen: positif, negatif, dan netral.Hasil pengujian menggunakan Chi Squarepada metode Naive Bayes Classifierdengan rasio pengujian 90:10dan menghasilkan nilai akurasi sebesar 65,71%, nilai precision 95,00%, dan nilai recall 90,00% dan hasil pengujian menggunakan TF-IDF dengan rasio pengujian 90:10dan menghasilkan nlai akurasi sebesar 79.05%, nilai precision 95,00%, dan nilai recall 90,00%.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa fitur TF-IDF mendapatkan akurasi lebih tinggi dari fitur Chi Square pada metode Naive Bayes Classifier dan berhasil mengklasifikasikan tweet dengan sentimen positif, negatif, dan netral

    PREFERENSI MASYARAKAT BANDA ACEH TERHADAP FINTECH LEGAL

    No full text
    ABSTRAKJudul : Preferensi Masyarakat Banda Aceh Terhadap Fintech LegalPenulis : Muhammad Rizky RamadhanNIM : 1801101010034Fakultas/Jurusan : Ekonomi dan Bisnis/Ekonomi Pembangunan Pembimbing : Dr. Aliasuddin, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat Kota Banda Aceh dalam memilih dan menggunakan finansial teknologi legal. Estimasi perhitungan terhadap model preferensi dilakukan menggunakan model pendekatan model binary yang merupakan pendekatan non- linier , Jumlah sampel dalam penelitian ini sejumlah 269 sampel rumah tangga. Untuk mendapatkan hasil estimasi pada model binary ini digunakan model estimasi maximum likelihood. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap preferensi masyarakat Kota Banda Aceh dalam menggunakan fintech. Sedangkan status pekerjaan, Pendidikan dan ukuran keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi finansial teknologi di Kota Banda Aceh.Kata Kunci: Fintech, Finansial Teknologi, Pendapatan, Preferensi, Ukuran Keluarga, Status pekerjaan, Pendidika

    IMPLEMENTASI ”WAKEONLAN” GUNA EFISIENSI DALAM MENGELOLA LAB KOMPUTER DENGAN METODE NDLC

    Full text link
    Sistem otomasi adalah sebuah sistem yang dapat mengubah suatu pekerjaan manual yang dikerjakan oleh manusia menjadi sebuah sistem yang dikerjakan oleh komputer atau sebuah alat elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem otomasi yang memudahkan dalam monitoring lab komputer dengan menggunakan metode NDLC (Network Development Life Cycle). Sistem otomasi ini memanfaatkan aplikasi WakeOnLAN yang dapat membantu user untuk mengelola lab komputer sesuai dengan penelitian yang sudah ada. Hasil dari penelitian ini adalah sistem yang efisien dan dapat mengelola 336 komputer secara jarak jauh. Hasil dari sistem ini diuji menggunakan Blackbox testing dan User Acceptance Test. Hasil dari blackbox testing adalah sistem berjalan dengan baik dan juga efisien waktu dengan menghemat hingga 20 detik untuk menyalakan seluruh komputer dalam 1 lab dan menghemat 33 detik untuk mematikan komputer di seluruh lab. Hasil efisiensi listrik menunjukkan dapat menghemat hingga 46% dalam 1 hari penggunaan. Hasil dari User Acceptance Test adalah sistem ini mendapat nilai 100% yang berarti sistem sudah sesuai dengan keinginan user dan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem yang telah dibuat sudah memenuhi kebutuhan pengguna yang berarti tujuan dari penelitian ini sudah tercapai ***** Automation is a system that changed the conventional way of a human doing tasks to a system that uses a computer to do the tasks. This research aims to create an automated system that can monitor computer lab easily using NDLC (Network Development Life Cycle). This automated system utilize WakeOnLAN application to help user manage their computer lab according to similar research. The result of this research is a efficient system that can manage 3336 computer remotely. This system is tested with 2 ways using Blackbox Testing and User Acceptance Test. Blackbox testing shows that the system runs well and also time efficient by saving 20 seconds to turn on all computer in 1 lab and saving 33 seconds to turn off all computer in all computer labs. Electricity test also shows that when using this system while following all procedures can save 46% consumed electricity in a day. User Acceptance Test results showed the system got a 100% mark which shows that this system is compatible with user and fulfill all user requests. Based on all testing results, it can be concluded that the created system fulfilled all user requests and this research goal is met

    Evaluasi Perancangan Instalasi Listrik Pada Gedung Centre of Execellent (CoE) di Universitas Pendidikan Indonesia

    Full text link
    ABSTRAK Pembangunan pada gedung bertingkat telah memiliki rancangan instalasi listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan pada gedung tersebut. Akan tetapi pada kondisi dilapangan, dalam hal ini pada sistem kelistrikannya seringkali ditemukan perubahan pada perancangan awal instalasi listrik. Maka hal ini akan berdampak buruk pada pada bangunan tersebut baik itu dalam segi keselamatan pengguna maupun pada biaya oprasional yang dikeluarkan pada gedung tersebut. Evaluasi instalasi listrik terhadap suatu gedung sangat diperlukan supaya kualitas pada instalasi listrik gedung dapat terpelihara keandalannya. Instalasi listrik yang terpasang dengan baik dapat berdampak positif.. Evaluasi instalasi listrik yang yang akan di laksanakan pada Gedung Centre of Execellent CoE meliputi dari segi penerangan, KKB, Air Conditioning (AC), dan tingkat intensitas penerangan yang harus memadai.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perancangan instalais listrik penerangan dan kontak – kontak yang dibuat oleh konsultan perancana, perancangan kebutuhan Air Conditioning (AC) yang dibuat oleh konsultan perencana, dan hasil evaluasi perancangan instalasi listrik dan Air Conditioner (AC) apakah sudah sesuai dengan perancangan awal. Pada Penelitian ini ditemukan sistem instalasi listrik pada gedung Centre of Execellent (CoE) yang dibuat oleh konsultan perencana masih banyak terdapat ketidak sesuaian dalam hal kebutuhan lux penerangan disetiap ruangan pada gedung dan daya yang dibutuhkan untuk KKB masih belum sesuai dengan daya yang telah ditentukan pada PUIL. Perancangan kebutuhan Air Conditioner (AC) yang di buat oleh konsultan perencana juga masih belum memenuhi kebutuhan British Thermal Unit (BTU) pada setiap ruangannya. Kata Kunci : Evaluasi, Instalasi Listrik, Gedung. ABSTRACT construction in a multi-storey building has an electrical installation design that is in accordance with the needs and requirements of the building. However, in field conditions, in this case in the electrical system, changes are often found in the initial design of electrical installations. Then this will have a negative impact on the building, both in terms of user safety and on the operational costs incurred in the building. Evaluation of the electrical installation of a building is very necessary so that the quality of the electrical installation of the building can be maintained to its best. Electrical installations that are installed properly can have a positive impact. The evaluation of electrical installations that will be carried out at the Center of Excellence CoE Building includes lighting, KKB, Air Conditioning (AC), and the level of intensity of lighting that must be adequate. The purpose of this study namely Knowing the design of electrical lighting installations and contacts made by the designer consultant. Knowing the design of Air Conditioning (AC) needs made by the planning consultant. Knowing the results of the evaluation of the design of electrical installations and Air Conditioner (AC) whether it is in accordance with the initial design. In this study, it was found that the electrical installation system in the Center of Excellence (CoE) building made by the planning consultant still had many discrepancies in terms of the need for lux lighting in each room in the building and the power required for each KKB did not match the power specified in the PUIL. . The design of the Air Conditioner (AC) requirement made by the planning consultant also still does not meet the needs of the British Thermal Unit (BTU) in each room. Keywords: Evaluation, Electrical Installation, Building

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Pengaruh Likuiditas, Leverage, Nilai Tukar Valuta Asing dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Penerimaan Opini Audit modifikasi Going Concern (Studi Kajian Pada Perusahaan Sektor Tekstil yang terdaftar di BEI periode 2010-2015)

    Full text link
    ABSTRAK Salah satu tugas auditor adalah untuk mengungkapkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. Jika perusahaan disangsikan untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya, auditor berkewajiban untuk mengungkapkannya dalam bentuk opini audit modifikasi going concern sebagai bentuk early warning bagi para pemangku kepentingan. Namun terdapat beberapa perusahaan yang tidak diberikan opini audit modifikasi going concern tetapi gagal mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Hal tersebut mengakibatkan terdapat pihak-pihak yang mengalami kerugian akibat yang salah mengenai kerbelangsungan usaha suatu perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana likuiditas, leverage, nilai tukar valuta asing, ukuran kantor akuntan publik pada perusahaan sektor publik dan penerimaan opini audit modifikasi going concern pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, serta mengetahui menganalisis pengaruh likuiditas, leverage, nilai tukar valuta asing dan ukuran kantor akuntan publik terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern baik secara parsial maupun simultan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2015. Sepuluh sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel likuiditas, leverage, nilai tukar valuta asing, dan ukuran kantor akuntan publik berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Secara parsial variabel leverage berpengaruh signifikan dengan penerimaan opini audit modifikasi going concern. Sedangkan likuiditas, nilai tukar valuta asing, dan ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan. Bagi profesi akuntan publik, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi mengenai praktik pemberian opini audit modifikasi going concern. Sedangkan bagi perusahaan, penelitian ini dapat menjadi informasi terkait dengan pengambilan keputusan untuk meminimalisir resiko terkena opini audit modifikasi going concern. Kata kunci: Likuiditas, Leverage, Nilai Tukar Valuta Asing, Ukuran Kantor Akuntan Publik, Opini Audit Modifikasi Going Concern

    THE REPRESENTATION OF CHILDREN VIOLENCE AS DARK HUMOR IN FAMILY GUY CARTOON

    Full text link
    Penelitian ini mengeksplorasi representasi kekerasan terhadap anak sebagai bentuk humor gelap dalam sitkom animasi Family Guy, dengan fokus pada bagaimana makna psikologis dan budaya tertanam dalam penggambaran humor tentang pelecehan, penelantaran, dan agresi terhadap anak-anak. Penelitian ini menganalisis beberapa adegan Family Guy dengan menggunakan Teori Relief Freud dan model semiotika Roland Barthes, khususnya denotasi, konotasi, dan mitos. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, 20 adegan diperiksa berdasarkan konten visual dan verbalnya. Analisis berikut mengungkapkan bahwa tindakan kekerasan terhadap anak-anak secara konsisten dibingkai dengan menggunakan komedi yang dilebih-lebihkan dan skenario yang tidak masuk akal. Adegan-adegan yang melibatkan pengabaian orang tua, kegagalan institusional, dan karakter predator seperti Herbert mengilustrasikan bagaimana Family Guy menyamarkan kritik sosial dalam humor. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan humor gelap dalam acara ini berfungsi sebagai hiburan dan komentar budaya, memungkinkan penonton untuk terlibat dengan subjek yang tabu namun tetap terlepas secara emosional. ***** This study explores the representation of child violence as a form of dark humor in the animated sitcom Family Guy, focusing on how psychological and cultural meanings are embedded within humorous portrayals of abuse, neglect, and aggression toward children. This study analyzes selected Family Guy scenes using Freud’s Relief Theory and Roland Barthes’ semiotic model, particularly denotation, connotation, and myth. Through a descriptive qualitative approach, 20 scenes were examined based on their visual and verbal content. The analysis revealed that violent acts toward children are consistently framed using comedic exaggeration and absurd scenarios. Scenes involving parental neglect, institutional failure, and predatory characters like Herbert illustrate how Family Guy disguises social critique within humor. These findings suggest that the show’s use of dark humor serves as both entertainment and cultural commentary, allowing audiences to engage with taboo subjects while remaining emotionally detached
    corecore